
"Hei, bangun" ucap seseorang.
"Hmm"
"Bangun, kau selalu merepotkan, bangun"
Plaaak... sebuah tamparan mendarat di pipi kiri gw.
Gw yang kesakitan langsung bangun dan duduk.
"Kenapa harus nampar segala si?" ucap gw di depan wajah si Sasha
"Karena kau tidak bangun, aku membuang 3 menit untuk membangunkanmu" ucapnya masih datar.
"Hah? udah nyampe? kapan? ko gw gadibangunin si?"
"Berisik, minum ini dan bersiap bekerja" dia pun pergi sambil meletakkan sebotol kopi susu di samping gw.
Gw pun menggerutu karena kesal lalu meminum kopi itu dan turun menyusul mereka yang sedang berkumpul di salah satu bangunan yang terlihat sudah lama tak terpakai.
"Kenapa ga ngebangunin si tadi?" ucap gw ke ketua kelompok gw setelah gw duduk di sampingnya.
"Sudah, tapi Nona Sasha yang melanjutkan membangunkan anda" ucapnya sambil melihat kearah gw
"Ini dimana?"
"Ooh, ini di tempat anak buah nya Rangga"
"Eeh jadi Kak Rangga juga sama kaya si Sasha?"
"Benar"
"Oke semuanya perhatikan baik baik, kita akan membahas rencana kita tadi ke anggota gw sekarang ya" ucap Kak Rangga, dan mereka membahas ulang rencana dan strategi yang kita susun tadi di basecamp si Sasha.
***
"Oke ayo berangkat" usai membahas perencanaan dan strategi, kami bersiap berangkat menuju tempat kita beraksi.
"Tempatnya jauh ga?" tanya gw ke Bang Baron
"Mungkin sekitar 3 km"
"Kita jalan lagi?"
"Iya? kenapa? apa anda sedang mabuk kendaraan?"
"Ehh ngga ko, cuma pegel aja duduk terus" haha gw ketawa canggung dan bersiap masuk mobil, tapi tiba tiba si Sasha menghadang gw untuk masuk.
"Kenapa?"
"Kau ikut aku" lalu menyingkir dan masuk ke mobil sebelah.
"Ikuti saja" ucap salah satu dari mereka.
Gw menyusul dia dan masuk ke dalam mobil itu, lalu dia memberikan gw setelan jas yang baru.
"Ini buat apa?"
"Kau ganyimak pembahasan kita tadi?"
"Gw tadi masih ngantuk" ucap gw sambil melihat kearah lain.
"Ck, kau pakai itu dan nanti berpura puralah menjadi pasangan ku, karena ini daerah kekuasaan Rangga, wajahku tak dikenali orang orang daerah sini, mereka hanya tau namaku, dan nanti, kau harus ikuti kemauan mereka dan juga ikuti kata kata ku, mengerti?"
Gw pun mendengarkan sambil melihat dia, dan mengangguk.
Kak Rangga pun masuk dan duduk di kursi depan dengan supir dan menjalankan mobilnya.
"Ckk, kau bisa bahasa Inggris?"
"Bisa, kenapa?"
"Kita akan menyamar lagi, namamu adalah Aaron dan aku Nikita, mereka pasangan dari Inggris yang sekarang akan pergi ketempat kita beraksi"
"Lalu mereka yang asli kemana?"
"Itu tugas Baron dan anggota kelompoknya"
"Pasti mereka juga bawa bodyguard kan?"
"Bodohnya, tidak... mereka datang kesini hanya dengan manajer mereka"
"Jadi selama kerja nanti, gw cuma perlu ngomong pake bahasa Inggris kan?"
"Iya, kau jawab saja apa yang mereka tanyakan, cepat ganti"
"Ganti dimana?"
"Belakang" dia melihat gw dan gw pun berpindah kebelakang kursi dan mengganti baju gw dengan setelan jas yang si Sasha kasih.
Selesai ganti, gw kembali duduk di kursi samping si Sasha dan kembali menanyakan sesuatu.
"Bagas"
"Siapa Bagas?"
"Saya, dek" ucap seorang supir yang sedang melajukan mobil.
