Mafia'S Girl

Mafia'S Girl
Epiisode 50



Cahaya hangat matahari masuk melalui jendela dan menerpa wajah seorang laki laki yang masih tertidur dikamar yang elegan itu.


"Hmmh"


"Udah bangun?" Tanya si Sasha sambil memainkan game console nya.


"Hmm?" Gw lalu membuka mata dan terduduk melihat si Sasha yang lagi main game.


"Lo lagi ngapain?"


"Lagi bangun museum" jawabnya


"Hah?"


"Mandi sana, otakmu mendadak hilang setelah bangun tidur" ketusnya.


Pria itu beranjak dari tempat tidurnya dan terduduk disebelah Sasha sambil memeluknya.


"Aku nyuruh mandi bukan meluk" ucapnya tak memalingkan wajahnya dari layar tv


"Lo gabisa dibilangin ya"


"Apa?"


"Semalem gw bilang jangan lepasin pelukan kalo bukan gw yang lepasin"


"Iya aku dengar"


"Terus kenapa sekarang lo lagi main game disini?"


"Kenapa? Kau yang menendangku menjauh darimu tadi pagi" jelasnya


"Boong, gw gapernah nendang lo"


"Pernah, kau gapercaya?"


"Ngga, ada bukti?"


Sasha lalu menujukkan dahinya yang sedikit biru karena terantuk meja nakas disamping kasurnya.


Gw hanya terdiam melihat luka memar itu.


"Sudah kan? Sana mandi"


"Mandi bareng kan?"


"Kalau kau mau mati ya ayo"


"Ck, jangan galak galak sama pacar"


"Pacar? Sejak kapan kita pacaran?"


"Sejak lo bilang gw pacar lo ke Kakek lo"


"Yang itu aku cuma mau menyelamatkanmu dari amukan Kakekku"


"Tadi malem juga kan gw lamar lo jadi pacar gw, lo juga udah jawab iya"


"Kapan aku menjawab 'Iya'?"


"Pas gw bilang gitu lo langsung cium gw tuh, itu artinya lo setuju" jelas gw


"Ngga tuh, aku hanya suka bibirmu saja" jawabnya


"Terus gimana yang kemaren?"


"Sudah jelas, kau juga tau itu karena aku cemburu" jelasnya


Gw lalu membuka mata gw dan melihat wajanya


"Kaannn lo cemburu kaaann"


"Berisik" jawabnya datar


Gw tertawa kecil melihatnya


"Gw suka liat lo cemburu"


"Jangan menggodaku, sana mandi"


"Mandiin" gw menjawab dengan nada yang memelas


Sasha lalu menengok ke arah gw.


"Tidak mau" ucapnya singkat lalu kembali fokus pada game nya


"Ck, tibang mandiin doang" gumam gw


"Kalo gitu cium aja" gw memajukan bibir gw menghadapnya


"Tidak" jawabnya singkat


"Buruan, gw gapernah dikasih morning kiss sama lo"


"Untuk apa? Kau tidak puas dengan ciuman semalam?"


"Ngga, gw gaakan puas kalo belum skinship sama lo"


"Dasar mesum"


"Ahhh, mati" keluhnya saat karakter gamenya mati ditembak seseorang.


"Ck mandi sana, kau gamau sekolah?" Bentaknya


"Ehh? Sekolah masuk?" Tanya gw bingung


"Ck, iyalah bodoh"


"Bukannya libur dulu sehari buat istirahat?"


"Tidak tuh"


"Kalo gitu kenapa lo belum pake baju seragam?" Tanya gw melihat si Sasha masih mengenakan kemeja putih polosnya.


"Aku males sekolah"


"Yaudah gw juga males" jawab gw sambil mengeratkan pelukan gw


"Kau harus sekolah"


"Gamau, lo aja gasekolah"


"Heh Arshaka, kau mau ngapain kalo ga sekolah?" Tanya nya kesal.


"Hmm, gw mau nemenin lo aja disini"


"Tak perlu, lagipula aku sibuk, jadi gaakan bosan" jawabnya


"Yaudah gw kan bisa nonton film atau main game disini"


Sasha menghela nafas


"Terserah kau saja" dia lalu berdiri


"Ehh tunggu" gw memegang tangannya


"Apa?"


