Magic Records

Magic Records
Pasukan Alien II



Tranggg


Terjadi benturan hebat antara pedang besar Naval dan tiga pedang panjang milik musuhnya.


Lalu pasukan berjubah itu terhempas mundur sejauh 5 meter.


"Enchanment! Wind magic : Wind Armor!"


woshh


Sejumlah angin disekitar Naval mulai berkumpul dan menyatu dengan armor tebal nya.


Kemudian tiga petualang lainnya maju mendekati Naval untuk membantunya.


"Kita hadapi mereka secara bergantian sambil tetap melindungi Tuan Austin dengan formasi kita yang biasanya." ucap Naval kepada rekannya.


Ketiga rekannya mengeluarkan senjata, satu menggunakan tongkat sihir dan dua lagi menggunakan pedang panjang.


Tongkat sihir digunakan oleh seseorang yang berfokus pada peningkatan sihirnya saja, dikarenakan pada salah satu bahan baku pembuatan tongkat sihir terdapat bahan yang bisa menghantarkan mantra sihir secara maksimal dengan penggunaan mana yang lebih kecil dari jumlah yang seharusnya dikeluarkan.


Tanpa menunggu aba - aba, mereka semua saling beradu kemampuan masing - masing.


Naval dan dua teman berpedangnya menghadapi ketiga pasukan berjubah, sedangkan sang penyihir memberikan bantuan tembakan sihir api untuk mengganggu pergerakan musuh.


Pertarungan menjadi sengit, posisi para petualang terlihat akan memenangkannya segera.


Tanpa disadari muncul benda berbentuk telapak tangan manusia yang terbuat dari akar pepohonan keluar dari dalam tanah bersalju, lalu memegang erat kaki dua petualang yang sedang menyerang.


Itu adalah sihir tumbuhan milik salah satu pasukan berjubah.


Membuat celah pada pergerakan petualang, sehingga terkena beberapa tebasan pedang musuhnya.


"Fire magic : flame burst"


Rentetan api merah yang panjang menyembur ke arah tangan akar tersebut dan membakarnya sampai tak bersisa.


Petualang yang disamping kereta barang mulai merapalkan formula sihir penyembuhan.


"Holy magic : heal , heal"


Rekannya yang terluka kemudian mulai berangsur pulih. Lalu pasukan berjubah lainnya ikut menyebar dan menyerang mereka, tiga dari mereka berpisah dan menyerang kereta rombongan.


Seseorang berjubah hitam pendek mendekati salah satu petualang yang menjaga kereta, ia menggunakan senjata berbentuk cakar harimau besar di tangannya, "Death claw!"


Petualang yang sadar akan datangnya serangan kemudian melompat maju dari kudanya, lalu mengeluarkan tongkatnya untuk menangkis serta menyerang balik musuhnya sambil menggunakan blink step.


"wind slash!"


"counter attack!"


Trang trang


"Fire magic : fire blaze!"


"Plant magic : Plant wall !"


Duarr duarr


"Mana ku hampir terkuras habis, berganti posisi" ucap penyihir api kepada rekannya yang lain.


Ia pun bergegas untuk berganti posisi dan mengisi kembali mana nya menggunakan mana potion dan beberapa batu mana.


Krassshhhh.. Krakkkk


Beberapa pasukan berjubah hitam terlempar menabrak pohon dengan keras sampai roboh karena menahan tebasan skill pedang besar Naval.


Sudah hampir 15 menit mereka bertarung, suara berbagai serangan pun terdengar nyaring. 12 pasukan musuh sudah menyerang, namun cukup 10 petualang termasuk Naval yang menghadapi mereka. Sedangkan 2 petualang yang lain melindungi kereta barang dan penumpang Tuan Austin.


Tiba - tiba dari arah belakang rombongan kereta, muncul lingkaran sihir dan menembakkan petir.


Tsingggg


Duarrrrr.. zzttt zztt


Seorang petualang yang terlambat menyadari serangan mendadak tersebut hanya dapat menangkis petir dengan pedang pendeknya.


Terjadi ledakan kecil, ia pun langsung terpental jauh dan terkena efek petir yang melumpuhkannya.


Tersisa satu orang yang menjaga kereta Tuan Austin, lalu munculah lingkaran sihir diatas tubuhnya dan mengeluarkan belasan petir dengan kepadatan yang tinggi.


Petualang itu menahan serangan petir dengan perisai besar di tangannya. Ia nampak baik - baik saja, tetapi kuda yang ditungganginya langsung tersengat dan jatuh terkejang - kejang.


