Mafia'S Girl

Mafia'S Girl
Episode 26



Tok tok tok


Gw mendengar suara ketukan di pintu dan membukanya. Si Sasha masuk sambil membawa koper dan menyerahkannya ke gw.


"Apa ini?"


"Gajimu kemarin" dia lalu duduk di sofa samping kasur gw


Gw membuka koper itu dan melihat ada tumpukan uang merah yang tertata rapi didalamnya.


"Ini gakebanyakan?"


"Gajimu dipotong 85% karena telah berbuat sesuatu padaku" ucapnya


Seketika gw teringat kejadian malam itu


"Maaf"


Kalau dipotong 85%, kenapa ini uang masih numpuk woyy, apa emang bayarannya segede itu?


"Apa lo dapet lebih banyak dari ini?"


"Iya, ditambah dari potongan gajimu"


"Ini gapapa gw ambil?"


"Jika tak mau buang saja"


"Enggak, enggak, sayang kalo dibuang nyari uang itu susah, yaudah gw terima, makasih ya"


"Hm" dia lalu tengkurap di sofa gw sambil memakai eraphonenya dan membaca buku.


"Btw, rambut lo warnanya bagus"


"Baru beli"



"Apa lo liatin gw kaya gitu?"


"Nggak, hanya saja kau terlihat biasa saja setelah melakukan itu"


"Gw kan dah minta maaf" balas gw menundukkan kepala


"Aku tau" lalu dia melanjutkan membaca bukunya


Tiba-tiba terlintas di pikiran gw buat nunjukkin video yang dikirim Kak Rangga kemarin malam, gw mangambil hp gw dan memutar videonya di depan si Sasha.


Dia lalu melihat kearah gw dengan mata yang melotot lalu bergerak dengan cepat kearah gw untuk mengambil hp gw, gw memegang hp gw dan menahan si Sasha dengan tangan gw, tenaga nya kuat banget anjirr, gw sampe jatoh tiduran sambil menjauhkan hp gw dari si Sasha, dia berada di atas gw dan berusaha meraih hp gw tapi gw tahan kakinya dengan kaki gw supaya dia ga bisa maju dan mengambil hp gw.


Ditengah keributan itu, gw melihat wajah si Sasha yang ada diatas gw dan memandangnya dengan lekat, gw melemaskan otot otot gw dan kakinya terlepas lalu dia berhasil mengambil hp gw. Setelah dapet, dia melihat gw yang ada dibawahnya dan kami pun bertatapan beberapa lama.


Dengan hangatnya cahaya matahari yang masuk melalui jendela dan mengenai wajah si Sasha, gw memegang bahunya dan memindahkan posisinya jadi dibawah gw dan menatapnya cukup lama. Perlahan, gw mendekatkan wajah gw dan dia pun mulai menutupkan matanya.



Jantung gw berdetak dengan sangat cepat dan...


Cup, satu kecupan berhasil mendarat di bibir mungilnya, dia membuka matanya dan menatap gw dengan tatapan hangat yang belum pernah gw liat sebelumnya.


Triing... Triing triing triing


Suara notifikasi gw menyadarkan gw dan langsung bangun lalu duduk sambil menundukkan kepala


"Maaf" gw menunduk sambil menutup mulut dengan tangan dan pipi yang memerah.


"A-aku akan turun, kau masak sana, aku akan makan malam disini" lalu dia keluar dan menutup pintu dengan buru buru.


"Dasar gila, lo ngapain si Raka? kenapa suasananya juga mendukung si?"  ucap gw sambil memukul kepala gw pake bantal.


"Aduhh gimana nanti kalo gw ketemu si Sasha, harus bersikap kaya biasa kah? gimana ini gimana?" gw gelisah sambil melihat hp gw yang masih menyala karena notifikasi dari Kak Rangga


Chat :


Kak Rangga : Lo dah nerima uangnya kan?


Raka : Iya, makasih ya Kak


Raka : Banyak banget ini


Kak Rangga : Banyak? lumayan lah buat lu jajan sebulan hahaha


Raka : Iya banyak banget, cukup buat biayain hidup gw sepuluh tahun hahaha


Kak Rangga : Yaudah


Gw hanya melihat chatnya dan langsung offline.


"Haah...untung aja Kak Rangga ngechat, coba kalo ngga, pasti gw dah ngelakuin macem macem ke si Sasha, bodoh... bodoh..."


"Gapapa, ayo masak!! bersikap kaya biasa aja nanti" gw menenangkan diri gw sambil mencoba memasak mengikuti resep karena jujur gw cuma bisa masak yang simple-simple kaya mie instan, telor dadar, ama nasi goreng.


***


Pukul 06.45 PM


Dan gw masih memasak makanan yang enak dengan mengikuti resep, lalu pintu terbuka dan si Sasha masuk.


"Ngapain kau?" ucapnya sambil melihat dapur gw yang berantakan


"Gw gabisa masak soalnya, hehe"


"Rapikan saja, kita beli online aja" dia lalu berbalik dan duduk di sofa, gw pun merapikan dapur gw dan duduk di kasur depan dia.


"Mandi sana, kau bau" ucapnya sambil menutup hidungnya


"Ahh" gw mencium baju gw dan bau keringat


Gw lalu berlari ke kamar mandi dan bodohnya gw gabawa baju ganti.


Gw keluar lagi buat bawa baju ganti ama handuk


"Kenapa balik lagi?" sambil membaca buku


"Gw mau bawa baju ganti"


"Cepatlah, makanannya bentar lagi nyampe"


"Iyaa" gw berjalan ke kamar mandi.


