Mafia'S Girl

Mafia'S Girl
Episode 44



Tok tok tok


Terdengar suara ketukan di pintu rumah gw


"Siapa?"


"Queensha"


"Ohh" gw lalu mendekat dan membuka pintu


"Hei, apa kau tidak bisa langsung membukakan pintunya tanpa bertanya?"


"Gw kan cuma mastiin, ntar kalo ada orang yang mau nyulik gw gimana?"


"Gaakan ada yang akan menculikmu"


"Kenapa gitu?"


"Karena mereka mengira kau adalah Rangga" jawabnya lalu duduk


"Ehh? Kobisa?"


"Setiap Rangga bekerja dia tidak pernah menunjukkan wajahnya, jadi mereka berpikir itu kau"


"Hahaha, kan beda masa mereka gatau sih"


"Mata kalian sama, cuma bedanya punya Rangga sedikit lebih besar" jawabnya


"Ohh gitu, tapi kenapa dia gapernah nunjukkin mukanya?"


"Dia kan penerus perusahaan, gawat dong kalo orang orang tau siapa Rangga"


"Lo juga kan penerus perusahaan"


"Aku tak masalah"


"Kenapa?"


"Kau lupa aku punya 2 identitas?" Jawabnya


"Tapi katanya Hana udah meninggal"


"Iya memang"


"Terus?"


"Gaada terusannya, masak sana aku lapar" ucapnya


"Gaada bahan masakan sama gw juga kan gabisa masak"


"Yaudah delivery"


"Oke, lo mau makan apa?"


"Aku suka makanan yang aku makan 4 hari lalu" jawabnya


"Apaan?"


"Masakan Tante Tiara" jawabnya


"Tante Tiara? Tante siapa itu?"


"Tante ku, ibunya si Kacamata" jawabnya


"Yaudah minta sana"


"Gamau aku males kerumahnya"


"Kenapa?"


"Nanti disuruh ngabisin makanan se meja makan"


"Kenapa? Bagus dong lo dapet banyak makanan"


"Iya, tapi setelahnya aku bahkan gabisa bangun karena terlalu kenyang, untung ada si kacamata yang menyelamatkanku dan mengantarku pulang"


"Hahahaah, yaudah lo mau makan apa?"


"Hmm, beli CFC aja, beli paket chicken wings, terus udang goreng, terus minumnya pesen boba rasa chocobanana" jawabnya


"Oke" gw lalu memesan makanan dan minuman yang dia sebutin tadi.


Gw lalu duduk disebelahnya dan bersandar di sandaran sofa sambil menghela nafas.


"Kenapa kau menghela nafas?"


"Mungkin karena seneng kali ya"


"Senang kenapa?"


"Ada lah"


"Btw Sha" sambung gw


"Hmm?"


"Lo akhir akhir keliatan beda ya?"


"Beda apanya?"


"Lo keliatan lebih ber ekspresi, lebih ceria, lebih terbuka juga"


"Ahh begitu ya?"


"Iya, gw sampe ga ngenalin lo lagi karena beda hahaha, dulu kan dinginnya sampe -100° C" ucal gw sambil tertawa


"Sedingin itu kah aku dulu?"


"Iya, untung gw mah tahan dingin, jadi ga keserang flu, bahaha"


"Hmm mungkin karena aku sedang menikmati waktuku"


"Iya lah, masa muda cuma sekali doang, makanya nikmatin aja sepuasnya"


Dia hanya tersenyum


"Hmm sekarang jam berapa?" Tanya nya


"3 sore"


"Oke"


Dia lalu membuka buku novelnya dan membacanya


"Btw Sha"


"Hm?"


"Malam ini lo kosong ga?"


"Ada beberapa pekerjaan, kenapa?"


"Nonton kembang api yu"


"Kembang api? Memang sekarang hari apa?"


"Katanya hari ini acara peresmian pembukaan perusahaan security itu loh"


"Ehh? Tau darimana kau?"


"Nih, gw dapet undangan dari si Ian" jawab gw sambil menunjukkan layar hp gw


Dia melihatnya lalu wajahnya menunjukkan ekspresi kaget.


"Kenapa Sha?"


"Raka, dengar baik baik, kau jangan keluar malam ini ya" ucapnya dengan nada gelisah


"Kenapa emang? Ada apa?"


"Gaada waktu buat ngejelasin semuanya, pokoknya ikuti saja apa kataku, jangan keluar malam ini"


"Oke, tapi ada apa?"


