
Sudah satu menit berlalu, asap dan debu dari kedua serangan juga sudah pudar. Namun kedua peserta hanya berbaring, dan tidak menunjukkan pergerakan sama sekali.
Para penonton pun mulai cemas sambil berspekulasi sendiri - sendiri. Petugas medis juga sudah disiapkan di pinggir arena.
Tak lama, terlihat pergerakan dari Tuan Edwin, ia bangkit berdiri sambil berjalan mendekati Mira. Lalu ia mengambil tombaknya, dan bertumpu pada senjatanya tersebut.
Langsung saja wasit arena menghampiri Mira dan memeriksa keadaannya, ia lalu mengumumkan jika Mira tidak sadarkan diri, dan pemenang pertandingan ini adalah Tuan Edwin.
Sorak sorai dan tepuk tangan penonton terdengar meriah, mereka meneriakan nama Edwin dengan kencang. 'Sungguh pertandingan yang hebat' gumam Levi.
Dengan ini Edwin masuk ke babak final besok, dan untuk pertandingan semifinal terakhir pada hari ini akan dilaksanakan satu jam kemudian.
Levi mengajak Sebas dan Key untuk berkeliling mencari cemilan di luar arena. Kakak beradik itu terkagum - kagum atas pertandingan yang mereka saksikan tadi.
"Kak Levi, bagaimana menurutmu pertandingan tadi?" tanya Key.
"Menurutku mereka berdua sangat hebat, aku juga belum pernah melihat tombak phoenix api tadi." balas Levi.
"Tidak diragukan lagi, Tuan Edwin adalah salah satu kandidat juara tahun ini. Ia adalah petualang kelas A veteran, menurut desas desus, tak lama lagi ia akan dinaikan menjadi petualang kelas S !" ucap Sebas.
"Lalu apakah kalian berdua tau , siapa peserta turnamen selanjutnya?"
"Ah, aku mendapat kabar kalau peserta selanjutnya adalah petualang kelas A, pria dewasa, seorang pengguna senjata pedang pendek. Ia bernama Jemmy, super rookie petualang kelas A.
Dan lawannya adalah wanita dewasa, seorang pengguna tongkat sihir, petualang kelas A yang bernama Magdalena. Rumor mengatakan, ia adalah salah satu penerus Penyihir Agung dari guild petualang."
Levi mendengarkan dengan seksama, ia hanya mendapatkan sedikit informasi tentang guild petualang dari Pak Tua Alfred.
Mungkin tak lama lagi, ia akan mampir ke guild petualang terdekat. Namun ia masih belum pasti untuk mendaftarkan diri, menjadi seorang petualang.
Ada kelebihan dan kekurangan sendiri saat menjadi petualang, setidaknya itu yang diketahui dari pengalaman ia menonton film dan membaca cerita tentang petualang.
Mereka kemudian berjalan mengitari tempat makanan, dan memesan beberapa cemilan. Saat mereka menuju kursi mereka, di luar arena tampak ada beberapa orang yang menarik perhatian sekitarnya.
Orang itu adalah Mira, petualang yang sudah kalah tadi. Mira berjalan bersama rombongan yang Levi kenali. Ya, rombongan petualang Naval.
'Kebetulan ada dimana - mana.' gumam Levi.
Ia melanjutkan perjalanannya, tapi Key menghentikan mereka, dan meminta untuk melihat rombongan Naval terlebih dahulu.
Key mengatakan bahwa Naval adalah petualang kelas A yang merupakan idola kebanyakan pria muda generasinya sekarang.
Meski Naval tidak terlalu tampan, tetapi jurusnya yang menggunakan pedang besar itu telah melekat pada hati setiap orang yang menonton turnamen petualang 2 tahun yang lalu.
Ya, pada saat itu, Naval adalah petualang kelas B pertama yang memenangkan turnamen petualang 2 tahun yang lalu. Mengalahkan banyak petualang kelas A dengan pedang besarnya, ia langsung dinaikan menjadi kelas A setelah kemenangan turnamennya.
Levi kemudian terus mendengar cerita dari Key mengenai Naval, ia pun berpikir jika saat di hutan, Naval tidak lengah, pasti ia dapat bergerak dari tekanan gravitasinya. Meski dengan sedikit usaha, pastinya.
"Apa kamu mau bertemu dengan Naval itu?" tanya Levi sambil memakan cemilannya.
"Tentu saja! Tapi sepertinya tidak akan bisa." ucap Key dengan sedikit lesu.
Setelah mendengar ucapan Key, Levi berjalan pelan bersamaan dengan mereka berdua ke arah rombongan Naval, mengangkat tangan kanannya, dan menjentikan jarinya sekali.
Ctik
Ia kemudian memanggil nama Naval sekali, suaranya tidak kencang, namun langsung terdengar oleh Naval.
Naval mengenali suara yang memanggil namanya, ia dengan sigap mencari asal suara itu, dan tak lama menemui Levi secara berhadapan.
"Tuan Muda Levi." ucap Naval.
Semua orang yang ada disekitarnya keheranan dengan sosok pemuda yang disapa oleh Naval.
Rekan petualang Naval yang melihatnya, juga ikut berbaris menyamping ke arah Naval. Mereka juga mengucapkan salam kepada Levi, sedangkan Mira masih menerka - nerka, apakah pemuda itu adalah Levi yang diceritakan oleh kelompok petualangnya.
Levi membalas salam kepada Naval dan rombongannya, sambil memperkenalkan kedua teman barunya. Key dan Sebas yang biasanya aktif pun, menjadi pemalu dihadapan kelompok petualang Naval.
