
Jam 06.30
"Sudah bangun? Ayo pulang" ucap si Sasha yang lagi berdiri di depan gw
"Eh? Lo dah sembuh?"
"Iya, cepatlah" jawabnya lalu berjalan menuju pintu
"Bentar" gw lalu menyusulnya keluar.
"Kau kemarin naik apa kesini?"
"Ohh gw naik sepeda"
"Sepeda siapa?"
"Gatau, kayaknya punya salah satu anak buah lo deh"
"Kau mencurinya?"
"Ngga, gw minjem"
"Udah bilang?"
"Belum, hahaha" jawab gw sambil tertawa
"Berarti kau mencurinya, ayo balikin" ucapnya sambil menuruni tangga.
Setelah keluar, gw mengambil sepeda dan mengayuhnya sampai rumah gw
Sekitar 30 menit perjalanan, akhirnya nyampe juga.
Si Sasha langsung turun dan masuk ke basecampnya sedangkan gw naik ke rumah gw.
"Ahh, hari Minggu enaknya tidur seharian" ucap gw setelah merebahkan tubuh di kasur kesayangan gw ini.
Gw perlahan menutup mata sampai tiba tiba pintu diketuk seseorang
"Siapa?"
"Queensha" jawabnya
Gw lalu bangun dan membuka pintu membiarkan si Sasha masuk.
"Ada apa?"
"Kau ada rencana hari ini?"
"Ada, baru aja bikin"
"Apa?"
"Tidur seharian enak" jawab gw
"Jangan membuang buang waktu. Ayo kita liburan" ucapnya
"Liburan? Kemana?"
"Ke gunung"
"Mendaki? Sama siapa?"
"Rangga, Kau dan Aku"
"Bertiga?"
"Kau mau?"
"Ngga ah, gw liburannya di mimpi aja" ucap gw lalu membaringkan tubuh gw dikasur.
Sasha yang melihat itu merasa jengkel dan naik keatas tubuh Raka lalu duduk diperutnya
"Sha? Lo ngapain?"
"Ayo liburan" ucapnya dengan senyum mengerikan
"Iyaa hahaha, ayo liburan" jawab gw gemeteran setelah melihat senyum dan tatapan matanya yang menakutkan.
"Bersiaplah cepat, kita berangkat nanti jam 11" ucapnya lalu turun dari atas tubuh gw dan gw menahannya dengan memegang kedua bahunya.
"Ada apa?" Tanya nya
"Sini ngedeket, gw mau bilang sesuatu"
"Bilang saja"
"Gw agak malu kalo bilang langsung, mening bisikin aja"
"Ck, merepotkan, apa?" Jawabnya sambil mendekatkan telinganya ke mulut gw.
"Gini, jadi gw-"
Cup...
Satu ciuman berhasil mendarat dengan sempurna di pipinya.
"Apa? Apa yang kau lakukan?" Ucapnya terbata sambil memegang pipinya yang memerah.
Gw lalu bangun dan membalikkan posisi gw yang jadi di atas dan dia dibawah.
"Gw... rasanya mau gila"
"Kenapa?"
"Lo, kenapa lo suka mancing duluan si?"
"Mancing? Aku gabisa mancing, yang bisa mancing Bagas bukan aku" jawabnya
"Hah? Maksud lo mancing apaan?" Tanya gw bingung
"Mancing ikan. Bukan ya?" Ucapnya
"Hmmmppp" gw menahan ketawa
"Apa? Kau ketawa?" Tanya nya dengan nada dingin
"Hahaha Sha, bukan mancing ikan"
"Terus mancing apa?"
Gw lalu mendekatkan mulut gw ketelinganya dan membisikkan sesuatu
"Mancing hawa nafsu" gw berbisik dengan nada yang lembut
Dia hanya diam tak berkutik
"Sha?" Gw lalu melihat wajahnya yang memerah
"Kenapa? Lo masuk angin ya? Wajah lo ko merah gitu?"
"Raka"
"Ya"
"Kau ternyata orang mesum ya" ucapnya masih diam tak bergerak
"Hah? Heh yang buat gw selalu kaya gini kan lo sendiri" jawab gw memaki si Sasha
"Kau yang gakuat iman"
"Ahh terserah lo lah, pokoknya gitu aja" jawab gw lalu menjatuhkan tubuh gw diatas tubuhnya dan menyembunyikan wajah diantara leher dan bahunya dia.
