
Ceklek..
Peti kayu itu terbuka, di dalamnya terdapat sebuah relik sihir yang diperkirakan Levi sebagai relik tingkat atas, namun terasa tidak asing baginya.
Relik itu berbentuk kunci berwarna perak, tercetak inisial K.K pada kepala kunci tersebut.
Dengan berbisik, Tuan Austin mengatakan, "sepertinya ini adalah barang yang diincar oleh mereka."
Tuan Austin kemudian melanjutkan perkataannya, relik tersebut ditemukan oleh pihak Kerajaan Ink-Lis pada 1 tahun yang lalu.
Awalnya mereka menganggap benda itu adalah sebuah kunci rumah biasa, tetapi suatu hari kunci itu bersinar dengan sangat terang dihadapan banyak orang.
Belum ada penyebab pasti mengapa kunci tersebut bersinar, para ahli relik pun dikumpulkan oleh pihak kerajaan.
Tetapi tidak ada satu pun yang berhasil mencari tau kegunaannya. Toko sihir Lodan pun akhirnya dipercayai oleh pihak kerajaan untuk meneliti kunci tersebut.
Tadinya mereka juga akan menyerah, sampai terdengar kabar bahwa pada satu bulan yang lalu ada sebuah relik berbentuk buku tebal dan usang dengan cetakan inisial K.K yang sama persis dengan kunci ini pada bagian sampul depannya.
Buku tersebut ditemukan oleh bawahan tuan kota Mencester, buku itupun tidak dapat dibuka paksa.
Seperti ada sesuatu yang menyegelnya, maka dari itu kunci ini dibawa untuk diteliti disana. Diyakini relik tersebut saling berhubungan dan menyimpan rahasia yang besar.
"Lalu kenapa Tuan Austin meletakkannya pada sebuah peti kayu yang besar?"
Tuan Austin menjawab itu sebagai pengecoh saja. Di dalam dua kereta barang lainnya pun hanya berisi sedikit peti kayu dengan bahan baku senjata serta tanaman herbal.
Sedangkan peti kayu yang tersisa memang sengaja tidak di isi apa - apa.
Levi lalu berbalik dari hadapan Tuan Austin, diam - diam ia mengeluarkan dua buah kunci pemberian kakek Jhon.
Kalau diperhatikan lagi, ada inisial dengan gaya pencetakan yang sama pada dua kunci tersebut.
Tertulis cetakan inisial H pada kunci yang menghubungkan ruang antara pintu manapun di desa Wincester dengan kediaman kakek Jhon di dalam penginapan desa Wincester.
Sedangkan pada kunci emas satu lagi tercetak inisial T.O .
Meski Levi belum pernah mencoba efek dari kunci tersebut, namun ia meyakini bahwa kunci itu juga sebagai penghubung suatu tempat.
'Ada misteri dibalik kunci - kunci ini, kurasa orang yang disebut sebagai Alien ini mengetahui informasinya.'
Levi menyimpan kembali ke dua kuncinya, lalu bertanya lagi tentang kebenaran dari hadiah turnamen.
Dan menurut Tuan Austin, kunci perak tidak dihadiakan untuk pemenang turnamen. Ia hanya mengantarkan hadiah turnamen karena kebetulan bertepatan dengan hari pengantaran kunci perak tersebut.
"Kenapa kalian tidak menggunakan relik ataupun sihir teleportasi untuk mempersingkat perjalanan?" tanya Levi.
Tuan Austin mengkerutkan keningnya, ia mengatakan ia hanya mempunyai kapasitas mana yang sedikit.
Sedangkan sihir teleportasi adalah jenis sihir yang langka, dan untuk relik teleportasi itu sendiri hanya dimiliki oleh beberapa pihak penting tertentu.
Di toko Lodan pun, hanya ada dua buah relik teleportasi, dan itu digunakan sebagai penghubung ke tempat darurat.
'Heh? kalau begitu bukankah Paman Ed, kakek Jhon dan beberapa penduduk desa dapat melakukan sihir teleportasi?' pikir Levi.
Kakek Jhon dan penduduk Mana Isla memang menyimpan banyak sekali rahasia.
Levi baru saja ingin menanyakan tentang cincin penyimpanan, namun ia mengurungkan niatnya.
Ia baru teringat dengan perkataan Pak Tua Alfred bahwa cincin penyimpanan adalah aksesoris sihir yang cukup langka. Bahkan yang dimiliki oleh orang lain pun, mempunyai batas penyimpanan, tidak seperti yang dibuat oleh THE ONE.
