Mafia'S Girl

Mafia'S Girl
Episode 42



"Hah? Lo gila ya?" Teriak gw ke si Sasha


"Sha? Lo sadar kan?" Ucap Kak Rangga


"Pacarmu? Dia?" Tanya Kakeknya gapercaya


"Ehh bukan ya?" Jawab si Sasha ke gw


"Bentar bentar, gw si emang mau jadi pacar lo, tapikan ini situasi nya ga mendukung banget" jawab gw


"Sha, setan mana yang ngerasukin lo?" Ucap Kak Rangga memegang kedua bahunya si Sasha dan menggoyangkan tubuhnya


Kakeknya hanya tertawa, dan membuat kami semua diam


"Kenapa Kakek tertawa?" Tanya si Sasha dan Kak Rangga bersamaan


"Hei siapa namamu?" Tanya nya ke gw


"Arshaka dipanggil Raka"


"Arshaka ya" jawabnya


"Namamu bagus" sambungnya


"Terima kasih"


"Kakek akan datang 12 hari lagi kerumahmu, jangan lupa siapin makanan yang enak ya Kinsha" ucapnya lalu berdiri dan keluar dari ruangan


Saat pintu tertutup, suasana didalam ruangan itu seketika hening dan hening...


"Terus sekarang apa?" Tanya gw memecah keheningan


"Waahaha, aku pasti sudah gila" ucap si Sasha pelan


"Gw juga ngerasa gitu" jawab Kak Rangga


"Rangga, Raka, tadi kalian dengar kan dia akan kerumahku 12 hari lagi?" Tanya nya tanpa mengalihkan pandangannya


"Iya" jawab kami bersamaan


"Aku pasti bakal mati kali ini"


"Gw dah sediain lahan khusus buat makam lo ko, tenang aja" jawab Kak Rangga sambil menepuk nepuk bahu si Sasha


"Emang kenapa Sha?" Tanya gw penasaran


"Sekarang tanggal berapa?"


"25 September"


"Dirumahmu aja ya Rangga"


"Gaboleh, sebulan kedepan gw bakal tinggal sama Ruby" jawabnya


"Ahh sialan" jawabnya lalu bersandar dengan lemas


"Dirumah Papa lo aja"


"Ehh iya juga, aku lupa kalau aku punya Papa" jawabnya


"Hmm, yaudah ayo belanja" sambungnya lalu berdiri


"Belanja? Belanja apaan?" Tanya Kak Rangga bingung


"Kau gamau bawa apa apa ke Bandung nanti?" Jawabnya sambil tersenyum


"Iya juga, ayo belanja" Kak Rangga lalu berdiri dan melihat kearah gw


"Apa?"


"Ayo belanja" jawabnya sambil menarik tangan gw dan gw pun berdiri


"Kau gamau ajak Ruby?"


"Hmm, dia besok aja, ribet gw kalo jagain 2 adek hahaha" jawabnya.


Lalu kita berjalan keluar dan pergi ke mall.


***


"Wah Sha, baju ini cocok di lo" ucap gw setelah melihat baju dan mengepaskannya ke badan si Sasha


"Terlalu cerah"


"Bagus, biar lo keliatan ceria pake warna cerah" jawab gw membujuk


Dia lalu menghela nafas dan mengambil baju itu dari tangan gw dan memberikannya ke pelayan disana.


"Carikan warna yang sedikit gelap" ucapnya


Pelayan itu mengangguk lalu pergi


"Cih, padahal bagus warna tadi"


Dia gamenjawab dan hanya melihat lihat sekitar, lalu galama dari itu, pelayan tadi datang memberikan 2 baju yang berwarna sedikit gelap.


Dia lalu mencoba keduanya dan cocok banget woe^^


"Waah, bagus diem gitu" gw lalu mengeluarkan hp gw dan mengambil beberapa potonya


"Heh anak mesum" ucapnya


"Hah? Gw?"


"Memang siapa lagi?"


