
Gw kembali kekelas dengan wajah yang murung lalu berjalan dengan lesu dan duduk di kursi gw, sedangkan si Ian dia lagi ngobrol dengan si Dea itu.
Gw melihat si Sasha yang sedang membaca buku dengan santai, lalu gw pun ada pikiran buat chat dia karena gaberani ngajak ngobrol langsung karena gw masih malu ama kejadian tadi malem.
Dichat:
Raka : Sha
(Tak ada jawaban) dan gw melihat dia masih asik membaca bukunya dan membiarkan hpnya yang bergetar karena notifikasi dari gw. Lalu ponselnya bergetar menandakan ada yang menelponnya dan diapun mengangkat telponnya lalu berjalan keluar sambil membawa bukunya.
"Hah... apa bener dia yang bunuh orang tua gw? tapi apa alasannya?" gw bergumam dalam hati sambil melihat si Dea yang sedang tertawa karena candaan si Ian.
Gw merasa ngantuk dan mata gw perlahan lahan tertutup dan gw tidur.
***
Gw bangun dengan keadaan sekolah yang sepi dan hampir gelap. Gw buru buru menyadarkan diri gw lalu membereskan tas dan buku buku gw lalu berjalan keluar.
Gw mengecek hp gw dan ada 1 pesan dari si Sasha yang isinya
Sasha : Ke apartemenku besok pagi.
Besok? besok kan masih hari sekolah
Yaah karena gw juga lagi ga mood, gw hanya melihat pesannya dan berjalan ke rumah gw, didepan rumah, gw melihat basecamp para anak buah si Sasha rame dengan banyak pria yang sedang ada disana. Gw naik ke lantai 2 lalu masuk dan merebahkan badan gw dikasur.
Lalu, gw mendapat 1 pesan dari nomor gadikenal.
Dichat :
Unknow : *Kirim video*
Raka : Siapa?
Unknow : Rangga, save ya no gw
Raka : Ooh oke kak
Kak Rangga : Btw.. jangan kasih tau si Sasha gw yang kasih video nya ya
Raka : Video apa emang itu?
Kak Rangga : Liat aja, gw yakin lu bakal terpesona ama dia hahaha
Raka : Yaudah nanti gw liat
Chat berakhir disitu dengan kak Rangga yang hanya melihat pesan gw.
Gw memutuskan untuk mandi dan melihat videonya setelah mandi.
Setelah mandi, gw membuka hp gw dan memutar video yang dikirimkan Kak Rangga.
"Baahahahah, anjir apaan ini?" gw melihat video itu sambil ketawa ngakak sampai sakit perut dan mengeluarkan air mata.
Isi video itu adalah si Sasha yang sedang main gitar sambil nyanyi dengan lirik yang dia buat dan menurut gw itu lucu. Yahh lumayan kan buat nambahin mood :)
Gw ketiduran karena kecapean ketawa.
***
Paginya, pukul 06.00
Gw terbangun karena alarm di hp gw.
"Hmm, tidur 5 menit lagi" sambil mematikan alarm.
5 Menit kemudian dan waktu menunjukkan pukul 09.23
"Hah!! aduh anjir gw telat!" gw langsung buru buru ke kamar mandi dan sikat gigi lalu memakai seragam sekolah, dan berlari secepat mungkin menuju sekolah.
Sampai di depan gerbang, gw mencoba membujuk satpam sekolah buat bukain gerbang, tapi dia menolak dan malah memarahi gw. Gw pun pergi darisitu dan melihat ada pohon tinggi di bagian samping sekolah dan gw ada ide yang sedikit berbeda dari diri gw.
Gw memanjat pohon lalu melompat turun ke dalam pagar yang tingginya kurang lebih 5 meter, dan apesnya gw ketahuan guru yang lagi patroli disana, gw diseret keruang bk dan dihukum dilapangan dengan kaki yang diangkat satu dan kuping yang gw pegang.
"Kamu kenapa baru masuk sekarang?"
"Saya bangun kesiangan pak"
"Memangnya gak masang alarm?"