Gw menarik tangannya


Cup


"Morning kiss udah diterima, gw mandi dulu" gw melepaskan tangannya dan langsung masuk ke kamar mandi.


Sementara si Sasha hanya mematung ditempatnya.


Fix, ada yang aneh sama si Raka.


***


Selesai mandi, gw keluar dari kamar si Sasha dan menuju ke dapur melihat dia yang lagi masak.


"Lagi masak apa?" Gw lalu menghampirinya dan duduk dibelakangnya


"Makan siang" jawabnya


"Ohh yaudah, btw lo mau kemana? Mau kerja?" Tanya gw setelah melihat bajunya yang berbeda dari baju yang tadi dia kenakan.


"Iya, aku ada kerjaan"


"Dimana?"


"Di club" jawabnya


"Club? Ikut"


"Jangan, berbahaya"


"Terus lo mau ninggalin gw disini sendirian gitu?"


"Kau sendiri yang bilang mau main game atau nonton film"


"Beda, gw kan niatnya mau main game sama nonton film bareng lo" jawab gw memelas


Sasha hanya menghela nafas.


"Tidak akan lama, nanti malam aku pulang" ucapnya


"Lama banget" protes gw


Sasha lalu memberikan gw sepiring makanan dan duduk didepan gw.


"Tak akan lama, apa mau kuminta seseorang datang kesini menemanimu?" Ucapnya menawarkan


"Siapa?" Tanya gw sambil menyendokkan makanan itu ke mulut gw


"Ruby" jawabnya singkat


"Ruby? Cewek?"


"Iyalah, cowok mana ada yang namanya Ruby"


"Ngga ah, apa kata tetangga lo ntar kalo gw berduaan sama cewek dirumah kosong" tolak gw mentah mentah


Sasha lalu menatap gw


"Memang apa yang mereka katakan?" Tanya nya


"Gatau" jawab gw menggeleng sambil balik menatapnya dengan mulut yang masih mengunyah makanan.


"Cepat habiskan, jangan lupa cuci piring ya" ucapnya lalu berdiri


"Mau berangkat sekarang?"


"Hm" dia hanya berdehem mengiyakan


"Jangan pulang malem-malem, kalo pulang ntar jangan lupa beliin gw cimol" ucap gw sedikit berteriak.


Sasha lalu menutup pintunya.


Gw mencuci piring lalu menonton tv dan bermain game, baca buku novel, nonton yucup, buat nungguin malem.


Malemnya


"Raka, Arshaka" ucap seseorang yang membangunkan gw dengan menepuk nepuk pipi gw.


"Hmm" Gw perlahan membuka mata dan melihat sosok wajah perempuan yang sedari tadi gw tunggu dengan ruangan yang masih gelap


"Bangun, kenapa kau tidur disini?" Tanya nya


"Ehh, gw ganyadar ketiduran" gw lalu duduk sambil mengucek mata.


"Pindahlah ke kamar" ucapnya lalu duduk didepan gw.


"Lo kapan pulang?" Tanya gw setengah sadar


"Baru saja"


"Ga gimana gimana ko, biasa aja"


"Mana?" Gw mengulurkan tangan gw


"Apa?" Tanyanya kebingungan


"Cimol, tadi gw bilang pulangnya jangan lupa bawa cimol" jelas gw


"Ahhh, ini" dia lalu merogoh paperbag dibawah kakinya dan mengeluarkan boneka panda kecil.


"Boneka?" Tanya gw bingung


"Iya, itu namanya cimol" ucapnya


Gw menatap mata si Sasha yang bersinar karena terkena cahaya bulan yang masuk melalui kaca jendela


"Sha, lo tau ga si cimol itu apaan?"


"Tau, boneka panda, namanya cimol" jawabnya balik menatap gw


Gw menggaruk kepala gw yang gak gatal


"Kata siapa cimol itu boneka panda?" Tanya gw penuh penasaran


"Kata Leo" jawabnya singkat


"Leo? Lo nanya apa emang sama dia?" Gw bertanya lagi penasaran


"Aku tanya gini"


"Leo? Apa kau tau cimol itu siapa?"


