Magic Records

Magic Records
Hard Work like a Horse



Pagi hari setelah pertemuan bulanan, Levi pun mengawali kegiatan di dunia barunya tersebut.


Tidak lupa ia mencoba pengendalian mana disetiap kegiatannya. Silvi pun seringkali menatap intens pada setiap kegiatan Levi saat di rumahnya, terutama pada saat pagi hari.


Kakek Jhon pun merasakan adanya misteri yang mendalam antara Silvi dengan Levi.


Setelah sarapan, mereka pergi menuju rumah belajar.


'anak - anak ini menggemaskan sekali tingkah lakunya, mengingatkan ku tentang keponakanku di bumi' pikir Levi setelah melihat tingkah laku konyol teman belajarnya itu.


Setelah jam belajar usai, Levi langsung diantar oleh kakek Jhon menuju lahan kosong di samping rumahnya.


"Sir Jhonson" salam Edgard dengan penuh penghormatan formal kepada kakek Jhon


"sudahlah Edgard, tidak perlu sekaku itu. Anak ini akan Aku titipkan kepadamu" balas kakek Jhon


Ctikk


Tubuh Levi kembali menapaki tanah di atas lahan kosong tersebut, ia kembali merasa ringan. Saat ia mengibas pelan sedikit lengan nya, terjadi sedikit gelombang angin yang menerpa seperti saat sebelumnya.


Setelah berdiskusi sebentar dengan Edgard, kakek Jhon pun berpamitan untuk pergi ke gerbang desa.


"Salam Paman Ed" ucap Levi


"Salam Nak, baiklah coba kau jalan sepelan mungkin sejauh lima langkah ke depan"


"Baik Paman Ed"


Krashh Krashh Krashh Krashh Krashh


"hmm, selanjutnya kamu harus berlari dengan sekuat tenaga menuju ujung pembatas lahan" ucap Edgard sembari menunjuk pembatas lahan yang jaraknya lumayan jauh.


Perlu diketahui bahwa luas lahan kosong tersebut seperti stadium lapangan sepak bola, di kelilingi oleh tembok besar yang ketebalannya mencapai 3 meter. Terdapat juga kandang kuda di samping lahan kosong. Sedangkan untuk posisi Levi dan Edgard berada di tengah lahan kosong tersebut.


"apa kau yakin Paman Ed?" tanya Levi ragu


"Ya, Aku akan mencoba mempelajari cara mengatasi kelebihan fisikmu" ucap Edgard


'huff' tanpa ragu lagi, setelah menarik nafas, Levi pun mulai ber ancang - ancang dalam posisi lomba lari.


Ancang - ancang Levi jelas terlihat aneh bagi Edgard, karena Levi menggunakan posisi seperti berada dalam lomba lari cepat.


'bersedia, siap, mulai!' ucap Levi dalam hati


zinggg


POW


BOOMMM


Awalnya Levi terlihat satu detik tertahan dalam posisinya lalu dalam sekejap hilang menghasilkan ledakan angin kecil dari awal posisi nya menghilang.


Terlihat seperti blink step, tapi dalam jarak jauh. Lalu ia menabrak pembatas lahan yang menghasilkan bunyi dan retakan yang luar biasa pada tembok besar di belakang pembatas.


'daebak!' gumam Levi yang masih menyangkut sedikit ke dalam tembok besar.


Levi tidak merasakan adanya kerusakan pada tubuhnya, hanya debu dan sedikit robek pada pakaiannya akibat tabrakan keras.


Edgard melihat bahwa saat Levi lari dengan kecepatan tinggi, Levi tidak merusak jalanan. Terbukti dengan jalanan yang masih halus dan bersih.


zingg


Edgard pun menghilang, lalu muncul kembali dihadapan Levi dalam satu kedipan mata.


Sambil membantu Levi keluar dari tembok, Edgard pun memberi saran serta menyuruh Levi untuk melakukan berbagai percobaan yang terpikirkan olehnya.


Setelah keluar dari tembok besar, Levi pun mencoba ide dan saran dari Edgard.


Levi mencoba satu per satu rencana Edgard dalam melatih kelebihan fisiknya. Awalnya Levi tidak mudah melakukannya, setiap mengumpulkan mana tanpa perlindungan gravitasi kakek Jhon, maka mana nya akan membesar seukuran bola sepak.


