Magic Records

Magic Records
Beauty and The Beast



Setelah seharian Levi menyadari dirinya berpindah ke dimensi lain, dirinya pun membuat beberapa skema dan simulasi kehidupan di otaknya. Berandai asalkan Ia tidak dapat kembali ke dunia asalnya.


Memang sulit diterima bagi kebanyakan orang, tetapi ini adalah salah satu kejadian yang sempat dibayangkan oleh Levi.


Malam berganti pagi, mentari sudah terbit dari arah timur. Levi pun bergegas merapihkan diri lalu menuju ke ruangan tengah, menunggu Kakek Jhon untuk menjelaskan lebih detail tentang kehidupan di dunia ini.


Levi membawa devicenya untuk sekedar mengabdikan momen yang ada di dalam rumah tersebut.


"seperti berlibur disalah satu pulau terpencil dulu" kata Levi


Kemudian ia melihat Kakek Jhon serta mengajak berbicara menuju ke ruangan kerja nya.


Kakek Jhon menjelaskan bahwa dunia ini bernama Unknown World, dikarenakan tidak ada yang berani memberi nama pada dunia tersebut.


Mana Isla terisolasi dari dunia luar, untuk bisa keluar dari mana isla, harus menggunakan portal yang berada tidak jauh dari gerbang desa.


Disebut Mana Isla dikarenakan desa ini mengandung kepadatan Mana yang jauh lebih murni dan padat dari desa ataupun tempat lainnya.


Mana Isla sendiri jika dilihat dari peta dunia, berada di titik paling ujung sebelah kanan atas dari peta. Terlampau kecil untuk disebut pulau, makanya dinamakan desa.


Dilintasi lautan dan samudra yang luas, termasuk dalam Benua Yuropa, tetapi tidak termasuk dalam teritori wilayah kerajaan manapun.


Berdekatan dengan Benua Hamelika dan berseberangan dengan Benua Haverika.


'nama yang tidak asing' pikir Levi


Ada berbagai macam kehidupan di dunia ini, ras kehidupan ada beberapa jenis yang ter ekspose sampai saat ini. Seperti ras manusia, ras peri, ras elf, ras dwarf, ras demi-human, ras iblis, dan ras makhluk dimensional.


"Kakek Jhon, apa yang dimaksud dengan makhluk dimensional? dan ras demi-human itu berarti setengah manusia?" tanya Levi penasaran


Ras demi-human, seperti namanya, manusia yang sedikit tubuhnya mempunyai keunikan fisik dari ras lain. Kebanyakan mengandung fisik binatang, belum terpecahkan alasan demi-human dapat terlahir ke dunia ini, hanya saja ras demi human yang berada di luar teritori kerajaannya sering dijadikan sebagai budak oleh kebanyakan bangsawan.


Ras makhluk dimensional adalah sosok yang melebihi hewan pada umumnya, mereka dapat berbicara bahasa manusia, cerdas, kuat, angkuh, tetapi tidak suka berada disekitar makhluk yang lebih lemah dari dirinya sendiri.


Ras tersebut jarang menampakkan dirinya kepada makhluk lain, namun ada juga beberapa teritori yang menerima perlindungan dibawah kekuasaan makhluk dimensional.


Dilanjutkan mengenai sejarah pertempuran ras iblis dengan semua ras yang ada. Dahulu kala ras demi-god yang dapat menyaingi kehebatan ras iblis masih bisa dijumpai dimana - mana, tetapi setelah pertempuran terakhir sejak seribu tahun yang lalu, mereka menghilang seperti ditelan oleh dunia ini tanpa sisa.


Kakek Jhon menjelaskan bahwa ketidaknormal an pada tubuh Levi sedikit mirip dengan ciri - ciri tubuh demi-god.


Fisik yang kuat, penglihatan, pendengaran serta beberapa kemampuan yang lebih tajam dan besar dari ras lainnya. Apalagi fakta bahwa Kakek Jhon melihat mudahnya Levi memasukkan mana ke dalam tubuhnya.


Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa Levi adalah anak yang dicintai oleh mana.


"begitukah, hmm" tampak Levi yang sedang mengolah informasi tersebut sambil memainkan jari - jari tangannya.


