
Jam 7 pagi, gw bangun dikamar apartemen si Sasha.
"Sudah bangun?" Ucapnya saat membuka pintu dan gw pun duduk.
Sasha masuk dengan baju kemeja yang besar di badannya dengan kacamata bulat yang dipakainya.
"Ko gw ada disini?"
"Kau selalu merepotkan" jawabnya
"Kenapa merepotkan? Emang gw ngapain kemaren?"
"Kau gaingat?"
Gw mencoba mengingat kejadian semalam dan menggelengkan kepala
"Kau gaingat, sama sekali gaingat?" Jawabnya dengan wajah kesal.
"Terjadi sesuatu sama kita semalem?"
"Kau benar benar gaingat?"
Gw hanya mengangguk lalu menundukkan kepala perlahan.
"Haaah, semalam kau..." dia menceritakan apa yang terjadi malam tadi ke gw.
"Kau pasti ingat saat aku datang ke pesta kau sedang minum kan?"
"Gw dikasih si Reva sama si Vina" jawab gw
"Kenapa tidak kau tolak?"
"Gw gaenakan orangnya hehe" jawab gw sambil menggaruk kepala.
"Cih, merepotkan"
"Yaudah terus apa lagi?"
"Kau mabuk dan mencium Reva, dia kaget lalu menampar wajahmu, lalu dia pergi dan Brian juga memarahimu, dia membawamu kepadaku, ck, padahal aku belum ada 30 menit disana, kau sangat merepotkan" jelasnya
"Eh? Beneran gw gitu?" Tanya gw dengan pelan dan nada gapercaya
"Jika kau tak percaya lihat saja perubahan sikap Reva besok" jawabnya
"Iya terus?"
"Aku membawamu keluar dari hotel dan memasukkanmu ke mobilku, kau disana sangat merepotkan juga, kau menendang kursi mobilku saat aku sedang nyetir, saat sampai di bawah, kau malah memeluk tiang di depan pintu masuk, karena aku yang membawamu merasa malu, aku memukulmu hingga kau pingsan, lalu aku membawamu kesini" jelasnya lagi.
"Hahaha, gw kayaknya bakal mati deh besok"
"Jangan, besok sekolah" jawabnya
"Sekolah? Bukannya masih libur UTS ya?"
"Iya"
"Terus ngapain ke sekolah?"
"Datang saja besok jam 8 pagi" jawabnya lalu melangkah hendak membuka pintu.
"Bentar Sha"
Dia berhenti dan berbalik menghadap gw
"Hari ini lo kosong?"
"Sedikit" jawabnya
"Jam berapa kosongnya?"
"Jam 2"
"Sampe?"
"2.10"
"Cuma kosong 10 menit?"
"Hm"
"Lo sibuk ngapain?"
"Kenapa memang?"
"Ngga, gw mau ngajak lo nonton"
"Nonton apa?"
"Lo tau film Sapiderboy?"
Dia mengangguk
"Nonton itu yu?"
"Lain kali saja, Aku sibuk"
"Sibuk ngapain?"
"Memeriksa berkas, menandatangani dokumen, mengoreksi laporan, mengirim email, melihat harga saham, bertemu client, rapat, memeriksa dokumen lagi, membuat laporan, membuat surat penyerahan, terus..." jelasnya sambil menghitungnya dengan tangannya.
"Gw bantuin biar cepet selesai"
"Kau yakin? Apa yang kau mau bantu?"
"Gw bisa bantuin lo semuanya kalo lo mau"
"Oke, ikut aku"
Dia lalu keluar diikuti gw dan masuk ke ruang gamingnya.
"Duduk disana" dia menunjuk sofa yang ada disana.
Gw lalu berjalan dan duduk disana.
"Lo mau kemana?"
"Mengambil berkasnya" dia lalu keluar lagi dan galama dari itu, dia membawa banyak map dan bindex yang besar ditangannya. Gw lalu menghampiri dan membantunya membawa sebagian lalu menyimpannya di meja.
"Ahh, kenapa berat si?" Ucapnya setelah menaruh mapnya
"Lagian kenapa ga minta tolong?"
"Gapapa" jawabnya.
