
plakkk...
sebuah tamparan keras mendarat di rahang sebelah kiri jhonny. jhonny tidak bergeming, dia bahkan tidak bereaksi ketika ayahnya menamparnya.
"kau benar-benar bodoh! bagaimana bisa aku mempunyai anak yang tidak ada otaknya sepertimu?".
"sayang! aku mohon hentikan. dia hanya khilaf melakukan itu"bela ibunya.
"jangan membelanya. gara-gara dia saham perusahaan kita menurun drastis dan para investor tidak mau bekerja sama lagi dengan kita". maki mr. smith.
istrinya lalu menghampiri anak semata wayangnya itu.
"sayang kita harus pergi menemui bella dan kita harus meminta maaf. yah". bujuk ibunya.
"lupakan itu! kita tahu bagaimana isabella itu tidak akan memberikan kesempatan kedua kepada siapapun. bahkan ibunya pun seperti itu". ucap mr. smith yang sudah berkacak pinggang.
isabella dan ibunya adalah orang mengerikan di dunia ini. pesona dan kekuasaan mereka bagaikan malaikat pencabut nyawa. jika mereka bersatu maka dunia ini tidak bisa berkutik lagi.
mendengar kata ibunya bella dari mulut ayahnya, jhonny seakan mendapat angin segar.
"jhonny akan mengembalikannya lagi seperti semula dan bahkan melebihi dari pertama"ucap jhonny dengan tegas.
mr dan mrs smith melihat kearah anaknya.
"apa maksud kamu?"tanya ibunya
"bagaimana kau akan melakukannya?"tanya mr. smith.
jhonny lalu menyeringai.
"dengan menyatukan mereka berdua. jhonny akan membujuk nyonya martha untuk memaksa bella menikah dengan jhonny. isabella yang jhonny kenal dia tidak bisa berkutik dengan perintah ibunya. maka ia akan menyetujui ide kita dan jhonny akan menikahinya. dengam begitu kita bisa mendapatkan harta ibunya dan juga isabella secara tidak langsung".ucap jhonny yang mengutarakan idenya.
mr dan mrs. smith tersenyum mendengar ide anaknya itu.
☆☆☆☆☆☆
"ini yang terakhir untuk hari ini nona"ucap kevin yang menyerahkan dokumen kepada bella.
bella pun menyambutnya, saat akan membuka dokumen itu ponselnya berbunyi. dia pun melihat siapa yang menghubunginya. ia pun mengangkatnya.
" what's wrong a big lady should bother calling (ada apa seorang nyonya besar harus repot-repot menelpon)?"tanya bella yang melirik kearah kevin.
" a dinner? don't kidding with me?"
"oke fine!". isabella pun memutuskan panggilannya.
"setelah ini pulanglah. kau tidak usah mengantarku. aku ada makan malam dengan nenek sihir"ucap bella yang kembali fokus ke berkas-berkasnya.
kevin pun menganggukkan kepalanya. ia pun secara diam-diam mengirim pesan kepada seseorang.
"apa wartawan masih diluar sana?"tanya bella yang mengagetkan kevin.
bella melihat gelagat aneh dari kevin. ia pun menyipitkan matanya.
"apa yang ada di tanganmu?"tanya bella.
kevin sebisa mungkin memasang muka datarnya.
"tidak ada nona"
"kau menghubungi paman?"selidik bella.
"tidak nona! saya tidak berkomunikasi padanya satu minggu ini".
"lalu apa yang kau lakukan barusan?".
"nona tadi bertanya kepada saya tentang wartawan. saya tadi baru mengirim pesan kepada petugas keamanan di depan supaya bersiaga karena nona sebentar lagi selesai". jawab kevin dengan wajah datarnya tapi didalam hatinya ia menggerutu betapa cerobohnya dia.
"baiklah"
☆☆☆☆☆
isabella sudah sampai di depan restoran yang disebutkan oleh ibunya. sebuah restourant bintang lima yang berada di pusat kota. ia pun melangkah masuk kedalam restaurant itu yang disambut oleh pelayan restaurant.
