Mafia'S Girl

Mafia'S Girl
Episode 38



Besoknya jam 8 pagi.


Gw membuka mata gw karena cahaya matahari yang selalu menyapa gw lewat kaca jendela.


Saat gw meraba raba kasur disebelah gw, gw ga ngerasa ada seorangpun disana.


"Ahh, si Sasha dah pergi ya?" Gw lalu memejamkan mata lagi hingga terbangun lagi karena getaran hp gw.


"Halo?" Ucap gw setelah mengangkat telepon.


"Raka, lo ada acara ga hari ini?" Ucap si Ian di seberang sana.


"Hmm ada" jawab gw


"Lo baru bangun ya?"


"Hmm"


"Lo ada rencana ga hari ini?"


"Ada anjir! Budeg lo?" Jawab gw sedikit membentak


"Nah gini dong galak kaya biasa, hahaha"


"Rencana apa emang?"


"Tidur"


"Mening ikut gw aja yu"


"Ke?"


"Karena UTS kemarin dah selesai, gw sama beberapa anak lain dikelas ngadain pesta, ga terlalu besar ga terlalu kecil si, lo ikut ga?"


"Pesta apa?"


"Pesta Pasca UTS, ini acara wajib setiap selesai UTS" jawabnya


"Ohh gitu"


"Ikut kaga anjir!" Ucapnya membentak


"Dimana? Jam berapa?"


"Di hotel XYZ"


"Kenapa di hotel?"


"Hotel ini kan punya keluarganya si Zwana, Ayahnya yang nanggung semua biaya konsumsi nya, tenang aja lo gaperlu bayar" jawabnya


"Yaudah jam berapa?"


"Nanti jam 7 malem, lo kalo mau dateng aja sama si Sasha, kalo mau baca detailnya udah di share di grup kelas ko"


"Ahh iya iya"


"Oke" telepon lalu dimatikan.


"Ahh hari liburku yang cerah" gw lalu duduk dan 2 jam ga ngapa ngapainšŸ˜…


"Kalo pesta pasti pada minum minum ya?" Gw lalu membayangkan kenangan buruk gw saat mabuk


"Eeuuhhh" ucap gw sambil menggelengkan kepala


"Nanti jangan minum pokonya" gw menerapkan prinsip gw saat nanti datang ke pesta itu.


Gw mencoba menyibukkan diri dengan hal hal lain selama si Sasha pergi.


Karena bosen, gw memutuskan buat jalan jalan di taman di komplek sebelah dan duduk disalah satu kursi disana.


"Permisi, lo Raka ya?" Ucap seorang perempuan berbaju biru terang dengan celana pendeknya.


"Ehh, lo Mia?" Jawab gw setelah melihat wajahnya dan diapun tersenyum lalu duduk disebelah gw.


"Lama gaketemu ya, mungkin sekitar 3 atau 4 bulan" ucapnya


"Haha iya" jawab gw canggung.


"Gimana sekolah baru lo?"


"Bagus, lebih bagus dari sekolah sebelumnya"


"Ohh iyalah, sekolah elit emang beda"


"Btw lo lagi ngapain disini?"


"Keluarga gw baru pindah 2 hari lalu kesini"


"Ohh yaudah"


"Gw juga mau pindah ke sekolah lo loh"


"Ehh kenapa?"


"Ya biar deket aja, rumah gw yang sekarang sama sekolah lama gw kejauhan jaraknya, Ayah Ibu gw juga udah setuju ko" jelasnya


"Btw lo lagi ngapain disini? Tinggal di komplek ini juga? Yang mana rumah lo?" Sambungnya


"Ngga, gw tinggal di komplek sebelah, kesini karena gabut aja dirumah"


"Ehh beneran? Ahh gw pengen makan masakan Ibu lo lagi, gw boleh main kan kapan kapan?" Ucapnya


"Gabisa"


"Kenapa?"


"Lo gatau alasan gw pindah?"


Dia hanya menggeleng


"Ahh wajar si, lo kan sibuk" jawab gw


"Karena gw pindah ke sekolah baru, gw gabakal se populer dulu ko" ucapnya


'Iyaa bodo amat anjir gw gapeduli' maki gw dalam hati.


Gw hanya tersenyum membalasnya


"Udah sore, gw pulang dulu ya" ucap gw lalu berdiri


"Mau kemana?"


"Ada janji"


"Ohh yaudah, dah ketemu lagi nanti ya" ucapnya dengan senyum manisnya sambil melambaikan tangannya.


Gw berjalan keluar komplek hingga berhenti karena suara seseorang yang sangat familiar di telinga gw.


