
Gw terbangun karena sinar matahari yang mengenai wajah gw, gw ada disebuah kamar dan kamarnya dingin.
Gw melihat kesebelah gw ada si Sasha lagi tidur pake kemeja yang kemaren gw pake dan gw cuma pake celana yang resletingnya kebuka?
Astaga? apa yang gw lakuin semalem? kita ga ngelakuin itu kan?
"Hmm, hoaaam, kau sudah bangun?" ucap si Sasha yang baru bangun lalu duduk
"Eemm, ini dimana?" tanya gw
"Apartemen Rangga, semalam kau mabuk lalu Rangga membawamu kesini"
"Tapi gw ga ngehambat kerjaan kalian kan?"
"Tidak, kau bekerja dengan sangat baik, istirahatlah, kau pasti masih mabuk"
"Eemm, btw Sha"
"Apa?"
"Gw semalem ga macem macem ke lo kan?" gw bicara sambil nunduk dengan muka yang memerah
"Tanggung jawab" dia berbicara sambil melihat gw dan tersenyum dengan kesal
"Jadi, kita semalem, itu?" ucap gw gapercaya
Raka bodoh... kenapa harus minum banyak si kemarin, gimana ini gimana?
"Itu apa?"
"Ituu"
"Tidak, walau aku harus mati matian menahan ciuman panasmu itu"
"Hah?, maaf" gw menghadap dia dan menundukkan kepala gw.
"Bangunlah dan mandi sana, lalu keluar, Rangga sudah masak"
"Gw gaada baju ganti"
Dia lalu membuka kemeja yang kemarin gw pakai lalu memberikannya ke gw, dia masih memakai pakaian yang dia pakai untuk kerja selamam.
Dan dan dan, gw melihat di bagian leher dan dada dia ada tanda merah bertebaran disana, apa itu bekas gw semalem? gw gaberani liat muka dia dan menunduk
"Ambil dan mandi sana"
"I-iya" gw mengambil kemeja itu lalu berlari ke arah pintu kamar mandi yang ada didalam kamar itu.
Gw mencuci muka gw di wastafel dalam sana.
"Kenapa gw gainget kejadian semalem? gw ga macem macem ama dia kan? iya kan?"
Gw mencoba meyakinkan diri gw sambil mengguyur diri gw dengan shower.
***
Gw keluar kamar mengenakan kemeja dan celana dengan rambut yang basah.
"Oh, Raka? sini duduk" ucap Kak Rangga sedang menata makanan di meja makan.
Gw mendekat lalu duduk di salah satu kursi
Gw melihat ke sekitar ruangan itu dan mendapati hanya ada beberapa orang disana yang gw tebak itu pasti anggotanyanya Kak Rangga.
"Gimana semalem?" ucapnya mengejek sambil tertawa
"Se-se-semalem gw kenapa?" gw mengucapkan itu dengan terbata dan menunduk menyembunyikan muka gw yang memerah.
"Eeiiyy, jangan pura pura gatau, hahaha, semalem lo heboh banget di mobil pas mau pulang, yahh tapi kerjaan lo juga bagus" ucapnya.
"Oh, dah selesai? sini sarapan dulu" sambung Kak Rangga ke si Sasha yang baru keluar dari kamarnya Kak Rangga.
Gw melihat dia mengenakan kemeja berwarna abu gelap yang besar dan panjang menutupi paha bagian atasnya dan celana diatas lutut dengan rambut yang masih basah.
"Bajunya kegedean ya? gw gapunya baju kecilan soalnya haha" sambung Kak Rangga
"Aku tahu, soalnya kau kan gendut" dia membalasnya sambil berjalan lalu duduk di kursi depan gw.
"Heh!! sembarangan. Kalian juga sini,sarapan dulu" ucapnya ke anak buahnya.
"Gausah Ketua, kita akan segera pergi setelah selesai membereskan peralatan dan barang barang ini"
"Cepat kemari atau si Sasha bakal ngehajar kalian" ucap Kak Rangga kesal
"Iya Ketua"
Gw melihat si Sasha mengambil makanan ke piringnya dan memakannya.
"Rangga, ini apa?" tanya si Sasha
"Oh itu, jamur" ucapnya.
"Kenapa kau masak jamur?"
