Mafia'S Girl

Mafia'S Girl
Episode 32



Pulangnya...


Gw berjalan menuju parkiran bareng si Sasha dan melihat Kak Rangga lagi-lagi nunggu di deket mobil si Sasha.


"Motor mu hilang lagi?" Tanya si Sasha begitu mendekat.


"Gw kan tadi berangkat bareng lo" jawabnya


"Lalu?" Balasnya


"Gw makan malam dirumah lo ya" ucapnya


"Oke, naiklah" dia lalu naik ke mobilnya dan...


"Kenapa gajalan, Sha?" Tanya gw heran


"Tunggu saja" balasnya


Hampir 15 menit kami menunggu, akhirnya seseorang datang dan masuk ke mobil duduk disamping gw di kursi belakang.


Ohh iya, si Sasha kan janji mau ngajarin si Zaki fisika ya... apa gw ikut juga?


Dia lalu menyalakan mesin mobilnya dan keluar gerbang lalu melaju ke apartemennya.


Sampai di pintu masuk utama apartemen, gw, Zaki dan Kak Rangga turun sedangkan si Sasha ke parkiran lalu menghampiri kami di pintu utama.


Lagi-lagi kita naik tangga,


"Zak, lo gacape naik tangga?"


"Ngga, kenapa? Lo cape?" Jawabnya


"Lumayan lah"


"Biasain ya, hahaha" balasnya sambil tertawa lalu kamipun sampai di lantai 15 dan masuk kerumahnya.


Kak Rangga lalu merebahkan badannya di sofa.


"Ahh, enaknya" ucapnya sambil memejamkan matanya.


Gw ama si Zaki duduk di sofa lainnya


"Jika ingin minum buka saja kulkas, ada beberapa minuman disana" ucapnya lalu masuk ke kamar mandi.


"Ehh ada banyak kah?" Ucap Kak Rangga lalu berdiri dan berjalan ke arah kulkas lalu membukanya


"Wahh, ada susu pisang, hmm terus gw mau apalagi ya?" Ucapnya bingung.


"Kalian mau apa?" Ucapnya sedikit berteriak ke arah kami


"Gw air putih aja" ucap si Zaki


"Ini aja enak" ucapnya sambil membawa beberapa minuman di tangannya lalu menutup kulkasnya dan kembali duduk disofa sambil meletakkan minuman itu di meja.


"Banyak banget lo bawa" tanya gw


"Iya, soalnya gw suka semuanya, hahah" ucapnya


"Minum aja gapapa, kalo abis juga pasti dia ngestock lagi banyak-banyak" sambungnya


"Ehh btw si Sasha punya itu gak ya?" Gumamnya lalu kembali ke arah dapur dan membuka semua lemari kabinet yang ada di dapur itu dan menemukan apa yang dia maksud.


"Ini dia, hahaha" lalu kembali duduk membawa sebuah kotak


"Itu apaan Kak?" Tanya gw


"Anak kecil jangan minta ya, hahah" dia lalu membukanya dan didalamnya ada botol minuman berwarna kuning.


Kak Rangga lalu membukanya dan menuangkannya ke dalam gelas kecil yang ia bawa tadi bersamaan.


"Gw kayanya pernah liat ini deh, tapi dimana ya?" Ucap gw sambil mencoba mengingat ingat


"Di klub itu, lo minum ini kan ampe gasadar"


"Ohh iya, gw waktu itu minum banyak karena disuruh ama pak tua itu"


"Tapi enak kan?"


"Enak pas udah ditelen nya doang"


"Lagi apa kalian?" Ucap seseorang disamping kami.


"Ehh lo dah selesai mandi?" Tanya Kak Rangga sambil menyembunyikan botol minuman itu kebelakang badannya pelan-pelan


"Apa yang kau sembunyikan?"


"Bukan apa apa ko" jawabnya


"Apa?" Tanyanya


"Botol alkohol" ucap si Zaki yang sedang main game di hp nya


Kak Rangga langsung membeku dan mengeluarkan botol itu lalu menaruhnya diatas meja


"Dasar, kau itu masih sekolah" omelnya ke Kak Rangga


"Emang umur lo berapa? Lo juga kan masih sekolah"


"Heh, kalo mau minum tuh ajak-ajak" ucapnya.


