
Bel pulang sekolah pun berbunyi.
"Ahh gila, laper banget gw" gw mengeluh sambil memiringkan kepala gw diatas meja.
"Ayo cari makan" ajak gw ke si Ian
"Sendiri aja ya, gw mau nge date dulu, hahah" balasnya
"Ehh? Lo punya pacar?"
"Bukan pacar si... tapi gebetan" ucapnya berbisik
"Siapa?" Gw berbicara
"Yan, kita jadi jalan?" Seru si Dea yang baru nyampe di samping gw
"Jadi dong, ayo" ucapnya sambil memegang tangan si Dea lalu keluar kelas.
"Hah?!!" Si Ian suka si Dea? Tapikan....
"Ca, lo gapulang?" Ucap seseorang mendekati si Sasha yang lagi duduk di kursinya sambil membaca buku
"Nanti"
"Ajarin gw fisika dong" ucapnya
"Belajar saja ke kakakmu sana"
"Ahh dia kan noob banget kalo soal fisika"
"Ck, merepotkan"
"Ya, ya" ucapnya memohon
"Besok"
"Bneran?" Ucapnya senang
"Hm"
"Oke kita belajar dimana?"
"Rumahku, sepulang sekolah" balasnya yang tidak memalingkan wajahnya dari buku
"Oke, thanks ya, besok gw kerumah lo sepulang sekolah" ucapnya sambil berjalan keluar kelas.
Dia tidak menjawab dan masih fokus ke bukunya.
"Sha?"
Gaada jawaban
"Sha?"
Masih gaada jawaban
"Sha?"
"Aku dengar, bicara saja" ucapnya datar
"Lo gapulang?"
"Sebentar lagi"
"Nungguin apa emang?"
"Ck, berisik, jika mau pulang, pulang saja sana" balasnya dengan nada yang dingin
"Gw laper, nyari makan yu" ajak gw
"Kau saja"
"Kenapa?"
"Lagi hemat"
"Gw yang traktir, ayo"
"Jangan boros, masak sendiri saja"
"Ihh gw kan gabisa masak"
"Ck, ayo pulang"
"Ehh lo setuju? Ayooo, makan dimana ya enaknya"
Dia hanya berjalan dan gangejawab pertanyaan gw.
Kami berjalan ke arah parkiran dan mendapati seorang laki-laki disana.
"Lo lama banget si anjir" ucap Kak Rangga mengomel
"Kenapa?"
"Gw nebeng ya, motor gw ilang, hahaha"
"Masuklah"
Dia lalu membuka pintu dan masuk, gw duduk dikursi belakang bareng Kak Rangga, dan kami pun melaju.
"Btw Kak" ucap gw membuka obrolan
"Kenapa?" Balasnya
"Motor lo ko bisa ilang?"
"Ahh, gw pelupa, jadi tadi pagi kuncinya gadicabut, hahaha" jawabnya dengan enteng dan sambil ketawa
Dia motornya ilang gapanik apa ya?
"Lo gapanik motor lo ilang?" Tanya gw heran
"Kenapa panik?" Jawabnya dengan santai
"Motor kan mahal Kak, kalo gw beli pasti dah ngabisin biaya hidup 3 tahun"
"Gabakal 3 tahun lah, paling cuma 3 hari" balasnya
"Lo kan kemaren dah dapet duit banyak dari si Sasha, berapa ya kemaren? Kalo gasalah si kurang lebih ada 470 juta" jawabnya
"HAAH?!!" Gw berteriak karena kaget mendengar ucapan Kak Rangga
"Kenapa? Ko lo kaget gitu?"
"Banyak banget? Kemaren gw beneran dikasih 470 juta?"
"Iya, kenapa? Kurang ya?" Balasnya
Gw lalu menggeleng sambil melihat Kak Rangga dengan tatapan yang gapercaya.
Gila!! 470 juta? Gw kerja sehari bisa dapet sebanyak itu, yahh tapi untung si kemaren dipotong si Sasha, jadi gw juga gapegang banyak banyak, gw suka mendadak gemeteran ama panik sendiri kalo megang duit gede
Kami lalu berbelok ke arah parkiran bangunan apartemen si Sasha, lalu keluar dan masuk ke lobi apartemen.
