Magic Records

Magic Records
Pemuda Tersesat



-Bumi, disuatu kota, disuatu tempat-


Seorang pemuda terlihat sedang bertransaksi untuk pembelian sebuah device elektronik, transaksi tersebut terlihat umum dikalangan penduduk.


"apakah sudah di salin semua datanya?" tanya pemuda yang membeli.


"sebentar lagi selesai, mohon menunggu.. yak, sudah! silahkan" penjual tersebut memberikan device baru tersebut kepada pemuda yang sudah menunggu kurang lebih selama 15 menit.


"baiklah, terimakasih paman!" sorak pemuda tersebut sembari bergegas pergi meninggalkan tempat tersebut.


Dengan memakai earphone bluetoothnya, ia memutar lagu instrument peperangan salah satu film anime yang disukainya, pemuda tersebut juga terlihat sedang membaca novel online di devicenya yang baru tersebut dengan ekspresi wajah yang mengkerut, tanda ketidaksenangan dengan apa yang ia baca.


Pemuda itu terus berjalan di jalanan kota yang terlihat ramai penduduk sambil menghadapkan pandangan nya ke device tersebut, suatu pemandangan yang wajar di jalanan kota pada siang hari karena pada jaman sekarang, hampir rata-rata penduduk kebanyakan memainkan device tersebut sambil melakukan banyak aktivitas.


Pemuda itu memakai baju lengan panjang polos berwarna hitam, jaket tebal bertudung khas musim dingin berwarna biru laut, bercelana panjang berwarna hitam, sepatu kasual berwarna hitam, dengan aksesoris tas ransel besar yang terikat dengan kasur gulung tipis diatas ranselnya.


Sekilas pakaian pemuda tersebut terlalu mencolok dan tidak normal dipakai untuk kegiatan sehari-hari, akan lebih tepat pakaian dan aksesoris tersebut dipakai saat akan pergi berkemah atau menjelajah di pegunungan. Namun apa yang dipikirkan pemuda tersebut selalu agak berbeda dari kebanyakan pemikiran normal orang lain pada umumnya.


"hemm.. tidak, ini tidak benar, lagi-lagi ini mengecewakan pembaca, akan ku kritik nanti" gumam pemuda itu.


Pemuda itu berjalan berbelok ke suatu jalan sempit, dimana letak rumahnya tidak terlalu jauh dari belokan tersebut. Suasana jalan itu lebih sepi dibandingkan dengan jalan raya kota pada umumnya. Jalan tempat pemuda itu berjalan dilapisi aspal abu-abu hitam dengan toko-toko di kedua sisi jalan dan juga beberapa rumah kecil disekitarnya.


"sepertinya niatku untuk membuat novel sendiri, agar tidak kecewa lagi sudah bulat!" sambil memfokuskan pandangannya ke layar device tersebut, ia melangkah, berjalan menunduk sampai ia merasakan sesuatu yang aneh terjadi.


Krakk .. Krakk ..


Hanya dalam kurun waktu 2 detik, terdengar suara retakan pada jalanan dimana ia berpijak berserta sedikit semilir angin berhembus menyadarkan pandangan pemuda tersebut.


"huh?"


"retak?" pemuda itu heran melihat retakan di jalanan tempat kakinya berpijak.


Memfokuskan pandangan matanya ke sekeliling jalanan. Betapa terkejutnya pemuda itu melihat jalanan sekitarnya sudah berubah menjadi jalanan bebatuan keras khas jalanan hutan dipinggiran pedesaan.


"inii... dimana ini???.."


 


-Disuatu tempat, dibelahan dimensi yang lain-


Pulau KongKong, pulau yang terbentang luas dengan banyaknya lahan kosong serta beberapa hutan disekitarnya. Ada juga perairan yang tak terlihat ujungnya mengelilingi pulau tersebut.


Pulau tersebut sangat tenang dan damai, hanya dihuni oleh hewan - hewan hutan pada umumnya.


BADUMM BADUMM


Rumble Rumble ... Ctarrr Ctaarrr


Mereka saling beradu serangan demi serangan fisik dan sihir dengan kekuatan yang sulit dijelaskan dengan logika dan pemahaman manusia normal.


Akhirnya mereka ber dua berdiri sambil berputar pelan secara berhadapan dengan jarak sekitar 15 meter mengitari lahan kosong yang sudah agak berantakan tersebut.


Satu makhluk tersebut berbentuk hewan harimau dewasa dengan kulit tubuhnya berwarna putih dengan garis - garis ber corak biru laut, disertai mata berwarna biru seirama dengan warna coraknya mengaum begitu kencang dihadapan makhluk yang menjadi lawannya tersebut.


"EVEEEE , APA KAU YAKIN DENGAN PILIHAN MU SEKARANG?" tanya makhluk berupa harimau besar tersebut kepada lawan yang ada di depan nya. Suaranya bernada tinggi, dari jenis suaranya sudah dapat dipastikan bahwa harimau tersebut adalah laki - laki.


"apa kau tidak bisa melembutkan suara mu itu , Raiken?" tanya makhluk lainnya yang dipanggil eve tersebut kepada sang harimau, terlihat senyuman mengejek yang menggemaskan menghiasi raut wajahnya.


Makhluk yang dipanggil eve ini, juga berbentuk seperti hewan harimau dewasa, hanya saja ukuran tubuhnya lebih ramping, dengan warna tubuh putih, corak bergaris putus - putus berwarna merah serta dengan mata berwarna merah gelap.


Sekilas wajahnya mirip dengan sang harimau jantan, tetapi wajah eve terlihat lebih feminim, suaranya yang lembut dan pembawaan nya lebih tenang dibandingkan dengan raiken.


Mendengar pertanyaannya di balas dengan pertanyaan juga, membuat Raiken menjadi lebih emosi dan meninggikan suaranya


"EVEE, LUCU SEKALIII, SEJAK TERAKHIR KALI, KAU TIDAK PERNAH BERUBAH. KESABARANKU SUDAH MEMUNCAK, RASAKAN INI !"


"ABSOLUTE SLASH !!" teriak raiken dengan seluruh tenaga yang ia punya.


"hemm?.. RAIKEN?!" eve berteriak sembari menyipitkan matanya untuk melihat gelombang besar tebasan transparan dari cakaran raiken.


Melihat serangan yang besar dan berbahaya membuat eve yang kurang siap menghindar, akhirnya membuat ia menangkis serangan raiken yang sudah dekat dengannya dengan seluruh tenaga yang ia punya.


"RAIKENNN, kau anggap apa aku ini hah?!!"


"ABSOLUTE SLASH !" eve juga menggunakan skill yang sama dengan yang digunakan raiken.


Kedua serangan itu saling beradu lalu menembus satu sama lain serta mengenai raiken dan eve. Anehnya di saat kekuatan tersebut beradu tadi, tepat ditengah tebasan mereka terbentuklah 1 garis transparan dimensi memanjang ke atas langit dan kebawah pulau melintasi seluruh dunia selama 2 detik.


Setelah garis itu menghilang, 1 detik kemudian terciptalah gelombang angin besar di pulau KongKong yang menghempaskan apapun yang ada di dalam pulau berserta eve dan raiken.


*


*


*