"Gw ga mesum ya"


"Mengambil foto sembarangan itu tindakan kriminal loh"


"Lo juga sering potoin gw pas tidur kan? Itu juga tindakan kriminal loh" jawab gw


"Darimana kau tahu aku mengambil foto mu saat tidur?"


"Dari Kak Rangga" jawab gw mengalihkan pandangan kearah lain


"Rangga?"


"Ahh ck, anak sialan itu masih bisa akses hard driveku rupanya" ucapnya kecil


"Tunggu, disini" sambungnya lalu masuk kembali dan mengganti pakaiannya seperti semula.


Setelah keluar dia lalu membayar baju tadi di kasir dan keluar dari toko itu dan masuk ke toko jam tangan.


"Eh Sha? Udah selesai?" Ucap Kak Rangga yang melihat kearah kami.


"Udah nemu?"


"Udah, tapi gw bingung mau yang rosegold atau yang gold ya" ucapnya sambil melihat kearah 2 jam tangan didepannya


"Hmm, rosegold bagus untukmu" jawab si Sasha


"Yakan bagus kan? Tapi kata si Mbaknya yang gold juga bagus" ucap Kak Rangga


"Kau bingung?"


Kak Rangga hanya mengangguk


"Beli saja dua duanya" ucap si Sasha


"Ehh? Iya juga ya, dua duanya bagus di gw kenapa gw harus pilih 1? Lo emang jenius Sha" jawab Kak Rangga.


"Raka lo mau beli jam tangan juga?" Sambungnya


"Gausah, gw punya jam tangan ko dirumah"


"Jam tangan yang 15.000-an itu?"


"Hahaha, iya tapi bagus"


"Gw mau beliin lo jam tangan disini" ucapnya


"Gau-"


"Ganerima penolakan" ucapnya sambil tersenyum mengintimidasi.


"Beneran Kak gausah gapapa"


"Raka, lo mau mati ya?" Tanya nya sambil tersenyum manis


"Gw gabisa dipaksa"


"Tapi gw maksa, ayo pilih, kalo ga pilih biar gw sama si Sasha yang pilihin buat lo, mau milih sendiri apa dipilihin?"


"Hmm kalo dipilihin itu terserah kalian kan?"


"Yaudah tolong pilihin ya"


Mereka lalu menyeringai dan berpisah ke sisi yang berbeda mulai memilih beberapa jam tangan yang ada disana lalu mereka memanggil gw ke kasir.


"Gimana? Bagus ga pilihan kita?"


"Bagus si, hahaha. Tapi kayaknya otak kalian yang gabagus deh, gw cuma punya 2 tangan, kenapa kalian pilih sampe segunung begini?"


"Katanya tadi mau dipilihin"


"Yaudah gini deh"


"Dipilihin kalian tapi gw milih sendiri gimana?"


"Hah?" Tanya Kak Rangga bingung


"Oke, pilih yang kau mau" jawab si Sasha


Gw lalu memilih salah satu jam tangan di antara yang mereka bawa tadi.


"Nih ini aja" jawab gw memilih salah satu darisana.


"Wahh, mata lo bagus ya" ucap Kak Rangga


"Hahaha biasa" jawab gw menyombongkan diri.


"Yasudah, kembalikan ini semua dan bayar 3 ini saja" ucap si Sasha dan Kak Rangga bayar ke-3 jam tangan itu.


"Terima kasih atas kunjungannya Tuan Rangga dan Nona Queensha, kami menantikan kunjungan kalian berikutnya" ucap seorang laki laki pemilik toko itu.


"Hmm, aku melihat postinganmu di Spacebook, kau punya koleksi khusus ya?" Ucap si Sasha


"Benar, hahaha"


"Aku mau lihat"


"Tentu saja, tunggu biar saya ambilkan" jawabnya lalu masuk keruangannya dan keluar kembali dengan sebuah kotak ditangannya.


"Ini koleksi terbaruku, yang saya dapatkan langsung dari pemilik brand-nya" jawabnya


"Aku suka, kau menjualnya kan?"