"Cuma segini doang kerjaan lo?"
"Cuma segini?" Jawabnya dengan wajah jengkel
"Kenapa? Ini ga banyak banyak banget ko"
"Ohh begitukah?"
"Iya, pasti bisa kita kerjain dengan cepat" jawab gw
"Yasudah, kau periksa semua dokumen di map kuning" jawabnya lalu duduk didepan ketiga monitornya itu.
"Semua map kuning?"
"Hmm" jawabnya singkat sambil mengetikkan sesuatu di komputernya.
"Oke" gw lalu duduk dan mengambil semua map kuning dan mulai membacanya satu persatu
"Emm Sha, ini gw harus gimanain?" Tanya gw bingung.
Dia lalu berdiri dan duduk disamping gw.
"Urutkan semuanya sesuai nomor suratnya, lalu lubangi dan satukan semuanya di bindex kosong yang tadi kubawa 2"
"Iya terus?"
"Untuk yang ini, kau cukup baca saja dan pisahkan mana yang menurutmu masuk akal dan mana yang tidak" jawabnya
"Itu doang?"
"Iya, sisanya biar aku yang kerjakan"
"Ohh, yang ini" dia mengambil selembar kertas itu dari dalam map kuning
"Jangan sampai kusut atau sobek atau rusak, setelah semuanya selesai, tanda tangani yang ini" jawabnya
"Gw yang tanda tangan?"
"Iya"
"Kenapa?"
"Kau baca saja nanti"
Dia lalu kembali kedepan komputernya dan menggerakkan tangannya diatas keyboard itu.
Gw yang gasengaja ngeliat dia, malah terpaku ngeliatin dia yang lagi kerja.
Gw lalu melakukan apa yang dia bilang tadi. Dan kadang membaca dokumen yang sedang gw pegang sebelum memasukkan nya kedalam bindex itu.
Dan tak terasa, 3 jam pun berlalu.
"Auuhhh, aaah" ucap si Sasha sambil menghela nafasnya dan melepaskan kacamatanya lalu memijat tulang pelipisnya.
"Kenapa? Kepala lo sakit?"
"Tidak, mataku hanya lelah" jawabnya
"Mau obat tetes mata?"
"Tak apa, aku merem sebentar juga sedikit membaik" jawabnya sambil bersandar di kursinya.
"Mau gw pijitin?"
"Tak usah" jawabnya lalu membuka hpnya dan mengetik sesuatu.
Lalu hpnya berbunyi karena Kak Rangga nelpon dia.
"Hm?" Jawab si Sasha
"Heh bego mana ada orang yang jualan susu jahe siang bolong begini!" teriaknya diseberang sana sampe terdengar ke telinga gw
"Cari, tolong" ucapnya
Baru kali ini gw denger si Sasha nyebut kata tolong, apa cuma perasaan gw aja?
"Hah anjir, agak lama gapapa ya? Gw bikinin dulu" jawab Kak Rangga
"Pake madu ya" ucap si Sasha sambil tersenyum
"Iya gw tau, sabar ya" jawabnya lalu telpon tertutup
"Lo suka susu jahe ya?"
"Iya" jawabnya
"Kalo gw suka?" Tanya gw sambil senyum manis kearahnya berniat meledeknya
"Kau gila?" Jawabnya tenang
Seketika senyuman gw yang cerahpun perlahan pudar
"Cih, gw kan cuma becanda, be-can-da" jelas gw
"Tentu saja" jawabnya pelan
"Apa?"
"Suka" jawabnya
Muka gw langsung merah seketika anjir
"Susu jahe, jangan mikir aneh aneh kau"
"Siapa yang mikir aneh aneh"
"Lalu kenapa wajahmu memerah begitu?"
"Disini udara panas" jawab gw asal sambil mengipaskan kertas dibawah wajah gw
"Oh ya, ko aku merasa disini dingin ya?" Ucapnya sambil menaikkan suhu ac nya
Dia lalu kembali meletakkan tangannya di keyboard dan mulai sibuk lagi.
Hingga beberapa lama, bel berbunyi lalu terdengar suara pintu dibuka.