"Aku harus pergi kerja, jika makanannya datang nanti, kau makan saja buat sekarang dan nanti malam oke, setelah itu kunci pintu dan jendela, jangan membiarkan seorangpun masuk, mengerti?!"


Gw hanya mengangguk cepat lalu dia keluar


"Apa?" Gw bengong setelah si Sasha berperilaku kaya gitu.


Lalu, pintu terbuka lagi dan si Sasha masuk lalu menghampiri gw.


"Mana hp mu"


"Nih buat apa"


"Ingat ya jangan keluar" ucapnya lalu mengambil hp gw dan kembali keluar.


"Hah? Dia nyuri hp gw gitu?"


***


"RAFEL!" teriak Sasha saat memasuki basecampnya


"Kenapa Sha?"


"Panggil semua anak-anak" ucapnya lalu membuka lemari dan memasukkan beberapa senjata ke dalam tas ransel.


Rafel menghubungi semua anggotanya.


"Kita rapat dibawah laut, 25 menit lagi semua harus datang, bilang pada Gilang ini penting, akan kuberikan dia liburan ke luar negeri, cepat" Sasha lalu keluar dan mengemudikan motornya dengan kecepatan tinggi.


"Vin, Leo, 25 menit, rapat dibawah laut, cepet" ucap Rafel saat turun memasuki club itu, lalu naik lagi dan menyiapkan semua barang yang akan mereka bawa


Devino dan Leo langsung bergegas.


"Devi, Zahira, kalian pulang sendiri bisa kan? Pesen taksi aja ya, ini soalnya penting" ucap Leo.


Mereka hanya mengangguk


"Oke, ayo cepet"


Mereka lalu naik dan bersiap lalu mereka menghubungi semua anggota-nya dan berangkat ke tempat rapat yang dimaksud.


***


"Zaki" ucap Sasha dengan nafas berat di telpon.


"Kode 3" jawab Sasha


"OTW" balasnya dengan nada serius lalu memutuskan telponnya.


"Bagas" ucapnya menelpon Bagas


"Ya ketua?"


"2 van cukup ga?"


"Akan kutambah 1, saya otw"


Lalu sekarang, Sasha menelpon Baron.


"Baron, kode 8"


"Oke, tiba 40 menit lagi"


"Oke"


Lalu, Gilang menelponnya.


"Apa?" Tanya si Sasha


"Korea apa Jepang?"


"Prancis atau Amerika"


"Amerika!!" Jawab Gilang antusias


"Iya"


"Oke janji ya, gw otw nih" lalu telpon dimatikan.


Lalu, Sasha menelpon Rangga


"Kenapa Sha?"


"Rangga, bawakan aku knuckle"


"Buat?"


"Kerja, Kau mau ikut?"


"Ayo, dimana?"


"Kita rapat darurat dulu dibawah laut"


"Oke, gw bawa Raymond ama Rion ya"


"Bawa Rhino juga, aku membutuhkannya"


"Oke, gw beres beres dulu, nanti otw" telpon lalu dimatikan


Sasha lalu memberhentikan motornya tepat di depan gedung Casinocore milik Raka, tapi masih dioperasikan dibawah Sasha.


Dia masuk lalu memasuki lemari yang diatasnya terdapat akuarium kecil dengan ikan mas kecil didalamnya. Lemari itu lalu perlahan turun dan membawanya ke sebuah ruangan yang luas di basement dengan peralatan yang lengkap.


"Sha, kita dah sampe" Rafel, Devino dan Leo menghampiri Sasha yang sedang mengisi peluru semua senjatanya.


"Duduklah, tunggu Bagas datang" ucapnya


"BTW ada hal darurat apa?"


"Anthony, Brian dan Rudi, mereka mempercepat acara peresmiannya"


"Oh ya? Kapan?"


"Malam ini"


"Malam ini? Emangnya mereka bisa nyiapin semua persiapannya dalam 1 hari?"


"Anthony pasti yang merencanakannya, kau bawa apa Rafel?"


"Gw bawa alat pengacau sinyal sama beberapa racun"


"Bagaimana dengan listriknya?" Tanya Sasha


"Hmm, biar Rafa yang urus"


"Eh? Rafa siapa?"


"Anggota divisi 1" jawab Rafel


Sasha hanya mengangguk dan memeriksa semua walkie talkie nya


Lalu, Zaki, Gilang, Bagas dan semua anggota mereka datang secara bergantian lalu duduk dikursi yang ada disana.


"Nathan, kau menghubungi Rangga?"