"Kau sibuk pacaran dengan wanita lain saat aku sedang bekerja?" Ucap seorang cewe dibelakang gw


Gw berbalik dan melihat si Sasha yang penuh luka di wajahnya yang mengeluarkan darah dan perut yang dihiasi luka sayatan.


"Sha? Kenapa disini? Kenapa ga kerumah sakit?" Jawab gw panik melihat penampilannya.


Dia hanya tertawa menyeringai


"Aku menyelesaikan pekerjaanku dengan cepat karena ingin segera bertemu denganmu, tapi kayaknya aku mengganggu kalian ya? Lanjutkan saja aku akan pulang" ucapnya lalu pergi meninggalkan gw.


"Sha, dia cuma-" gw mencoba mengejarnya


Bughh


Sebuah pukulan tepat mengenai perut gw dan gw pun jatuh berlutut di depan si Sasha.


"Jangan mengikuti ku, pulanglah sebentar lagi gelap" ucapnya lalu berbalik dan meninggalkan gw disitu sedirian yang lagi menahan sakit di perut gw.


"Lo abis ini jangan jadi sadboy ya" ucap Kak Rangga yang berhenti tepat di samping gw.


"Lo sejak kapan ada disini?" Tanya gw sambil bangun


"Gw tadi ngikutin si Sasha, terus liat kalian deh" jawabnya


"Ikut gw" lanjutnya sambil menatap gw dengan tatapan tajam.


Dia lalu berjalan dan gw mengikutinya sampai kami tiba di sebuah jalanan yang sepi dan dia berhenti disana.


"Kita ngapain kesini kak?"


Dan tanpa aba aba, Kak Rangga juga langsung mukul perut gw anjir T_T pukulannya beda banget sama si Sasha tadi, yang ini udah kaya dipukul titan gw:(


"Aauuhhh, aghhh kenapa si Kak?" Tanya gw sambil memegang perut gw dan berlutut dibawahnya.


"Apanya yang kenapa?" Jawabnya dingin


"Kalian hari ini kenapa? Lo sama si Sasha mukul gw loh hari ini, biasanya ngga"


Dia lalu menginjak bahu gw dan mendorong gw hingga bersandar di batang pohon belakang gw.


Dia lalu membungkuk dan mulai berbicara


"Lo gila?" Ucapnya


"Gw? Gw gila kenapa?" Jawab gw bingung


"Lo abis pacaran sama cewe tadi kan?" Ucapnya dengan mata yang mau ngebunuh. Serem anj.


"Ngga, dia bukan pacar gw"


"Oh ya? Terus siapa?"


"Dia temen di sekolah gw sebelumnya, tadi gasengaja ketemu"


"Heh lo pikir gw bakal ketipu? Sekolah lo sebelumnya ada dikota sebelah, ngapain dia sekolah disana kalo rumahnya disekitar sini?"


"Dia baru pindah 2 hari lalu"


"Ehh iya juga" gumamnya lalu melepaskan kakinya dari bahu gw.


Gw lalu berdiri dan menghadapnya.


"Terus tadi ngapain duduk berduaan gitu?"


"Kenapa lo nanyain hal ini ke gw?" Lanjut gw


"Jangan jangan..." ucap gw sambil menutup mulut dengan tangan


"Jangan mikir yang aneh aneh" jawab Kak Rangga


"Jangan jangan lo suka gw ya?" Ucap gw spontan sambil mundur selangkah dari dia


"Gw bilang jangan mikir yang aneh aneh bego" jawabnya sambil memukul kepala gw


"Ya terus apa? Gw kan jadi ngeri sendiri"


"Lo kan lagi deket sama si Sasha, terus gw liat lo berduaan sama cewe lain ya wajar lah gw nanyain" jelasnya.


"Ahh iya sih wajar, tapi kan gawajar kalo mukul duluan"


"Sorry kebiasaan" jawabnya lalu tertawa.


"Btw, lo kenapa ga luka luka?" Tanya gw bingung melihat wajahnya yang masih mulus


"Gw luka luka ko, mau liat perut sama dada sama tangan gw?" Jawabnya


"Gausah, haha" ucap gw tertawa canggung


"Ahh, gw lupa soal luka si Sasha, yaudah gw duluan ya, bye" ucapnya lalu berlalu dan melambaikan tangannya.


"Wahahh, abis mukul langsung pergi gitu aja, ck ck ck" ucap gw sambil menggelengkan kepala.


Karena hari sudah mulai gelap, gw pulang kerumah.


***


Rumah Keluarga Hermawan jam 7 malam.


Si Sasha membuka pintu dan mendapati Papanya dan Mama tirinya sedang berbincang di ruang tamu, lalu melirik kearahnya saat pintu terbuka.