"Sebenarnya ini mau saya simpan, tapi karena anda tamu VVVIP, akan saya berikan dengan harga yang murah"jawabnya


"Katakan"


"200.000 dollar"


"Harga yang bagus, bungkus itu akan kubuatkan cek" jawab si Sasha


"Baiklah, hei kemarilah, bungkus ini dengan rapi dan jangan sampai lecet" ucap pria itu ke salah satu pegawainya


Sementara si Sasha sedang membuat cek


"Kak, 200.000 dollar itu berapa?" Tanya gw berbisik


"Sekitar 2.8 M" jawabnya ikut berbisik


Gila!! Jam tangan doang 2.8 M? Emang dasar sultan ngabisin duit segitu gak ragu? Lah gw udah mikirin berulang ulang sambil ngerenungin gimana gw di masa depan.


"Ambillah sebelum jam 7 malam ini, lebih ceoat lebih baik kan?" Ucap si Sasha memberikan selembar cek itu ke pria itu dan si Sasha mendapatkan barangnya.


"Kau mau beli apa lagi?"


"Lensa kamera"


"Ahh aku gamau nemenin, kau beli lensa kamera suka lama, beli online aja"


"Kalo beli online kan lama Sha"


"Apa gunanya uangmu?"


"Tapi tetep aja"


"Sudahlah ayo makan, aku lapar" ucapnya lalu keluar meninggalkan kita di dalam toko jam tangan ini.


***


"Sha lo mau makan apa?" Tanya Kak Rangga sambil melihat menu


"Hmm, makanan yang tidak berkalori tinggi, karbohidrat sedang, mengandung fosfor, tanpa lemak jahat" jawab si Sasha


"Kayaknya gw tau deh, lo pasti mau makan rawon kan? Ayo pindah ke restoran padang" jawab Kak Rangga


"Heh" ucap Sasha dengan raut muka jengkel


"Becanda becanda"


"Apa lo mau seblak aja?" Sambungnya


"Selbak? Apaan selbak?"


"Seblak Sha"


"Iya itu apa?"


"Itu tuh isinya kerupuk, makaroni, baso, sosis, daging ayam, kwetiau, telor, ditumis jadi 1" jelasnya


"Hah? Tidak mau, rasanya pasti aneh"


"Enak ko, Ruby aja suka hampir tiap hari beli"


"Aku makan nasi goreng saja, pake kecap ya, sedikit cabe dan kasih saus tomat diatasnya" ucap si Sasha


"Nasi goreng sosis?"


"Iya, aku mau bedain rasanya" jawabnya


"Oke, lo mau apa Raka?"


"Gw chocolate cake aja"


"Chocolate cake? Lo makan siang pake kue?"


"Yaudah gw pesen soto ayam, bilang pake telor bulet setengah mateng ya" jawab gw


"Oke, mau nambah Sha?"


"Aku mau ini" ucapnya menunjuk gambar


"Eh? Paket anak-anak?"


"Iya, harus lengkap dengan benderanya" jawabnya


"Hahaha oke oke"


Kak Rangga memanggil pelayan dan menyebutkan pesenan kami tadi.


Lalu, beberapa saat kemudian, makanan datang


Saat gw hendak mengambil sendok, tangan gw dipukul sama si Sasha


"Kenapa?"


"Tunggulah jika kau tak mau mati" jawabnya sambil melihat Kak Rangga


Kak Rangga lalu mengeluarkan hpnya dan makanannya dipoto dulu anj, 1 menit, 10 menit,


"Lama bet si Kak" protes gw


"Eh masa? Hahaha yaudah ayo makan" jawabnya


Selesai makan.


"Ahh kenyang, abis ini mau beli es krim ga Sha?"


"Iya" jawabnya mengangguk


"Lo mau beli es krim ga Raka?"


"Ngga" jawab gw menggeleng


"Kenapa?"


"Perut gw bisa meledak"


"Dikit ko, buat dessert doang"


"Liat nanti deh, kalo misalnya gw ngiler ya beli, hahaha" jawab gw sambil tertawa


Setelah beli es krim, mereka pulang ke rumah Raka.