Memories Of You

Memories Of You
Bab 11



isabella berhasil menguasai ilmu yang harus ia pelajari untuk memulai bisnis. dalam 3 bulan ia bisa menguasainya tentu saja paman george selalu membimbingnya dengan sabar, dia selalu memberikan solusi-solusi yang mudah di mengerti oleh isabella.


"nona! selamat anda diterima ikut dalam ajang fashion week di perancis". ucap paman george yang datang dengan membawa kabar gembira.


isabella yang mendengar itu senang sekaligus takur. kenapa harus perancis?.


senyuman paman george memudar ketika melihat raut wajah isabella berubah.


"nona anda tidak senang?"tanya paman george.


isabella menggelengkan kepalanya.


"aku senang paman tapi perancis?"


isabella dan paman george terdiam.


"isabella tidak bisa hadir disana nanti bella kirim dinda kesana dia semua tahu tentang detail bajunya".


"ini showmu yang pertama isabella. kau harus ikut hadir disana. apa kau percaya dengan orang suruhanmu itu?".


"paman! ada desaigner dunia yang tidak pernah sama sekali muncul di fashion shownya. bella bukan tidak mau muncul tapi ini perancis paman. isabella tidak bisa. dinda bisa di percaya, dia sahabat bella".


paman george menganggukkan kepalanya. ia yakin suatu saat isabella akan menginjakkan kakinya dinegara kelahirannya itu.


tiba hari fashion show tiba isabella sangat gusar sekali. dinda sahabatnya tidak bisa di telpon sama sekali. ia pun menggigit jari-jari sambil terus mondar-mandir di hadapan beberapa karyawannya. sebuah dering ponselnya berbunyi dan ia melihat kitiman messanger salah satu temannya.


"gila lo... gue kira lo benar-benar designer ternyata si dinda".


isabella mengerutkan keningnya. ia tidak mengerti kenapa temannya itu mengatakan seperti itu padanya. lalu temannya itu mengirim photo dan juga artikel.


"designer termuda di indonesia mengharumkan nama indonesia di fashion week perancis".


isabella terkejut dan ia berteriak. ponselnya terjatuh di bawah.


"nona tidak apa-apa?"tanya salah satu karyawannya.


beberapa hari kemudian dinda dan beserta orang yang dikirim oleh isabella pulang ke tanah air. dinda disambut oleh beberapa wartawan yang meliputnya. dinda pun diundang oleh salah satu televisi dalam sebuah talkshow. dinda yang sedang viral saat itu sangat menikmatinya.


"baiklah dari penonton disini ada yang ingin bertanua kepada nona dinda yang sangat membanggakan ini".


sebuah tangan terangkat, sang pembawa acara lalu mempersilahkan. dinda yang melihat siapa yang bertanya itu langsung membelalakan matanya. disana berdiri isabella dengan senyuman mematikannya.


"saya bella. saya ingin menanyakan kepada nona yang ada di depan ini. bagaimana rasanya terkenal karena hasil karya seseorang? apan anda tidak malu karena mengklaim usaha sahabat anda sendiri?"tanya isabella saat itu sambil melihat kearah paman george yang menatapnya dari kejauhan.


pertanyaan isabella itu sontak membuat kamera mengarah kepadanya.


"maksud anda apa nona bella?"tanya pembawa acara.


"tunda dulu iklan. ini akan menjadi tranding"ucap salah satu produser dibelakang sana.


"nona dinda yang kalian banggakan itu adalah seorang penipu. yang ditampilkan di fashion week itu adalah hasil rancanganku dan aku sendiri ikut dalam produksinya bukan hasil rancangannya. dia hanyalah


bawahan yang tidak tahu malu"


"tidak!! itu semua bohong"


"tuan george"ucap semua orang di ruangan penyiaran itu. ada apa gerangan seorang tuan george bisa datang ketempat mereka.


"tolong putar ini"ucap paman george yang memberikan sebuah flashdisk ke produser disana.


"benarkah? baik kita lihat siapa yang pembohong"tantang bella.


