
Di dalam hutan perbatasan kota Mencester, Levi dan pasukan berjubah hitam melesat dengan berlarian secara cepat.
Sudah satu jam berlari, beberapa kali mereka menemukan monster tingkat rendah dan hewan liar.
Rando yang mengira bahwa Levi hanya mempunyai bakat sihir pun harus dibuat takjub sekali lagi oleh staminanya.
Beberapa kali mereka melewati jalan bebatuan dan mendaki bukit kecil tanpa henti.
Pada saat pertama kali mereka pergi ke markas ini pun, mereka hanya sanggup berlarian selama setengah jam penuh.
Ini dikarenakan pada bagian dalam hutan kota Mencester dipenuhi dengan tumbuhan yang dapat menyerap oksigen secara berlebih.
Tanaman ini dinamakan rumput oksida, bentuknya menyerupai rumput pada umum nya, hanya saja memiliki warna biru tua dan bercahaya redup dalam kegelapan.
Levi hanya diam dan mengamati sekitar saat sedang melesat ke dalam hutan. Monster tingkat rendah yang ia jumpai pun tidak melakukan penyerangan kepada rombongan mereka.
Pada musim dingin memang sangat jarang bagi hewan liar dan monster tingkat rendah untuk berburu, mereka lebih memilih untuk melakukan tidur panjang. Kecuali bagi para monster yang kemampuan adaptasinya cocok pada musim dingin.
Setelah cukup lama mereka berlari, Levi melihat Goa besar yang mengarah ke bawah tanah. Goa tersebut dijaga oleh 2 pasukan berjubah hitam lainnya.
Setelah rombongan tersebut sampai di depan pintu Goa, para penjaga memberi hormat kepada kapten Rando, lalu bertanya tentang pemuda yang dibawa oleh kaptennya.
Kapten Rando hanya berkata bahwa Levi kemungkinan adalah tamu Tuan Agung Alien, ia berbisik untuk meminta penjagaan markas lebih diperketat.
Kapten Rando dan Levi memasuki pintu Goa bersama sisa pasukannya. Mereka menuruni sebuah tangga bawah tanah, setelah 5 menit, mereka sampai pada aula besar dengan lima lorong yang sangat gelap.
Minim pencahayaan di dalam goa membuat suasana terlihat mencekam, Kapten Rando mengarahkan Levi ke salah satu lorong dan berkata bahwa Tuan Agung Alien ada di dalam ruangan yang terletak di ujung lorong tersebut.
"Jika kalian menjebakku, maka seharusnya kalian sudah tau apa konsekuensinya." ucap Levi.
Para pasukan berjubah dan Rando hanya memandang Levi sambil tersenyum kecut. Mereka tau jika Levi lebih kuat daripada semua pasukan yang ada di dalam goa ini.
Tetapi mereka tidak membayangkan jika Levi lebih kuat dari Tuan Agung Alien maupun 4 komandan bawahan langsung Tuan Alien.
Tap Tap Tap
Perlahan Levi menyusuri lorong gelap itu sambil menggengam relik perlindungannya. Ia lupa bahwa dirinya memeliki relik dan sihir pemindai.
Tetapi karena Levi merasa sudah hampir sampai pada suatu ruangan, ia pun mengurungkan niatnya.
Terdapat sebuah pintu kayu yang besar setinggi 2 setengah meter, ada lubang kecil untuk mengintip apa yang ada di dalam ruangan itu.
Levi kemudian sedikit menunduk untuk mengintip pada lubang tersebut, namun yang ia tak sangka adalah hawa ancaman dari dalam lubang itu.
'hap' Levi langsung mundur dari lubang kecil itu.
Benar saja dari dalam lubang itu muncul sebuah ujung jarum besar yang mengkilat.
Bertarung di dalam ruangan sempit yang jauh di bawah tanah bersalju akan sangat tidak menguntungkan bagi Levi. Ia merasa akan memakan waktu yang tidak sedikit untuk lolos dari reruntuhan goa ini, jika goa ini hancur.
Kriettt
Perlahan pintu kayu itu terbuka, menampakkan sosok makhluk yang besar.
bum.. bum.. bum
Makhluk itu berjalan keluar, goncangan terasa saat dirinya melangkahkan kakinya.
