
"maaf paman! bella dan perancis tidak cocok. bella akan berjalan-jalan sejenak. jangan cari bella. bella baik-baik saja. bella akan mencari pengobatan yang terbaik sendiri. dan bella akan kembali dengan sehat. bella titip pakaian bella. love you uncle"
paman george tersenyum ketika membaca pesan dari isabella. dia tahu kalau nona mudanya tidak akan semudah itu menyetujui idenya.
"ayah"panggil kevin. pamam george langsung menolehkan anaknya masih dengan senyumannya. seketika senyumannya berubah menjadi tawa. kevin yang melihat ayahnya tertawa juga ikut tersenyum.
"dia pikir dia paling pintar"kekeh paman george.
"ayo kita pulang. kita harus merayakannya. dia sudah ditempat seharusnya"ajak paman george. kevin mengikuti langkah ayahnya dari belakang.
beberapa jam sebelumnya.
"dia setuju. malam ini kita berangkat"ucap paman george kepada seseorang disana
"tetapi kita harus tetap jalankan seperti awal. aku tahu bagaimana caranya berpikir. dia tidak mungkun semudah itu menurut, aku mengasuhnya dari kecil."
paman george menutup telponnya dan melihat kearah kevin yang sudah menunjukkan handphonenya.
paman george tertawa melihat apa yang ditunjukkan oleh kevin. kevin menunjukkan bukti transaksi pembayaran tiket online yang dilakukan oleh isabella. dan tiket perjalanan itu bukan kearah perancis tetapi yunani.
sementara itu dikamar mbok jati dan pelayan lainnya sibuk mengemasi pakaian bella. mereka sangat berhati-hati meletakkan pakaian bella di dalam koper. sedangkan bella sedang duduk sambil memeluk kedua kakinya di kasurnya. ia mencari cara untuk bisa kabur dari paman george. dia benar-benar tidak ingin menyentuhkan kakinya di negara itu.
ia lalu mengambil ponselnya dan mencari aplikasi tiket online di play***** dan segera mendownloadnya. setelah selesai mengunduhnya isabella mencari destinasi yang ia inginkan. ini pertama kalinya ia mencari sendiri tiket penerbangannya, biasanya di tinggal duduk manis di dalam pesawat jetnya dan sekarang dia harus repot-repot dengan segala persyaratan dalam membeli tiket online. yunani menjadi tempat yang di pilih bella, negara yang masih satu benua dengan perancis itu akan menjadi tempat dia bersembunyi dari paman george.
setelah selesai memilih tempat destinasi, isabella lalu mengikuti prosedur pembayaran disana. dia seakan lupa kalau semua akun banknya itu terhubung oleh kevin asistennya. dan selesai melakukan transaksi pembayaran dan ia mendapatkan email dari perusahaan tiket online itu pun isabella menaruh ponselnya.
"nona semuanya sudah kami kemas"ucap mbok jato yang memecahkan lamunan bella setelah membeli tiket pesawat. isabella lalu tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"terima kasih mbok. tolong bangunkan aku 1,5 jam lagi. kepalaku sedikit sakit"bohongnya.
mbok jati yang mendengarnya langsung khawatir terhadap nona mudanya.
"nona baik-baik saja?"tanya mbok.
isabella menganggukkan kepalanya.
mbok jati dan para pelayan lainnya pamit undur diri dan meninggalkan isabella yang sudah mengambil ancang-ancang akan tidur. setelah pintu kamarnua tertutup rapat isabella lalu bangkit dan berlari ke kamar mandinya. ia lalu meletakan kedua tangannya dipinggir wastafel dan lalu mengetukkan jari-jatinya. ia lalu melihat ke arah cermin didepannya dan mengulumkan bibirnya. otaknya terus berputar memikirkan bagaimana caranya mengelabui paman george yang terkenal licik.
isabella lalu melihat gunting di lemari atasnya. diambilnya gunting itu dan ia membuka ikatan cepol rambutnya itu. ia lalu melihat rambut panjang indahnya itu dari cermin.
"maafkan aku sayang! tapi kau harus membantuku"ucap isabella kepada rambutnya.
ia lalu menggunting rambutnya sehelai demi sehelai sampai rambutnya sangat pendek seperti potongan anak laki-laki. kini rambutnya seperti sudah sama seperti aktor kim so hyun.
