Magic Records

Magic Records
Salju Pertama



"Oh, jadi kali ini kamu yang mengajakku kencan?" tanya Levi tersenyum.


Merasa perkataannya kepada Levi tadi terkesan ambigu, kedua pipi Erin pun kembali merona dan menjadi salah tingkah. Ia mengatakan hanya ingin menemani Levi dan membicarakan perjanjian saja.


Levi pun tersenyum kecil, ia sangat terhibur dengan tingkah laku Erin yang awalnya serius menjadi pemalu.


Sesaat setelah mereka keluar menuju kebun, udara dingin dan salju pertama pun turun menyelimuti mereka berdua.


"Hemm? Musim dingin? Aneh." ucap Levi.


"Ya, tahun ini memang agak telat, seharusnya sebelum tahun baru sudah mulai turun salju." balas Erin.


"Oh ya, di tempat ku tinggal dulu, tidak pernah sekalipun aku pernah melihat salju." ujar Levi terkagum.


Saat di Mana Isla, walaupun masih dalam wilayah Benua Yuropa, tetapi tidak pernah turun salju. Hanya ada dua musim disana, yaitu musim hujan dan kemarau.


Jadi Levi tidak berpikir kalau di luar akan terasa berbeda jumlah musimnya.


"Ya, jika tidak salah, tujuan Tuan Muda selanjutnya adalah kota Mencester kan? Seharusnya tuan kota disana masih merayakan festival tahun baru sekarang." ucap Erin sambil menatap Levi.


"Apakah bunga dan tumbuhan disini akan layu terkena salju?"


"Tidak Tuan Muda, sebentar lagi ibuku akan mengaktifkan relic pelindung cuaca."


"Baiklah, kalau begitu kita bicarakan didalam saja. Diluar mungkin akan menjadi dingin."


 


Erin mengajak Levi untuk masuk kembali menuju ruang tamu. Ia menanyakan kembali isi perjanjian nya kepada Levi.


"Jadilah sekutu pertama ku, Erin Miramar." ucap Levi.


Levi kemudian mengeluarkan tablet sihir komunikasi dan memberikannya kepada Erin. Ia meminta agar Erin memberikan informasi jika sewaktu - waktu ia di ajak bekerja sama lagi dengan Earl Roderick.


Earl Roderick itu seperti punya siasat licik, apalagi anaknya Kendrick. Levi ragu mereka bisa merubah sifatnya dengan konsisten.


Jika Levi sampai menerima laporan yang tidak - tidak dari Erin. Maka ia tidak akan segan - segan mengaktifkan sihir dari kertas perjanjian.


"Hanya menjadi sekutu Tuan Muda Levi? Itu sajakah syarat yang Tuan Muda minta?"


"Ya, Aku tidak memintamu melakukan lebih. Lalu mulai sekarang, kamu bisa memanggilku Levi saja. Tidak perlu dengan gelar Tuan Muda."


Levi pun menawarkan tangannya kepada Erin, lalu Erin membalas dengan menjabat tangan Levi.


Erin sangat menghargai kebaikan Levi, karena ia tidak meminta sesuatu yang berlebih atas syarat penyembuhan ayahnya.


Erin tersenyum sangat manis, membuat Levi tersipu. Ia tidak menyangka bahwa Erin yang sebelumnya selalu bereskpresi datar, bisa menjadi semanis ini.


'Tidak, tidak. Aku bukanlah pedo, anggaplah ia adalah keponakanku' batin Levi.


Nyonya Sella dan Tuan Larry menghampiri Levi dan Erin di ruang tamu. Mereka lalu berbincang dan menanyakan asal usul serta tujuan berpergian Levi selanjutnya.


Levi hanya mengatakan bahwa ia datang dari pedalaman, jelas mereka tidak percaya. Apalagi setelah Erin memberitahu Larry bahwa Levi memiliki plakat identitas berbahan platinum.


"Tujuanku selanjutnya adalah kota Mencester, Tuan Larry."


"Kalau begitu, biar saya minta pelayan Toko saya mengantarkan Tuan Muda Levi dengan kereta kuda sampai ke kota Mencester"


"Tidak apa - apa, Aku suka bertualang sendirian. Dan Aku merasa tidak nyaman saat berada di dekat kuda" jelas Levi.


Tak terasa langit mulai menggelap dan berubah menjadi malam. Nyonya Sella menawarkan agar Levi menginap semalam dikediamannya.


Setelah memikirkan sejenak, Levi menerima tawaran menginap tersebut.


