
Sekian lama dia meluk gw sambil duduk dipaha gw, gw manggil manggil gadijawab dan juga dia gagerak, gw melihat wajahnya, ternyata dia udah tidur ya, gw lalu memindahkannya ke kasur dan menidurkannya, lalu gw berbaring disampingnya.
"Sha, lo nangisin apaan si?" Ucap gw pelan sambil memeluknya
"Raka" ucapnya
"Eh? Gw kira lo dah tidur"
"Ada masalah yang belum kita selesaikan kemarin" jawabnya
"Apa?"
"Mengenai pacarmu" ucapnya
Ah iya gw lupa
"Dia bukan pacar gw Sha"
"Oh ya?"
"Beneran"
"Terus siapa?"
"Dia mantan gw" jawab gw pelan
"Ohh, begitu ya" ucapnya
"Lo ga nanyain sesuatu?"
"Tentang apa?"
"Ya tentang kenapa gw pacaran sama dia, terus kenapa gw putus sama dia"
"Tidak, aku sudah tahu semua tentangmu" ucapnya
"Hah? Kobisa?"
"Zaki tidak membiarkan sembarang orang dekat denganku, dia selalu menyelidiki orang itu dulu sebelum orang itu dekat denganku" jelasnya
"Si Zaki? Berarti Kak Rangga juga diselidikin dulu dong?"
"Rangga tidak"
"Kenapa?"
"Karena Rangga sama sepertiku" jawabnya
"Sama kaya lo? Sama apanya?"
"Ada sesuatu yang sama dimiliki kami"
"Oh ya? Apaan?"
"Ketua dari suatu organisasi" jawabnya
"Ohh iya gw lupa kalo dia juga Mafia"
"Bukan itu saja"
"Ada lagi? Apa?"
"Kehidupan yang hancur" jawabnya
Gw seketika terdiam
"Sha, hidup lo hancur?" Tanya gw dengan terbata
"Bukan cuma aku, tapi Hana juga, dia bahkan lebih hancur karena dibuang ayahnya sendiri" jelasnya
"Bukannya lo dapetin semua dari ayahlo sekarang?"
"Perusahaan? Iya itu sebagian penebusannya untuk Hana"
"Penebusan apa?"
"Aku sepertinya sudah cerita terlalu banyak, sudah malam ayo tidur" ucapnya lalu berbalik memunggungi gw.
"Padahal baru cerita dikit"
"Oh ya?" Dia lalu berbalik lagi menghadap gw
"Kalau begitu ceritakan tentang dirimu" sambungnya
"Bukannya lo udah tau semua ya?"
"Memang, tapi aku mau mendengarnya langsung dari mulutmu, terutama tentang pacarmu"
"Dibilang bukan pacar"
"Ceritakan"
Gw lalu menarik nafas panjang
"Seperti yang lo tau, waktu kecil gw hidup di lingkungan yang friendly, semua orang yang ada disekitar gw baik, gapernah julidin orang lain, juga suka saling bantu satu sama lain"
"Tapi waktu gw kelas 4 sd, ayah gw hilang entah kemana dan gabisa dihubungin, karena 3 bulan gaada kabar, gw sama ibu gw terpaksa pindah ke kontrakan kecil karena uang tabungan juga udah mulai menipis"
"Gw pindah sekolah dan ibu gw dapet kerja di tempat laundry, walau gajinya cuma cukup buat kehidupan sehari hari dan biaya gw sekolah, tapi kami bahagia dan gapernah dapetin masalah yang serius"
"Saat gw masuk SMP, gw kerja part time di restoran Italia, gajinya lumayan besar untuk anak SMP seusia gw waktu itu. Dan saat gw naik ke kelas 3, gw sekelas sama si Mia"
"Siapa Mia?" Tanya si Sasha menyela
"Mantan gw"
"Lanjutkan"
"Dia deketin gw dan sekitar 3 bulan deket, gw beraniin diri buat nembak dia dan beruntungnya gw diterima."
"Selama kurang lebih 5 bulan gw pacaran sama dia, dan tentu saja perjalanannya juga ga mulus, ada aja halangan tiap harinya, lalu karena gw yang jarang punya waktu karena sepulang sekolah gw harus kerja, dia selingkuh dan mutusin gw"
"Gw disitu stress dan pas kerja juga gampang banget kehilangan fokus, sampai akhirnya gw dipecat bos gw"
"Setelah gw dipecat, gw lalu pulang kerumah dan mendapati rumah kontrakan gw kebakaran, gw berlari masuk kedalam buat nyelamatin ibu gw tapi dihalangin sama para warga disana, karena gw keras kepala, gw maksain dan berhasil masuk lalu liat ibu gw udah terkapar berlumuran darah"
"Gw nangis, lalu melihat seorang laki-laki disebelah mayatnya, dia ayah gw yang udah ngilang bertaun taun, ayah gw megang koper yang isinya tumpukan uang, dikoper itu ada nama 'LYODRA', lalu karena kebanyakan ngirup asap, gw pingsan dan bangun diranjang rumah sakit"
"Gw nanyain tentang ayah dan ibu gw ke perawat yang lagi meriksa gw disana, tapi dia diem dan malah keluar, lalu tetangga gw masuk dan ngejelasin semuanya"
"Gw diem ga ngomong apa apa, sampe gw keluar dari rumah sakit, gw jadi orang pendiem dan gabanyak bergaul, sampe gw lulus dan naik ke kelas 2 SMA, gw pindah kesini, walaupun gw gapinter tapi gw dapet beasiswa karena kebaikan seseorang, terus gw ketemu lo deh, hehe"
"Jangan senyum senyum" bentaknya
"Kenapa emang?"
