Magic Records

Magic Records
Turnamen Petualang III



Ngingg..


Bamm!


Cahaya terang menyinari seluruh Grand Arena sekali lagi, namun sebelum efek dari cahaya itu menghilang, terdengar suara dentuman yang sangat kuat.


Pemandangan dalam arena perlahan sudah mulai terlihat normal, tidak sedikit penonton yang mengumpati Magdalena karena dua kali menggunakan sihirnya yang menyilaukan mata itu.


Di atas arena terlihat Jemmy yang masih berdiri, kedua kakinya masih dililit oleh tanah yang keras. Tetapi ia tidak bergerak atau bersuara sedikitpun.


Magdalena keluar dari persembunyiannya, klon tanahnya pun hancur menjadi tanah.


Ia meminta wasit untuk memeriksa keadaan Jemmy. Dan ternyata Jemmy tidak sadarkan diri, dan Magdalena diumumkan keluar sebagai pemenangnya.


Kebanyakan orang masih kebingungan bagaimana cara Magdalena membuat Jemmy tidak sadarkan diri, beberapa menerka karena bunyi dentuman tadi adalah penyebabnya.


Namun sesaat kemudian para penonton mulai bertepuk tangan dan bersorak atas kemenangan Magdalena.


Levi pun menyelesaikan rekamannya dan ikut bertepuk tangan. Ia yang memakai kaca mata hitam yang telah menjadi God's Eye itu bisa melihat dalam terang yang menyilaukan itu.


'Briliant' gumam Levi.


Disaat cahaya terang itu menyilaukan semua mata, Magdalena menggunakan sihir tanahnya untuk membuat telapak tangan dari dua golemnya membesar dan menepuk Jemmy dari dua sisi.


Jemmy yang kakinya terperangkap pun tidak bisa menghindari serangan Golem yang desdruktif itu dan ia langsung pingsan seketika.


Kombinasi sihir cahaya dan tanah yang sangat baik, tidak salah jika ia menjadi seorang penerus Penyihir Agung.


Setelah menonton semua babak semifinal, para penonton mulai membubarkan diri. Karena hanya ada dua pertandingan hari ini, dan sudah dimulai dari siang tadi.


"Pertandingan yang sangat hebat, aku tidak tau siapa yang akan menjadi pemenang turnamen ini besok." ucap Sebas.


"Kurasa Tuan Edwin akan memenangkannya. Dan kenapa kacamata mu berwarna hitam, kak Levi?" tanya Key.


"Ini juga benda yang sedang kuteliti, dan besok kurasa aku akan ikut bertaruh." balas Levi sambil tersenyum.


Mereka bertiga ikut meninggalkan kursi penonton, dan berkeliling area luar Grand Arena untuk melihat festival.


Toko dan tikar penjual menghiasi kedua sisi area Grand Arena, mereka tidak perlu khawatir akan terkena salju, karena Tuan Kota sudah memakai relik sihir perlindungan untuk menutupi keseluruhuan Grand Arena.


'Pemilik Grand Arena ini sangat pintar dalam mengelola bisnisnya' gumam Levi.


Sebas dan Key ijin berpamitan dari hadapan Levi, mereka akan pulang lebih dulu ke kediaman keluarganya. Levi pun mengangguk, dan mengatakan dirinya akan pulang setelah puas berkeliling.


Ada beberapa tempat yang menarik perhatian Levi, yaitu toko benda antik dan arena adu kekuatan fisik.


Levi mengunjungi toko benda antik terlebih dahulu, didalam toko itu terpajang berbagai barang yang dilapisi kaca pelindung.


Pengunjung toko itu juga termasuk ramai, untungnya toko itu luas, jadi Levi tidak harus berdesakan dengan yang pengunjung lainnya.


Toko itu memiliki dua lantai, pada lantai pertama terdapat benda antik yang tergolong umum. Karena benda itu hanyalah benda umum yang berusia tua, sehingga di cap sebagai barang antik umum.


Levi kemudian naik ke lantai ke dua, pengunjung di lantai ini juga tidak kalah padatnya dengan yang dibawah.


Ada sebuah etalase kaca yang menarik perhatian Levi, di dalamnya terdapat telur binatang seukuran telur burung unta yang dihiasi berbagai corak warna - warni.


Tidak banyak yang berada di area itu, Levi kemudian menuju kesana. Ia melihat bahwa beberapa pengunjung membeli telur itu.


Pemandu toko menjelaskan bahwa telur itu adalah telur dari monster jinak tingkat rendah yang umum digunakan sebagai tumpangan bangsawan kelas atas. Namun, beberapa dari puluhan telur ini adalah salah satu telur monster tingkat menengah.


Pengunjung hanya diijinkan membeli paling banyak 2 telur dalam periode 1 tahun dibukanya Grand Arena untuk pertandingan petualang kali ini.


Harganya pun tidak main - main, satu telurnya bisa mencapai 10 koin emas. Levi yang masih memakai God's eye pun melihat isi dari dalam telur tersebut.