"Apalagi, karena lo gak suka jamur"
"Gw kan alergi jamur, lo aja yang makan"
"Buang saja, aku gak mau"
"Gw aja yang makan sini" ucap gw menghentikan perdebatan mereka berdua
Gw membawa piring berisi tumis jamur itu kedepan gw dan mencicipi nya sedikit dan...
Asin banget wooyyy
"Enak kan?" ucap si Sasha
"Kak, lo naro garem sebungkus ya? asin banget"
"Hahaha, tadi tutup garemnya copot jadi kebanyakan deh, makan aja itung-itung pereda pengar" ucapnya sambil tertawa
Kami melanjutkan sarapan kami dan akhirnya selesai. Gw membantu Kak Rangga membereskan meja makan dan mencuci piring.
Gw melihat si Sasha duduk di sofa ruang tengah sambil membaca buku.
Gw berencana mendekatinya dan duduk disebelahnya, tapi gabisa woy, gw malu banget ama tadi pagi, kenapa gw gainget kejadian semalem si?
***
Kejadian semalem
Sasha bersama dengan Rangga dan para anak buahnya membuka pintu ruang vip di club itu dan mendapati 2 orang itu sedang mabuk dan mengoceh tidak jelas
"Ahh, sial dia selalu saja merepotkan" ucap si Sasha
"Yah tapi dia membantu kita sampai segininya haha" Rangga
"Kau, bawa dia kemobil" ucap Sasha ke 2 orang pria dibelakangnya.
Mereka membawa Raka ke mobil utama yang dinaiki Rangga dan Sasha.
"Kalian semua pulanglah, aku akan menginap di tempat Rangga" ucap si Sasha ke Rafel ketua divisi 1.
Kami pergi melaju ke apartemen Rangga,
Raka disana tidak bisa diam sampai Sasha harus mengikatnya badannya dan menyumpal mulutnya dengan bolu kukus
Tapi kakinya tidak bisa diam dan menendang nendang kursi mobil.
Sesampainya tiba di apart, 2 orang anggota Rangga (Rafi dan Refan) membopong Raka untuk masuk ke apartemennya di lantai 9, mereka naik lift tapi tidak dengan si Sasha, dia masih tetap naik tangga, kenapa si dia? mau olahraga?
Sampai di lantai 9, si Sasha sudah menunggu mereka di depan pintu apartemen.
"Cepet banget lo" ucap Rangga sambil membuka pintu dengan passwordnya.
Kami masuk dan mereka mendudukkan Raka di sofa ruang tamu.
"Kalian menginap saja, sudah malam, rumah kalian juga jauh kan?" ucap Rangga ke anggotanya itu. Mereka pun setuju dan menginap semalam.
Si Sasha disuruh Rangga memindahkan Raka ke kamar tamu, awalnya dia menolak, dan pada akhirnya dia membawanya ke kamar.
Masuk di pintu kamar, Raka memegang kerah jaket si Sasha sambil menggumamkan sesuatu dan berjalan perlahan dan Sasha juga mundur perlahan lahan lalu jatuh keatas kasur dengan tubuh Raka diatasnya.
"Ngapain kau, lepas" si Sasha berusaha mendorong tubuh Raka tapi gagal, apa jika sedang mabuk tenangnya jadi besar ya?
"Kenapa?"
"Hah?"
"Kenapa lo kaya gini ke gw?"
"Ngomong apa si? lepas" Sasha masih mencoba memberontak
"Apa lo gatau?"
"Apa?"
"Apa lo gatau?"
"Ya ap-"
"Kalo gw suka sama lo"
"Jangan ngelantur, lepas dan tidur sana" masih berusaha mendorong tapi tiba-tiba
Cup... sebuah ciuman mendarat di bibir Sasha dan dia pun membeku berusaha mencerna apa yang baru saja terjadi sedangkan Raka sudah mulai melahap bagian lehernya.
Sesaat kemudian dia menggigit leher si Sasha dan menyadarkan si Sasha lalu dia masih berusaha memberontak dan berhasil mendorong Raka ke sampingnya.
Saat dia sudah bangun, Raka memegang bagian belakang jaketnya dan terlepas, dengan sigap Raka juga memeluknya dari belakang.
Dan begitulah perkelahian mereka di dalam kamar apartemennya Rangga.
***
Happy Reading 🤗