
Tahun 2014 lalu,
Aku berada di Jakarta karena sedang merayakan pesta pernikahan adik dari ibuku, aku keluar dan berjalan menuju ke depan gereja dan membeli telor gulung yang jualan di depan gereja itu, gw membeli dan menunggu tukang jualannya menggoreng pesanan gw sambil melihat lihat sekitar situ dengan angin sore yang menerbangkan rambutku.
Dari arah samping gereja terdengar suara tertawaan sekumpulan anak laki laki yang sedang berkumpul disana, gw menengok ke arahnya dan mendapati seorang laki laki sedang memandangku lalu mengalihkan pandangannya ke teman temannya, lalu teman temannya pun mengejeknya sambil menertawakannya. Gw tidak terlalu menanggapinya dan pesanan telor gulung gw sudah jadi lalu aku melangkah berniat kembali ke acara pernikahannya sambil memakan telor gulung itu tidak sabar. Tapi tiba-tiba
Syuuut... ada seorang anak laki-laki yang menghadang jalanku. Dan itu adalah laki-laki yang memerhatikanku di kumpulan anak laki laki tadi.
Dengan keadaan mulut terbuka bersiap memakan telor gulung, gw memasukkan telor gulung itu ke dalam palstiknya lagi
"Maaf ya, permisi" gw langsung berjalan ngelewatin dia, tapi dia ngehadang lagi sambil senyum ngeliatin lesung dipipi kanannya.
"Boleh kenalan?" dengan suara beratnya dia ngulurin tangan dan tersenyum dengan ramah. Karena kaget, aku menjatuhkan plastik telor gulung itu ke tanah.
"Eeeh lohhh! Kenapa? Kaget ya? Maaf" sambil mengambil plastik telor gulung gw yang jatoh.
"Bukan orang sini ya? belum pernah liat soalnya"
"Aah...iya"
"Ohh lagi liburan ya? ada sodara disini? siapa sodaranya? dimana rumahnya?" tanyanya panjang.
"Eee itu...rumah yang ini" aku menunjuk bagian belakang rumah.
"Ooh rumahnya Indah ya? sodaranya Indah?"
"Bukan"
"Ehh bukan? terus siapanya?"
Dia laki-laki tapi cerewet ya:)
"Itu ad-"
"Ada acara disini ya?"
"Iya"
"Acara apa?"
"Pesta pernikahan adiknya ibuku"
"Ooh nikah sama kakanya Indah ya?"
"Iya kak, hehe" gw mencoba tersenyum sangat ramah
"Raja" ucapnya sambil ngulurin tangan "Raja Kalandra" sambil senyum senyum.
"Permisi" gw yang malu memilih untuk pergi dan gak menerima uluran tangannya, dan untungnya dia gak ngehadang lagi.
***
Jam 19.30 PM
Gw keluar lagi dari acara pesta pernikahan itu dan berniat membeli es krim di warung samping gereja tempat anak anak tadi nongkrong, setibanya disana, gw melihat mereka yang masih nongkrong disana, karena gw ga mikir apa apa dan memang gak peduli juga, Pas nyampe di warungnya, tiba tiba mereka yang tadinya ketawa ketawa jadi hening seketika saat mereka melihat gw melangkah ke depan freezer tempat es krim nya. Saat gw mau ngambil es krimnya, aku ngerasa ada tubuh yang lebih tinggi dari gw berada di belakang tubuh gw dengan tangan yang mengikuti tangan gw memegang 1 es krim yang sudah gw pegang. Gw menengok dan melihat ada cowo itu lagi ngeliatin ke arah eskrimnya lalu senyum sambil liatin gw. Gw yang kaget langsung buru buru ngambil es krimnya lalu membayarnya dan lari dengan cepat meninggalkan warungnya, dan cowo itu ngikutin gw.
Tapi tiba-tiba,
Bruuk, gw jatoh karena kesandung kaki sendiri. Lalu terdengar suara langkah kaki yang berlari ke arah gw.
"Kamu gapapa?" dengan nada panik sambil membantu gw buat bangun.
Gw bangun dengan merasakan sedikit nyeri di lutut gw
"Ayo sini duduk dulu" dia memapah gw untuk duduk di tangga depan rumah orang. Dia pun ikut duduk dan membuka es krimnya lalu kasih ke gw.
