
"papa tu devrais te calmer! Aby vérifiera s'il est vrai qu'il faut être calme et patient. Aby le ramènera à la maison s'il est vraiment notre Bella (papa sebaiknya tenang! aby akan memeriksanya kalaupun benar papa harus tenang dan sabar. aby akan membawanya pulang jika dia benar bella kita)"ucap fabian ditelponnya.
pengakuan isabella juga mengejutkannya, dia tidak bisa memprediksi jika isabella akan melakukan hal nekat seperti ini.
"tuan".
"dimana dia sekarang?"tanya fabian kepada kevin.
kevin lalu membuka aplikasi GPS dan mencari nomor isabella. setelah beberapa detik muncul dimana lokasi isabella.
"sepertinya nona menuju kearah agensi tuan jhonny"jawab kevin.
mendengar jawaban dari kevin, fabian langsung mengambil kunci mobilnya yang ada di meja makan di sebelahnya dan dia segera berlari keluar.
☆☆☆☆
Jhonny menjawab semua pertanyaan dari wartawan yang menanyakan perihal hubungannya dengan isabella. ini semua rencananya dan orang tuanya ia sengaja menghubungi semua wartawan tadi pagi dan memberitahu tentang rencana pertunangannya.
"aku jelaskan sekali lagi pada kalian. jika yang terjadi dua hari lalu hanyalah sandiwara. dia sedang memintaku untuk memgajarinya akting. disana ada asisten kevin dan wanita disana juga adalah teman kami". ucap jhonny dengan kebohongannya.
sebuah klakson mobil memecahkan kerumunan mereka. sebuah mobil sport mewah berwarna hitam melaju dengan kencang setelah kerumunan wartawan itu memberinya jalan. mobil itu mengarah kearah jhonny dengan kecepatan yang kencang. jhonny pun berhasil menghindar dari mobil tersebut, matanya menyalang marah.
setelah mengamati mobil siapa itu, jhonny pun melihat kearah kerumunan wartawan yang menatap bingung. dia pun bergerak membukakan pintu mobil itu. saat ia akan membuka pintu mobil itu, ternyata pintu itu sudah dibuka oleh pemiliknya dengan kencang hingga mengenai wajah tampan pria itu.
jhonny meringis kesakitan, setelah aset berharganya ditendang semalam. ia pun harus merelakan keningnya di terkena ciuman kasar pintu mobil isabella.
isabella keluar dari mobinya dan langsung menampar jhonny sangat kencang.
"kau!!"tunjuknya.
jhonny melihat kearah wartawan lagi dan langsung menampilkan senyuman palsunya. ia pun menggenggam tangan bella dan memeluknya.
"sayang kenapa kau kesini?"tanya jhonny yang terus tersenyum kearah wartawan yang segera mengabadikan moment itu.
isabella yang berontak lalu menginjak kaki kiri jhonny dengan high heelsnya. ia tidak peduli jika high heelsnya sampai menusuk kulit kaki jhonny. malahan itu yang di harapkan gadis itu.
jhonny segera memegang kakinya. ia sangat yakin kakinya akan membiru karena terkena ujung high heels bella. lengkap sudah memar di tubuh gagahnya itu. setelah aset berharga semalam kemudian disusul keningnya terkena pintu mobil isabella, lalu rahang tampannya ditampar dan sekarang kaki kirinha di injak isabella. tapi jhonny segera memasang muka senyum, biar publik menilainya sebagai pria penyabar memiliki kekasih kejam seperti isabella.
"aku bilang jangan pernah menyentuhku. apa telingamu tuli. apa karena semua kontrak membatalkan denganmu selama dua hari ini, membuatmu jadi tuli dan tidak bisa berobat". maki bella.
"sayang tenang! kebetulan kami kesini kita harus melakukan konferensi pers tentang pertunangan kita".
"tidak ada pertunangan"bentak isabella.
isabella lalu membalikkan tubuhnya dan melihat kearah wartawan.