"bagaimana?"tanya isabella meremehkan. dinda yang sudah menangis langsung berlari kebelakang panggung. pembawa acara disana bingung dengan apa yang terjadi.


dinda keluar dengan ibunya dari stasiun tv tersebut dan saat itu ia disambut oleh ratusan wartawan baik dari luar maupun dalam negeri. paman george mengirim wartawan dari luar negeri untuk meliput berita itu. ia tidak terima hasil kerja keras bella diklaim oleh orang lain.


"nona jelaskan apa semua itu benar?"


"kenapa anda sangat kejam menipu teman sendiru?"


"apa anda tidak mempunyai bakat sendiri?".


dinda menangis di pelukan ibunya. keesokan harinya bella duduk di ruangan galerinya di ikuti oleh seluruh karyawannya. ia melipat tangannya dan menyilangkan kakinya. kali ini dia akan berubah sangat kejam.


"yang kemarin tidak aku kirim dan standby di dekatku. silahkan ke sebelah kanan". karyawan yang dimaksud bella pun bergerak ke kanan. mereka takut akan terjadi sesuatu.


"baiklah jadi kalian para pengecut, yang memilih diam disaat kalian dibayar olehku" maki bella saat itu.


semua karyawannya menunduk.


"kalian semua aku pecat dan aku pastikan kalian tidak akan diterima oleh perusahaan manapun".


"ahhh tidak nona maafkan kami".


"nona aku mohon jangan".


"nona ini penghasilanku satu-satunya".


karyawan yang berdiri disebelah kanan meremas tangannya. sebagian dari mereka adalah saudara dan kekasih. isabella melirik kesebelah kanannya.


"kalian jika kalian membela mereka. kalian akan bernasib sama. ini peringatan dari kalian jangan pernah menghianati kepercayaanku atau kalian akan hancur". isabella pun pergi meninggalkan mereka semua yang masih berteriak memanggil namanya.


"nona! diluar ada dinda dan kedua orang tuanya"ucap salah satu karyawannya saat isabella baru sampai di ruangannya.


isabella pun pergi menemui mereka. saat ia sampai di ruangan tunggunya ia melihat dinda dan kedua orang tuanya itu sudah saling genggam.


"siapa yang mengijinkan mereka masuk dan duduk disitu?"bentak bella. karyawannya yang tersisa menundukkan kepalanya.


"bella"panggil ibunya dinda yang sudah maju kearahnya. isabella memundurkan langkahnya.


"berhenti disana aku tidak sudi tubuhku di pegang kalian". ibunya dinda pun berhenti.


"maafkan kami nak. maafkan dinda dia mengakui kesalahannya kepada kami. dia khilaf"tangis ibunya.


"please bell. maafin gue".


isabella mendecih melihatnya.


"please jangan ambil semua harta ortu gue".


"saat lo ngelakuin itu kemarin. ada lo mikirin gue? mikirin gimana perasaan gue dan karir gue selanjutnya? nggak kan!."


"maafkan dinda, isabella. om yang akan memberinya pelajaran kepadanya saat ini semua orang menghujat kami. dan om juga mengalami masalah dikantor karena masalah ini".


"aku tidak peduli. yang pasti anak kalian adalah penipu dan harus di tindaklanjuti bahkan dia sudah aku blaklist diperusahaan apapun. dia tidak akan bisa bekerja dimanapu termasuk di kantor anda"


"isabella tante mohon jangan. kami akan memberikan ia pelajaran".


"cukup!! kalau kalian tetap membelanya aku pastikan kalian juga hancur saat ini juga"isabella pun pergi dari hadapan mereka.


beberapa bulan kemudian isabella mendengar kalau usaha orang tua dinda bangkrut dan rumahnya disits, ayahnya terserang searangan jantung hingga meninggal disusul oleh ibunya yang meninggal karena stress. setiap hari dinda datang untuk belas kasihan isabella tapi tidak digubris oleh isabella kala ia melihat mantan sahabatnya itu. sampai dinda dikabarkan mengalami stress dan masuk kedalam rumah sakit jiwa. dari situlah lahir isabella yang ta berperasaan, kejam, dan perfectonis.