Memories Of You

Memories Of You
Bab 1



suara ketukan sepatu menggema di sebuah ruangan. makin lama makin terdengar mendekat. sepasang anak kembar yakni laki-laki dan perempuan sedang duduk bersebelahan. yang laki laki duduk dengan menundukkan kepalanya. wajahnya babak belur, walaupun sudah diobati tetap darah terus mengalir. sedangkan yang wanita sedang menggenggam tangan saudara kembarnya itu.


seorang pria paruh bayah masih gagah rupawan melihat kedua anak kembarnya itu. yang wanita mirip sekali dengan mendiang istrinya sedangkan yang pria mirip dengannya saat muda tapi tidak dengan mata dan hidunganya.


pria itu duduk dan menghela nafasnya kasar. kakinya disilang dan kedua tangannya ia taruh pegangan kursi itu.


"apa yang ingin kalian ketahui?"tanyanya to the point.


ia melihat kearah anak perempuannya yang matanya sudah berkaca-kaca.


"eric? erica?"


"semuanya pa"jawab laki-laki yang bernama eric itu.


"setelah aku ceritakan. apa yang aku dapatkan?"tanyanya.


"aku akan menikahinya pa. aku akan bertanggung jawab". ucapnya mantap.


"sayang"panggilnya pada anak perempuan.


"erica hanya ingin mengenal bagaimana mama dulu pa. selama ini erica tidak tahu mama seperti apa"ucap erica.


pria paruh bayah itu menganggukkan kepalanya ia tahu sepertinya ini saat yang tepat ia menceritakan tentang ibu mereka. wanita yang sangat ia cintai seumur hidupnya, tidak ada yang bisa menggantikan sosok perempuan itu sampai sekarang. tapi saat mengingatnya lagi itu akan membuat luka lamanya terkuak lagi. luka lama yang dia simpan, kebodohannya kepada wanitanya hingga wanitanya itu meninggalkan dirinya untuk selamanya.


"baiklah! aku akan menceritakannya"ucap pria itu.


ia lalu menyenderkan tubuhnya di kursi dan melihat kedua anaknya itu yang mulai menatapnya dengan seksama.


"yang kalian dengar tentang mama kalian diluar sana tidak lah benar semua. she's wonderful woman in the world". ucap pria itu yang memulai ceritanya.


"kalian semua mewarisi semua garis mukanya terutama kamu sayang. wajah kalian sangat mirip sekali".


erica tersenyum senang. banyak orang yang mengatakan begitu padanya.


pria itu lalu menengadahkan kepalanya. dia pun mulai menceritakan tentang istrinya itu.


berpuluh-puluh tahun yang lalu.


sebuah acara fashion show tahunan akan segera digelar. semua orang sedang sibuk dengan tugas mereka masing-masing. suara gaduh menyelimuti di backstage.


"lima menit lagi kita mulai"teriak seorang ketua koordinator acara tersebut.


semua orang segera bergegas untuk menyelesaikan pekerjaannya.


sedangkan di lain tempat


"apa masih lama?"tanya seorang wanita datar dengan matanya masih memantau acaranya dari layar tablet.


"sebb.. sebentar lagi nona"jawab sopirnya gugup. ia baru dipindah tugaskan untuk menyupiri atasannya yang terkenal sangat kejam itu. ia juga tidak menyangka di hari pertamanya ini ia harus terjebak macet. dan ia tahu kalau atasannya ini sudah mulai kesal.


"kau tahu jika ini terulang lagi bukan?"tanya wanita itu.


"iii...iiiya nona. maafkan saya ini terakhir kali saya melakukan kesalahan".


"ehmm... fokus menyetir".


sopir itu lalu menghela nafasnya kasar. ia pun menggenggamkan kedua tangannya di kemudi dengan kuat sekali.