Naval lalu bertanya tentang urusan di hutan barat perbatasan kota, namun Levi menggelengkan kepalanya. Ia akan menceritakannya, tapi tidak di tempat yang ramai seperti ini.
Mereka berbincang sebentar, lalu Levi mengatakan bahwa ia dan temannya akan kembali menonton pertandingan. Naval pun dengan ramah mempersilahkan mereka pergi.
"Jika tidak keberatan, akan kusampaikan keberadaan Tuan Muda kepada Tuan Austin. Ia masih berada di kota Mencester." ucap Naval
"Benarkah? Baiklah, sampaikan saja bahwa aku berada di kediaman keluarga Mondo." balas Levi.
"Kak Levi, darimana kakak mengenal Tuan Naval ?!" tanya Key.
"Ya, Levi. Bersalaman dengan Tuan Naval dan kelompoknya merupakan kenangan yang tak terlupakan!" timpal Sebas.
Levi menjelaskan bahwa mereka sempat bertemu dan berkenalan saat di perjalanan menuju kota Mencester. Dirinya tidak menceritakan tentang kejadian di dalam hutan perbatasan.
Sekarang pandangan Levi kembali menuju ke arah arena. Wasit arena sudah memanggil ke dua peserta untuk masuk ke arena.
Seorang pria bernama Jemmy memasuki arena dengan sangat percaya diri, julukan super rookie di kelas A menjadi alasannya. Ia belum lama menjadi petualang kelas A, namun ia beberapa kali menyelesaikan misi sulit sendirian.
Kemudian petualang lainnya memasuki arena, ia adalah Magdalena. Perempuan berumur 28 tahun yang digadang - gadang akan menjadi penerus Penyihir Agung guild petualang di benua Eropa.
Levi sudah siap untuk merekam kembali, sedangkan disampingnya pria dan wanita itu sudah mulai beradu argumen lagi.
Wasit melirik kedua peserta dan mengangkat tangannya, tanda pertandingan dimulai. Ia segera mundur menuju pembatas arena.
Kedua peserta mulai melancarkan skill nya masing - masing. Magdalena lebih sering mengeluarkan sihir tanah untuk bertahan, sedangkan Jemmy dengan gerakan kilatnya berusaha menembus pertahanan lawannya.
"Earth Magic : Golem army."
Seketika muncul lima golem tanah setinggi 4 meter melindungi Magdalena.
"Enchanment, Lightning Magic : Lightning speed!" ucap Jemmy.
Gerakan Jemmy tidak terlihat, ia melesat dan hanya meninggalkan bekas aliran listrik di udara.
Melihat Jemmy bergerak dengan kecepatan kilat, membuat Magdalena mengeluarkan sihir pengecohnya. "Light magic : Flash !"
Ngingg...
Mendengar sihir yang akan dilontarkan oleh Magdalena, membuat Levi dengan cepat mengeluarkan God's Eyenya.
Benar saja, sedetik kemudian sinar putih terang menyilaukan mata semua orang di seluruh Grand Arena Mencester.
Jemmy pun dengan sigap berbalik arah dan menjauh dari lawannya, meski begitu, ia tetap terkena efek dari sihir Magdalena.
Bumm..
Ia terkena pukulan dari salah satu golem, dan terpental sejauh 10 meter. Kalau bukan karena enchanment dan pakaian sihirnya, sudah pasti tulangnya akan patah.
"Earth magic : Stone edge!" ucap Magdalena.
Puluhan tepian batu tumpul keluar dari dalam lantai arena, menuju ke arah Jemmy terpental.
Jemmy segera berlarian untuk menghindari serangan Magdalena. Ia yang tipe serangannya mengandalkan pijakan tanah, dibuat kerepotan dengan sihir dari lawannya.
"Shadow clone!" ucap Jemmy.
Tubuh Jemmy terbelah menjadi dua lalu ia menggelap dan memasuki bayangan dari klon nya.
Klon Jemmy bergerak dengan cepat ke arah Magdalena berada, ia melompati bebatuan yang muncul sambil menghindari tinju dari golem.
Saat posisi klon Jemmy sudah mendekati lawannya, Jemmy yang asli kemudian bergerak menyusup ke bayangan dari tubuh Magdalena.
Magdalena yang sudah menyadari niat awal dari Jemmy, membiarkan Jemmy memasuki bayangannya.
Bukan penyihir namanya, jika ia tidak bertarung dengan berbagai persiapan. Magdalena sudah mencari informasi dari petualang yang akan menjadi lawannya ini.
'Shadow Heist' gumam Jemmy.
Disaat Jemmy terkena sihir flash, Magdalena sudah membuat klon tanah dan bersembunyi di balik bebatuan yang ia munculkan.
Jemmy keluar dari bayangan klon tanah Magdalena, skillnya mengakibatkan ia dapat mengendalikan tubuh lawannya melalui bayangan yang ia curi.
Merasa ia sudah memenangkan pertarungan, Jemmy mulai memukul bagian belakang leher lawannya.
Namun Jemmy tidak menduga bahwa bayangan yang ia curi itu adalah bayangan dari sebuah klon tanah.
'Flash !'
Sekali lagi muncul lingkaran sihir putih yang mengeluarkan cahaya terang yang menyilaukan mata. Jemmy yang tidak siap dengan serangan itu berusaha melompat mundur untuk menghindar, tapi ternyata kakinya sudah di lilit oleh tanah yang keras.