Magic Records

Magic Records
Get out the way



Suasana bar di penginapan desa Wincester terasa begitu menyenangkan, walau agak sedikit ramai tetapi semua terlihat damai dan bahagia.


Levi mulai tersenyum tipis, lalu mengambil device dan memasangkan earphone nya untuk mendengarkan lagu dengan tenang.


Tiba - tiba pintu utama penginapan terbuka dengan kencang. Sesosok pemuda ras manusia berumur sekitar tujuh belas tahun masuk bersama dengan empat pria dewasa lainnya datang memasuki kedai bar.


Terlihat para pria dewasa membawa senjata tajam yang melingkari ikat pinggangnya masing - masing.


Sosok pemuda itu lalu menghampiri wanita elf yang bernama Irene, lalu sedikit berbincang - bincang dengan menujukkan eskpresi berwajah sombong.


Para pengunjung lainnya pun sudah menunjukkan raut wajah ketidaksenangan saat pemuda itu membuka pintu utama dengan kencang.


Levi yang menyadari suasana di bar sedikit berubah pun hanya menengok sebentar ke arah pemuda itu, lalu melanjutkan kegiatannya kembali, karena merasa itu semua bukanlah urusannya.


Awalnya percakapan mereka ber dua terlihat baik - baik saja. Namun lima menit kemudian laki laki itu menaikkan nada suaranya.


Ia membentak bentak Irene, memukul meja kasir, lalu segera beranjak keluar dari bar.


Saat dirinya berbalik, ia dengan sengaja menyenggol salah satu rekan kerja Irene yang sedang membawa makanan sampai rekannya itu terjatuh.


Lantas banyak pengunjung yang geram atas perilaku pemuda tersebut, lalu hampir semua nya bangkit dari kursi masing - masing.


Suasana pun menjadi sedikit tegang, beberapa pengunjung yang berdiri sempat menggulung lengan pakaiannya dan menunjukkan otot besar di masing - masing tangannya.


Next , Can't Take My Eyes off You - Frankie Valli


Lagu pun berganti..


You're just too good to be true


Levi mulai melihat kembali koleksi foto bersama Silvi, Elis, Gilbert dan lainnya.


Can't take my eyes off you


Senyum tipis Levi mulai terlihat, terlihat ekspresi rindu Levi yang jarang ia tunjukkan kepada orang lain.


I wanna hold .......... ~


Levi tidak sadar bahwa beberapa pengunjung sudah mulai menghampiri pemuda yang bertingkah sombong tadi.


I LOVE YOU, BABYYY ...... ~


Levi masih fokus dengan devicenya, sedangkan pengunjung sudah mulai bertukar serangan dengan pria dewasa sewaan pemuda sombong itu.


Oh Pretty Babyy


Don't bring me down, I pray... ~


Satu per satu pengunjung mulai bertebangan ke berbagai arah dengan adegan gerakan lambat yang sangat mendramatisir.


Let me love you, babyy


Let me love youuuuuuuu.


Disaat lagunya sudah selesai didengar, Levi kebetulan juga sudah selesai memainkan devicenya.


Levi pun keheranan karena melihat kondisi sekitar sudah berantakan.


Beberapa pengunjung tidak sadarkan diri dan penuh dengan luka lebam, dan tiba - tiba.


dugg! krakkk..


Seorang pengunjung terlempar dan menabrak meja Levi, sehingga meja itu rusak dan menyebabkan gelas - gelas serta piring berhamburan.


Pakaian Levi tersiram air minumnya sendiri, ia pun mengepal tangannya, tetapi masih bisa menjaga emosinya.


dugg!


Tabrakan terjadi lagi, bukannya Levi tidak bisa menghindari gerakan orang lain. Tapi sepertinya Levi masih fokus mengamati permasalahan apa yang terjadi sebenarnya disini.


Sebenarnya saat Levi mengamati keadaan sekitar, tatapan mata tajam Levi sempat bertemu dengan tatapan mata pemuda sombong tadi.


Pemuda sombong tadi merasa tidak senang karena ada yang melihat ia dengan tatapan tajam.


"Kauuuu!" "Mau kemana kau ha?!" teriak pemuda itu


Levi tidak menyadari bahwa dirinya yang diteriaki oleh pemuda itu, sampai beberapa saat pemuda sombong itu mendekati Levi lalu menempelkan dan mendorong - dorong jari telunjuknya ke belakang kepala Levi.