"Ni, maaf ya" gw melihat dia memberikan es krim nya ke gw, dan gw pun baru menyadari sesuatu, es krim gw jatoh ke got T_T
"Gausah kak"
"Terima aja, maaf udah bikin kamu jatoh" sambil memegang tangan gw untuk mengambil es krim nya.
"Iya makasih:)"
Gw mengambil es krimnya dan memakannya.
"Nama kamu siapa?" ucapnya sambil ngeliatin gw yang lagi makan es krim
"Hmm?" gw menengok kearahnya lalu dia tertawa
"Kenapa? ada yang lucu?"
"Ada, hahah" lalu dia pun mendekatkan tangannya dan mengusap bibir gw dengan ibu jarinya, lalu menjilat ibu jarinya.
"Manis ya" Gw pun masih diam membeku dengan perlakuannya sama gw.
"Heeiii, jangan terpesona begitu, nanti kamu jadi suka, hahaha, eeh tapi gapapa deh kalo kamu suka:)" dia berbicara sambil melihat gw yang masih membeku.
"Maaf" ucap gw sambil memalingkan muka
"Maaf kenapa? gapapa ko liat aja sepuasnya, hahah"
"Ehh iya, nama kamu siapa?" lanjutnya
"Hana, Hana Athaya" jawab gw
"Hana sama Raja, bagus kan?" balasnya
"Iya, nama kamu bagus"
"Iih bukan nama aku, maksudnya cocok kan?"
"Cocok gimana?"
"Ya cocok aja, pasti kita jodoh deh"
"Jo-jodoh?"
"Iya jodoh, soalnya nama kita cocok" gw mendengar itu sambil tersenyum dan menatap dia.
Kami bercerita tentang banyak hal.
Lalu besok paginya gw pulang ke Bogor karena acara pesta pernikahannya udah selesai.
4 Tahun kemudian di 2018
Gw kembali lagi ke Jakarta untuk melihat adiknya ibu gw yang baru melahirkan anak pertama, gw nyampe di Jakarta sekitar jam 10.00 AM dan setelah sampai memutuskan untuk beristirahat.
Jam 11.43 AM, Gw keluar rumah dan berjalan menuju warung di samping gereja untuk membeli minuman dingin, dan disana terdapat sekumpulan anak laki laki yang sedang mengobrol sambil ketawa ketawa. Gw ga terlalu peduliin mereka dan berjalan kedepan lemari pendingin lalu membuka pintunya, gw berdiri cukup lama karena sibuk memilih minuman apa yang mau gw beli.
Tapi tiba-tiba, ada tangan yang menjulur dari belakang gw dan mengambil minuman yang ada di bagian paling atas, karena gw kaget, gw balikin badan gw dan melihat dia siapa, gw sedikit mengangkat kepala gw untuk melihat dia siapa, lalu dia pun menunduk dan mendekatkan wajah nya ke wajah gw, gw kaget ternyata itu cowo yang gw temuin 4 tahun lalu, mukanya masih sama dengan lesung pipi yang diperlihatkannya.
"Hai, lama ya gaketemu" ucapnya
"I-iya halo" jawab gw dengan gugup
Lalu terdengar suara sekumpulan anak laki laki yang sedang mengejek kami
"Kenapa kesini?"
Kami berhadapan dan gw bersandar di dinding.
Dia pun melihat gw dan menaruh kepala nya di pundak gw,
Gw memberanikan diri gw untuk mengusap kepalanya.
"Kangen selama 4 tahun gabisa diobatin cuma usap kepala doang" ucapnya yang masih menundukkan kepalanya, lalu mengangkatnya dan melihat gw, gw pun menaruh tangan gw dipundaknya.
Dia lalu memegang sebelah tangan gw dan menahannya di dinding dengan tangannya, lalu mendekatkan kepalanya.
"Tutup matamu" ucapmya dengan wajah yang berjarak sekitar 5 cm
Gw pun menatap matanya dan menutup mata gw,
"Udahh, terus gimana?"
"Diam dan nikmati saja" ucapnya dengan nada lembut
"Jantungmu degupannya kenceng ya?"