Tidak terlihat bentuk fisik yang pasti di dalam telur tersebut, tapi Levi dapat melihat fluktuasi aliran darah dan mana dari telur itu.


Kebanyakan dari telur itu berisi monster tingkat rendah seperti, burung elang dan burung unta hias yang digunakan untuk menarik kereta.


Namun ada tiga telur yang menarik perhatian Levi, dua diantaranya tidak terlihat seperti makhluk yang dilahirkan secara bertelur.


'Tunggu, 3 telur? Poketmon?' gumam Levi sambil terkekeh kecil.


Berada di dunia ini membuat Levi sering berimajinasi tinggi sampai terbawa suasana.


'1 telur binatang berkaki empat, 1 telur yang aliran darahnya membentuk tubuh yang panjang seperti ular, tapi memiliki 2 kaki, dan 1 telur lagi yang tidak memiliki aliran darah, tapi memiliki fluktuasi mana berbentuk kotak persegi.' pikir Levi.


Disaat dirinya sudah memutuskan untuk mengambil dua telur yang mempunyai aliran darah, tetapi satu telur yang isinya binatang berkaki empat sudah lebih dulu di pesan oleh pengunjung yang lain.


Levi sempat berpikir, apakah telur yang di dalamnya kotak persegi itu bukanlah telur monster? atau telur itu sudah membusuk.


Akhirnya setelah 2 menit berpikir, Levi membeli ke 2 telur yang unik itu. Ia mengeluarkan banyak uang untuk hari ini.


Pemandu toko mengatakan, telur monster itu tidak harus selalu di erami oleh induknya, cukup di letakkan di tempat yang bersuhu hangat. Kemungkinan semua telur yang dijual hari ini akan menetas 2 sampai 3 bulan lagi, tergantung isi dari telur tersebut.


Levi hanya mengangguk lalu menyimpan kedua telur itu ke dalam tasnya. Ia sudah berencana untuk membuat semacam kotak inkubator yang bisa dibawa berjalan, dengan batu mana sebagai sumber daya nya.


Ia kemudian keluar dari toko tersebut menuju arena adu kekuatan. Dirinya bersemangat akan menemukan orang atau ras dengan kekuatan fisik yang besar.


Karena tidak adanya pemain musik di area luar ini, Levi pun memasang earphone nya untuk sekedar mendengarkan lagu sambil berjalan.


Melihat jam tangannya yang baru menunjukkan pukul 7 malam, membuat Levi berjalan agak santai. Ada sebuah toko terbuka dengan meja kayu sebagai alasnya yang menarik perhatian Levi.


Toko itu menjual aksesoris sihir khusus wanita, tentu saja maksud Levi hanyalah untuk membeli ikat rambut yang tidak mudah rusak saat dipakai dalam pertarungan.


Lagipula rambutnya sekarang sudah sangat panjang menurutnya.


Levi baru akan memotong rambutnya jika ia sudah menemukan tempat dan waktu yang tepat. Jumlah pengunjung di toko itu tidaklah ramai, namun tempat itu tidak terlalu terang pencahayaannya.


next , Fly Me to the Moon - Frank Sinatra..


Fly me to the moon..


'Jika ada pasangan kekasih, mungkin akan menjadi tempat yang romantis.' pikir Levi.


Let me play among the stars..


Ia sudah sampai di toko itu, langsung saja ia memainkan tangannya ke aksesoris yang ada di atas meja, sembari memilih ikat rambut yang cocok.


In other words,


Saat ia akan mengambil ikat rambut incarannya, dirinya tersenggol oleh pengunjung yang lain dan secara tidak sengaja memegang sebuah jepit rambut yang kebetulan dipegang bersamaan oleh seorang wanita. Kemudian ia tersenggol untuk yang kedua kalinya.


Hold my hand..


Tangan Levi pun tak sengaja mengenggam tangan wanita itu.


You are all I long for all


I worship and adore..


Tangan itu begitu halus, namun karena pencahayaannya yang kurang, membuat Levi belum bisa melihat sosok dibalik tangan halus ini, sedangkan lantunan lagu terus terngiang di telinga Levi.


In other words,


Levi dan siluet wajah gadis itu terlihat saling menatap, waktu disekitar mereka seolah - olah melambat.


Please be true..


Siluet itu mendekat ke arah wajah Levi sambil terus membiarkan tangannya digenggam.


In other words,


"wua..AAAHHH!!!" teriak Levi. Terdengar suara lagu yang kusut di pikirannya, Levi begitu terkejut dengan apa yang dilihatnya.


Ternyata sosok itu adalah wanita setengah - setengah, itu adalah laki - laki dengan wajah maskulin tetapi berpakaian wanita dan mempunyai tekstur tangan seperti wanita cantik.


Membuat semua bayangan momen romantis di dalam pikiran Levi menjadi retak dan hilang tak tersisa.


Dengan cepat ia menarik tangannya kembali, sedangkan wanita setengah - setengah itu mengedipkan satu matanya ke arah Levi.


Levi merasakan bulu halus di punggungnya merinding karena kejadian tadi, ia merasa malu.


Credit song :


Frank Sinatra - Fly me to the moon