
wushh
Suara angin yang berhembus di dalam sebuah ruangan gelap yang bercahayakan light stone.
Seiringan dengan suara angin tersebut, muncul siluet dua sosok yang misterius di dalam ruangan tersebut.
Mereka adalah kakek Jhon dan Levi, Levi pun sempat merasa sedikit mual karena efek sihir kakek Jhon yang tiba - tiba memindahkan mereka dengan cepat tanpa persiapan terlebih dahulu.
Menyadari raut wajah Levi yang keheranan, kakek Jhon pun mencoba menjelaskan maksudnya sambil mengelus punggung Levi.
"Maaf Nak Levi, kakek hanya kaget dan terlalu bersemangat. Mari ikut kakek, kakek ingin memeriksa sekali lagi. Jika tebakan kakek benar, maka tidak diragukan lagi bahwa kau adalah sosok yang agung untuk dunia ini." ucap kakek Jhon kepada Levi
Levi pun hanya menganggukan kepalanya saja, tanda ia setuju dengan kakek Jhon, walaupun ia masih sedikit kaget dengan sihir sang kakek.
Menyusuri lorong gelap tersebut selama 2 menit, Levi menemukan banyak bongkahan batu murni yang terlihat berkualitas dipajang di kedua sisi lorong tersebut.
Cahaya putih berukuran sebesar daun pintu raksasa nampak di depan kakek Jhon dan Levi, setelah melewati cahaya itu, Levi pun berdecak kagum atas apa yang ia lihat sekarang.
Sebuah ruangan setengah lingkaran dengan dinding dan atap yang menyatu berbentuk melengkung berwarna biru cerah dipenuhi dengan corak awan putih.
Serta lantai mengkilap berwarna hitam gelap dengan beberapa titik - titik menyerupai bintang di langit pada malam hari.
Dinding ruangan tersebut di hiasi oleh Lukisan , Senjata , Relic, serta banyak pernak pernik yang terlihat sangat sangat berkualitas tinggi.
Di ujung ruangan sebelah kiri dari arah pintu masuk terdapat gunungan koin emas, batu mana dan beberapa aksesoris mewah lainnya.
Di sebelah kanannya terdapat rak buku antik yang tersusun dengan rapi.
Bagian tengahnya adalah yang paling menarik, terdapat satu buah singgasana emas yang memiliki banyak corak dan hiasan. Menampilkan kesan super elegan yang pernah ada dalam hidup Levi.
Di atas bantalan kursi singgasana tersebut terdapat mahkota emas yang tak kalah elegannya.
Setelah diperhatikan lagi, ternyata di belakang singgasana elegan itu terdapat pintu cahaya transparan yang ber isi kan tanaman serta pohon berbuah unsur Magis yang langka.
Levi mengagumi keindahan yang diluar imajinasi nya ini selama beberapa saat. Kemudian ia mulai tersadar, lalu menanyai kakek Jhon tentang maksud sang kakek yang membawa ia ke tempat ini.
"Maaf kek, apa tujuan kakek membawa ku ke ruangan ini?" tanya Levi ragu
Kakek Jhon kemudian melangkahkan kakinya menuju salah satu koleksi relic yang ada di ruangan tersebut.
Setelah membungkukkan badannya, kakek Jhon mengambil salah satu relic berbentuk bola kristal transparan dengan ukuran dua kali lipat lebih besar dari bola kristal yang ada di ruangan belajar tadi.
"Sekarang boleh kau coba lagi Nak Levi" ucap Kakek Jhon antusias
"mmh, baiklah kek" jawab Levi
zinggg zinggg zingg
"aduh jantungku" ucap kakek Jhon terkejut dan hampir tumbang dalam kondisi tubuh yang terlihat lemas
Reflek Levi langsung memegang tangan dan punggung kakek Jhon yang terlihat shock.
"Jujur Levi, aku di umur sekarang ini pun hanya mempunyai kapasitas mana sebesar 500.000 . Dan itu sudah termasuk sangat banyak untuk seorang yang berasal dari ras manusia. Sedangkan kau .." ucap kakek sambil mengelus pelan dadanya sambil mengamati tubuh Levi dan bola kristal bergantian.
"Apakah aku tidak bisa menyimpan mana kek? Karena aku perhatikan angkanya 0 semua" tanya Levi bingung
" Tidak Nak, biar ku jelaskan. Bola kristal besar ini ku percayai milik Pencipta dunia ini, terbukti dari ruangan dan desa yang begitu megah nya ini" kata kakek Jhon dengan ekspresi wajah yang mulai serius.
"Aku pernah membaca buku yang berada di rak besar itu mengenai pola sihir pada bola kristal tersebut"
"Dan setiap ras atau makhluk hidup lainnya yang tidak dapat menampung mana akan tertulis angka 0 dan jumlahnya hanya satu digit saja"
"Tetapi jika angka pada kristal kecil menunjukkan 0000 maka ada kemungkinan jumlah manamu melebihi pengukuran pada kristal kecil."
"Mengukur jumlah kapasitas mana serta elemen dasar seseorang menggunakan kristal kecil adalah metode yang paling umum di seluruh Benua Yuropa."
"Untuk mengukur jumlah mana yang berskala besar biasanya hanya pihak Akademi, bangsawan tingkat atas, dan militer Kerajaan lah yang punya caranya."
"Lalu karena disini yang ada hanyalah kristal THE ONE, maka Aku langsung menggunakan metode tersebut dan setelah dicoba pada kristal THE ONE pun masih tidak terlihat angka depannya" Jelas sang kakek
Deg Deg
'ini... perasaan ini.. apakah ini yang dinamakan..' batin Levi kagum dan kaget bersamaan dengan apa yang terjadi pada dirinya sendiri
"Lalu untuk warna pada bola kristal besar ini.. Ini benar - benar di luar nalar" Kakek Jhon menggelengkan kepalanya
"ck ck ck, artinya kau memiliki sihir element paling utama di dunia ini. Yaitu transparan terang untuk sihir penciptaan dan hitam gelap untuk sihir penghapusan"
Kakek Jhon menjelaskan bahwa sihir penciptaan adalah bentuk awal dari segala sihir yang ada didunia ini. Dari buku kristal sihir yang pernah ia baca, awalnya sosok yang dikenal sebagai THE ONE adalah pencipta ruangan dan tanah desa ini, lalu karena kesepian, ia menciptakan berbagai benua, dan segala isinya serta ras awal dengan tujuan mencapai kedamaian selamanya.
THE ONE juga mengajarkan sihir pada semua makhluk, tetapi ia hanya mengajarkan enam sihir dasar elemen utama. Dan untuk sihir penghapusan, ia gunakan ketika merasa sihir penciptaannya perlu diperbaiki atau dihapus keberadaannya.
THE ONE menciptakan segala keperluan yang ada termasuk aksesoris, relic, serta senjata tajam kecil yang digunakan oleh makhluk ciptaannya yang tidak dapat menggunakan sihir untuk berburu hewan santapan.
Tetapi setelah lima ratus tahun kemudian, THE ONE pun menghilang beserta dengan kediamannya saat itu, yang berarti tidak lain adalah Mana Isla dan ruangan ini.
Ia tidak meninggalkan catatan apapun tentang kepergiannya dan hanya meninggalkan desa ini berserta dengan isinya.
*
*