
Benua Yuropa adalah Benua yang memiliki wilayah terluas ke dua setelah Benua Hamelika.
Memiliki beberapa tiga kerajaan besar yaitu kerajaan Ink-Lis, Vinlandia, dan Itaria.
Tujuan pertama Levi adalah mengantarkan beberapa benda ke salah satu kenalan kakek Jhon di kota Mencester, yang termasuk dalam teritori kerajaan Ink-Lis.
-Desa Wincester , Kerajaan Ink-Lis-
Di sebuah pekarangan salah satu perumahan, muncul lingkaran sihir yang berwarna putih terang. Perlahan muncul butiran cahaya putih yang membentuk siluet anak muda laki - laki.
"huh? efek teleportasi ini tidak membuatku mual." ujar Levi yang sudah sampai pada titik awal perjalanannya.
Levi langsung mengedarkan pandangannya keseluruh sudut pekarangan yang nampak asing baginya.
Kakek Jhon memberitahukan, bahwa pekarangan tersebut berada di rumah kenalannya yang kakek Jhon beli dahulu sebagai titik transportasi untuk masuk dan keluar dari Mana Isla.
Di pekarangan tersebut ada satu pintu akses menuju ke dalam kamar ruangan, Levi akhirnya membuka pintu tersebut.
Ruangan tersebut luas dengan interior yang terbuat dari kayu khas rumah kakek Jhon di Mana Isla, tetapi tetap menunjukkan sisi elegan nya.
Levi pun segera mengganti pakaian buminya dengan pakaian sihir yang ada diberikan oleh kakek Jhon.
Rambut hitam Levi yang sudah memanjang satu centimeter kebawah pundak sengaja digerai bebas. Memakai baju kaos berwarna hitam lengan pendek dan ditutupi oleh Jubah pendek seperti Jaket kulit berwarna coklat tua. Mengenakan celana panjang hitam yang dihiasi ikat pinggang kulit berwarna coklat dan sepatu boots berwarna coklat juga.
Dengan berbagai aksesoris yaitu kalung perak yang diikat dengan plakat tanda pengenalnya, cincin perak menghiasi jari manis tangan kanannya, tak lupa juga dengan jam tangan dari bumi. Serta tas gantung berukuran kecil yang ia kenakan sebagai tempat penyimpanan pakaian untuk menutupi kecurigaan penduduk sekitar atas persediaan barangnya.
Di bagian ikat pinggangnya, melingkar beberapa senjata kecil yang terlihat seperti miniatur senjata. Seperti miniatur tongkat, belati, pedang, dan benda berbentuk pistol.
Hanya jam tangan Levi yang berasal dari bumi, selebihnya merupakan relic, senjata dan pakaian sihir kualitas atas.
Setelah meminum air mineral, Levi pun memantapkan hatinya untuk melangkah menuju keluar ruangan.
Yang pertama kali terlihat setelah pintu dibuka adalah lorong ruangan dengan pencahayaan yang redup.
Kakek Jhon sempat mengingatkan Levi untuk mencari keberadaan Nenek elf bernama Carla Stanlies setelah keluar dari pekarangan.
Saat Levi melangkahkan kakinya keluar, ia merasakan kualitas mana dan kepadatannya menurun berkali - kali lipat daripada saat berada di dalam kamar tersebut.
'apa kamar tersebut masih termasuk dalam teritori Mana Isla?' pikir Levi menebak nebak.
Ia pun mencari pintu keluar dari lorong tersebut, nampak juga satu tangga kayu panjang untuk naik ke lantai atas. Tetapi Levi tetap menujur keluar ruangan.
Setelah keluar ruangan, Levi pun melihat beberapa ras manusia dewasa dan ras elf dewasa sedang duduk sambil menikmati makanan dan minumannya. Levi lengah karena terlalu sibuk memikirkan apa yang ada di lantai atas tadi.
Setelah mengamati keadaan sekitar yang penuh dengan keramaian, maka Levi memutuskan untuk membuka pintu tempat ia keluar tadi, tetapi ia terkejut saat ia berbalik dan membuka pintu yang tadi, pintunya sudah menampilkan bingkai dan isi ruangan yang jelas berbeda dari tempat ia keluar sebelumnya.