"Raka, olahraga ya, hahaha" ucap Kak Rangga sambil mengikuti si Sasha berjalan masuk ke tangga darurat
"Gamau, gw naik lift aja" ucap gw
"Ehh? Kenapa?" Tanyanya
"Lantai 15 kan tinggi banget, gw mana kuat"
"Apa salahnya olahraga? Ayo lewat sini aja, gw bakal ngelatih lo supaya lo ga keliatan cupu lagi"
"Gw? Cupu?" Ucap gw sambil menatapnya.
"Iya, hahaha dimulai dari olahraga naik tangga dulu ya" dia lalu menyeret gw memasuki pintu tangga darurat dan mulai menginjak anak tangga satu per satu.
***
Hampir 1 jam gw menaiki tangga dan akhirnya nyampe di lantai 15
Gw ngos ngosan dan kaki gw gemeteran
Gw mengikuti si Sasha dan Kak Rangga masuk ke dalam rumah dan duduk di sofa dalam sana.
"Hah, pegel"
"Mulai sekarang, biasain pake tangga ya, jangan pake lift" ucap Kak Rangga yang lagi liatin gw sambil tertawa
"Copot nanti kaki gw lama lama"
"Ehh, lo mau kemana Sha?" Tanya Kak Rangga yang melihat si Sasha lewat depan kami
"Mandi, mau ikut?"
"Ga, sana mandi, jangan lama-lama ya, gw dah laper" balasnya
Gw melihat jam dan waktu menunjukkan jam 06.10
"Lo sering kesini Kak?" Tanya gw membuka pembicaraan
"Lumayan lah, paling sebulan cuma 6 atau 7 kali"
"Ohh, gitu ya?"
"Iya" lalu suasana kembali hening.
"Wihh, dia punya ini?" Serunya sambil menghampiri 1 rak yang dipenuhi mainan.
"Ini" sambil menunjuk barang itu dengan jarinya
"Ehh? Ini kan yang limited edition itu kan?" Gw berseru
"Eh lo tau?"
"Tau, gw waktu itu liat iklannya di ig, hahaha" ge tertawa
"Gw kira lo tau"
"Itu apa emang?"
"Ini helm emas yang cuma ada 5 di dunia"
"Ehh cuma ada 5?" Ucap gw kaget
"Iya, makanya gw kaget pas liat, perasaan dia dulu gapunya deh, apa gw yang kelamaan ga main kesini ya?"
"Emang harga nya berapa?"
"150.000 dollar" ucapnya
"Rupiahnya berapa?"
"Hmmm, sekitar 218 M"
Gw menganga mendengar jawaban itu
"Lihat apa kalian?" Ucap si Sasha yang baru keluar dari kamar mandi
"Lo kapan beli ini?" Tanya Kak Rangga menunjuk helm itu
"Dapet gratis" ucapnya
"Dari siapa?"
"Dari ruang kerja pemilik klub itu"
"Klub yang kita kerja disana kemaren?"
"Iya, aku mengambilnya karena kelihatannya mahal" ucapnya sambil memakai cardigan
"Gw ko galiat lo bawa ini?"
"Gilang yang membawanya ke mobil duluan" ucapnya lalu duduk di sofa dan buka novel
"Ohh pantesan" jawab Kak Rangga lalu ngeliatin si Sasha
"Kenapa lo duduk?" Tanyanya
"Ini rumahku" jawabnya singkat
"Lo gadenger sesuatu emang?"
"Apa?" Tanyanya, gw juga mencoba menajamkan telinga gw buat denger suara yang dimaksud Kak Rangga
"Lo gadenger perut gw dah demo daritadi? Sana masak" ucapnya dengan suara yang sedikit keras
"Ck, iya iya" dia lalu berdiri dan berjalan menuju dapur dan mulai memasak.
"Sini, liatin dia masak" ajak Kak Rangga yang berjalan lalu duduk di kursi bar
"Iya" gw mengikuti dan duduk disampingnya.