Tuan Austin hampir saja menjelaskan semua informasi yang ia punya, namun ia tersadar dan segera menutup mulutnya.
Semua orang yang pernah dijumpai Levi, tanpa sadar hampir memberikan semua informasi yang mereka miliki.
Mereka tidak mengerti mengapa, tetapi mereka merasa hal tersebut sebagai hal yang wajib dilakukan.
Lalu setelah selesai mendapatkan banyak informasi, ia memutuskan untuk melakukan perjalanan bersama pasukan Alien terlebih dahulu.
Sepertinya ia harus menunda kembali perjalanan ke kota Mencester.
Levi melepaskan tali pengikat pada kelompok petualang, ia mempersilahkan mereka untuk melanjutkan perjalanannya.
Setelah membereskan perlengkapannya, Naval mendekat ke arah Levi dan bertanya "Tuan Muda, terimakasih sebelumnya karena sudah menolong rombongan kami. Kami yakin jumlah kerugian kami akan sangat besar, jika Tuan Muda tidak datang.
Jika boleh tau, siapakah nama Tuan Muda ini? Apakah Tuan Muda juga seorang petualang?"
Levi mengelus dagunya dan menjawab ia hanyalah penduduk biasa dan bernama Levi.
Tentu saja tidak ada yang percaya dengan status kedudukan Levi yang hanyalah penduduk biasa, namun mereka tidak berani mempertanyakan lebih jauh.
Tuan Austin juga ikut menghampiri Levi. Ia memberikan sebuah kartu undangan VIP kepada Levi, ia berharap agar Levi bisa mampir ke toko sihir Lodan di kota Landen.
Tuan Austin mengatakan akan memberikan sedikit hadiah jika Levi singgah ke sana.
Levi menjawab bahwa ia akan mempertimbangkannya terlebih dahulu.
Rombongan Naval pun mulai memulihkan diri dengan sihir penyembuh milik Jack dan beberapa potion penyembuh.
Setelah itu mereka serempak mengucapkan terima kasih kepada Levi dan segera melanjutkan perjalanannya.
Sesaat kemudian, mereka pun tidak terlihat lagi dalam pandangan Levi.
Hari sudah siang, Levi melirik pasukan berjubah yang masih terikat relik tali sihir.
Ia kemudian membuka tudung kepala masing - masing pasukan, dari 13 orang yang datang, kini hanya tersisa 10 orang saja.
Mereka semua ras manusia dengan berbagai macam umur, yang termuda bahkan seumuran dengan Levi sekarang.
Ia adalah pengguna senjata death claw, yang ternyata adalah seorang anak perempuan.
Sisanya laki - laki semua, mereka kebanyakan memiliki tampang yang garang.
"Apa kalian semua mantan kriminal? atau buronan?" tanya Levi.
Karena masih terikat oleh tali sihir, mereka serempak menjawab Ya, kecuali dua orang yang masih muda termasuk anak perempuan tadi dan satu anak laki - laki yang sedikit lebih tua darinya.
Levi melemparkan pertanyaan demi pertanyaan kepada Rando dan pasukannya
Banyak pertanyaan dijawab dengan singkat, namun ada satu fakta yang menarik, mereka semua belum pernah melihat wajah Tuan Agung Alien.
Hanya pernah bertemu sekilas, karena jumlah pengikutnya yang mencapai angka ratusan.
Levi melepaskan ikatan mereka, lalu berkata untuk tidak bertindak yang macam - macam.
Tak lupa juga Levi menyuruh mereka untuk membereskan tubuh pasukan berjubah lainnya yang sudah tidak bernyawa.
Kemudian Rando dan pasukannya membawa Levi ke dalam hutan perbatasan kota Mencester dengan sangat hati - hati.
Tentu ia lebih baik mati daripada membawa musuh ke markasnya sendiri, tetapi orang yang ada di sampingnya ini mengetahui kata - kata tentang luar angkasa.
Membuat Rando menjadi ragu, bagaimana jika Levi adalah sekutu Tuan Agung Alien.
Ia mengatakan bahwa satu hari yang lalu, Tuan Agung Alien berada di dalam markas hutan perbatasan.
"Jadi ada berapa markas di kerajaan ini?"
"Tidak tau, silahkan bertanya sendiri pada Tuan Agung Alien nanti."
Mereka pun melesat ke arah hutan dengan cepat.