Levi pun berbalik arah dan menanyakan apa ada masalah sehingga menyinggung perasaan pemuda sombong tadi.


Pemuda itu hanya tidak senang saat orang lain melihat tajam dirinya saat berada disituasi sekarang ini, Ia merasa superior karena ia yakin tidak ada yang bisa dan berani menyakitinya sekarang.


Terbukti pria dewasa yang terlihat seperti pengawalnya itu masih baik - baik saja sedangkan beberapa pengunjung sudah banyak yang terluka.


Ia pun menepuk - nepuk pipi Levi sampai terdengar bunyi yang lumayan keras. Tentu tapukan yang terlihat seperti tamparan itu sama sekali tidak memiliki efek apapun terhadap fisik Levi yang tidak normal itu.


Salah satu aksesoris kalung yang Levi kenakan adalah aksesoris sihir yang menyegel dan menyembunyikan kemampuan asli penggunanya secara bebas, sesuai dengan kehendak penggunanya.


Levi baru mengetahui adanya relic yang seperti ini saat ia sedang memilih perbekalan untuk pergi dari Mana Isla.


Biarpun seperti itu, ia tidak pernah menyesali latihan mengendalikan fisik yang dulu ia jalani bersama dengan Paman Edgard.


Levi sudah menyegel penuh kekuatan fisiknya hingga tersisa lima persen saja yang bisa Levi keluarkan saat ini.


Saat tepukan selanjutnya akan mendarat ke wajah Levi, ia pun memberikan kepalan tinju tangan kanan nya tepat ke wajah sebelah kiri pemuda sombong itu.


Poww!


Suara tinju Levi terdengar nyaring dan memilukan, sehingga ia langsung menjadi pusat perhatian.


Efek tinju Levi tidak berlebihan, tidak sampai menyebabkan tubuh pemuda itu terlempar atau berputar atau gigi menjadi rontok atau kejang - kejang.


Tetapi langsung saja tubuh pemuda itu lemas terjatuh dalam posisi berlutut, dan sepersekian detik kemudian ia terkapar pingsan di lantai.


'Move btch, Get out the way!' cibir Levi geram sambil menatap wajah pemuda itu sekali lagi sebelum akhirnya pergi meninggalkan bar penginapan.


Suasana bar yang ricuh langsung berhenti seketika akibat kejadian itu, banyak pengunjung yang reflek memegang dan mengelus wajah mereka sendiri.


Tidak terbayangkan, akan jadi apa wajah dan otak mereka jika terkena pukulan yang seperti itu.


Setelah keluar dari penginapan, Levi memutuskan untuk mencari udara segar terlebih dahulu.


"Untung saja aku sudah menyegel kekuatanku dengan kalung ini, kalau tidak. Hahhh~" ucap Levi sambil menggelengkan kepalanya.


Ia berjalan keluar selama kurang lebih lima belas menit untuk menunggu situasi di dalam penginapan menjadi lebih kondusif.


Langit terlihat berwarna kemerahan, yang membuat suasana semakin gelap.


Levi menafsirkan bahwa sebentar lagi akan turun hujan yang deras. Merasa tindakannya keluar untuk mencari udara segar percuma, ia pun segera berbalik arah menuju penginapan kembali.


Saat kembali, rupanya bar telah ditutup sementara karena kejadian tadi. Hanya terlihat Irene, Nenek Carla dan beberapa pegawai bar penginapan.


Lantas Irene dan para pegawai menghampiri Levi dan berterimakasih atas tindakannya terhadap pemuda sombong tadi.


Namun Irene mengatakan kepada Levi, bahwa ia harus hati - hati terhadap keluarga pemuda sombong tadi.


Pemuda itu bernama Kendrick Solkanstant, ayahnya Roderick Solkanstant adalah kepala keluarga bangsawan yang memimpin desa Wincester.


"Begitukah? Hmm.. Tenang saja Irene, aku akan memikirkan solusinya jika ia berani mencari masalah denganku lagi" ujar Levi yang menunjukan ekspresi tidak takut sama sekali.


credit song


Frankie Valli - Can't take my eyes off you


Ludacris - Move b*tch, get out the way