"Kenapa? Kau malu?"
"Ngga tuh"
"Benarkah? Sini aku lihat wajahmu"
"Gamau"
"Kenapa?"
"Gamau pokoknya"
"Hahaha, yasudah" ucapnya lalu mengelus kepala gw dan menciumnya
"Shampo mu wangi"
"Jangan mulai deh"
"Aku ga memulai apapun, haha" jawabnya sambil tertawa kecil.
"Oh ya? Tapi kenapa banyak perubahan yang ada di hidup gw?"
"Itu kau yang memulai dan memutuskannya bukan aku"
"Lo juga memulai sesuatu yang mengubah hidup gw Sha"
"Oh ya? Apa itu?"
Gw lalu melihat wajahnya dan berbicara
"Lo, lo buat gw suka sama lo, gw yang selalu lost controll kalo di deket lo, gw yang gabisa menahannya kalo udah pelukan sama lo, lo ngisi sesuatu yang udah lama kosong di hati gw"
Dia menatap gw lekat lalu memalingkan wajahnya
"Kenapa?"
"Apanya?"
"Kenapa harus aku?"
"Hati gw milihnya lo, emang kenapa? Lo gamau?"
"Jangan membuka hati pada wanita sepertiku"
"Kenapa emangnya?"
"Karena aku orang jahat"
"Keadaan yang membuat lo jadi begini, gw yakin lo aslinya orang baik"
"Oh ya?"
"Iyaa" jawab gw sambil mengangguk
"Baiklah, aku sudah baik menawarkanmu liburan ke puncak, cepat bersiap dan jangan membuat drama di kehidupan percintaanmu" ucapnya dengan nada ceria dan berubah menjadi nada kesal lalu mendorong gw dan dia bangun lalu berjalan menuju pintu.
"Kuberi waktu 10 menit, jika sudah siap turunlah, aku menunggu di bawah" ucapnya sambil berjalan dan keluar.
"Ahahaha, dasar cewe jahat yang gw sayang" ucap gw memaki dia setelah menutup pintu.
Gw lalu bersiap, memakai baju kaos putih dengan jaket biru donker bergambar naga dibelakangnya, celana hitam panjang dan sepatu mike gw lalu keluar dan turun menemui si Sasha.
"Sha"
"Kau akan pergi seperti ini?"
"Iya, gw udah rapi kan?"
"Yah lumayan" jawabnya
"Lo ga ganti baju?"
"Bajuku belum sampai"
"Paket?"
"Iya"
Lalu, galama dari itu sebuah mobil berwarna biru memasuki halaman depan basecampnya si Sasha dan Kak Rangga keluar.
"Cepet ganti sana, jangan komplain" ucap Kak Rangga melemparkan paperbag ke si Sasha dan dia menangkapnya dengan sempurna.
"Ehh Raka, gw hampir gangenalin lo karena outfit lo"
"Hahaha, kayaknya ini pertama kalinya gw liat lo pake baju cerah deh"
"Ahh, gw nyesuain dengan tempat yang mau gw tuju sekarang"
"Ohh gitu"
"Lo bisa nyetir?"
"Nggalah"
"Belajar dari sekarang ya, karena nanti bakal perlu banget loh"
"Perlu buat apa?"
"Hmm, gw bisa liat masa depan lo nanti gimana" ucapnya sambil menepuk punggung gw sambil tersenyum.
"Rangga, baju apa yang kau berikan padaku?" Ucap si Sasha setelah keluar dari ruangan.
"Ahh, udah gw duga emang cocok"
"Motifnya tak cocok denganku"
"Bagus Sha, lo keliatan fresh, seger"
"Maksudmu selama ini aku terlihat seperti hantu yang murung karena tak menerima kematiannya?" Bentaknya ke Kak Rangga
"Hmm lo tetep cantik walau udah mati juga, ayo berangkat" jawab Kak Rangga lalu masuk ke mobilnya.