Mendengar itu Kak Rangga langsung senyum sambil menuangkan minuman itu ke gelas dan memberikannya ke si Sasha.


"Gabolehh!!" Ucap si Zaki merebut gelas itu dari tangan si Sasha


"Kenapa?" Tanya si Sasha melihat tingkahnya


"Lo kan katanya mau ngajarin gw fisika, kalo mabuk nanti gajadi, gw susah loh minta ijin ke emak  gw" ucapnya sambil mengomel


"Ck, gaseru, buka bukumu" ucapnya lalu duduk disamping si Zaki dan mereka pun mulai belajar.


"Raka, main game yuu" ucap Kak Rangga ke gw


"Main game apa?"


"Game apa ya yang bisa mabar?" Ucapnya sambil berfikir


"Ooh,,, lo bisa maen game battle royal ga?" Sambungnya


"Kaya gimana?"


"Itu yang tembak-tembakan" jawabnya


"Lumayan, gw waktu smp pernah main walau galama"


"Oke ayo maen" lalu menarik gw ke salah satu ruangan.


"Ruangan apa ini? Gw baru liat" ucap gw melihat sekeliling ruangan itu yang ada 3 buah monitor di meja yang setengah melingkar dengan kursi gaming di tengahnya, disekelilingnya dilengkapi peredam suara yang ditempel didinding dan beberapa lampu yang berwarna warni.


"Ruang gamingnya si Sasha" jawabnya lalu duduk di kursi gamingnya


"Lo ambil kursi aja diluar, gw mau pasang controller nya dulu" ucapnya


Gw mengambil kursi di meja makan dan kembali ke ruangan itu.


"Udah? Sini kita mulai aja mainnya"


Gw mendekat dan duduk di kursi yang gw bawa dan Kak Rangga mulai menyalakan monitornya.


Dan setelah monitornya nyala, gw melihat wallpaper di ketiga monitor itu tampak sama. Foto si Sasha yang lagi senyum sambil bawa gitar.


"Dih, dasar orang narsis" omel Kak Rangga yang melihat layar monitornya


"Dia jago di bidang musik, cuma dianya aja yang gamau kembangin dan malah jadi mafia"


"Berarti dia bisa nyanyi dong?" Tanya gw penasaran


"Iya, lo mau denger dia nyanyi?" Ucapnya


"Gimana?"


"Nih ya, gw waktu masuk ke hard drive nya liat banyak video dia lagi nyanyi sambil main gitar" Kak Rangga lalu membuka file video disana dan banyak banget video dia, lalu Kak Rangga membuka salah satunya dan memutarnya.


Gw mendengarkan nyanyiannya dan suaranya enak banget didengerin woyy, kalo kata orang orang mah 'Kupingable'


Dan video itu berakhir dengan durasi 2.30 menit


"Udah, ayo maen" ucapnya lalu membuka salah satu game yang ada di desktop nya.


"Kenapa diem aja?" Tanyanya


"Ehh? Gw kan nungguin game nya dimulai" jawab gw kebingungan


"Ya mana mau mulai gamenya kalo lo gamasuk ke gamenya, lo mau liatin muka si Sasha?" Ucapnya


"Emang pake 2 monitor ya?"


"Yaiyalah, kan kita mau maen bareng, kalo di 1 monitor mah nanti pusing yang mana karakter gw yang mana karakte lo, udah buruan login" jelasnya panjang lebar.


"Iya-iya" gw lalu membuka game itu dan membuat akun baru, lalu main bareng Kak Rangga


Beberapa jam berlalu dan waktu menunjukkan jam 07.08


"Kak, udah jam 7, berenti aja yu"


Kak Rangga langsung melihat jam di hpnya


"Ah iya, sayang banget kalo ngelewatin makanan buatan si Sasha, ayo keluar" ucapnya lalu bangun dan berjalan ke pintu masuk


"Ohh, bawa juga kursinya"


"Iya" gw mengikutinya keluar sambil membawa pintu dan tercium bau masakan yang wangi banget anjir lalu duduk di kursi meja makan depan si Zaki.


