Mafia'S Girl

Mafia'S Girl
Episode 51



Setelah kemaren pulang dari rumah si Sasha, sekolah diliburkan selama 2 hari. Dan selama 2 hari itu, gw gaketemu si Sasha sama sekali. Kemana dia? Ya mana gw tau, dia juga gadatang ke basecampnya.


Saat sedang sibuk memikirkan si Sasha, terdengar suara ketukan di pintu rumah gw, lalu membukanya.


"Kak Rangga, ngapain kesini?"


"Gw gamau kesini kalo ga disuruh" ucapnya sambil masuk dan duduk di sofa


"Disuruh si Sasha ya?" Gw menebak dan duduk didepannya.


Dia mengangguk


"Dateng kerumahnya nanti jam 5 sore" ucapnya


"Kenapa ga chat aja?"


"HP gw sama dia rusak"


"Rusak kenapa?"


"Dia banting pas marah tadi pagi" jelasnya


"HP lo juga?"


"Iyalah, aduh anjir sakit dada gw" ucapnya sedih sambil memegang dadanya


"Tinggal beli lagi, duit lo kan banyak" ledek gw sambil tertawa


"Gaah, mau gw service aja nanti"


"Kenapa?"


"Gw dah terlanjur sayang sama HP gw yang sekarang" ucapnya lalu berdiri


"Yaudah itu aja, jangan lupa ntar jam 5 sore" sambungnya lalu keluar.


"Jam 5 sore dirumahnya mau ngapain coba?" Tanya gw dalam hati.


Karena hari masih siang dan masih jam 13:28, gw memutuskan buat nonton film 'Dokter Aneh' dan 2 jam pun berlalu


15:46, gw mandi dan bersiap siap.


Setelah selesai, gw mengambil jaket lalu keluar naik bis menuju sekolah dan sedikit berjalan ke apartemennya si Sasha lalu naik ke lantai 15.


"Kau telat 2 menit 18 detik" ucapnya saat membuka pintu


"Telat 2 menit doang" ucap gw mengelak


"Kau tau apa yang bisa kulakukan dalam 2 menit?"


"Iya deh maaf" gw lalu masuk dan menutup pintunya


"Btw, kenapa lo nyuruh gw kesini?" Sambung gw


"Kenapa? Kau gamau? Kalo gamau pulang lagi sana!" Jawabnya ketus


"Gw kan cuma nanya"


"Tanda tangan ini" ucapnya sambil memberikan dokumen tebal.


"Semua?"


"Iya"


"Dokumen apa?"


"Baca saja sendiri"


"Sebanyak ini?" Karena gw males baca, gw tanda tanganin semuanya tanpa pikir panjang.


"Ahhh akhirnya selesai" gw lalu bersandar di sofa dan meregangkan otot otot tubuh gw.


"Jadi, dokumen apa yang kau tanda tangani?"


"Semuanya"


"Yasudah" dia lalu membereskan kembali semua dokumennya dan menyimpannya.


"Jadi, itu semua dokumen apa?" Tanya gw kepo


"Kau gabaca?" Ucapnya


"Ngga"


Dan...


Plaakkk. Sebuah tamparan mendarat di pipi gw


"Auwww, sakit tau" gw mengerang sambil memegang pipi gw yang memerah


"Aku suruh baca dulu, kenapa tidak kau baca?" Ucapnya seram


"Gw males baca" jawab gw spontan


"Cih, kalo dokumen yang kau tanda tangani berbahaya  bagaimana?" Tanya nya membentak gw


"Lo gamungkin ngasih hal yang berbahaya ke gw" jawab gw enteng.


Lalu gw melihat raut mukanya


"Ini juga, ambillah" ucapnya memberikan sesuatu ke gw


"Paspor?"


"Iya, bersiaplah, kita berangkat 3 hari lagi"


"Bukannya masih lama ya?"


"Di undur"


"Ohh yaudah"


"Itu aja kan? Kalo iya gw mau rapiin baju dulu" sambung gw


"Hmm, pulanglah, besok pagi datanglah lagi" ucapnya


Gw lalu mebgangguk dan berjalan menuju pintu keluar dan membukanya


"Hai" ucap Kak Rangga di depan pintu.