"Udah, tapi tadi masih ngantuk"
"Haaallah alasan aja kamu, hei kamu juga kenapa bisa telat, sini" guru itu berteriak ke arah gerbang dan gw melihat ada cewe yang berjalan dengan santai tidak menghiraukan teriakan guru ini dan berjalan menuju tangga ke lantai 2.
"Diam kamu disini, jika menurunkan kaki sedetikpun, hukuman kamu saya tambah"
"I-iya pak" setelah mengucapkan itu, pak guru langsung menaiki tangga ke lantai 2 dan mengejar si Sasha yang masih berjalan di koridor.
Sekitar 45 menit kemudian, guru itu kembali sambil menjewer telinga si Sasha dan membawanya kesebelah gw.
"Angkat kakimu dan jewer telingamu sendiri seperti dia, CEPAT!" ucap guru itu ke si Sasha
Ko bisa si tu guru nyeret si Sasha kesini?
Dia melakukan apa yang disuruh guru ini
"Lo kok bisa kesini?" bisik gw ke si Sasha
"Guru baru" jawabnya
"Oh, pantes gw belum pernah liat" ya emang biasanya gw cuma ngeliat guru yang ngajar dikelas gw doang sama guru bk, gapernah liat guru yang lain lagi.
20 menit berlalu dan kini gw gadihukum sendirian, ada si Sasha samping gw.
"Sha, kita gini sampe kapan?"
"Istirahat"
"Hah!?" gw sedikit berteriak
"Jangan mengobrol" ucap guru yang menghukum kami yang ada di depan kelas 10
Gw hanya diam ga menjawab dia. Lalu... pak kepala sekolah datang melihat dan melewati kami dan dia kaget setelah melihat si Sasha.
"Pak guru baru? ikut keruangan saya sekarang, kalian masuklah kekelas"
"Ehh tapi pak, mereka telat masuk loh" ucap guru baru itu
"Tak apa, ikut saja dulu" guru itupun mengikuti pak kepsek keruangannya, dan kami pun masuk kekelas
"Aaah, emang ac dikelas tu paling enak setelah panas panasan" gw berdiri di bawah ac yang dipasang didepan kelas diatas papan tulis, Lalu...
Bleetakk, kepala gw dilempar penghapus sama si Ian
"Ngapa si Yan?"
"Lo mau jadi guru?, duduk bego" sial gw baru nyadar kalo disini ada guru yang lagi ngajar, gw perlahan melihat ke guru itu dan tersenyum kaya orang gila lalu duduk dikursi sambil menyembunyikan wajah gw, dan juga ada sebagian orang dikelas ini ketawain gw.
Lalu pelajaran pun dilanjutkan dan gw mencoba fokus untuk mendengarkan.
Bel istirahat makan siang berbunyi.
"Yan, kenapa lo gabangunin gw kemaren si, gw bangun bangun sekolah dah pada sepi tau"
"Eeh, gw ngebangunin lo ko kemaren, cuma kata si Sasha mau dia yang bangunin lo, gw kira dia beneran bangunin lo tapi ngga ya?"
"Kalo dibangunin mah gw gabakal pulang malem"
"Yaudah maaf, ayo makan, lo yang traktir"
"Lah ko gw si?"
"Lo kan abis kerja pasti punya banyak uang, apalagi kerjanya ama si Sasha" dia lalu mendorong gw ke luar kelas dan menuju kantin.
Sesampainya di kantin, untungnya kantin tidak terlalu ramai masih banyak meja dan kursi yang kosong, dan gw memilih duduk di deket tukang batagor karena emang si Ian sukanya makan batagor.
"Pesenin sana" ucap gw ke si Ian
"Okheyy" dia lalu berdiri dan pergi ketukang batagor.
"Gw boleh duduk disini?" ucap kak Rangga sambil membawa kotak bekal berisi sandwich
"Duduk aja kak" dia pun duduk di depan gw.
"Ehh si Sasha mana? biasanya lo ke kantin bareng dia" tanyanya
"Dia lagi tidur dikelas"
"Ooh gitu ya"
"Eh btw kak?"
"Kenapa?"