"nyonya martha".
"silahkan nona! ruangannya ada di lantai 3"ucap pelayan itu sopan.
isabella pun menganggukkan kepalanya sedikit dan ia lalu menekan tombol lift dan kemudian masuk. saat pintu lift tertutup tiba-tiba sebuah tangan menghalangi. isabella terkejut ketika melihat tangan itu. lalu pintu lift pun terbuka dan ia melihat pria yang tadi pagi memakainya topi yang sampai sekarang ia masih memakainya.
"hai! kita bertemu lagi"sapa pria itu.
isabella memalingkan wajahnya.
pria itu lalu tersenyum dan memiringkan kepalanya kearah bella.
"benar itu kau. kenapa kau tidak menjawabku? apa kau tidak ingat aku yang memberikan topi itu padamu?"tanya pria itu.
isabella tidak menjawab pertanyaan pria itu. pria itu pun menundukkan kepalanya, wajahnya kecewa ketika melihat bella yang tidak mengingatnya. padahal baru pagi tadi mereka bertemu.
"menyebalkan! kata ayah orang indonesia ramah"ucap pria itu sambil mengentakkan kaki kanannya pelan.
isabella seketika menoleh kearah pria itu. dia merasa familiar dengan perkataan itu. layaknya dejavu.
pintu lift terbuka.
tetapi isabella masih menatap pria itu yang juga menatapnya.
"aku tahu pasti kau mengingat kata-katamu ini, sayang"
Isabella melanjutkan lagi langkahnya dan dia lalu masuk di ruangan VVIP yanh dipesan oleh ibunya. Dilihatnya orang yang telah melahirkannya itu sejenak. Seorang ibu yang sangat jarang hadir dalam hidupnya. Bahkan semua orang pun tidak tahu kalau dia adalah anak yang dilahirkan oleh wanita yang masih sibuk dengan tabletnya.
"kau sudah datang?"tanya ibunya ketika melihat Isabella sudah duduk di hadapannya.
"say now what do you want? you're not the type of person who has a lot of time even though it's your own child".sindir Isabella.
Nyonya Martha melipat tangannya didada dan melihat anak gadisnya yang sudah tumbuh dewasa ini dengan seksama. Dia lalu melempar tabletnya di hadapan bella.
Isabella melihat tablet tersebut dan melihat berita portal mengenai dirinya.
"Desaigner terkenal memergoki pacarnya selingkuh"
"Diselingkuhi: Desaigner terkenal mengamuk".
Isabella tersenyum dan mengembalikan tablet milik ibunya itu. dilipat tangannya di dada, ia lalu mengeluarkan smirknya.
"this news has nothing to do with you. so you don't need to worry".
"apa kau tidak berpikir. Wartawan itu sangat licik, mereka akan menggali semua tentangmu hingga mereka tahu bahwa kau anakku dan semua akan terbongkar".
"so what if it's exposed? are you ashamed to have a kid like me?"tanya bella.
Isabella ingin tahu bagaimana reaksi ibunya atas pertanyaannya itu. Ia dan ibunya memang tidak pernah akur bahkan saat kejadian berpuluh tahun dulu saat dia bangun dari komanya, ibunya tidak ada di sampingnya. itu membuatnya membenci ibunya itu. Mereka selalu berlawanan jika ibunya berbicara bahasa inggris maka dia akan menjawabnya dengan bahasa indonesia, begitu sebaliknya.
saat martha akan menjawab mr dan mrs smith datang bersama dengan Jhonny yang sudah senyum sumringah.
"kenapa kau disini?" tanya isabella ketika melihat siapa yang datang. Ia lalu melihat ibunya dengan tatapan tidak percaya.
"Kau?" tunjuknya. Biarlah ia dianggap anak yang durhaka karena berani menunjuk tepat di depan wajah ibunya.
nyonya martha tersenyum dan berdiri dari duduknya dan mengulurkan tangannya.
"sorry for the delay. We just arrived in Indonesia and heard from my child that you are inviting dinner"
"It is okay! we just came too fast"ucap nyonya martha.