"Udah belajarnya?" Tanya gw


"Udah, langsung ngerti gw diajarin ama si Echa, beda kalo ama guru"


"Echa?" Tanya gw


"Namanya kan Queensha, Karena gw sering manggil dia Ca, yaudah gw tambahin E didepannya" jawabnya santai


"Ohh gitu, hubungan kalian kayanya baik ya"


"Biasa aja, sebenernya gw canggung tiap deket si Eca, gatau kenapa, karena dia jadi dingin atau karena emang dia Queensha, gw sebelumnya ga terlalu canggung kalo sama Hana" jelasnya


"Ohh gitu ya" balas gw


"Makanlah, berhenti bicara" ucapnya sambil memberikan 4 porsi makanan yang sama.


"Wah Jepang lagi" seru Kak Rangga excited


"Ini makanan dari Jepang?" Tanya gw


"Iya, namanya Yoshinoya" jawab Kak Rangga


"Mau minum apa?" Tanya si Sasha


"Gw mau orange juice, pake es ya" seru Kak Rangga


"Gw cocopandan aja" seru si Zaki


"Gw air aja" ucap gw


"Oke" dia lalu berbalik dan menuangkan air ke gelas lalu memberikannya kepada kami dan diapun duduk depan Kak Rangga samping si Zaki


"Sha?" Ucap Kak Rangga


"Hm?" Balasnya


"Lo bodoh ya?" Ucapnya


"Apa?" Balasnya dengan muka yang datar


"Gw kan minta orange juice pake es" ucapnya kesal


"Sudah kubuatkan" balasnya sambil memegang sumpit


"Tapi kan bukan naro buah jeruk di gelas isi air terus pake es" sambil menggenggam sumpit dengan muka yang kesal


"Aku malas buat" balasnya sambil menyuapkan nasi ke mulutnya


"Kalo males kenapa nawarin?" Omelnya


"Formalitas"


"Anak sialan"


"Makan saja atau kulempar kau dari balkon?" Bentaknya ke Kak Rangga


Mendengar itu wajah Kak Rangga langsung pucat lalu memakan makanannya.


"Kenapa gw terus si korbannya, mereka kek sekali kali" gumamnya


"Hmm, gimana ya? Melihatmu seperti tadi lucu si, hahaha" jawab si Sasha sambil ketawa


Kami membeku dan melihatnya setelah mendengar si Sasha


Traaak....


Si Zaki menjatuhkan sumpitnya mengenai meja


"Kenapa menatapku seperti itu?" Ucapnya sambil mengernyitkan dahi menatap kita bergantian.


"Anjiiirrrrrt!!! Gw lupa pasang kamera, lo ngerekam ga tadi?" Heboh Kak Rangga sambil pegang kerah seragam gw


Gw hanya menggeleng masih membeku.


"Cih menyebalkan" gumam si Sasha melanjutkan makannya.


Kami makan dengan suasana yang heboh karena Kak Rangga melewatkan momen yang menurutnya langka.


"Kalian pulanglah jika sudah selesai" si Sasha lalu berdiri karena dah selesai makan.


"Gw nginep aja ya, apartemen gw kejauhan" ucap Kak Rangga.


"Cuci piring nanti" jawabnya


"Siap" balasnya


"Kacamata kau mau pulang?" Tanya si Sasha


"Iya, gw bakal minta kakak gw jemput nanti" jawabnya


"Tak usah, pakai ini dan antarkan dia pulang" dia lalu memberikan kunci motor dan menunjuk kearah gw


"Ehh? Gapapa gw pake motor lo?"


"Iya, jangan terlalu lama dijalan" ucapnya lalu duduk kembali di sofa sambil membaca buku.


"Yaudah gw pulang ya, makasih ya Ca, ayo Raka" ucapnya sedikit berteriak lalu mengajak gw dan kami keluar dari apartemen si Sasha lalu pulang dianter si Zaki.