"Mana Isla adalah suatu tempat yang Aku temukan sendiri dan aku mengajak beberapa individu terpercaya ku untuk mengolah desa ini. Alasan pulau ini terisolasi adalah, jika keberadaan makhluk jahat yang serakah mengetahui tempat ini, bisa kamu bayangkan sendiri akibatnya."


"Sihir adalah hal yang umum bagi semua makhluk, hampir delapan puluh persen makhluk selain hewan dan monster liar dapat mengalirkan mana sebagai perantara untuk menggunakan sihir"


"Untuk sihir itu sendiri, agak kompleks, kebanyakan makhluk hanya menguasai sihir tingkat dasar dan menengah. Sedangkan untuk sihir tingkat atas dan lanjutan hanya dikuasai oleh orang-orang dari pemerintahan, bangsawan kerajaan, petualang di Guild Petualang, Master Sihir di Akademi dan Gereja, serta beberapa makhluk kuat lainnya. Tak terkecuali serikat gelap ilegal dan penjahat lainnya"


Jawab Kakek Jhon meyakinkan


"Bisa kusimpulkan bahwa Kakek Jhon sendiri diantara makhluk kuat lainnya atau orang penting kerajaan bukan?" tanya Levi memastikan


"Haha, kau terlalu melebihkan ku nak Levi. Aku hanyalah orang biasa, namun memang keluargaku adalah keluarga bangsawan utama. Hanya saja, Aku dan keturunanku memutuskan untuk tidak terlibat dalam kegiatan diluar desa ini" Jawab Kakek Jhon sambil tersenyum tipis, menggambarkan perasaan yang sulit ditebak antara sedih dan rindu.


'kakek ini sepertinya terlalu merendah, jelas - jelas sihir yang digunakannya terlihat seperti sihir tingkat atas' pikir Levi


"Lalu kek, bisakah aku belajar sedikit ilmu sihir? Sepertinya Aku sedikit tertarik akan hal tersebut" tanya Levi


"Aku akan memutuskan setelah mendengarkan kisah hidup dan tujuanmu dulu nak Levi" sambil mempersilahkan Levi meminum teh hangat yang terisi penuh di cangkir di atas meja.


Levi meminum sedikit teh tersebut, memikirkan kakek Jhon yang membeberkan banyak informasi kepadanya. Mengesampingkan itu benar atau tidak, setidaknya Levi bisa sedikit mempercayai kakek tersebut.


Ia memperkenalkan dirinya sekali lagi, lalu menceritakan tentang kehidupan ia di bumi, tanpa sihir tetapi dilengkapi dengan peradaban yang lebih modern, sambil menjelaskan, ia menunjukkan fungsi beberapa peralatan yang ia bawa dari bumi.


Kakek Jhon menampilkan berbagai macam ekspresi yang terkadang membuat Levi sering menahan tawanya. Setelah selesai bercerita kurang lebih 2 jam lamanya, akhirnya Kakek Jhon memutuskan untuk mengajari Levi sihir dan beberapa etika di Unknown World, walaupun Levi dicintai oleh mana, belum tentu ia bisa mengontrol dan melakukan sihir tingkat dasar dengan mudah.


Mereka ber dua kemudian keluar ruangan lalu menuju ruang makan untuk sarapan, terlihat Silvi yang menyiapkan kebutuhan untuk sarapan pagi di rumah itu.


Bergantian dengan sang kakek yang menyiapkan makan malam.


Setelah selesai makan dan merapihkan ruangan, Levi dan Silvi diajak Kakek Jhon menuju rumah belajar yang letaknya berada di tengah desa.


Ctik


Levi kembali terangkat melayang, sambil mendiskusikan sesuatu dengan kakek. Mereka pun pergi menuju rumah yang dimaksud.


Penampilan serta tingkah Levi yang berbeda membuat para penduduk dan peri makin penasaran dengan pemuda tersebut.


Cekrekk Cekrekk


Levi mengabadikan pemandangan desa dengan devicenya. Membuat Silvi kebingungan. Tak lupa juga Levi mengambil foto Silvi berdua dengan kakeknya secara mendadak.


Menghasilkan foto yang membuat ekspresi Levi rumit. Awalnya ia akan berpikir kalau hasilnya akan jelek, karena prosesnya yang cepat dan mendadak. Tetapi setelah melihat hasilnya, ia pun tersenyum.


'perpaduan beauty and the beast'