Mafia'S Girl

Mafia'S Girl
Episode 48



Jam 08.00 pagi di penginapan


Beberapa orang penghuni yang sekamar sama gw ribut karena rebutan kamar mandi


"Hmm kenapa pada ribut si?" Tanya gw yang baru bangun


"Ya kita kan hari ini jadwalnya ke kebun binatang, lo gatau?" Jawab Rafa


"Hah? Lo dikasih jadwal kegiatan? Jam berapa kita berangkat nanti?"


"Jadwal kan emang dikasih di grup kelas, jam 09.45 harus kumpul semua di depan penginapan"


"Ohh masih ada waktu 1 jam lebih, bangunin gw kalo udah jam 9 ya" gw lalu lanjut tidur.


"Oke" dia lalu lanjut melihat hpnya


Jam 09.30 gw udah rapi dan wangi dari atas sampe bawah lalu turun kebawah buat kumpul didepan penginapan.


Setelah mendapat arahan dari guru, kami naik ke bus kami masing masing dan bus mulai melaju menuju ke Kebun Binatang


***


Setiba di Kebun Binatang


Saat gw turun dari bus, gw melihat si Sasha dan Kak Rangga turun dari mobil yang kemaren dibawa si Sasha.


"Hoaaam, aku masih ngantuk, aku tunggu di mobil saja" ucapnya dengan nada lemas


"Jangan, ikut masuk nanti, gw mau lo ngeliat kembaran lo" jawab Kak Rangga sambil tersenyum.


"Kembaranku? Hei itu bukan monyet atau babi kan?" Tanya Sasha dengan mata yang menyipit


"Bukan, ada sesuatu yang lebih bagus daripada mereka, ayo kumpul dulu disana" lalu Kak Rangga menarik si Sasha bergabung ke kerumunan dan berdiri disebelah gw


"Ko belum masuk? Lagi pada ngapain?" Tanya Kak Rangga


"Tuuh, guru guru sama si Zaki lagi diskusi" jawab gw menunjuk mereka di depan gerbang masuk


"Ahh, sibuk banget ya si kacamata" ucapnya


"Kau yang melempar tugasmu seenaknya" jawab si Sasha dingin


"Hahaha, gw pengen liburan tanpa pusingin apa apa" jawabnya


"Ck, ayo bantu dia"


"Eh? Tumben mau bantuin"


"Aku gamau nunggu lama" jawabnya singkat


"Yaudah ayo, ayo Raka" jawab Kak Rangga mengajak gw


Gw mengikuti mereka


"Kenapa Ki?" Tanya Kak Rangga yang baru nyampe


"Wahh ini dia ni pelakunya, lo tega banget sama gw" ucap Zaki


"Hahah makanya ini gw mau bantuin"


"Tuh, lo diskusi aja sama gurunya, gw mau pake sepatu dulu" jawabnya lalu pergi meninggalkan mereka.


"Iya terus kenapa?" Tanya nya kepada guru pembimbing


"Hmm, ini kan muridnya banyak, susah kalo ngawasin satu satu, tadi Zaki ngusulin buat kelompok terua mencar aja, tiap kelompok dipimpin sama 2 orang gitu, tapi menurut bapak kalo kaya gitu ntar malah susah ngehubungin yang lainnya" jelasnya


"Ohh gitu, tapi ide si kacamata bagus juga, bebasin aja terserah mereka mau main kemana, ntar jam 2 siang kumpul di parkiran buat pindah ke lokasi selanjutnya buat makan siang" ucap Kak Rangga


"Tapi emang gapapa? Kalo mereka nyasar gimana?"


"Mereka punya hp, ada map juga di dalem"


"Yaudah, kita ikutin usul kamu aja"


"Yaudah, ayo masuk Sha, ntar mataharinya keburu tinggi" ucap Kak Rangga sambil menarik si Sasha masuk.


***


"Wahh, liat rumah pohonnya" ucap si Sasha sambil menunjuk salah satu rumah pohon di atas sana.


"Rumah pohon? Lo lebih tertarik sama rumah pohon dibanding burung yang tinggal disana?"


"Kenapa? Rumah pohon bagus tau" jawabnya sambil tersenyum


"Iya, tinggal disana pasti seru kan?" Jawabnya tanpa mengalihkan pandangannya


"Oke, gw bikinin ntar"


"Ck, lupakanlah, aku ga niat tinggal denganmu di rumah pohon itu" jawabnya sambil tersenyum


"Ayo kita liat kembaran lo" ajak Kak Rangga sambil menarik si Sasha dan gw mengikuti mereka dari belakang


Mereka lalu memasuki area burung merak.


