Magic Records

Magic Records
Kencan buta



Setelah pembicaraan yang panjang, akhirnya Levi mengeluarkan sebuah kertas dokumen yang kemudian dialirkan mana kedua belah pihak, antara dirinya dan Earl Roderick.


Kertas perjanjian sihir, begitulah kertas ini disebut. Relic ini diciptakan oleh Levi saat bereksperimen di Mana Isla.


Earl Roderick pun terkesima atas kerja kertas tersebut. Ia pun dengan antusias bertanya dari mana Levi mendapatkan relic kertas itu.


Pasalnya selama 45 tahun ia hidup, dirinya tidak pernah melihat relic kertas perjanjian sihir.


Biasanya kertas perjanjian sebagai perantara perdamaian antar bangsawan dilakukan dengan menggunakan segel atau cap dari keluarga bangsawan tersebut dan disaksikan oleh pihak bangsawan netral lainnya.


Perjanjian pun terbuat, Levi tidak menjawab darimana ia mendapatkan kertas tersebut.


Lalu sebelum ia meninggalkan mansion, ia sekali lagi menegaskan kepada keluarga Solkanstant untuk tidak bermain api dibelakang dirinya.


Seorang prajurit bertanya kepada Earl Roderick, "Maaf sebelumnya Tuan Earl Roderick, jika boleh tau, dari keluarga bangsawan mana Tuan Muda Levi berasal?"


"Entahlah, Aku berasumsi ia salah satu dari keluarga bangsawan 12 bulan. Dan sepertinya ia sendiri tidak berniat untuk membocorkan identitasnya." ujar Earl Roderick.


Ia pun menggelengkan kepalanya melihat kondisi bangunan dan pekarangannya yang hancur berantakan.


Segera ia meminta pelayan dan prajuritnya untuk membereskan sisa kekacauan.


"Erin, kemarilah. Aku mempunyai tugas penting untukmu" ucap Earl Roderick.


 


Setelah Levi keluar dari mansion, dirinya mulai berjalan kembali ke penginapan nenek Carla.


Melewati beberapa bangunan menarik, ia pun mencoba untuk singgah.


"Toko perlengkapan sihir Lodan, Toko herbal serba ada, Guild Petualang cabang Wincester, Restoran Sederhana Wincester"


Levi memutuskan untuk memasuki toko perlengkapan sihir terlebih dahulu,


Cringg


Bunyi bel pintu masuk, yang menandakan kedatangan atau kepulangan pengunjung toko terdengar.


Suasana toko cukup sepi, karena tidak banyak petualang di desa ini.


Di dalam toko terlihat senjata dan relic sihir tersusun rapi dalam kategori dan kelasnya masing - masing.


Segera terlihat sosok gadis manis datang menghampiri Levi.


Gadis itu bernama Kaya, ras manusia berumur sekitar 17 sampai 18 tahun. Terlihat jelas pada cetakan nama di pakaian kerjanya. Ia adalah salah satu pelayan sekaligus pemandu di toko perlengkapan sihir ini.


Dirinya bertanya kepada Levi tentang apa yang Levi butuhkan di toko ini.


Levi mengatakan hanya datang untuk melihat barang yang dijual disini, jika ia tertarik, baru ia akan membelinya.


Perlengkapan sihir di ruangan THE ONE memang perlengkapan sihir tingkat atas, mungkin kalau dijual semua, maka bisa membeli seluruh tanah di dunia Unknown World beserta dengan isinya.


Meski begitu, Levi merasa perlengkapannya adalah benda yang tidak sesuai pada jamannya ia hidup sekarang.


Relik modern adalah tujuannya berkunjung ketoko ini. Jika ia menemukan ada yang kurang pada toko ini, mungkin ia dapat membuat relik modern umum yang bisa dijual dengan harga yang tinggi.


Levi pun melihat relik sihir berbentuk bola kristal, tetapi terbuat dari kaca kualitas sedang. Lalu ia menanyakan tentang kegunaannya kepada Kaya.


"Tuan muda, benda ini adalah keluaran terbaru produk pusat toko sihir Lodan. Benda ini bernama bola siaran versi 2, fungsinya sebagai pemancar gambar serta suara dengan kualitas yang lebih baik dari versi sebelumnya.


Sumber dayanya menggunakan batu mana, dapat digunakan terus menerus 24 jam selama persediaan batu mana Tuan tersedia." jelas Kaya.


Seperti televisi, tetapi sudah pasti tidak nyaman bagi mata karena layar kacanya yang cembung.


Setelah puas berkeliling, Levi pun mengatakan kepada Kaya bahwa ia akan kembali lagi dalam beberapa waktu.


Kaya pun hanya mengangguk kan kepalanya sambil tetap tersenyum, walaupun ia sebenarnya kecewa karena Levi tidak melakukan transaksi apapun di toko.


Levi melanjutkan perjalanannya ke toko herbal serba ada. Wangi dedaunan dan obat - obatan tercium saat memasuki pintu toko.


Bangunannya lebih kecil daripada toko perlengkapan sihir, mungkin karena di desa Wincester tidak banyak yang membeli herbal.


Seorang gadis manis lainnya datang menghampiri Levi,


'Deja vu' gumam Levi.


Saat mendekat, gadis itu terasa tidak asing bagi Levi. Ternyata ia adalah Erin, gadis yang berada di kediaman keluarga Solkanstant tadi.


Berbeda dengan Kaya, Erin menunjukkan ekspresi yang datar. Entah karena sifatnya memang cuek atau ia memiliki hubungan khusus dengan keluarga Solkanstant.