"Lo dapet video itu darimana?" gw menanyakan itu sambil gak kuat untuk nahan ketawa
"Oh, hahaha, lucu kan? anjir gw liatnya aja sampe sakit perut ketawa ketawaa, hahaha" jawab dia sambil ikut tertawa
"Gw aja ampe nangis nangis kak" kami tertawa dan ada beberapa orang dikantin itu yang melihat kami.
"Lo ko punya aksesnya?"
"Gw juga punya akses buat ke hard drive lo lohh"
"Ihhh, ko bisa?"
"Apasi yang Rangga gabisa" dan disana gw melihat hidung nya memanjang menunjukkan kesombongannya
"Ni pesenan lo" kata si Ian terus duduk di samping gw
"Ehh ada Kak Rangga" sambungnya
"Yoo"
"Tumben lo bawa bekal, Kak" tanya gw
"Ohh, ini gw pagi tadi liat ada sisa roti 2 biji yaudah gw bikin sandwich, lo mau nyobain?"
"Gausah Kak, gw juga ada batagor"
"Cobain aja, ini telornya gaasin ko, dah gw lem biar tutupnya ga lepas lagi aahahahah" mendemgar itu gw inget penderitaan gw kemaren makan tumis jamur yang asin banget anjir...
"Gamau kak gausah" gw sambil geleng geleng dan tersenyum ngeri.
"Ohh, Sha sini" ucap Kak Rangga sedikit berteriak sambil melambaikan tangannya
Gw melihat ke arah dia dan kagetnya si Sasha bareng si Dea.
Sasha duduk disamping Kak Rangga lalu mengambil sandwich yang ada 1 di kotak bekalnya, dan Dea duduk disamping Ian.
"Ihh lo beli siomay aja sana, jangan ambil sandwich gw" ucap Kak Rangga yang akan mengambil sandwich yang sudah dipegang si Sasha
Sasha hanya menghalangi Rangga dengan tangannya lalu menjilat sandwichnya.
"Nihh" ucapnya ke Kak Rangga sambil memberikan sandwich yang sudah dijilatnya.
"Dihh kebiasaan, makan aja" jawabnya kesal
"Gitu dong, hahaha" jawab si Sasha sambil ketawa lalu melahap sandwich nya. Kami yang ada dimeja itu kaget melihat si Sasha yang ketawa
"Lo ketawa?!" Kata Kak Rangga kaget, begitu juga dengan kami
"Kenapa memang?" jawabnya datar masih terus melahap sandwichnya
"Anjirr, ada yang video-in ga tadi?" tanya Kak Rangga ke kita
Kami kompak menggeleng bersamaan
"Kenapa si? emangnya gaboleh aku ketawa?" tanyanya dengan nada dingin yang membuat kami merinding.
"Ngga, kalo bisa lo tiap hari aja ketawa" jawab Kak Rangga sambil melihat si Sasha yang lagi makan.
"Ga" balasnya dingin.
"Cihh baru aja tadi ketawa, sekarang dah kaya kulkas lagi" jawab Kak Rangga kesal
"Makasih sandwichnya, beli minum sana" ucapnya ke Kak Rangga
"Lo siapa nyuruh-nyuruh gw?" balasnya meledek
"Susu pisang, jangan yang lain" ucapnya sambil mengeluarkan hp di saku jaketnya.
"Gw kan gabilang mau beliin"
"Aku anggap iya, cepet" ucapnya.
"Iya iya" Kak Rangga lalu berdiri dan berjalan kedepan kulkas, mengambil susu di bagian atas lalu membayarnya dan duduk kembali sambil menusukkan sedotan ke kotak susu.
"Makasih" ucap si Sasha sambil meminum susunya
Teeettt....
Bel berbunyi dan kami masuk ke kelas masing-masing.
Gw berjalan di belakang si Ian sama si Dea yang mereka selalu menempel kaya magnet, sedangkan gw jalan ama si Sasha yang selalu diam dan gapernah bicara kalo ngga penting.
Kami masuk kelas dan duduk di kursi kami masing-masing.
***
Pada saat pulang sekolah, gw membereskan buku buku dan melihat si Sasha yang masih tidur sejak masuk kelas tadi. Gw berencana buat bangunin si Sasha.