"Uwaaaahhh, ngapain si lo tiba tiba muncul disitu?" Gw berteriak kaget.


"Gw baru mau buka pintu" jawabnya


"Haaah, yaudah gw mau pulang dulu" gw lalu melewatinya pergi.


"Kenapa dia?" Tanya Kak Rangga setelah memasuki rumahnya si Sasha


"Kau lihat wajahku? A-" ucapnya terpotong


"Kenapa kau kesini?"


"Nih, gw bawain sesuatu" sambil memberikan kantong plastik yang ada di tangannya.


"Jagung? Buat apa?"


"Buat di makan lah"


"Ahh, aku gatau mau masak apa"


"Sini biar gw kasih rekomendasi, hmm enaknya masak apa ya?" Tanya Kak Rangga sambil berpikir.


"Bubur saja ya" ucap Sasha


"Bubur jagung?"


"Hmm, mau?"


"Boleh, ntar gw kasih ulasan"


***


Flashback kejadian tadi pagi pukul 06:45


Rangga nginep dirumah Sasha di kamar satunya.


Dia lalu masuk ke kamar si Sasha dan mendapati dia belum bangun.


"Sha, bangun" ucapnya sambil menggoyangkan tubuh si Sasha.


"Shaa, bangun iiiihhh"


"Hmm, apa?" Lirihnya


"Lapar" ucapnya sambil cemberut


"Makan"


"Masakin"


"Kau kan bisa masak"


"Gamau, maunya masakan lo"


"Nanti siang aja"


"Sekarang, kalo ngga gw makan lo nih"


Sasha lalu berbalik membelakangi Sasha.


"Aaahh, Sha~" Rangga merengek


"Nanti siang"


"Gamau, ayo bangun"


"Banguuuuunn"


"Do you wanna build a snowman?" Ucapnya menyanyi sambil menusuk nusuk lengannya si Sasha


"Ngga" jawabnya pelan


"You don't understand me anymore, My stomach is dor dor dor" lanjutnya


"Haha dasar, mau makan apa?" Ucap si Sasha sambil berbalik melihat wajahnya Rangga.


"Mau lidah sapi sama mashed potato" jawab Rangga sambil tersenyum cerah.


"Kau mau sarapan dengan makanan berat?" Tanya nya lalu duduk


"Iyaa" jawabnya mengangguk.


"Kalo ngga bikinin sup jagung"


"Sandwich saja ya"


"Kalo gitu laksa deh"


"Ahh, iya deh sup ayam"


"Tapikan-" ucap Rangga terpotong


"Gaada jagung" ucap Sasha


"Yaudah deh" Rangga lalu tersenyum dan mengikuti si Sasha ke dapur.


Saat si Sasha memasak, Rangga bermain game di ponselnya dengan serius.


"Nih makanlah" ucap Sasha sambil memberikan sup ayamnya


"Iya bentar"


"Makan, nanti keburu dingin"


"Bentar, ini dikit lagi, 25 orang lagi"


Dengan kesal, Sasha lalu mengambil HP Rangga dan membatingnya keras ke lantai hingga HP nya hancur.


"Aaahhh, HP lo jadi ancur kan" ucap Rangga yang ternyata lagi main game di HP si Sasha.


Lalu Sasha mengambil HP Rangga dan membantingnya ke lantai.


"Aahh, HP kesayangan gw, lo kenapasi?" Ucap Rangga marah


Sasha hanya menatap Rangga dengan matanya yang tajam.


Lalu dia juga menumpahkan supnya di meja makan.


"Tadi yang minta makan siapa?" Bentaknya


"Gw" jawabnya ikut membentak


"Terus kenapa gadimakan?" Ucapnya dengan suara yang makin meninggi


"Gw kan lagi main game sambil nungguin lo masak" jawabnya sambil menunduk


"Aku masak galama kan?"


"Ya tapikan"


"Apa?!! Tapikan apa?!"


"Ck, beresin" Sasha lalu pergi meninggalkan Rangga disana


"Lo mau kemana?"


"Tidur" jawabnya singkat sambil membanting pintu kamarnya.