
-Mansion Wincester, Keluarga Solkanstant-
"Apa yang terjadi dengan anak ku?" tanya sesosok pria kepada para pengawal
"Maaf Tuan Earl Roderick, kami lalai dalam menjaga keamanan Tuan Muda Kendrick"
ujar salah satu pengawal sembari berlutut dan menunduk
Para pengawal menjelaskan kejadian di dalam bar, lalu saat mereka lengah atas penjagaan tuan muda Kendrick. Tanpa disadari Tuan muda itu sudah mencari masalah dengan anak yang diperkirakan usianya 14 - 15 tahunan.
Tak disangka anak kecil itu begitu berani memukul Tuan Muda Kendrick, namun Tuan Muda langsung roboh dalam sekali pukul.
Padahal Tuan Muda Kendrick sudah diberikan pelatihan yang mumpuni, ia juga adalah salah satu lulusan terbaru Akademi Kerajaan Ink-Lis.
Nyatanya kekuatan anak kecil itu bukan main kuatnya, anak kecil itu murni hanya menggunakan kekuatan fisik tanpa adanya fluktuasi mana disekitarnya.
Para pengawal pun sukses dibuat mematung ketika melihat efek pukulan yang diberikan oleh anak itu kepada Tuan Mudanya.
Setelah anak kecil itu pergi, baru lah mereka sadar dan menghampiri Tuan Mudanya untuk dibawa pulang.
Earl Roderick pun merasa tidak senang atas apa yang terjadi kepada anaknya. Ia juga turut menyalahkan lalainya pengawasan para pengawal.
"Panggil Erin untuk memeriksa keadaan anakku, dan terima hukuman cambuk 20 kali atas kelalaian kalian masing - masing" jelas Earl Roderick kepada para pengawal.
Earl Roderick juga menyuruh beberapa prajurit desa untuk menemukan keberadaan anak kecil tersebut. Ia marah sekaligus penasaran dengan identitas sang anak kecil.
Tidak banyak orang kuat yang berada di desa Wincester, sedang Earl Roderick adalah orang yang licik dan penuh perhitungan.
Ia pun melihat daftar identitas pengunjung desa, tapi tidak menemukan identitas anak yang dimaksud. Sedangkan penduduk lokal desa tidak mempunyai anak kecil dengan kekuatan yang seperti itu.
Hari sudah berganti, nampak matahari mulai terbit. Levi pun bergegas bangun untuk sarapan.
Seharusnya ia akan melanjutkan perjalanan ke kota Mencester hari ini, tetapi ia khawatir terhadap penginapan Nenek Carla yang akan diganggu lagi oleh pihak keluarga Solkanstant.
Kalau bukan Nenek Carla adalah kenalan kakek Jhon, mungkin ia tidak akan memperdulikan kejadian ini.
Adapun masalah penginapan, ia juga tidak begitu khawatir karena ada relik penyegel dan ilusi yang melindungi lokasi penginapan yang sebenarnya.
Suasana bar tetap terlihat ramai walaupun ada kejadian yang menimpa tempat ini kemarin.
Perbaikan juga sudah dilakukan oleh pihak penginapan. Adapun Levi ikut menyumbangkan koin perak yang ia punya.
Benar saja menurut perkiraan Levi semalam. Beberapa prajurit desa mengunjungi penginapan untuk menemukan dirinya.
Para prajurit meminta Levi untuk ikut ke kediaman Earl untuk dimintai keterangan. Levi pun curiga, tidak mungkin ia diajak hanya untuk dimintai keterangan saja.
Levi meminta para prajurit untuk menunggunya selesai menyantap makanan, baru dirinya akan ikut ke tempat sang Earl.
Ada beberapa prajurit yang emosi dan terlihat akan menyeret paksa Levi, tetapi segera dihentikan oleh kapten prajurit tersebut.
"Setidaknya ada seorang yang memakai otaknya dalam kelompok kalian" ucap Levi sambil terus menyantap makanannya.
Terkadang suapan Levi terlihat begitu lambat, terkadang makanan di atas sendoknya juga sengaja ia tumpahkan lagi ke atas piringnya.
Melihat itu semua prajurit makin semakin tidak sabaran. Sedangkan Levi hanya terkekeh kecil.
Selesai makan, Levi terlebih dahulu berpamitan kepada Nenek Carla dan Irene.