"Bro gw duluan ya" ucap si Ian sambil menepuk pundak gw lalu dia jalan keluar dengan si Dea.
Gw berjalan dan duduk disamping si Sasha.
"Sha, bangun" ucap gw menggoyangkan pundaknya.
Gaada jawaban dan dia juga ga gerak sedikitpun dari posisinya.
Gw melihat wajahnya lalu gasengaja ngeliat bibirnya dan wajah gw memerah mengingat kejadian dirumah Kak Rangga.
"Jangan mikir aneh aneh dasar mesum"
Ucap gw dalam hati lalu meletakkan kepala gw diatas meja dan kami tiduran berhadapan.
Gw melihat setiap inchi wajahnya, bulu mata yang panjang dan lentik, bibir yang tipis dan hidung yang kecil serta kulit yang mulus.
Gw mengangkat tangan gw dan menyentuh pipinya. Saat gw sedang melihat wajahnya, dia membuka matanya dan kami pun saling melihat satu sama lain.
"Ngapain kau?" ucapnya
"Can..tik" gumam gw
Dia lalu bangun dan membawa tasnya keluar dari kelas.
"Gw ngomong apa si?" gw langsung tersadar dan bangun lalu menyusul si Sasha.
Gw sedikit berlari dan mensejajarkan langkah dengannya.
"Lo kenapa ninggalin gw si?"
Dia gamenjawab dan masih berjalan ke arah parkiran.
"Lo mau pulang?" tanya gw
"Hm" jawabnya singkat
"Yaudah gw duluan ya" ucap gw sambil melambaikan tangan.
Gw berjalan keluar gerbang lalu berjalan ke halte bus dan menunggu bus yang menuju kearah rumah gw. Bus tiba dan gw naik lalu duduk dikursi deket jendela, lalu tiba-tiba si Sasha duduk disebelah gw.
"Lo kenapa naik bus?"
"Ban motorku bocor"
"Tapikan rumahlo gajauh darisini"
"Aku mau ke basecamp" ucapnya lalu memasang earphone di telinganya, sambil membaca buku fisika.
Lalu bus berhenti menurunkan dan mengangkut penumpang di halte berikutnya. Gw melihat ada sepasang nenek-nenek dan kakek-kakek yang masuk dan bus sedang penuh. Gw berniat memberikan tempat duduk gw buat mereka dan berdiri barengan dengan si Sasha.
Gw yang melihat dia masih bengong
"Ngapain kau, cepat kemari" gw pun menghampiri si Sasha dan memberikan tempat duduk gw buat kakek nenek itu.
"Lo baik juga ya"
Dia tidak menjawab hanya membaca buku dan bersamdar di kursi samping penumpang, tapi tiba-tiba bus ngerem mendadak dan membuat dia kehilangan keseimbangannya dan hampir terjatuh, dengan sigap, gw menahan dia dengan sebelah tangan gw berpegangan pada tiang yang ada di bis dan dia jatuh di tangan gw dengan posisi menghadap ke atas dan mata kami bertemu. Dia lalu berdiri dan berpegangan di tiang yang gw pegang.
"Ehmmm, makasih" ucapnya sambil menyembunyikan wajahnya yang memerah.
"Ehh udah nyampe, ayo turun" ucap gw
Bus berhenti dan kamipun turun.
Kami berjalan menuju arah rumah gw dan si Sasha berhenti di depan supermarket.
"Tunggu disini" ucapnya sambil membuka pintu minimarket
Gw menunggu di depan pintu dan galama dari itu, dia keluar sambil melemparkan kaleng kearah gw.
"Apa ini?"
"Minumlah"
"Gw gaminum cola"
"Itu bukan cola"
Gw melihat kembali kemasan kaleng itu dan membaca nya, itu ternyata jus rasa leci dengan kemasan berwarna merah.
"Oh iya makasih" gw membuka kaleng itu dan meminumnya, ahh seger banget anjir dicuaca panas gini
"Naiklah" tak terasa kami dah sampe lalu dia masuk ke basecamp nya yang ada dibawah kamar kosan gw. Gw pun naik dan membuka pintu kosan lalu merebahkan diri di kasur.