"Cimol? Gw punya cimol dirumah"


"Oh ya? Cimol itu apa?"


"Boneka panda gw, gw kasih nama cimol"


"Boneka panda? Kau punya berapa?"


"1, lo mau?"


Sasha mengangguk.


Dan sepulang kerja, Leo berusaha buat dapetin boneka panda di mesin capit boneka buat bos nya itu.


Gw hanya tersenyum mendengar ceritanya.


"Sha, lo sekaya apa si sampe gapernah jajan makanan pinggir jalan?" Tanya gw


"Pernah ko, aku jajan telor gulung waktu masih sd, itupun dikasih" jawabnya


"Masih sd? Telor gulung?"


Dia mengangguk


"Setelah telor gulung lo gabeli makanan pinggir jalan lainnya lagi?"


"Pernah ko, sate, bubur ayam, pecel lele, bakso, mie ayam, kue cubit"


"Dan lo gapernah beli cimol?"


"Ini cimol" jawabnya sambil menujuk boneka panda nya


"CIMOL ITU MAKANAN SHA! MAKANAN!" jawab gw membentaknya


"Ohh makanan? Tapi kata Leo..."


"Dahlah, emang salah gw mesen makanan rakyat ke sultan" gw lalu berdiri dan berjalan menuju dapur mengambil gelas buat minum.


"Raka, kau marah?" Tanya nya sambil menghampiri gw ke dapur.


"Ngga tuh"


Tapi karena ruangan yang gelap, si Sasha kesandung kakinya sendiri dan jatuh tepat dihadapan gw


"Awwhh" lirihnya ketika terjatuh


Gw lalu menghampirinya dengan wajah panik


"Lo gapapa kan? Kenapa bisa jatoh?"


"Gapapa, ck" dia lalu berdiri dan berjalan menuju kamarnya lalu membanting pintu kamarnya.


Gw tersentak kaget


"Dia ngambek ya?" Gumam gw penuh tanya


Gw lalu menyusulnya ke kamarnya tapi gangeliat si Sasha disana


"Sha" gw berteriak mencarinya sampai terdengar suara air yang jatuh dari dalam kamar mandi.


"Ohh lagi mandi ternyata" gumam gw dalam hati lalu duduk di sofa depan tv dan mulai memainkan game console milik si Sasha.


Beberapa saat kemudian, pintu kamar mandi terbuka dan si Sasha keluar darisana.


"Sedang apa kau?" Ucapnya


"Gw lagi main game balapan, mau ikut?" Jawab gw sambil menoleh dan langsung menutup mata gw setelah melihat si Sasha yang masih pake anduk yang cuma menutupi bagian dada sampe pahanya.


"Sha lo gila ya?" Ucap gw kaget sambil kembali menolehkan wajah gw ke layar tv yang masih menyala


"Ngga, aku masih normal" jawabnya


"Mana ada orang normal cuma andukan doang pas keluar kamar mandi"


"Iyalah, semua orang juga begitu, apa jangan jangan kau beda?" Tanya nya


"Ya tapikan ga didepan gw juga"


"Aku ada dibelakangmu, salah kau sendiri yang menoleh"


"Iya iya gw salah, sana pake baju" gw lalu mencoba fokus kembali pada pertandingan gw


Lalu, galama dari itu si Sasha duduk disamping gw lengkap dengan baju tidurnya.


"Mau ikutan?"


"Ngga, aku gabisa main game balapan" jawabnya


"Ohh yaudah" gw kembali fokus pada balapan gw


Saat sedang memainkan controller di tangan gw,  perlahan si Sasha menelusup masuk ke tangan gw dan duduk memeluk gw.


"Kenapa?" Tanya gw heran


"Udah dong mainnya, aku bosan" jawabnya


"Lo main game aja di hp"


"Kau marah ya?" Tanya nya


"Marah kenapa?"


"Karena aku ga bawakan cimol yang kau maksud" jelasnya


Astaga, gw bahkan ga mikirin itu, kenapa dia sampe mikirin hal itu sampe sekarang?