"Ahh, lihat anak yang mengaku kakak ku itu" gumam si Sasha kesal lalu naik ke mobil dan duduk di kursi belakang dan gw duduk disampingnya
"Ga didepan Sha?" Tanya Kak Rangga
"Aku hantu murung yang gamau mati 2 kali" jawabnya
"Lihat sifat dinginnya itu, lo jangan terlalu dingin Sha, gw gampang kena flu" ucap Kak Rangga
"Raka, lo aja sini pindah kedepan"
"Ehh, gw?" Gw lalu menoleh kearah si Sasha yang lagi melihat keluar jendela.
Gw lalu keluar dan berpindah ke depan.
Mobil lalu berjalan ke suatu tempat yang belum pernah gw kunjungin sebelumnya.
Saat tiba di rest area, gw keluar dari mobil dan pergi ketoilet sedangkan Kak Rangga ke supermarket disana membeli beberapa makanan dan si Sasha tidur di mobil.
Saat gw keluar dari toilet dan membeli satu cup pop mie, gw melihat seorang menghampiri gw dengan senyum senyum.
"Permisi Kak, boleh minta nomornya ga?" Ucapnya dengan senyum senyum
Gw melihat sekitar gw
"Gw?" Tanya gw sambil menunjuk diri sendiri
Dia hanya mengangguk.
"Dek, mie nya, 10 ribu ya" ucap pedagangnya menyela
"Ahh iya makasih Bu" gw lalu membayarnya dan mengambil cup mie itu
"Kau sedang apa disini?" Tanya si Sasha masih mengantuk.
"Euhh sorry ya, gw udah punya pacar" jawab gw sambil memegang tangan si Sasha
"Boong, kalian gakeliatan kaya orang pacaran" jawab perempuan itu gapercaya
"Kita pacaran ko, ya kan Sha"
"Hah?" Tanya nya masih setengah sadar
"Sha? Lo kapan bangun? Gw tadi nyariin lo soalnya lo gaada di mobil" ucap Kak Rangga menghampiri kami.
"Dia siapa?" Lanjutnya bertanya ke si Sasha
"Ahh, dia stalkernya Raka" jawabnya
"Stalker? Gw stalker?" Jawab cewe itu.
"Waahh, heh cewe sialan, emang lo siapa sampe berani ngatain gw stalker?"
"Ehh bukan ya? Apa aku salah lihat tadi" jawab si Sasha
"Lo liat apa tadi?" Tanya gw bingung ke si Sasha
Sasha lalu merebut hpnya cewe itu dan membuka galerinya.
"Ahh, apa bagusnya kau sampai di foto lebih dari 23 kali" ucap si Sasha.
Gw lalu melihat layar hpnya dan banyak foto gw yang keluar dari mobil sampe sekarang disini.
"Ehh? Lo motoin gw ya?"
"Ngga itu, gw tadi-"
"Taruhan" jawab si Sasha
"Hah?"
"Mereka lagi main game, terus dia kalah dan mereka taruhan" jelas si Sasha
"Lo tau darimana?" Tanya gw bingung
Dia lalu mengalihkan pandangannya ke salah satu meja yang ada sekitar 4 orang perempuan disana yang tampak sedang senyum senyum melihat kearah cewe yang deketin gw tadi.
Gw lalu ikut melihatnya dan mereka nampak memalingkan wajah seolah gaterjadi apa apa.
"Kasihan, teman mu akan membuang mu setelah ini" ucap si Sasha
"Gabakal lah, temen temen gw gakaya gitu"
"Oh ya? Baguslah, kembali lah dan jangan pernah sekalipun menampakkan wajahmu di depanku lagi" ucap si Sasha sambil melempar hpnya kearah cewe itu.
"Ehh, foto foto gw?"
"Sudah dihapus" jawab si Sasha
"Dari galeri?"
"Dari galery, hard drive nya, soft copy nya, sama akun googlenya aku hapus" jelas si Sasha.
Cewe itu nampak kesal lalu kembali ke mejanya.
"Lain kali hati hati" ucap si Sasha
"Mata gw ga kaya lo" jawab gw
Dia lalu berjalan ke arah toilet dan masuk kedalamnya.
Saat keluar dari bilik toilet, Sasha melihat pantulan dirinya di cermin besar disana.