"untuk kalian berhenti mengejarku. aku dan orang ini tidak ada hubungan apapun. dan apa itu pertunangan? sampai kapanpun aku tidak akan pernah melakukan apapun dengan pria menjijikan ini".
kesabaran jhonny sudah habis ia pun menarik tangan bella dan lalu mencium isabella dengan kasar. isabella memberontak ketika jhonny tidak melepaskan ciumannya.
para wartawan yang haus akan berita langsung memotret sepasang kekasih itu. isabella semakin kehabisan nafasnya, jhonny benar-benar tidak menghentikan ciumannya. lidah nya terus berusaha menerobos masuk kedalam mulut isabella. isabella sudah lemas sekali, ia pun hampir tidak sadarkan diri dan tubuhnya langsung ditarik oleh seseorang.
"isabella bernafas! isabella kau dengar aku"ucap fabian yang baru sampai di tempat agensi jhonny dan melihat kejadian itu.
para wartawan pun juga dibuat bingung dengan fabian. mereka pun mulai berasumsi yang tidak-tidak yang pasti itu akan menjadi bahan berita mereka.
fabian lalu membawa pergi isabella dan menatap kevin yang langsung dijawab anggukan oleh kevin. kevin lalu menelpon orang suruhannya supaya membawa mobil isabella dan mobilnya pergi dan ia segera mengemudi mobil fabian. fabian sudah duduk di belakang dengan memangku isabella yang masih tidak sadarkan diri.
"bangun sayang! aby disini" ucap fabian sambil mencium tangan bella.
Isabella perlahan membuka matanya, ia pun menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam matanya. matanya pun tertuju kearah pria yang sedari tadi menatap dan menunggunya sadar. setelah mengetahui siapa yang dilihatnya, Isabella pun menutup matanya dengan cepat.
"selamat pagi nona! silahkan buka mata anda"ucap pria yang bersuara berat itu.
isabella tidak menggubris omongan pria itu dan masih memejamkan matanya.
"jika anda tidak membuka mata anda saya akan menyuruh kevin mengangkat anda dan kita langsung terbang ke perancis"ancam pria itu.
mendengar hal itu isabella lalu membuka matanya dan segera duduk.
"uncle sejak kapan tahu aku sadar?"tanya isabella yang mendongakkan kepalanya angkuh.
"sejak tengah malam nona sadar dan kemudian menghabiskan air di nakas"jawab pria yang dipanggil uncle itu.
Isabella melihat kearah nakasnya. ia memang sudah sadar dari tengah malam dan ia langsung kehausan. saat itu sang uncle menatapnya disudut ruangan kamar itu yang gelap. isabella sempat melirik kearah sudut ruangan kamarnya dan ia sedikit terkejut melihat sang paman berada disini, maka dari itu ia kembali memejamkan mata.
pintu kamarnya terbuka dan melihat mbok jati yang masuk dengan membawa bubur dan juga air hangat. ia pun meletakkan sarapan bella di atas nakas. setelah itu mbok jati mengundurkan diri.
"silahkan makan nona"ucap uncle.
isabella mengambil buburnya dan menyuap bubur itu kedalam mulutnya.
"sejak kapan paman datang?"tanya isabella sambil menyuap buburnya.
"sedetik yang lalu"jawab paman asal.
isabella yang mendengar ucapannya sedikit kesal dan meletakkan sendokknya dan menatap tajam pamannya.
"paman tahu aku tidak suka main-main?"
pria itu melipat kedua tangannya dan menatap kerah bella yang menatapnya tajam.
"dan kau tahu paman tidak suka kebohongan".
isabella mengernyitkan keningnya bingung.
"maksud paman?".
pria tua itu lalu bangkit dari duduknya.
"habiskan sarapanmu dan minum obat! kita bicara dibawah".
pria itu lalu keluar dari kamar isabella yang menatap kepergian pamannya.
like, comment dan vote yang banyak... terima kasih