Ia hanya ingin meminta air panas di dapur untuk menyeduh coklat panas.


"Coklat panas? Apa itu?" tanya Erin yang kebetulan melewati dapur.


"Sebuah minuman hangat, akan kubuatkan satu untukmu." ujar Levi.


Ia mengambil satu kemasan coklat bubuk dari bumi yang kemudian diseduh dengan air hangat untuk diberikan kepada Erin.


Lalu ia mengambil satu kemasan coklat bubuk yang ia buat sendiri di Mana Isla. Coklat tidak ditanam di Mana Isla, dirinya meminta agar kakek Jhon membeli benih pohon coklat saat kakek Jhon akan keluar dari Mana Isla sekitar 5 bulan yang lalu.


Tentu, kualitas coklat hangat buatan bumi masih lebih enak dibanding buatan Levi sendiri.


Levi menyodorkan segelas coklat hangat kepada Erin, dan meminum satunya lagi dengan hikmat.


Erin pun segera duduk di samping Levi sambil ikut menyeruput coklat panas itu. Erin terkagum - kagum atas rasa manis coklat yang memberikan sensasi baru di lidahnya tersebut.


Melihat ekspresi Erin, Levi terkenang akan ekspresi Kakek Jhon dan Silvi saat pertama kali meminum coklat hangat.


Levi kemudian mengeluarkan beberapa kemasan coklat bubuk lagi. Ia menjelaskan kekurangan dari coklat tersebut. Serta takaran penyajian, dan yang lebih menarik lagi bisa juga disajikan dengan es balok untuk sensasi dingin.


"Telitilah komposisi bubuk coklat ini, jika kamu suka. Lalu jika kamu bisa mengembangkannya, mungkin bubuk coklat ini bisa kalian jual di toko herbal serba ada sebagai peluang bisnis baru.


Anggap Aku berinvestasi kepada keluarga mu, Erin."


Setelah itu mereka langsung tidur ke kamar masing - masing.


Matahari telah terbit lagi, Levi segera bangun dan bersiap diri. Ia lalu berpamitan kepada keluarga Miramar.


"Tuan Muda Levi, ijinkan aku memberikan kartu pelanggan ini untuk Tuan Muda, kartu ini memberikan diskon belanja sampai 20 persen disemua cabang kami diseluruh benua." ujar Nyonya Sella.


"Terimakasih Nyonya Sella, pemberian mu akan kuterima dan akan ku pergunakan dengan bijak." balas Levi.


Ia lalu berjabat tangan dengan Tuan Larry, Nyonya Sella dan terakhir kepada Erin. Dirinya segera berangkat menuju kota Mencester menggunakan jalur utama.


Salju pun sempat berhenti sebentar, tapi tetap tidak menghilangkan dinginnya cuaca hari itu.


Levi mengganti jubah sihirnya dengan jaket musim dingin yang pertama kali ia kenakan saat tersesat ke dunia ini.


'Semoga aku tidak terkena flu' gumam Levi.


Kondisi jalan utama terlihat sepi, karena kebanyakan penduduk desa akan memilih istirahat di rumah nya masing - masing.


Hanya terlihat tiga kereta barang, satu kereta penumpang dan 12 pria dewasa berkuda yang terlihat seperti petualang. Mereka akan segera meninggalkan desa Wincester.


Levi mengambil papan kayu bekas yang tergeletak dijalanan lalu menginjaknya. Tak lama ia pun melayang dan melesat ke jalan utama menaiki papan kayu tersebut.


Dalam mengatasi dinginnya cuaca, Levi baru terpikirkan untuk melapisi tubuhnya dengan aura elemen api.


Setipis mungkin ia membuat auranya agar jaket berharga dan jam tangannya tidak terbakar oleh aura apinya sendiri.


Semenjak Levi memakai kalung sihir, ketahanan fisiknya atas serangan memang tidak berkurang. Tetapi terkadang efek kalung itu suka berubah semaunya, seperti sekarang, Levi seharusnya tidak merasakan efek dari cuaca dingin maupun panas sekalipun.


Plak Plak Plak


Gumpalan salju terbang mengenai dan menampar wajah Levi, membuat pandangannya kabur dan hampir menabrak pohon disekitarnya.


"Arrgh, tau begini, Aku akan menerima tawaran keluarga Miramar untuk mengantarku" ucap Levi kesal.


Ia lalu menghela nafas, kemudian mulai melesat kembali dan kali ini ia mengeluarkan relic pelindung tingkat tingginya hanya untuk melindungi ia dari gumpalan salju yang menghalangi jalannya.