"Pengecut! Keluar hadapi Aku!" teriak petualang itu.


"Lightning Magic : Thunder Spear!"


Sesosok bayangan hitam menampakan dirinya di depan petualang yang tersisa. Lalu memunculkan lingkaran sihir dan mengeluarkan petir dengan kepadatan yang ekstrim berbentuk tombak besar.


Naval yang telah menghabisi tiga musuhnya, melihat ancaman besar pada tombak listrik di dekat kereta Tuan Austin.


"Sihir itu.. Tahan dengan seluruh kekuatanmu Jack!!!" teriak Naval kepada petualang yang menggunakan perisai besar.


Ia bergegas maju untuk membantu Jack, tetapi ia langsung dihadang oleh musuhnya secara bergantian.


ckitt ckitt zzttt


Suara petir disekitar tombak mulai terdengar nyaring dan mengerikan.


Jack menggertakan giginya, lalu segera ia melantunkan formula sihir yang panjang, lalu menancapkan perisai besar di hadapannya ke tanah, "Holy Magic : Angel's Shield !"


Muncul bayangan Malaikat besar dengan perisai besar bersinar terang di depan Jack.


Rekan petualang yang lain dengan sigap bergegas membantu Jack.


Mereka terbebas karena masing - masing musuhnya mengalihkan serangannya ke arah Naval, melihat situasi Jack yang lebih berbahaya, mereka mengeluarkan sihir dan skill terbaik masing - masing.


WOSSHHH


Thunder Spear melasat maju dengan kecepatan tinggi.


"... Wind Magic : Tornado !


Triple death slash !


Fire tower !"


Satu sihir melawan tiga sihir dan satu skill pedang bersamaan.


Bayangan Malaikat itu pun hanya sanggup menahan serangan Thunder Spear sekitar lima puluh persen efeknya, lalu dilanjutkan dengan benturan dua serangan yang lain.


DUARRRRR


Tiga detik setelah semua serangan tersebut bertabrakan dan meledak, sang bayangan hitam langsung melesat ke arah kereta barang dengan cepat.


Gerakannya begitu cepat, sedangkan para petualang masih terkena efek ledakan super tadi.


Disaat tangan bayangan hitam itu akan membuka pintu kereta, ia langsung merasakan perasaan tertekan diseluruh tubuhnya, sampai - sampai ia jatuh berlutut dan tidak bisa bergerak.


 


Diatas langit, 20 menit sebelum terjadi ledakan super.


'Perampokan? Atau Permasalahan Pribadi?


Lagi - lagi kejadian klasik' pikir Levi.


Levi melihat para petualang dan rombongannya berhenti.


Sang pemimpin petualang juga mengeluarkan sihir deteksinya ke arah pembatas wilayah.


Levi langsung bergegas mengambil devicenya untuk merekam pertempuran mereka, tentu biarpun dari jarak jauh tetapi hasil rekaman dari device Levi tidak akan mengecewakan.


Benar saja, sebuah serangan terjadi dan pemimpin petualang itu mulai maju dan bertanya alasan penyerangannya.


Akhirnya pertempuran pun tidak dapat dihindari, Levi terus merekam sambil berdecak kagum, ia antusias merasa seperti seorang sutradara film di bumi.


Di Mana Isla, ia tidak bisa merekam kejadian pertarungan dengan serius dan berkualitas seperti ini. Apalagi sepertinya pertempuran dihadapannnya kali ini mengenai hidup dan mati.


Walaupun Levi belum pernah membunuh satu pun manusia, tetapi ia tidak merasa terganggu sedikitpun dengan pertempuran hidup mati yang ada di hadapannya.


Alasannya karena Ia sudah terbiasa memburu hewan liar dan para monster di Mana Isla. Bahkan beberapa monster tingkat tinggi yang pernah ia habisi juga ada yang hampir menyerupai wujud manusia, mendekati penampilan demi-human.


Setelah hampir 15 menit pertarungan, munculah kapten musuh yang sebenarnya. Serangan sihir dahsyat mulai bermunculan, Levi selalu berdecak kagum saat menyaksikan banyak sihir yang belum pernah ia lihat secara langsung dalam hidupnya.


Sudah 20 menit dan masih belum ada pemenangnya, Levi pun merasa rekamannya sudah cukup, ia sudah hampir bosan menunggu.


Ia menghentikan rekamannya, lalu memakai sihir gravitasi untuk menekan semua orang yang ada di bawah langit.