Setelah itu mana yang dialirkan ke seluruh tubuhnya langsung pecah dan menyebar ke udara saat sudah setengah proses menutupi dirinya.


"tch"


Levi mendecih, tanda kefrustasian atas hasil usahanya yang selalu gagal.


Begitulah yang terjadi hampir setiap harinya. Berendam dengan air kolam desa membuat perasaan Levi menjadi lebih baik, seperti berendam dengan air ajaib.


Disaat Levi merasakan udara sedang dingin, maka air kolam tersebut akan menghangatkan tubuhnya, begitu pula sebaliknya.


'setidaknya tidak perlu menggunakan pengatur suhu air' gumam Levi


Tanpa terasa sudah dua bulan Levi berlatih dalam pengendalian fisiknya dan membuahkan hasil yang lumayan.


Retakan tidak terlihat lagi di tempat ia berpijak, tidak adanya gelombang angin disaat ia tak sengaja mengibaskan lengan atau bagian tubuh lainnya.


Levi sudah mampu memporsikan kekuatan fisiknya yang besar, tak jarang juga dalam latihan nya, Levi tidak sadarkan diri diakibatkan latihan keras dari Edgard.


Sesekali Lala, Richard, Elis dan Dipsy berserta kuda desa mampir ke lahan kosong hanya untuk menonton latihan Levi.


"Jadi bagaimana pengendalian ku hari ini Paman Ed?" tanya Levi


"Lumayan, kau melebihi ekspetasi ku, Lev!" ucap Edgard


"Kalau begitu, mari kita lanjutkan latihan tahap selanjutnya" tambah Edgard tanpa membiarkan Levi senang


'yang benar sajaa, andaikan ini hanya les private, aku pasti sudah berhenti, tch' batin Levi merasa kurang gembira


"Sekarang kita akan coba pertarungan ringan tanpa skill yang menggunakan mana" ucap Ed sambil mengambil posisi bertarung


"apa boleh buat, setidaknya bukan latihan fisik yang membosankan itu lagi" Levi pun ikut mengambil posisi bertarung


Tetapi posisi dan gerakan Levi yang aneh itu, tidak pernah terlihat dalam catatan sejarah beladiri fisik di Benua Yuropa.


Levi berdiri sambil sesekali meloncat loncatkan tubuhnya, kedua siku tangannya ia tekuk, sedang telapak tangannya seperti menggenggam udara.


Melihat banyak nya celah dalam pergerakan Levi, Edgard pun langsung maju mengepalkan tinju kanan nya ke arah dada Levi.


Terkejutnya Edgard saat melihat lengannya ditahan seperti dalam posisi dikunci dengan menggunakan dua tangan Levi.


Levi pun melanjutkan gerakannya dengan menarik lengan Edgard ke samping badannya sambil menekuk lutut kaki kanannya menuju perut Edgard.


Sadar ada yang salah, Edgard pun menahan terjangan lutut Levi dengan lutut kakinya sendiri. Levi pun dengan sigap berlari kebelakang tubuh Edgard, lalu memeluk pinggang Edgard dengan kencang.


Ia pun mengangkat tubuh Edgard yang jauh lebih besar dari tubuhnya keatas lalu kearah belakang, sehingga pundak dan kepala Edgard seharusnya membentur bagian lahan kosong.


"german suplex" ucap Levi


Bummm!


Asap debu pun berkumpulan memenuhi lahan kosong tersebut


"whoaa, gerakan apa itu kak Dipsy?"


"ak.. aku juga tidak pernah melihat gerakan yang seperti itu"


Setelah asap dan debu menghilang, rencana Levi ternyata tidak berhasil, Edgard berhasil lepas dari genggaman Levi, Ia melompat salto kebelakang saat menyadari kalau tubuhnya telah diangkat oleh Levi. Lalu sambil berputar, Edgard menginjak tubuh Levi yang sudah terlanjur terbaring di tanah.


Bummmm


"hiiii" ucap beberapa kuda yang ada disana setelah menyadari Levi yang sudah pingsan akibat terinjak oleh Edgard.


'hmm? kenapa kuda - kuda ini malah menonton juga?' batin semua penonton yang lain sambil menggelengkan kepalanya.