Magic Records

Magic Records
Kemarahan Sillabear



Levi telah memikirkan pembalasan yang tepat untuk ke dua musuhnya itu.


Ia mengayunkan tangan kanannya ke arah toples - toples dan tong tersebut, dan membuat semua barang itu hilang dalam sekejap.


Bum bum


Terdengar suara gerakan kaki yang menggema, Sillabear yang sudah berhasil melepaskan diri, dengan cepat masuk ke dalam ruangan miliknya tersebut.


Ia mengamati keadaan sekitar dan terlihat tidak percaya atas hilangnya persediaan makanan musim dinginnya.


Sillabear langsung menatap tajam Levi, gigi taring beruangnya memanjang, tubuhnya bergetar. Ia sangat marah sekarang.


"Hoi bocah! Jika kau mengatakan dimana keberadaan madu ku, mungkin aku akan mempertimbangkan untuk memaafkan mu dan membuatmu menjadi salah satu budak favoritku!" ucap Sillabear.


Levi mengangkat kedua bahunya, lalu menggelengkan kepala sambil berkata, "Madu? Apakah kamu sudah rabun? Dari tadi aku juga tidak melihat apapun disini. Adapun budak, aku benar - benar tidak tertarik."


Grrr


Sillabear yang sudah termakan emosi pun terpancing oleh kata - kata Levi, ia maju menerjang Levi dengan kedua cakarnya.


Levi dengan sigap menghindari setiap serangan yang datang, 'ruangan ini sempit sekali' gumam Levi.


Karena tubuhnya lebih kecil dari pada Sillabear, Levi pun segera melesat ke bagian bawah tubuh Sillabear.


Levi menendang kaki kanan Sillabear dengan kencang.


Dug


Tidak ada reaksi sama sekali dari Sillabear, Levi sudah menduga bahwa otot dan tulang tubuh Sillabear sangatlah padat dan keras.


Lima persen kekuatan fisiknya tidak akan cukup mengimbangi Sillabear yang berkekuatan besar.


Ia menekan miniatur senjata pedang dari ikat pinggangnya, seketika pedang itu membesar dan tergenggam erat di tangan kanan Levi.


Pedang panjang tipis itu hanya mempunyai satu bilah, berwarna perak dengan gagang pendek berlapis kulit berwarna hitam.


swishh swishh


Levi mengayunkan pedang itu ke udara secara menyilang ke atas dan ke bawah, lalu menghadapkan ujung bilah nya ke arah Sillabear.


"Alfather of illusion Sword, Urumi." ucap Levi.


Sillabear tidak memperdulikan tindakan Levi, ia kembali menyerang dengan cakarnya yang tajam.


trangg trangg


Levi pun menangkis serangan tersebut, ia mundur mengambil jarak yang cukup, dan membuat serangan balik.


Levi melompat ke arah dada Sillabear, lalu menghunuskan pedangnya.


Sillabear dengan sigap melindungi tubuhnya dengan menyilangkan tangan kirinya dan siap melancarkan serangan balik dengan tangannya yang lain.


ctarr ctarr


Sillabear membuka matanya lebar - lebar, karena pedang dari Levi dalam sekejap berubah menjadi puluhan pedang yang lenturnya seperti cambuk, tetapi tajamnya tidak main - main.


Bentuk sejati Urumi adalah pedang bergagang pendek, namun mempunyai banyak sulur bilah panjang yang sangat lentur dan tajam.


Mungkin serangan itu tidak akan berpengaruh pada Sillabear jika urumi terbuat dari bahan besi atau baja biasa, namun Urumi yang dipegang Levi dibuat dengan bahan yang belum ia ketahui.


Meski pedang Urumi berwarna perak, tetapi itu tetaplah pedang Urumi buatan THE ONE.


Puluhan luka sabetan pedang tercetak pada lengan kiri Sillabear, tetapi ia tetap melanjutkan serangan balasan menggunakan tangan kanannya.


Levi membalikkan pedangnya lalu menahan cakar Sillabear, dan terpental menabrak dinding ruangan.


"Wah seranganmu lumayan, untung saja tempat ini tidak rubuh." ujar Levi.


'Enchanment' gumam Levi.


Sejak keluar dari Mana Isla, ia belum pernah menggunakan enchanment karena cukup yakin dengan kemampuan fisiknya yang hanya lima persen saja.


ctar ctarr ctarrr


Ratusan sabetan pedang hampir menghujani keseluruhan tubuh Sillabear, membuat Sillabear mengerang kesakitan dan mengeluarkan skill pasifnya, regeneration.