Gw selesai mandi lalu memakai parfum di beberapa bagian baju gw biar gaterlalu bau lalu keluar dengan handuk ditangan sedang mengeringkan rambut yang basah.


"Makanannya dah nyampe?"


"Belum"


"Ooh, gitu ya"


"Hm, btw sini duduk" ucapnya dengan nada serius


Gw duduk disamping dia sambil menundukkan kepala dan handuk masih menggantung di kepala gw.


"Kau dapet darimana video itu?"


Degg... dia langsung nanyain itu? harus gw jawab apa?


"Ahh, gw harus buka pintu" gw berjalan kearah pintu dan membukanya.


"Atas nama Raka?"


"Iya mas, saya"


"Semuanya jadi 470 ribu ya"


"Ehh? belum dibayar emang mas?"


"Kan masnya sendiri yang pilih cash"


"Ohh iya bentar" gw masuk sambil bawa makanannya dan membawa uang dari koper yang dibawa si Sasha tadi trus bayar ke driver itu.


"Lo beli apaan? mahal banget anjir" ucap gw protes


"Makanan, ayo buka" balasnya lalu turun duduk di karpet.


"Ya makanan apa" ucap gw ikut duduk


"Buka saja, nanti juga kau tau"


Gw membuka bungkusan itu dan melihat ada 2 porsi ayam geprek ukuran jumbo, lalu 1 box donat ICO, 2 gelas green tea, ada buah kemasan yang udah dipotong, dan beberapa cemilan.


"Lo pesen sebanyak ini?"


"Hm" dia mengambil 1 porsi ayam geprek dan membukanya.


"Kenapa lo kepikiran beli ayam geprek?"


"Lagi mau makan pedes"


"Ohh gitu ya, yaudah makasih ya"


"Buat apa?"


"Makanannya"


"Kan kau yang bayar"


"Ah iya juga, hahah"


Gw memakan makanan kesukaan gw yaitu ayam geprek, apalagi ini porsinya jumbo jadi kenyang banget dah gw.


Selesai makan, gw duduk untuk membiarkan tubuh gw mencerna makanan yang masuk


"Aaah, kenyang banget gw"


"Hmm"


"Lo mau pulang kapan?"


"Nginap"


"Hah?!" ucap gw kaget "Oh..lo mau tidur di basecamp anak buah lo ya?"


"Disini" ucapnya


"Apa?!! lo mau nginep disini? kenapa?"


"Jika mendekati UTS, Ayahku akan menyuruhku untuk tidur dirumahnya biar gampang ngawasin kalo aku benar-benar belajar apa ngga, lalu aku juga gaboleh keluar rumah, apalagi bekerja, padahal kan dirumah hanya melihat mereka itu bosen tau" ucapnya panjang


"Ahh iya, seminggu lagi UTS ya? padahal baru kemaren pindah masa dah UTS lagi, gw harus belajar yang bener"


"Soalnya gampang ko, ngapain belajar"


"Lo enak bisa matematika, pasti lo juga ngerti fisika, lah gw cuma ngerti 2+2 doang"


"Yasudah, besok saja belajarnya"


"Ehh emang kenapa kalo sekarang"


"Ayo nonton" ucapnya sambil berjalan ke meja belajar gw dan membuka laptop gw.


"Mau nonton apa?"


"Aku ada beberapa list film di hp ku"


"Yaudah" gw membawa laptop gw ke kasur gw


"Ahh, kita nontonnya disini aja, disana kursinya cuma 1, gw juga gaada meja kalo mau nonton di sofa"


Dia mengangguk dan berjalan kearah gw lalu tengkurap di kasur sambil melihat hpnya mencari list film yang ingin dia tonton.


Gw melihat wallpaper hpnya foto dia lagi senyum cakep banget woy


"Ahh ini dia, kata Rangga film ini bagus, nonton ini aja ya"


"Ah, iya iya terserah lo aja"


"Yaudah cari" gw lalu mencari film itu di browser laptop gw dan dia mematikan lampu lalu menarik selimut dan menutupi kepalanya dengan selimut, dan gw pun mengikutinya


Kami menonton film bergenre action romance ini tanpa berbicara sedikitpun, lalu gw menengok melihat si Sasha yang ada disamping gw, dia udah tidur sambil melipat kedua tangannya dan wajahnya mengarah ke arah gw, gw melihat dia yang lagi tidur dengan keadaan ruangan yang gelap dan hanya ada cahaya dari layar laptop gw.


Tak lama kemudian, gw pun mengantuk dan tidur disamping si Sasha.


***


Pagi hari pukul 05.00


Gw terbangun karena tangan gw pegel dan melihat ada si Sasha yang lagi liatin gw



"Ahh kapan lo bangun?"


"5 menit lalu" ucapnya


"Kenapa lo liatin gw kaya gitu?" gw bergerak merubah posisi gw.


"Ngga, Aku ga liatin kamu tuh" lalu berbalik


"Yaudah lanjut tidur sana, masih pagi"


"Hm"


Gw berbalik dan tidur membelakangi si Sasha.


Perlahan gw memejamkan mata gw yang masih mengantuk, lalu sebuah tangan melingkar dari belakang gw.


"Sha, lo- lo ngapain?"


"Dingin"


"Kan bisa selimutan"


Dia lalu membenamkan kepalanya di punggung gw lalu gw pun berbalik dan balas memeluknya.


"Masih dingin?"


Dia hanya menggeleng sambil membenamkan wajahnya di dada gw.