"Disini? Ada doppelganger-ku disini?" Tanya si Sasha kebingungan


Kak Rangga menggeleng lalu menunjuk salah satu burung merak berwarna putih yang sedang mengembangkan ekornya disana.


"Lo liat itu? Kembaran lo" ucapnya


"Maksudmu aku mirip burung merak itu?" Tanya nya


Kak Rangga mengangguk


"Lo tau merak itu adalah tiga spesies burung dalam genus pavo dan afropavo dari keluarga ayam hutan?"


"Mmm, terus?" Jawabnya mengangguk


"Burung merak memiliki simbol status dan kekayaan, mereka juga disebut burung Phoenix. Burung Phoenix itu mirip sama lo, lo penuh semangat, lo bahkan bisa nyembuhin diri lo sendiri dengan cara yang gapernah kepikir sama gw, saat kondisi lo lagi terpuruk, yang bisa nyembuhin lukanya itu hanya air mata lo sendiri, jadi kalo keadaan lagi sulit atau ada situasi yang gabisa lo handle sendirian, panggil gw, gw akan datang kapanpun buat ringanin semua beban yang lo tanggung, jangan malu buat nangis di depan gw, karena semua orang gasekuat itu buat hadapin manis pait nya kehidupan" jelasnya


"Lo tau kan gw itu Kakak yang baik, dari atas sampe bawah gaada yang kurang" lanjutnya menyombongkan diri


"Cih, percuma aku mendengarkan" jawabnya ketus


"Heii gw cuma becanda, hahaha"


"Tapi yang tadi serius" sambungnya sambil mengelus kepala si Sasha


Gw yang ngedengerin Kak Rangga ngomong daritadi ngerti poin apa yang Kak Rangga sampein dari filosofi burung Phoenix itu.


"Lo laper? Ayo nyewa karpet, kita piknik dibawah pohon pinus disana"


Si Sasha hanya mengangguk


"Raka, lo punya makanan?" Tanya nya


"Di tas gw ada beberapa chips" jawab gw sambil menunjuk tas ransel gw dibelakang.


"Oke, ayo kesana"


***


Jam 02.00 siang


Gw, Kak Rangga dan Sasha kembali ke parkiran dan berkumpul dengan yang lainnya.


Setelah semuanya lengkap kita langsung melaju ke restoran.


Setibanya di Restoran, kami mengantri dan mengambil makanan kami masing masing lalu duduk ditempat yang sudah disediakan.


Gw duduk sebelahan sama si Zaki dan berhadapan sama Kak Rangga dan si Sasha.


"Rangga, kau yang memesan ini?" Tanya si Sasha


"Ngga ko, gw mesen ayam bakar, telur balado, sayur sop, kerupuk yang lo suka sama beberapa makanan enak yang lain, gw gatau datengnya mie bihun sama tahu tempe ini dari mana" jelasnya


"Itu Pak Kepsek yang nambahin, katanya kalo dipesenin semua yang lo minta, kesannya kaya terlalu mewah buat murid murid, jadi pak kepsek mesenin setengah yang semua lo minta buat murid, semuanya khusus buat staff dan guru aja" jelas Zaki


"Waahhh, kenapa guru disekolah kita gaada yang bener si? Sialan juga dia ngabisin duit gw cuma buat mereka" ucap Kak Rangga murka


"Ahh, padahal gw pesen bubur jagung, gadikasih kah kita?" Sambungnya dengan nada sedih sambil memegang sendok dan garpunya.


"Ngga, tapi kita dikasih dessert ntar" jawab Zaki


"Dessert? Apaan dessertnya?" Jawab Rangga antusias


"Hmm, kayaknya cuma buah pisang" jawabnya


"Apa? Gw bayar mahal mahal supaya bisa makan enak, malah dikurangin dan malah dikasih pisang buat dessert? Wahh, mana pemilik restorannya" ucapnya marah dan berdiri. Si Sasha lalu kembali mendudukkannya


"Sudahlah, kita urus masalah ini nanti saja" ucap si Sasha menenangkan Kak Rangga


"Uang gw" gumam Kak Rangga sambil menyuapkan makanannya ke mulutnya.


***