"oke semua sudah siap!! 3,2,1... its showtime".


seorang wanita muda sedang sibuk memakaikan modelnya untuk mengenakan gaun yang menjadi top on the top acara hari ini. saat dia membantu menarik relsletingnya tiba dia tidak sengaja menarik kuat dan menyebabkan gaun indah itu sobek. gaun yang dirancang dengan indah dengan taburan berlian didalamnya menjadi rusak ditangan wanita itu.


wanita itu berteriak dan mengigitkan jarinya. sang model yang terkejut ikut dalam kepanikan.


"bagaimana ini?"tanyanya gugup.


seorang pria berkepala plontos datang menghampirinya dan matanya langsung terkejut.


"bagaimana bisa ye begitu ceroboh. sebentar lagi puncak acaranya"gerutu pria kemayu itu.


"maafkan saya tuan! saya tidak sengaja".


pria kemayu itu menaruh telapak tangannya kejidatnya dan menggelengkan kepalanya "aduhh eike harus gimana bentar lagi ratu datang. matilah eike"


di lobby hotel.


"selamat malam nona bella"sapa pria yang merupakan sekretaris kepercayaannya yang sudah menunggu kedatangannya.


"besok-besok berikan dia kondisi traffic light sebelum dia menjemputku. aku tidak ingin kejadian ini terulang lagi"ucap bella yang masuk kedalam lift bersama sekretarisnya itu.


bella tidak suka dengan keterlambatan, seumur hidupnya baru kali ini ia terlambat dalam acaranya sendiri.


sekretarisnya itu menundukkan kepalanya "baik nona".


ting


pintu lift terbuka bella dan sekretarisnya masuk di ruang fitting room. semua orang memandang dirinya yang terlihat sangat berkharisma. siapa yang tak kenal dengan isabella Claudya Lèonore seorang desaigner dan pengusaha muda yang sangat terkenal dan masuk dalam 10 besar orang berpengaruh di dunia versi majalah forbes. dirinya membangun usahanya sendiri dari nol hingga berdiri seperti sekarang dimana kaum hawa dan adam mengagumi hasil karyanya. sifat arogant,dingin, kejam, dan perfectionisnya membuat orang kagum sekaligus takut kepadanya. banyak saingan yang memilih teratur jika berhadapan atau bersaing dengannya.


bella tidak menghiraukan tatapan kagum mereka saat ini, dia terus berjalan dan melihat para modelnya yang memakai busananya.


"dimana model yang menggunakan gaun top on the top hari ini?"tanya bella. sekretarisnya mengedarkan pandangannya dan ia melihat pria berkepala plontos bersembunyi dibalik punggung pria berbadan besar.


pria itu menggelengkan kepalanya ke sekretaris itu, dia takut menghadap bella yang pasti murka dengan dirinya. bella melihat kearah pandang sekretarisnya dan membuka kacamata hitamnya.


"apa kita sedang bermain petak umpet"ucapnya dingin. semua orang terdiam mendengar ucapan bella yang kesabarannya mulai menipis.


"keluar dari sana atau kau keluar dari rumah modeku detik ini juga"ancam bella. matanya masih tajam melihat lelaki pelontos tersebut.


pria plontos itu dengan gemetar keluar dari persembunyiannya dan menundukkan kepalanya.


"apa yang kau sembunyikan dibalik punggungmu itu?"


pria pelontos itu menggelengkan kepalanya.


"kevin"panggil bella kepada sekretarisnya.


kevin maju dan mendekati pria pelontos itu. ia lalu menarik kedua tangan pria itu yang masih memegang peralatan menjahit dan sebuah lakban.


bella melototkan bola matanya dan rahangnya seketika mengeras.


pria pelontos itu langsung berlutut di hadapan bella.


"ampunin saya ratu eh bella eh salah nona"ucap pria itu gugup sambil terus memukul mulutnya salah memanggil nama bosnya.


"minggir"teriaknya. semua orang mundur teratur memberi jalan kepada bella untuk lewat. bella berlari masuk kedalam ruangan khusus gaun terbaiknya itu.


"tamatlah riwayat eike cinnn"ucap pria plontos itu yang menyandarkan tubuhnya di tubuh kevin yang ada di sampingnya.