Si Sasha berjalan masuk


"Queensha, kamu kenapa luka luka?" Ucap Mama tirinya menghampiri si Sasha dengan panik.


"Jangan menyentuhku" ucap si Sasha menepis tangan Mama tirinya dari lengannya


"Queensha!! Jaga kesopananmu didepan Mamamu" bentak Papanya


"Mama? Siapa? Dia? Haha so funny" jawab Sasha lalu naik dan masuk ke kamarnya.


Setelah dia masuk, dia lalu membuka jaketnya dan terdengar suara ketukan di kaca jendelanya.


Sasha mendekat dan menyibak tirainya.


"Hai, buka dong" ucap Rangga dibalik jendelanya.


Jendela dibuka dan Rangga masuk kekamarnya si Sasha.


"Ngapain kau manjat rumah orang malam malam begini?"


"Malem? Ini baru jam 7 loh padahal" jawabnya santai


"Kenapa tidak masuk lewat pintu depan?"


"Gw males ketemu Kakak tiri lo"


"Mereka bukan Kakakku"


"Iyalah, Kakak lo kan cuma gw doang" jawabnya dengan sombong


"Dasar, kenapa kau kemari?"


"Mau ngobatin luka lo, duduk sini biar gw liat" ucap Rangga lalu mendudukkan si Sasha di kursi belajarnya.


"Aku tak apa, ini hanya luka kecil" jawab si Sasha.


"Tetep aja Sha, lo cewe, gapantes punya tubuh penuh luka kaya gini"


"Tubuhmu juga terluka tuh"


"Gw kan cowo, lo tau bekas luka di badan cowo tuh kaya penghargaan tau"


"Penghargaan? Penghargaan apa?"


"Gatau gw juga, asal ngomong aja biar keren" jawabnya lalu tertawa


"Anak sialan"


"Hmm, mana kotak P3K nya?"


"Diatas lemari" jawab si Sasha


"Diatas lemari? Serius?" Tanya Rangga gapercaya


Sasha hanya mengangguk


"Lemari tinggi gini lo taro diatasnya? Gimana ngambilnya?"


"Naik kursi, kau bodoh?" Jawab si Sasha


"Ahh iya juga, sini lo pindah duduk dikasur aja"


Rangga lalu mengambil kotak P3K nya dan mulai mengobati si Sasha.


"Lo gaada perban?"


"Harus pake perban?"


"Iyalah"


"Tapi aku mau mandi"


"Heh, gaboleh mandi dulu"


"Kenapa? Aku belum mandi hari ini"


"Ya emang kenapa? Gamandi sehari gapapa" jawabnya.


Rangga selesai mengobati si Sasha.


"Buka bajumu" ucap si Sasha


"Hah? Mau ngapain? Lo jangan macem macem sama gw ya" jawab Rangga


"Jangan mikir yang aneh aneh, akan ku obati lukamu, buka bajumu"


"Gaperlu, luka gw udah sembuh ko"


"Oh ya?"


Rangga mengangguk


"Lalu itu darah siapa yang mengalir dari perutmu?" Ucap si Sasha


"Ehh, anjir ko gw gasadar, gw obatin sendiri aja"


"Gamau, aku saja"


"Lo emang ngerti?"


"Ngerti"


"Ini obat buat apa?"


"Itu salep buat luka kan?"


"Ini buat sembelit anjir, udahlah biar gw aja sendiri"


"Ehh salah ya? Yasudah"


Jam 7.30 malam.


"Kau mau ikut aku?" Ucap si Sasha ke Rangga yang sedang memakai bajunya


"Kemana?"


"Pesta pasca UTS"


"Mau, tapi gw ada janji sama tuan putri, lain kali aja ya"


"Yasudah" si Sasha lalu mengambil baju dari lemarinya dan memakainya.



"Gimana cocok ga?" Tanya Sasha


"Cocok ko, bagus, masih pas dibadan lo"


"Tapi Sha, lo beneran mau pergi?" Sambung Rangga


"Iya, kenapa?"


"Luka diwajah lo gimana? Gamungkin lo pergi kepesta tapi muka lo penuh luka gitu"


"Akan kututupi pakai ini" jawabnya


"Apa itu?"


"Aku gatau namanya"


"Yaudah lo cepetan dandannya, gw nunggu dibawah ya"


"Oke"


"Btw lo mau bawa mobil?"


"Iya, yang kuning" jawabnya.


"Yaudah gw minjem motor lo ya"


"Hm" jawabnya singkat lalu Rangga keluar dan si Sasha sibuk dandan.