"Ngga tuh, gw bahkan ga mikirin itu"


"Kau pasti marah padaku kan?"


"Ngga, gw gamarah" jawab gw masih fokus sama gamenya.


"Beneran?"


Gw mengangguk.


Dia lalu memegang kedua pipi gw dan menatap mata gw hangat


"Jangan pernah marah ya, soalnya aku gapandai ngebujuk sepertimu kemarin" ucapnya sambil menunjukkan wajah memelasnya


"Sha, gw dah coba nahan diri sejak lo peluk gw tadi" ucap gw sambil memejamkan mata dan mengatur nafas


"Jangan menahan diri jika sedang bersamaku, katakan saja apa maumu" jawabnya


"Ngga" balas gw seketika dan membuat si Sasha tersentak


"Kau marah padaku?" Tanya nya


Gw hanya menggeleng dan melihat layar tv yang menampakkan mobil balap gw udah penyok kanan kiri anjir


"Ahh, mobil gw" gw buru buru memainkan lagi controller di tangan gw dan melanjutkan pertandingan dengan poin yang sudah ketinggalan jauh dengan gw yang akhirnya menduduki peringkat terakhir.


Gw melempar controller itu ke sofa samping gw dan bersandar disofa dengan kepala yang menatap langit langit kamar


"Maaf, kau kalah karena aku" ucap si Sasha yang masih terduduk di paha gw


Gw lalu mengangkat kepala gw dan menatap si Sasha. Lalu, ide jail seketika terbesit di kepala gw dan gw pun menyeringai membuat dia curiga


"Kenapa kau tiba-tiba tersenyum kaya gitu?" Tanya nya penuh pandangan curiga


"Ehh? Emang gaboleh?" Jawab gw dengan senyuman yang masih mengembang.


"Kau jadi mencurigakan tau" Sasha lalu berniat berdiri untuk menghindar dari hadapan Raka tapi berhasil tertahan karena Raka yang tiba tiba memeluk pinggangnya.


"Mau kemana sayang?" Ucap gw sambil senyum senyum dan menatapnya


Dia hanya melotot melihat gw yang tiba-tiba begitu


"Hei, kau sepertinya punya penyakit jiwa, ayo kerumah sakit jiwa" ucapnya dan seketika membuat gw tertohok


"Ck, gw kan niatnya mau jailin lo, kenapa malah ngira gw punya penyakit jiwa?" Jawab gw kesal


"Jangan seperti itu, aku jadi ngeri sendiri" ucap si Sasha lalu melepaskan pelukan gw dan dia berdiri lalu berjalan dan berbaring di kasurnya.


"Haahhh, emang rebahan itu paling enak" ucapnya sambil menutup matanya


Gw lalu menghampirinya dan berbaring disampingnya sambil memeluknya.


"Iya, apalagi rebahannya bareng ayang" timpal gw


"Sayangnya kau gapunya ayang" ledeknya


"Punya lah"


"Oh ya? Siapa?"


"Lo"


"Aku?"


Gw lalu mengangguk dan dia tertawa


"Jangan jangan lo punya cowo lain ya selain gw?"


"Cih, pikiranmu memang gapernah berguna" jawabnya ketus


"Hahaha becanda" gw membalasnya sambil mengunyel-unyel pipinya.


"Oh iya, bagaimana latihan bahasamu?" Tanya nya tiba-tiba


"Lancar lancar aja ko, Kak Rangga sabar banget ngajarin gw"


"Ohh baguslah, ternyata dia bisa mengendalikan emosinya" ucapnya terkekeh


"Sabar apa anjir, walau cuma salah dikit gw dah pusing dengerin ocehannya yang kadang juga dia mukul kepala gw pake buku, kalo bukan abang ipar dah gw tusuk tuh matanya yang sering melototin gw" gw mengutuknya dalam hati.


"Kalo latihan fisikmu bagaimana?" Tanya nya lagi


"Kaya yang lo liat, tubuh gw sedikit berisi"


"Baguslah, setidaknya jika kau tak bisa melakukan sesuatu dia gak melemparimu dengan barbel"


Gw hanya tersenyum mendengarnya.