Nenek Carla nampak tidak khawatir dengan Levi, sebaliknya Irene merasa cemas atas situasi yang dialami oleh Levi.
Ia melihat beberapa tempat yang ia tidak sempat jelajahi kemarin.
Ada beberapa bangunan yang menarik perhatian Levi.
Setelah berjalan sekitar 20 menit, terlihatlah sebuah mansion terbesar yang ada di desa Wincester.
Levi pun mulai mengingat beberapa simulasi kejadian yang mungkin akan ia alami nanti.
Sesampainya ia ke dalam sebuah pekarangan yang cukup luas, nampak sesosok pria dewasa berumur sekitar 40 tahun.
Pakaiannya cukup mewah, mempunyai rambut pirang pendek yang disisir rapi dan didampingi oleh beberapa wanita muda.
Tak jauh dari pria dewasa itu, terlihat juga sosok Kendrick sedang menatap tajam Levi yang berdiri di tengah pekarangan.
Kendrick tidak sendirian disana, ia ditemani oleh seorang gadis bernama Erin.
Pria dewasa itu memperkenalkan dirinya sebagai Earl Roderick Solkanstant. Lalu duduk di sebuah kursi elegan yang sudah dipayungi oleh para wanita muda disampingnya.
Sedangkan Levi dibiarkan berdiri bersama beberapa prajurit desa sambil diselimuti udara panas matahari.
'Apanya yang dimintai keterangan, bukannya mempersilahkan masuk ke dalam ruangan, malah dibiarkan gosong di pekarangan sebagai penjahat' batin Levi sambil menatap tajam Earl Roderick.
Salah satu prajurit disamping Levi yang melihat Levi berani menatap Tuannya itu langsung memaki dan memberikan sebuah pukulan keras ke betis Levi menggunakan pedangnya yang masih tersegel sarung.
Tentu tidak akan ada efek fisik apapun terhadap Levi, tapi ia tetap merasa jengkel terhadap perlakuan prajurit itu. Mungkin karena berada di dalam kandang sendiri, prajurit itu jadi merasa superior dan sombong.
Segera Levi mendecih dan membalas dengan tendangan pelan ke belakang betis prajurit itu.
Krakk
Prajurit itu segera terjatuh sambil merintih kesakitan, terdengar bunyi suara pergeseran tulang di kakinya.
Melihat itu semua, sontak semua prajurit mengeluarkan senjatanya masing - masing dan mengadahkannya kepada Levi.
"Hentikan!" teriak sang Earl
Prajurit yang terluka itu kemudian dibawa untuk dirawat oleh prajurit yang lainnya.
Sang Earl meminta perkenalan diri dan penjelasan dari Levi atas tindakan pemukulan anaknya kemarin.
Levi mengaku bahwa ia adalah pengunjung desa Wincester yang kemudian menginap di penginapan Wincester milik ras elf.
Ia pun menjelaskan apa yang terjadi, mulai dari perdebatan kendrick sampai ke situasi dimana dirinya didatangi oleh pemuda sombong tersebut.
Earl Roderick sebenarnya sudah tau apa yang terjadi. Mendengar pernyataan Levi tentang dirinya adalah rakyat biasa, sang earl jadi memainkan sandiwara agar seolah olah Levi yang bersalah.
Levi pun tidak terima, ia minta diberikan saksi tambahan. Lantas sang earl memanggil para pengawal Roderick serta beberapa prajurit desa yang ia bayar untuk menyamar menjadi saksi palsu.
Kendrick yang merasa situasinya di atas angin pun langsung bangkit dari tempat duduknya dan mendekati Levi.
Dirinya ikut memberikan keterangan palsu sambil bersandiwara di depan semua yang hadir di pekarangan itu.
Sang Earl pun memutuskan hukuman penjara untuk Levi tanpa melalui persidangan resmi.
Levi lantas langsung menolak, ia mengatakan akan pergi dari kediaman sang earl dan mengancam untuk tidak macam - macam dengan penginapan Nenek Carla lagi.
Earl Roderick pun menjadi geram, ia baru pertama kali ini melihat adanya rakyat biasa yang tidak takut pada bangsawan sekelas dirinya.
Segera Ia memerintahkan prajuritnya untuk kembali menangkap Levi.