Terlihatlah wujud fisik makhluk itu. Ia adalah seorang demi - human dengan campuran antara manusia laki laki dengan beruang coklat.
Tubuhnya sangat besar dan berotot dengan tinggi sekitar 3 meter, kulitnya gelap dengan dibaluti oleh bulu - bulu coklat dan telinga beruang. Kukunya yang lancip dan mengkilap nampak bagai jarum yang indah.
Bagian dada yang terbuka nampak seperti tubuh manusia berotot pada umumnya.
"Hoo, jadi kau bisa menghindari serangan yang tadi?" tanya makhluk tersebut sambil menaik kan kedua alisnya.
Levi pun takjub dengan apa yang ia lihat di depannya sekarang. Berbeda dengan monster tingkat tinggi yang pernah ia habisi sebelumnya, perpaduan antara beruang dan manusia ini sangatlah terasa realistis.
"Ya, tidak usah berbasa - basi lagi, apakah kau adalah Alien yang dimaksud?" tanya Levi.
Mendengar perkataan Levi membuat makhluk itu tertawa dengan kencang sampai membuat gema yang menggetarkan seisi goa.
"Huahahaha, kau itu lucu sekali. Aku adalah Sillabear, komandan ke 4 pasukan Tuan Agung Alien. Karena kamu telah datang kesini, kenapa kamu tidak bermain denganku terlebih dahulu?"
Levi merasa bulu tipis di tangannya merinding, jika itu perempuan, maka akan terdengar sedikit normal. Namun yang ada di depannya ini adalah laki - laki besar berotot setengah beruang.
"Tidak tertarik, pria jadi - jadian bukanlah tipeku. Aku hanya ingin menemui orang yang bernama Alien itu." ucap Levi seraya membalikkan badannya.
'Saat aku bertemu Rando lagi, akan ku buat perhitungan dengannya' gumam Levi.
"Huahahaha, menarik, sungguh menarik. Akan ku seret paksa kau!"
Drrrrr
Terjadi getaran hebat dari dalam goa, Levi yang merasakan hawa pertarungan menoleh ke arah lorong gelap tadi.
Namun lorong tersebut sudah tertimbun oleh runtuhan goa.
"Sebisa mungkin, aku tidak ingin bertarung disini, aku hanya ingin bertemu dengan Alien !"
"Kalahkan aku terlebih dahulu, baru berhak menemui Tuan Agung Alien."
zingg
Dalam satu kedipan mata, Sillabear telah menghilang dan muncul di belakang Levi. Segera ia memberi pukulan tangannya yang besar.
Levi yang menyadari pergerakan Sillabear kemudian menggunakan blinkstep nya untuk berpindah tempat.
Bomm
Terjadi retakan besar pada lantai goa setelah terkena satu pukulan dari Sillabear.
'Cepat dan destruktif!' kata itu memang tepat disematkan kepada Sillabear.
Levi menghentakkan satu kakinya sekali dengan kencang ke arah Sillabear, seketika muncul retakan tanah yang bergelombang memanjang ke arah musuhnya itu.
Sillabear dengan cepat melompat tinggi untuk menghindar.
Bamm..
Terjadi benturan dari kepala Sillabear dengan langit langit dasar goa, menyebabkan kepala Sillabear tersangkut diatas sana.
Levi sempat tercengang sebentar, ia lalu memasuki ruangan Sillabear yang sudah terbuka lebar.
Ia merasa ada jalan keluar lainnya di dalam sana, karena tubuh Sillabear tidak akan muat jika melewati jalan yang ia lalui saat datang tadi.
Lagi - lagi ia menyesali dirinya yang tidak serius saat belajar sihir gravitasi dan teleportasi tingkat tinggi.
Saat pertama kali menginjakan kakinya ke dalam ruangan itu, Levi dikejutkan dengan banyaknya toples dan tong kayu serta aroma madu yang menyengat.
Di pikiran Levi hanya ada satu hal, karena Rando berani berbohong dan Sillabear berani mencari masalah dengannya, maka dirinya juga berhak membalas perbuatan mereka.