"Bekas lukaku belum hilang" ucapnya saat melihat suatu goresan di leher sebelah kiri yang dia tutupi dengan rambutnya.
"Heh cewe sialan" ucap cewe tadi diikuti beberapa orang temannya dibelakangnya
Si Sasha hanya fokus ke pantulan dirinya di cermin
"Berani lo cuekin gw?" Cewe itu marah dan akan meraih rambutnya si Sasha.
"Aauhh, sakit" sambungnya saat tangannya sudah dicengkram si Sasha dengan tenaganya.
"Sudah kuperingatkan kau tadi" ucap si Sasha melepaskan cengkraman tangannya
"Lo pikir gw bakal takut sama kata kata dari cewe cupu kaya lo?" Balas cewe itu sambil tersenyum meremehkan
"Aku tak peduli" jawab si Sasha datar
"Heh lo jangan kurang ajar sama gw ya, emang lo siapa?"
"Kau tidak mengenalku?"
"Merasa terkenal lo sampe semua orang harus kenal nama lo"
"Tidak, aku hanya orang biasa" jawab si Sasha
Lalu, hp si Sasha berbunyi karena telepon dari Kak Rangga
"Hm?"
"Cepet dong anjir, lama banget di toilet doang"
"Ada sedikit masalah"
"Berani lo ngangkat telepon saat gw lagi ngomong sama lo" teriak cewe itu
"Ahh, jangan bikin dia cedera parah ya, gw tunggu lo 15 menit lagi" ucap Kak Rangga lalu mematikan teleponnya
"Cepatlah, waktuku hanya 15 menit" ucap si Sasha dan membuat cewe itu semakin marah.
"Dasar cewe sialan!" Cewe itu lalu maju dan memukul wajah si Sasha
Sasha membalasnya dan kembali memukul wajah cewe itu dengan pukulan yang keras.
"Kau pasti sangat membanggakan wajahmu kan?" Ucap si Sasha sambil lanjut memukuli cewe itu
Teman temannya yang lain nampak ikut memukuli si Sasha tapi pada akhirnya, mereka kalah dengan luka lebam di wajah serta beberapa bagian tubuh lainnya.
"Awas lo ya, gw bilangin Papa gw biar lo dituntut" ucap cewe itu
"Bilang saja, aku tak peduli" jawab si Sasha sambil mencuci tangannya di wastafel
"Awas lo ya, gw telepon Papa gw sekarang" dia lalu mengeluarkan hpnya dan menelepon Papa nya di loud speaker.
"Papa, aku dipukulin" ucap cewe itu merengek
"Dipukulin? Sama siapa? Berani beraninya dia"
Si Sasha lalu mengambil teleponnya dan berbicara dengan Papanya cewe itu
"Ahh, maaf kayaknya anakmu tidak kau didik dengan baik ya"
"Ehh? Aku mengenal suaramu" jawab seorang pria tua itu di seberang telepon sana.
"Hmm, dari suaramu aku yakin kau pasti Andy" ucap si Sasha dan cewe itu hanya melihatnya dengan wajah kesal
"Queensha? Kau Queensha?"
"Lama tak berjumpa kau semakin berani ya?" Jawab Sasha
Degg... cewe itu hanya menatap si Sasha dengan wajah gelisah
"Lo Queensha?" Tanya cewe itu ke si Sasha
Sasha hanya meliriknya sekilas.
"Anakmu memukulku, kira kira apa yang harus kulakukan kepada anakmu?"
"Maaf, dia pasti tidak tahu, akan kuberikan kompensasi asal Anda mau melupakan kejadian ini"
"Akan kutunggu 10 menit, ajari anakmu cara menjadi wanita yang sopan dan anggun seperti ibunya" telepon lalu dimatikan dan si Sasha memegang wajah cewe itu.
"Kau beruntung karena Papa mu sangat menyayangimu" ucap si Sasha lalu keluar dari toilet dan masuk ke mobil.
"Lo telat 3 menit" ucap Kak Rangga
"Diamlah, ayo jalan" jawab si Sasha dengan wajah yang kesal.
Lalu mobilpun berjalan ke arah tujuan kami.