"Iya, dia lagi beli kue cubit katanya"


"Hah? Ahh anak sialan itu"


Lalu, Rangga, Raymond, Rion dan Rhino datang.


"Sha, lo mau ini ga? Gw suka jajan ini loh pas SD" ucapnya antusias setelah masuk sambil menghampiri si Sasha sambil memakan kue cubitnya.


"Waah, aku mau yang ini" jawab Sasha ikut antusias


Lalu, Gilang dan anggotanya serta beberapa anggota Baron datang


"Sudah semua?"


"Bang Baron belum dateng" jawab Zaki


"Kukasih kode 8" jawab si Sasha


"Ahh kayaknya bakal lama deh"


"Dia akan datang dalam 40 menit"


"Oke, jadi ada masalah penting apa?"


Sasha lalu duduk dan sekerika ruangan hening dan hanya terdengar suara nafas Sasha yang berat


"Kita sudah membahasnya di rapat kemarin, ubah sedikit rencana, biarkan mereka menikmati waktu terakhirnya" ucap Sasha


"Ehmmm Sha" ucap Gilang menyela


"Bicaralah"


"Gw boleh bawa sekop?"


"Bawa apa saja yang kalian mau bawa, malam ini, ayo kita lakukan apa yang kita mau" ucap Sasha sambil menyeringai


"Tapi..." sambungnya


"Sebelum seluruh gedung diledakkan, ambil dana rahasia yang diberikan Zoey kepada Andy, tepat jam 7.30 malam, berkumpul di bukit air dekat danau yure"


"Siap" jawab mereka serentak


"Oke, terus tugas gw apa?" Tanya Rangga


"Kau terserah mau ngapain, tapi Rhino, kau ikut aku ke suatu tempat didalam sana ya"


"Eh? Kemana?"


"Ikut saja"


"Tapi Sha, apa gaterlalu bahaya kalo bawa semua anggota?" Tanya Rangga


"Aku tidak akan membawa semua anggota, para ketua divisi, pilihlah anggota kalian masing masing 5, pilih yang bisa diandalkan, yang lain berjaga di radius 2 km dari gedung, jangan biarkan ada satu tamu pun yang datang, nanti kalian rampas mobilnya dan buang bersama dengan tamunya" mereka lalu mengangguk.


"Leo dan Yuda, awasi semua pergerakan Anthony, jika ada yang aneh bunuh saja"


"Devino dan Robi, awasi pergerakan Brian, laporkan setiap pergerakannya ke Nathan"


"Nathan, kau terima semua laporan Vino dan Robi, untuk sisanya terserah kau mau ngapain, ingat jangan membuka maskermu karena Brian teman sekelas kita"


"Iya, gw paham" jawab Zaki


"Hmm, Raymond apa Rion ya?" Ucap Sasha kebingungan


"Kenapa?" Tanya Raymond


"Kau ganteng sih, tapi Rion lebih bad boy" jawabnya


"Buat apa Sha?" Tanya Rangga


"Rion saja, kau dekati Cintya dan buat dia jauh dari Anthony, Brian, Rudy dan juga ibunya Irma"


"Masalah cewe semua beres kalo gw" jawabnya


"Gilang, siapa anggotamu yang akan ikut?"


"Mereka" ucapnya menunjuk anggotanya


"Diantara anggotamu yang lain siapa yang paling kuat?"


"Hmm, dia, dia, dia terus dia, banyak"


"Kau dan kau, siapa namamu?"


"Rio, Danu" jawab mereka


"Pergi ke basecamp utama dan berjaga secara tersembunyi disana, jika ada orang asing selain kurir makanan, tangkap dan bunuh mereka"


Mereka lalu mengangguk


Lalu, bang Baron datang dengan 3 anggotanya membawa 3 tas ransel yang dipenuhi sesuatu.


"Dinamit, granat dan flashbang yang diminta sudah siap, Ketua" ucap Baron


"Bagus, mana knuckle yang kuminta?" Ucapnya lalu meminta knucklenya ke Rangga


"Nih, gw bawa semua koleksi knuckle gw, lo pilih aja mau yang mana"


"Hm, sepertinya seru melubangi mata mereka dengan yang ini" ucap Sasha lalu memakai knuckle nya.


"Ayo berangkat, jangan ceroboh, tetap ikuti rencana dari Bagas, mengerti?"


"Mengerti, Ketua" jawab mereka serentak


"Ayo berangkat" Sasha bangun dari duduknya lalu keluar diikuti semua anak buahnya.