Butiran cahaya hijau terbentuk disekitar tubuh Sillabear, lalu dalam sekejap luka yang disebabkan oleh sabetan Urumi menghilang dan sembuh tak berbekas.


"Groarrr, Transformation!" teriak Sillabear.


Tubuh Sillabear bercahayakan sinar putih yang menyilaukan mata.


Ia berubah menjadi Beruang Madu primitif yang sangat ganas dan menyeramkan. Taringnya memanjang keluar dari mulutnya, cakarnya membesar, di sepanjang punggungnya terdapat rambut tajam, dan tubuhnya bertambah besar menjadi 5 meter.


Krakk


Retakan pada atap goa terjadi, dan dalam sekejap atap tersebut runtuh menyisakan langit gelap kosong yang menuju pada dasar permukaan pintu masuk.


"Terimakasih karena kau telah membukakan jalan untukku!" ujar Levi.


Ia lalu menggunakan sihir gravitasi nya untuk melesat ke atas secara cepat, 'Gravity Magic : Reverse'


tap .. woshhhhhh!


Levi melompat sekali dan langsung menghilang dari tempatnya, dan dalam sekejap ia sudah berada di tangga paling atas dari mulut goa tersebut.


Melihat Levi menghilang dari hadapannya, membuat Sillabear menggila, ia berteriak dan menghancurkan apapun disekililingnya.


Para pasukan berjubah dan kapten Rando yang melihat itu, tidak berani menghampiri komandannya yang sedang mengamuk.


Levi melesat keluar, terdapat empat pasukan berjubah yang menghadangnya. Dengan ayunan dari Urumi membuat empat pasukan tersebut luka berat.


Levi sekarang sudah berada di luar Goa tempat kedatangannya tadi, terdengar raungan keras Sillabear dari dasar goa dan juga bunyi langkah pasukan berjubah yang ingin keluar dari goa tersebut.


Levi menyimpan Urumi, lalu menempelkan kedua telapak tangannya.


"Kali ini untukmu Rando! Earth Magic : Earthquake!" teriak Levi.


Terjadi getaran hebat di seluruh area dalam hutan, burung - burung berterbangan dan banyak suara ketakutan dari hewan yang ada dihutan.


Boommmm..!


Mulut goa itu pun roboh sampai menciptakan lubang yang besar. Efek gempanya tidak berhenti sampai disitu saja.


Karena lokasi goa itu termasuk dalam dataran rendah tepat dibawah bukit kecil, sehingga menimbulkan longsor dan menimbun lubang besar tersebut.


"Wind Magic : Fly.." Levi melayang diatas lubang besar.


Melihat keadaan hutan yang berantakan, membuat Levi mendesah panjang dan mendecih, "ck ck ck.. sepertinya aku telah salah menggunakan sihir."


"Peri hutan, jika kau benar - benar ada disini, aku meminta maaf dengan tulus." ujar Levi sambil menundukkan kepalanya sejenak.


Setelah 10 menit memandang longsor yang berhenti, dan tidak ada pergerakan sama sekali, Levi pun terbang melesat kembali menuju ke jalur utama kota Mencester.


Urusan dengan Alien akan ia selesaikan nanti jika mereka bertemu di masa depan.


Sementara itu di reruntuhan goa, saat Levi sudah melesat sekitar 15 menit lamanya, muncul tangan manusia yang terbuat dari akar tumbuhan keluar dari dalam timbunan tanah itu.


Tanah di sekitarnya mulai bergetar, dan tangan tumbuhan itu merambat ke berbagai arah.


Tak lama dari timbunan longsor itu mulai mengeluarkan kubah besar yang terbuat dari akar tumbuhan.


Perlahan kubah itu terbuka dan memperlihatkan Rando serta pasukan berjubah dengan kondisi yang kritis karena tertimbun oleh tanah dan bebatuan.


Mereka mulai bernafas dengan normal karena sempat mengalami kekurangan oksigen di dalam goa tadi.


Sillabear yang sedang duduk bersila, perlahan membuka matanya. Tubuhnya sudah kembali normal.


Baginya, kejadian kali ini adalah salah satu penghinaan terbesar dalam hidupnya. Ia berjanji akan membalas perbuatan Levi berkali - kali lipat.