Levi pun mulai mencoba membukan dan menutup pintu tersebut ber ulang - ulang, tetapi tetap saja ruangan yang terlihat tetap berbeda. Ia pun mulai meraba dinding di dekat lokasi pintu yang tadi ia sempat gunakan. Tindakan Levi mulai mengundang perhatian orang - orang disekitarnya.
"Apa yang sedang kamu lakukan?" tanya perempuan elf tersebut
"Aku sedang mencari pintu menuju kamar mandi umum dan ternyata tidak ada disini, haha. Apa tidak ada kamar mandi umum disini?" ujar Levi berusaha mengalihkan perhatian wanita elf tersebut
"Ada disebelah sana, seharusnya setiap orang yang masuk disini pasti melihat tanda kamar mandi umum yang sengaja dibuat sebesar lukisan pajangan" jelas wanita elf tersebut
"Ngomong - ngomong, darimana kamu datang? Aku tidak melihatmu sedari tadi?" tanya wanita elf itu menimpali
Disaat Levi yang mulai kebingungan dan ingin melakukan sihir ilusi kepada wanita tersebut, tiba - tiba saja ada sesosok nenek tua ras elf yang datang menghampiri Levi.
"Sudah lah, Irene. Anak ini biar Aku yang urus, ia adalah keponakan temanku yang datang dari jauh" ucap sang nenek sambil mengisyaratkan agar Levi mengikuti nenek tersebut.
"ah iya nenek, tadi aku sudah mencarimu kemana-mana sampai - sampai aku jadi ingin ke kamar mandi umum" balas Levi bersandiwara.
Wanita muda elf yang diketahui bernama Irene itu pun akhirnya setuju agar Levi ikut bersama dengan Nenek elf yang menghampirinya tadi.
Nenek elf membawa Levi menuju suatu ruangan, setelah masuk, mereka pun terdiam dalam posisi canggung.
Levi pun membuka pembicaraan dengan menanyakan nama sang Nenek. Setelah yakin bahwa nenek tersebut adalah Nenek Carla, Levi pun mulai menjelaskan bahwa ia adalah salah satu utusan dari Kakek Jhon.
Rupanya rumah yang dulu diberikan untuk Nenek Carla rawat ini, sudah di renovasi menjadi sebuah penginapan. Sedangkan kamar kakek Jhon sendiri disembunyikan keberadaannya menggunakan relic segel dan ilusi.
Untuk menemukan dan membuka pintu itu kembali, diperlukan relic berbentuk kunci yang berwarna emas.
Levi menunjukkan dua buah kunci dengan bentuk yang berbeda. Nenek elf hanya mengenali salah satunya sebagai kunci pintu ilusi yang dimaksud.
Setelah berbincang cukup lama dengan Nenek Carla, Levi pun sedikit mengetahui informasi umum tentang keadaan kota Mencester akhir - akhir ini yang sedang dalam padat pengunjung.
Situasi itu disebabkan oleh festival awal tahunan kota Mencester, pemimpin kota mengadakan turnamen petualang dengan hadiah yang menarik. Hadiahnya pun diberikan bertepatan dengan hari puncak festival, yaitu seminggu lagi.
Jarak antara desa Wincester menuju kota Mencester dapat ditempuh dalam dua hari perjalanan menggunakan kuda, dan empat hari perjalanan jika berjalan kaki.
Langit sudah terlanjur menggelap, Levi pun menunda keberangkatannya hari ini. Ia meminta ijin untuk menginap di tempat Nenek Carla.
Nenek Carla mengatakan agar Levi mencoba kunci emas yang diberikan oleh kakek Jhon di setiap lobang kunci pintu manapun yang terlihat.
Setelah membersihkan diri, Levi menuju ke tempat makan penginapan yang terlihat seperti kedai bar makanan.
Levi memesan beberapa menu makanan dan minuman, ia melihat keadaan bar yang penuh dengan canda tawa mengingatkan Levi akan Mana Isla.
dugg!
*