"isabella apa kabar kamu?"sapa ibunya jhonny lembut.
isabella tidak menjawab pertanyaan ibunya jhonny dan hanya menatap tajam kearah jhonny yang terus mengeluarkan senyum kemenangannya.
jhonny dengan tidak malunya merangkul pundak isabella dan mengecup puncak kepalanya.
"Don't you see? she is very fine and more beautiful".
Isabella menepis tangan jhonny. Mr. dan Mrs. Smith tersenyum begitu pula nyonya martha.
"Please, sit"ucap Mr. smith. mereka pun segera duduk ditempat masing-masing.
"peux tu m'expliquer? quels sont tes projets cette fois? (bisa jelaskan? apa rencanamu kali ini?)"tanya bella menggunakan bahasa perancis kali ini. Bahasa yang hanya dimengerti oleh mereka berdua.
nyonya martha tidak menjawab pertanyaan isabella dan sibuk dengan makanan di depannya. Mr. dan Mrs. Smith juga melakukan hal yang sama mereka memulai makan malamnya yang sudah sangat terlambat.
di wajah meja tangan jhonny sudah menggenggam tangan isabella erat. wajah jhonny pun mendekat kearah bella dan membisikkan sesuatu di telinga bella.
"kau tidak akan lepas dariku lagi sayang".
isabella menampik tangan jhonny dan menatap ibunya kesal.
"dis-moi maintenant? Tu sais que je ne vais pas me taire comme ça? Qu'est-ce que tu complots à ce salaud? Tu veux que je détruis cet endroit alors peux-tu me parler? (katakan padaku sekarang? kau tahu aku tidak akan terus diam begini? apa yang kau rencanakan pada ******** ini? kau ingin aku menghancurkan tempat ini baru kau bisa berbicara kepadaku?)" maki bella.
nyonya martha menghentikan makan malamnya. ia lalu mengambil serbet dan mengelap bibirnya. begitu juga Mr. dan Mrs. Smith.
"it seems like my child can't wait anymore. why are we having a meeting this time? ".
mr. smith terkekeh ketika mendengar ucapan nyonya martha lalu ia melihat kearah isabella
"really isabella?"
"fine! you will be engaged this week".
"what?" teriak isabella yang sudah berdiri. dia lalu melihat kearah jhonny yang juga menatapnya. kemudian dia melihat kearah mr dan mrs. smith yang tersenyum kearahnya, senyuman ambigu yang bisa diartikan oleh isabella sendiri.
"êtes-vous fou Tu connais même l'actualité et tu continueras de faire ce truc fou (kau sudah gila? kau bahkan sudah tahu beritanya dan kau akan tetap melakukan hal gila ini)"
"Isabella in english" pinta ibunya dengan wajah datar.
"Pourquoi? pourquoi ne pas me répondre en français. Tu as même eu un mari de là-bas (kenapa? kenapa tidak menjawabku dengan bahasa perancis. bahkan kau pernah mempunyai suami dari sana)"
"sit or I'll destroy everything you have".
Isabella semakin naik pitam ketika ibunya mengancam semua miliknya.
"ne touche jamais le mien parce que je l'ai construit sans votre argent ni vos relations. (jangan pernah kau sentuh milikku. karena aku membangunnya tanpa uangmu atau koneksimu)".
"Dan untuk kalian keluarga smith terhormat. aku tidak akan pernah bertunangan atau menikah dengan anak anda lagi. aku tahu apa yang kalian inginkan dan itu tidak akan terjadi lagi".
isabella lalu pergi meninggalkan mereka semua. jhonny lalu mengejarmya.
"isabella"panggil jhonny ketika berhasil meraih tangan bella. bella lalu dengan refleks menendang kearah ******** jhonny hingga membuat pria itu meringis kesakitan dan melepaskan tangan bella.
"don't touch me anymore. we're done!"
"uhhh! wanitaku memang terbaik!"ucap seorang pria yang melihat kejadian itu dari balik dinding.
like, comment, vote... terima kasih