"sepertinya aku nanti akan membuka barbershop"gumannya.
ia lalu membersihkan potongan rambutnya dan ia lalu membuangnya di dalam toiletnya san langsung meng flush. isabella kemudian mandi untuk membersihkan potongan rambutnya. setelah mandi ia pun masuk kedalam ruang pakaiannya yang terdiri dari 2 lantai. lantai pertama adalah tempat sepatu, aksesoris, dan tasnya berada. dan di lantai kedua adalah tempat pakaiannya, dimulai dari mantel, pakaian kantor, gaun, dan lainnya.
ia pun mengambil tas ransel berwarna hitam yang dibuat oleh dirinya sendiri. ia lalu mendekati lemari aksesoris di tengah ruangan lantai satu itu. lemari yang ia desain khusus yang diatasnya terbuat dari kaca yang dia bagi menjadi kubus-kubus kaca kecil untuk menyimpan jam tangan dan juga perhiasannya dan dibawah terbuat dari kayu khas untuk menyimpan berbagai topinya.
ia lalu menggeser kubus-kubus kaca itu layaknya puzzle dan ia menemukan brankas yang ia sembunyikan disana. ia lalu memencet tombol kombinasi disana dan setelah bunyi klik. brankas itu naik keatas. isabella senang melihat brankasnya yang sangat mendukungnya itu. kemudian ia menekan passwordnya lagi untuk membuka pintu brankas itu. password yang berbeda tentu saja. setelah terbuka ia lalu melihat isi brankasnya yanh benar-benar membuatnya berbinar layaknya maling yang melihat harta karun.
berbagai macam barang ia simpan disitu. di tingkat yang paling dasar adalah dokumen aset-aset pentingnya, di tingkat kedua terdapat berlian dan emas batangan, dan di tingkat pertama beberapa tumpuk uang baik dalam dolar maupun rupiah bersemayam disana. ia lalu mengambil 10 bandage uang dolar disana. memang terlalu banyak ia mengambilnya karena dia berencana akan lama disana dan ia tahu ketika dirinya ketahuan oleh paman george nanti. pamannya itu akan memblokir semua asetnya. setelah memasukkannya di dalam ranselnya itu isabella lalu ke lantai kedua dan mengambil beberapa helai kemejanya dan celana pendek selututnya, kemudian dimasukkannya di dalam ranselnya.
setelah merasa cukup isabella lalu melihat kearah jam dinding yang terletak diatas cermin besarnya. masih ada waktu 10 menit lagi sebelum mbok jato datang untuk membangunkannya. ia lalu mengambil celana jeansnya, kaos santainya dan juga jaket hodie hitamnya. setelah itu ia mengganti pakaiannya. setelah selesai ia mengambil tasnya dan menentengnya, ia turun kelantai dan mengambil topi kasualnya dan juga sepatu sportnya tak lupa denhan kaos kaki.
setelah siap isabella duduk diatas tempat tidurnya sambil melihat email pekerjaanya yang baru masuk. ketukan pintu kamarnya menandakan mbok jati akan membangunkannya. segera dipakaianya topi hitamnya dan menutupnya lagi dengan tudung hodienya. ia lalu menyuruh mbok jati masuk.
"non sudah siap?"tanya mbok jati.
"aku tidak bisa tidur makanya aku bersiap-siap lebih cepat lebih baik"ucapnya. mbok jati menganggukkan kepalanya dan pamit undur diri.
isabella keluar dari rumahnya dan disambut oleh paman george yang sudah duduk santai di mobilbya. dan kevin yang berdiri disamping pintu mobil yang terbuka. isabella menghela nafasnya kasar dan ia segera masuk kedalam mobil itu. ia terkejut ketika melihat mbok jati yang duduk di depan disamping kevin. unclenya itu memang licik, dia memanfaatkan mbok jati supaya dia tidak mencoba meloncat dari mobil dan kabur dari pamannya itu.
"kenapa kau memakai itu?"tanya paman george menyelidik.
"paman lupa kalau aku sedang sakit. aku butuh pakaian hangat"jawab bella.
mobil pun berjalan dan tidak ada satu pun membuka percakapan di sepanjang perjalanan itu.