"Jangan merusak suasana" ucapnya
Lalu gw merasakan ada benda yang kenyal dan hangat menempel di bibir gw, lalu dia pun memegang pinggang gw sambil memainkan lidahnya dan berusaha membuka mulut gw. Karena gw terbawa suasana, mulut gw terbuka perlahan lahan dan dia pun memainkan lidah nya di dalam mulut gw.
Sekian lama kami berciuman,gw membuka mata, lalu dia melepasnya dan menatap gw dengan tatapan hangat.
"Hana, aku menyukaimu" ucapnya lalu mencuim gw lagi sebentar
"Apa? tapi kan kita juga belum lama kenal" ucap gw
"Kita bisa saling mengenal setelah pacaran, ayo kita pacaran"
"Hah? pacaran?"
"Iyaa, kamu mau jadi pacar aku?"
"Aku..." gw menatap dia sambil memikirkan keputusan gw, lalu dia pun menatap gw dengan tatapan meyakinkan.
"Iya, aku mau" gw mengucap itu pelan dan menundukan kepala gw.
"Apa? aku gasalah denger kan?" ucapnya sambil kegirangan
"Ngga, kamu gasalah denger ko" ucap gw sambil menatapnya dan tersenyum.
Mulai dari hari itu, kami menjalani hari sebagai pasangan, dan saat gw pulang ke Bogor, gw melihat raut muka sedih nya. Kadang dia juga suka nemuin gw saat di Bogor di hari Minggu malam untuk nge date.
Kami melewati 2 tahun yang penuh lika liku, dan sampai suatu hari, gw marah kepadanya hanya hal sepele dan tepat di hari ulang tahunnya.
Saat malamnya, gw memutuskan untuk chat dia duluan dan meminta maaf. Tidak ada balasan, gw memutuskan untuk menunggunya sambil ketiduran, dan di pagi harinya tetap tidak ada balasan dari dia.
Gw kesel ama dia dan memutuskan untuk mendiamkannya, sampai 4 bulan berlalu dia belum kunjung membalas chat gw dan akhirnya, pada tanggal 17 Januari gw mendapat 1 chat dari nomor yang tidak dikenal mengirimkan sebuah lokasi dengan beberapa chat
Datang kesini sekarang juga jika kau mau tau semuanya.
Gw membaca chat itu dan membalasnya, tapi tidak bisa karena nomor gw dah di blokir
Gw pergi ke lokasi yang dikirim orang itu dan gw tiba di pemakaman. Gw masuk dan melihat ada beberapa orang yang sedang berkumpul di salah satu makam dan gw menghampirinya, lalu seorang wanita yang gw kenal pun melihat gw yang baru datang dan tampak kebingungan.
"Hana" ucap wanita itu
"Lohh Mama? Mama ngapain disini?" ya, wanita itu adalah Mama dari Kak Raja.
"Kamu ngapain disini sayang?"
"Aku dateng kesini karena dapet chat ini" gw menunjukkan chat itu ke Mama nya Kak Raja, lalu tiba tiba dia menangis mengeluarkan air mata.
"Ma? Mama kenapa?" gw memegang bahu Mama nya Kak Raja, lalu dia mundur selangkah dan membuat gw melihat makam dengan tulisan 'Raja Kalandra' gw diam mematung dan melihat orang orang yang sedang berkumpul disana dan tak terasa air mata langsung menetes membasahi pipi gw. Gw yang bertanya tanya langsung melihat kearah Mama nya Kak Raja dan menanyakan apa yang terjadi
"Ma? ini maksudnya apa?" gw bertanya sambil menangis
"Raja, udah gaada sayang, kamu ikhlasin dia ya" ucapnya dengan nada yang tenang,
"Tapi kenapa kalian gaada yang ngasih tau aku, kapan dia pergi? dia gabilang juga mau pergi" gw menangis dan terduduk di depan makamnya.
"Ini permintaan Raja sayang, bangun dulu yuk, akan Mama ceritakan semuanya dirumah" dia mengangkat gw untuk bangun, tapi gw diam sambil menatap nisan dengan nama orang yang gw tunggu selama 4 bulan.
"Ayo sayang, kita pulang dulu, Mama ceritakan semuanya dirumah ya"
Gw pun bangun dan mengikuti Mama pulang.
Sesampainya dirumah, gw duduk di sofa ruang tamu dengan pipi yang masih basah dengan air mata.