"Sha, lo dimana?" Teriak seorang laki laki
Sasha lalu berdiri dari kursinya dan keluar ruangan itu menemui Kak Rangga.
Lalu dia masuk lagi membawa ketel dan beberapa gelas dinampan yang dibawanya dan Kak Rangga ikut masuk di belakangnya.
"Ehh? Ada Raka juga?" Ucapnya saat melihat gw yang lagi nyusun dokumen dokumen itu.
"Wah lo lagi bantuin kerjaannya ya? Emang bisa?" Ucapnya lalu duduk disebelah gw dan melihat dokumen dokumen itu.
"Kata si Sasha gw cuma harus nyusun dokumennya sesuai nomor suratnya ko" jawab gw
"Ohh, iya yang ini mah, biar gampang ntar nyarinya" jawabnya
Gw hanya mengangguk dan melanjutkan kerjaan gw.
"Ehh? Sha, ko ini ada di lo? Gw nyariin kemana mana loh" ucap Kak Rangga melihat map berwarna biru ditangannya.
"Tapi, Raymond yang kasih, kukira kau yang suruh" jawab si Sasha sambil meminum susu jahenya.
"Raymond? Dia yang ngasih?" Tanyanya gapercaya
"Iya"
"Waahahh, anak sialan itu"
"Sudah aku kerjakan ko, jika kau mau bawa saja" jawab si Sasha
"Udah kerjain? Kapan?"
"1 minggu yang lalu" jawabnya
Kak Rangga membuka mapnya dan membaca satu persatu lembar dokumen yang ada didalamnya.
"Wahh, kaya biasa lo hebat dalam hal ginian" ucapnya sambil tertawa
"Aku akan menunggumu checkout semua keranjang Syofi ku" jawabnya
"Heh anjir gw kan gaminta lo ngerjain ini kenapa malah minta bayaran?"
"Karena kau adalah Kakakku" ucapnya sambil tersenyum dan kembali duduk di depan komputernya.
"Ahhh, liat kelakuannya" ucapnya dengan nada kesal
"Yaudah, 3 hari lagi gw checkout-in, gw duluan ya sibuk" sambung Kak Rangga lalu berdiri dan keluar ruangan itu.
Gw siapa? Gw ada dimana?
Kenapa gw selalu terlibat sama pembicaraan mereka si? Ah anjir dah lah
"Sudah selesai?" Tanya si Sasha tanpa mengalihkan pandangannya dari layar komputernya.
"Udah nih" gw lalu berdiri dan memberikan dia bindex nya
"Oke, makasih" jawabnya
"Terus gw ngapain lagi?"
"Ambil laptop di kamarku" ucapnya
"Buat apa?"
"Kau niat membantuku ga sih?"
"Iyalah, yaudah bentar" gw lalu keluar dari ruangan gamingnya dan masuk ke kamar si Sasha.
Setelah masuk, gw mengambil laptopnya di meja belajar si Sasha dan kembali ke ruangan gamingnya.
"Udah nih, terus apa?"
"Buka"
Gw membuka dan menyalakan laptopnya.
"Kerjakan itu, jangan sampai salah" ucapnya
Gw melihat desktop laptopnya dan terlihat notifikasi di samping kanan bawah dan gw membukanya.
Saat dibuka, terlihat dengan jelas di mata gw, banyak tabel dan angka angka yang ga gw ngerti sama sekali.
"Ini apaan Sha?"
"Pekerjaan mu" jawabnya
"Maksudnya diapain? Gw bahkan gangerti ini apaan"
"Makanya sudahlah, kau menonton film kesukaan mu saja sana, biar aku yang mengerjakan semuanya" jawabnya
"Tapi gw kan pengen bantu"
"Kau sudah membantu, aku hanya akan memberikan pekerjaan yang mudah untukmu" jelasnya
"Emang yang lain susah?"
"Iya, susah"
"Yaudah gw nungguin lo aja disini"
"Haah, terserahlah" dia lalu melanjutkan pekerjaannya di komputernya dan gw merebahkan tubuh gw di sofa yang tadi gw dudukin, karena terdengar suara tuts keyboard yang ditekan secara bergantian, perlahan gw mulai ngantuk dan tidur.