"Apa kamu salah satu pemandu di toko ini?" tanya Levi.


"Hmm, tidak. Aku hanya ingin melihat - lihat terlebih dahulu. Ngomong - ngomong, apa ada hubungan khusus antara dirimu dengan keluarga Solkanstant?"


Dengan ekspresi datarnya, Erin menjawab


"Hubungan kami hanya sebatas kerjasama antara Toko cabang dan pemerintah setempat saja Tuan. Tadi saya hanya mengobati Tuan muda Kendrick dari lukanya kemarin."


Levi sebenarnya masih curiga dengan jawaban dari Erin, karena jelas dari yang terlihat tadi, hubungan mereka tidak sedangkal itu.


Levi mulai menghiraukan Erin dan berkeliling toko sebentar, lalu keluar dari toko itu.


Lanjut ia menghampiri restoran sederhana Wincester.


'Dari namanya, sudah pasti menjebak pelanggan' gumam Levi.


Restoran Sederhana Wincester terdiri dari 2 lantai. Lantai pertama terlihat biasa saja dekorasinya. Sedangkan lantai 2 lebih mewah, dan diperuntukkan untuk tamu VIP.


Levi duduk di salah satu meja dilantai satu, ia meminta katalog menu makanan yang ada di desa itu. Pelayan pun memberikan katalog menu makanan.


'Tampilan katalog ini sangat sederhana, hanya tulisan semata. Mungkin aku bisa menerapkan banyak hal dari bumi di masa depan' batin Levi.


Benar saja, harga makanan dengan apa yang disajikan benar - benar bertolak belakang. Seperti namanya, restoran sederhana. Sederhana nya dari restoran pasti tetap mahal juga harganya.


'Hmm, gadis itu lagi?' gumam Levi.


Ia kemudian memanggil salah satu pelayan, lalu menyuruh dia melakukan sesuatu dengan imbalan 10 koin perak.


Sang pelayan pun hanya mengangguk saat Levi membisikkan sesuatu kepadanya. Setelah itu Ia mulai berjalan mendekati gadis yang dimaksud dengan alasan Levi mengundang gadis itu untuk makan bersama.


Gadis itu adalah Erin, sepertinya ia berniat mengikuti Levi diam - diam. Erin yang sudah terlanjur diundang, langsung menuju meja makan Levi.


Levi lalu memberikan 10 koin perak kepada pelayan tersebut, lalu mulai membuka pembicaraan.


"Makanlah, Aku sudah memesan satu porsi lagi. Dan jangan membuat aku mengulangi perkataanku."


Degg


Ekspresi datar Erin berubah pucat saat ditatap datar oleh Levi. Erin yang mengingat bagaimana Levi mengalahkan pasukan Earl Roderick tanpa hambatan pun langsung mengangguk setuju atas perkataan Levi.


Berbagai makanan baru sudah berdatangan lagi di meja Levi.


Erin mulai memakan makanan yang ada diatas meja, walaupun ia tidak lapar sama sekali. Levi pun ikut makan sambil tersenyum tenang.


Seperti pasangan muda yang sedang makan bersama dengan mesra, membuat pelanggan yang lain merasa kesal sendiri melihatnya.


'Mereka semua sepertinya salah sangka, tapi lucu juga reaksi mereka.' Levi tersenyum tipis.


Pengalaman makan berdua bersama seorang gadis di restoran, sudah berapa lama Levi tidak merasakan sensasi ini.


Setelah selesai makan, Levi mengaktifkan sihir peredam suara miliknya.


Terciptalah lingkaran sihir transparan yang membentuk kubah transparan mengelilingi mereka ber dua.


"Jadi ceritakanlah maksud mu, Aku menunggu"


"Aku hanya ingin mencari sedikit informasi yang berhubungan denganmu, Tuan muda."


"Apa Roderick yang mengirim mu?"


Erin menjelaskan pada awalnya ia memang ditugaskan oleh Roderick, tapi ia langsung menolak tugas tersebut karena tidak berani menyinggung orang sekaliber Levi.


Adapun maksud kedatangannya kali ini adalah murni keingintahuan nya sendiri.


'Tidak masuk akal, bahkan tugas atas nama earl saja ia tolak, apalagi mengatasnamakan dirinya sendiri' pikir Levi.


Levi sekali lagi menatap tajam Erin, bertanya sekali lagi maksud kedatangan Erin. Lalu dengan jujur akhirnya Erin mengakui bahwa ia tertarik atas penyebab hilangnya sihir pada saat pertarungan tadi pagi terjadi.


Erin dengan jujur menceritakan kepada Levi bahwa Ayahnya sedang jatuh sakit karena penyebab yang tidak pasti.


Maka dari itu sekarang ia dan ibunya yang menggantikan peran ayahnya dalam mengatur toko herbal.


Tabib dari cabang pusat pun sudah dikerahkan, tetapi tidak ada yang bisa menebak apa yang terjadi pada ayahnya itu.


'Ini cerita klasik' gumam Levi.


"Permisi?" tanya Erin.


"Tidak apa - apa. Lalu bisa aku asumsikan bahwa maksud dirimu mencariku adalah untuk memerika kondisi ayahmu?"


"Betul Tuan Muda, aku menebak kalau ayahku di beri sihir kutukan kegelapan misterius. Dan saya yakin, dengan relic ataupun cara Tuan Muda tadi menghilangkan sihir seharusnya bisa membantu kondisi ayahku menjadi lebih baik."