Si Sasha mengikat sebagian rambutnya kebelakang, memakai clemek, mengeluarkan semua bahan makanan yang ada di kulkasnya lalu mulai memasak
Beberapa lama kemudian, dia menyajikan 3 porsi makanan yang sama di depan kami.
"Waah, tadi siang dari Italia, sekarang dari Jepang" seru Kak Rangga dengan mata yang berbinar.
Dia lalu memberikan gw jus wortel, Kak Rangga jus alpukat? Apa matcha? Soalnya sama sama ijo si hahah, dan si Sasha cuma air putih?
"Kenapa jus wortel?" Tanya gw heran
"Wortel bisa menyehatkan otak"
"Lo pikir otak gw gasehat ya?"
"Memang"
"Gasehat darimananya?" Ucap gw kesal
"Kemarin" ucapnya
Deeg... anjir bener juga
Gw lalu menundukkan wajah karena memerah.
"Terjadi sesuatu antara kalian kemaren?" Tanya Kak Rangga kepo.
"Iya" balas si Sasha datar
"Ada apa?" Ucap Kak Rangga bersemangat
"Makan dulu"
"Oke oke, Itadakimasu (いただきます)" ucapnya sambil melahap makanannya (artinya selamat makan)
"Aneh" balas si Sasha
"Kan biar kaya di Jepang, hahah" balasnya
Kami pun makan malam bersama.
***
"Ahh, kenyang banget gw, emang ya si Sasha itu jago bet masaknya" ucap Kak Rangga ke si Sasha sambil mengacungkan kedua jempolnya.
"Sha, lo jadi istri gw ya" sambungnya
"Ogah" balasnya.
"Kenapa? Kan biar gw bisa makan enak tiap hari"
"Kau juga bisa masak"
"Oh atau jadi pembantu gw aja" ucapnya
"Kau mau mati ya?"
"Hmm, kira-kira gajinya sebulan berapa ya? 3 juta? Hmm kegedean kayanya..." gumamnya ga mendengar ucapan si Sasha.
"Cihh, kau tak usah makan dessert" ucap si Sasha kesal
"Eh? Ada dessert? Mana? Apaan?" Serunya bersemangat.
"Wahh, lo kapan bikin?" Ucapnya sambil menyendokkan pudding itu ke mulutnya
"Aku beli kemarin" ucapnya "Apa yang kau tunggu? Makanlah" sambungnya sambil menatap gw
"Gw kenyang" gumam gw
"Jika tak mau yasudah" ucapnya sambil menghabiskan pudding nya
"Iya gw makan" gw lalu mengambil sendok dan menyuapkan pudding itu ke mulut gw dan rasanya lembut dan enak bet anjirrrr
Selesai makan dessert, si Sasha lalu berjalan dan duduk di sofa sambil membaca buku nya.
"Rangga" ucapnya
"Kenapa?" Balas Kak Rangga
"Cuci piring ya"
"Iya" Kak Rangga lalu membereskan semua piring dan mencuci nya di wastafel dibantu gw.
Selesai cuci piring, kami lalu duduk di sofa.
"Main kartu yu" seru Kak Rangga
"Hm" ucap si Sasha lalu pergi dan mengambil meja kecil ke depan sofa dan Kak Rangga mengambil kartu lalu membuka dan membagikannya.
"Gw gangerti, Kak" ucap gw.
"Gampang ko, anggap aja lo lagi main gambar waktu sd hahaha"
Kami bermain sampai larut malam dan gw kalah terus anjir, si Sasha jago banget sampe Kak Rangga aja kalah beberapa kali.
"Menang" ucapnya sambil mengeluarkan salah satu kartunya.
"Aaah, ko lo makin jago si?" Ucap Kak Rangga
"Karena kau kalah berkali-kali" sambil menunjuk gw "ayo kita hukum" ucapnya sambil menyeringai diikuti Kak Rangga
"Hah? Di di di hukum?" Ucap gw dengan nada panik lalu gw melihat kesekitar buat dijadiin alasan dan... ketemu
"Ehh, udah jam segini, gw harus pulang" ucap gw berdiri dan mengambil tas
"Sayangnya gabisa" ucap Kak Rangga lalu menekan leher gw dengan jarinya dan gw pun kehilangan kesadaran gw.