"Ohh, gituu, trus lo ngapain Kak?" tanya gw ke Kak Rangga.
"Kerja lah, kalian itu cuma ngebantuin gw, gw kerja"
"Emang apa bedanya?" ucap gw meledek
"Bedalah, hahaha" dia lalu tertawa.
Gw bersandar di kursi mobil dan melihat kearah si Sasha, tu anak masih baca buku yang sama yang biasanya dia baca.
Gw beralih melihat kearah jendela dan sibuk memerhatikan jalanan malam yang gw yakin udaranya dingin.
Saat sedang bengong melihat kearah luar, gw melihat ada tangan di bawah wajah gw dan gw liat si Sasha ngulurin tangan sambil memegang 1 coklat bar.
"Makanlah, kau belum makan malam kan?" masih melihat buku
"Gw galaper"
Mendengar itu, dia menjatuhkan coklat bar itu ke paha gw dan dia langsung kembali menarik tangannya dan memegang buku.
"Yaudah, makasih"
"Hm"
Gw buka coklat bar itu dan memakannya, lalu beberapa saat kemudian, mobilnya berhenti di sebuah jalanan? bukan, sepertinya di depan sebuah hutan, dan gw ngeliat Kak Rangga, Bang Bagas langsung turun dari mobilnya.
"Ngapain kau? turun" ucap si Sasha
"Kita kerja disini?"
"Aku mau ganti baju, kau mau lihat? turunlah dan tunggu, tempatnya tidak jauh dari sini" dia lalu berpindah kebelakang dan mematikan lampu mobil dan gw pun turun.
Setelah gw turun dan mendekat ke arah Kak Rangga, ada 2 mobil yang ikut berhenti di dekat kami.
"Ketua, kami sudah siap" ucap salah satu dari mereka
"Segera beraksi, gw bakal menyusul setelah Sasha masuk, Raka bersiaplah" sambil menepuk pundak gw, dan mereka pun berlari ke dalam hutan.
"Kak, kita kerja di tengah hutan?"
"Masih banyak yang harus lo pelajari" sambil menatap gw dan mengangguk ngangguk
Galama dari itu, si Sasha keluar mengenakan dress malam itu dan sepertinya sepasang ama pakaian gw?
"Bagas, ayo" Bang Bagas pun langsung naik mobil dan memutar balik mobilnya.
"Kau, ayo naik" diapun naik ke mobil itu.
Tanpa banyak tanya, gw juga ikutan naik.
"Mau kemana?"
"Kau akan mati jika menanyakan itu lagi"
"Ciih, gw kan cuma nanya"
Dia hanya melihat kearah depan dan mobil pun berbelok ke arah kiri, lalu berhenti tepat disebuah bangunan yang gw tebak ini club? ditambah ada beberapa orang pelayan yang menyambut kami dan juga ada alunan musik yang memeriahkan penyambutan kami di pintu masuk.
"Bersikaplah seperti seorang pasangan, jangan buat kesalahan"
Bang Bagas pun turun dari mobil dan langsung membuka pintu mobil dan menyuruh gw untuk turun.
"Oke, ayo Arshaka, lo pasti bisa" ucap gw dalam hati.
Gw pun turun dan berdiri tegap lalu mengulurkan tangan gw ke depan si Sasha yang akan turun.
Dia meraih tangan gw lalu turun dan kami bergandengan seperti pasangan.
Jangan gugup... Jangan gugup... Jangan gugup...
Sambil menenangkan diri gw di dalam hati.
Kami berjalan di karpet merah dan didepan pintu masuk ada seorang pria dan wanita tersenyum ke arah kami, karena gw merasa mereka yang mengundang pasangan itu, gw membalas senyuman mereka.
"Hello, Mr Aaron" ucap pria itu
"Hello, sir"
"Come on, go inside, it's cold out"
Pria dan wanita itu lalu membukakan pintu dan kami pun berjalan masuk ke club itu, pas gw masuk, terdengar suara musik yang menggelegar memecahkan telinga gw (becanda haha)
Kami pun ditujukan di sebuah ruang vip.