Mama nya Kak Raja pun duduk disamping gw dengan teman temannya kak Raja dan juga Papanya.
Mama menceritakan semuanya dan gw disitu tak kuasa menahan air mata gw dan nangis sesenggukan.
Ternyata, dihari saat kita marahan 4 bulan lalu dan bertepatan dengan hari ulang tahunnya tanggal 17 September, dia sedang main bersama teman temannya, lalu karena stress kami sedang marahan, dia pun minum alkohol sampai mabuk, sampai sekitar jam set 10, dia memutuskan untuk pulang dengan mengendarai motornya.
Teman temannya udah menawarkan mau mengantarnya, tapi dia menolak dan ingin pulang sendiri, berkali kali mencoba memaksanya, dengan keras kepala dia menolak dan pulang sendiri, sampai akhirnya mereka membiarkannya pulang sendiri dan Kak Raja sudah pergi dengan motornya dan teman temannya mengikuti nya dibelakang tanpa sepengetahuannya, dia mengemudikan motor dengan kecepatan yang sangat cepat sampai akhirnya tiba di perempatan, ada sebuah truk dari arah kanan yang melaju dengan kecepatan yang lebih cepat juga, karena keadaan jalanan yang lumayan sepi, hanya ada beberapa kendaraan. Karena truk itu melaju dengan sangat cepat, sampai Kak Raja melewat didepannya, Kak Raja tertabrak dan tubuhnya terpental, helm nya retak dan darah yang berceceran dimana mana, teman temannya pun langsung menghampirinya dan membawanya kerumah sakit, tapi tidak tertolong karena benturan yang mengenai kepalanya sangat keras. Dan supir truk itu melarikan diri.
Setelah mendengar semua kebenarannya, gw masuk ke kamar Kak Raja dan mengingat semua kenangan yang ada di dalamnya. Lalu Mama Kak Raja masuk sambil membuka lemari danmembawa kotak yang lumayan besar lalu memberikannya pada gw.
Setelah memberikan itu, Mama Kak Raja keluar dan menutup pintu. Gw duduk di ranjang Kak Raja dan membuka isi kotaknya, gw menangis melihat ada beberapa foto kenangan saat pergi ke festival di sekolahnya, lalu gw juga melihat ada beberapa catatan tulisan tangannya dan juga buku, gw tersenyum saat membacanya, ternyata dia menuliskan semuanya di sebuah buku berwarna coklat dengan gambar beruang.
Sampai akhirnya gw membaca 1 kalimat yang sangat menyentuh buat gw
'Jangan terlalu larut dalam kesedihan, mulai saat ini, kamu harus berjuang demi masa depanmu ya'
Gw membaca itu sambil meneteskan air mata lalu tiba tiba tertawa membaca lanjutannya.
'Anjayy keren banget gw nulis kata kata gitu, haha'
Gw lanjut membaca semua yang dia tulis di buku nya dan tak terasa malam pun tiba. Gw keluar kamar dan turun ke lantai 1, gw mendapati Mama, Papa, Adik serta temen temennya sedang menikmati makan malam sambil bercanda. Melihat mereka yang baik baik saja seperti itu, gw serasa mendapat kekuatan dan mencoba untuk mengikhlaskan dia. Gw menghampiri mereka dan pamit mau pulang.
Gw pulang naik bus menuju Bogor, sesampainya di depan rumah, gw mendapati ada banyak orang yang berkerumun dan beberapa dari mereka menangis.
Lalu gw melewati mereka dan masuk ke halaman rumah lalu melihat ada mobil ambulans disana, dan beberapa petugas membawa seseorang menggunakan tandu sambil ditutupi kain. Gw menghampiri Ayah gw dan bertanya apa yang terjadi
"Pa, ini ada apa?"
"Maafkan Papa, Hana"
"Kenapa?"
"Ibu kamu meninggal terbunuh karena seorang pencuri tadi sore"
Deeeggg!!! Ibu? Meninggal?
Kenapa di hari yang sama gw harus ngerasain kesedihan yang berkali kali lipat?
***
3 hari berlalu dan gw mulai depresi dengan kejadian yang menimpa gw? gw minum obat penenang lalu overdosis dan dibawa kerumah sakit. Dan sayangnya gw masih hidup:)