"Aku jijik melihatmu tersenyum seperti itu"
"Ih apaansi?"
"Btw, kau bisa bahasa Rusia?"
"Ngapain gw harus bisa bahasa Rusia?"
"Kau punya waktu 2 minggu untuk belajar" jawabnya
"2 minggu? Emang wajib banget gw harus hapal bahasa Rusia?"
"Iya, tidak susah, kau akan hafal walau belajar 1 hari juga"
"Emang kita mau ke Rusia apa?"
"Iya, kita akan berangkat 2 minggu lagi" ucapnya
"Hah? Apa?"
"Belajarlah bersama Rangga, aku sudah bilang ke dia ko"
"Tapi kita kan harus sekolah Sha"
"Aku dapat izin Kakekku"
"Izin Kakek lo?"
"Iya, Kakek ku pemilik sekolah" jawabnya
"Hah?"
"Kenapa kaget? Bukannya Brian sudah memberitahumu?"
"Eh kapan? Gw lupa hahaha"
"Sudahlah, belajar mulai besok ya, jangan lupa juga besok pagi harus ke sekolah karena ini penting" dia lalu memejamkan matanya.
***
Besok paginya di sekolah.
Gw berangkat bareng si Sasha naik mobilnya.
Setelah sampai sekolah, kami masuk ke kelas dan mendapati beberapa anak murid lain yang ada disana dengan berbagai kegiatan.
"Eyo What's Up" teriak Ian saat gw duduk disampingnya
"Ihh apaansi Yan?"
"Hahaha gapapa"
"Lo lagi ngapain?"
"Mabar yok"
"Mabar apa? Gw gaada game di hp"
"Yaudah nanti pulangnya ke warnet yo"
"Oke"
"Oke, pulangnya traktir makan ya" ucap si Ian
"Yaudah gajadi"
"Ngga ko becanda"
Gw lalu mendapatkan telpon dari Kak Rangga.
"Kenapa Kak?"
"Lo sepulang sekolah jangan main" ucapnya
"Hah? Kenapa?"
"Kita latihan"
"Latihan apa?"
"Latihan fisik sama latihan bahasa" jawabnya
"Ohh iya gw lupa"
"Abis ini selesai gw jemput lo dikelas ya"
"Mau latihan dimana?"
"Rumah gw"
"Di rumah lo?"
"Iya bukan di apartemen gw tapi di rumah gw" jawabnya
"Lo punya rumah lagi selain apartemen lo?"
"Gw jemput nanti, jangan nakal balik duluan, kalo ngga gw susul lo kemanapun lo pergi" ucapnya lalu menutup telpon.
"Yan, kewarnetnya bulan depan aja ya, hahaha"
"Lo sekarang jadi orang sibuk bet kayaknya"
"Lebih sibuk" jawab gw sambil menepuk bahunya lalu keluar kelas diam dikoridor.
"Raka" ucap seseorang dibelakang gw
"Ehh? Kenapa Ki?" Jawab gw setelah berbalik dan melihat Zaki
"Lo dah punya pacar? Mau gw kenalin ke cewe ga? Cantik loh" ucapnya
"Hah? Gamau ah"
"Lah langsung ditolak, pikirin aja dulu" ucapnya lalu pergi.
"Aneh"
Lalu, terdengar suara speaker berbunyi dari setiap kelas.
"Cek, kepada semua anak murid sekalian, dimohon segera untuk berkumpul di auditorium, sekali lagi..."
"Auditorium?"
Lalu beberapa anak lain mulai menuruni tangga dan menuju ke auditorium
"Kau gapergi?" Tanya si Sasha saat keluar kelas.
"Lo sendiri masih disini?"
"Aku malas pergi"
"Yaudah gw juga males"
"Ck, pergilah ini info yang sangat penting" jawabnya
"Ga sepenting lo"
"Lebih penting dari aku, cepatlah" dia lalu berjalan mendahului gw dan gw menyusulnya.
Saat tiba di auditorium, semua murid duduk dikursi yang disediakan.
Gw duduk disebelah si Ian sementara si Sasha entah duduk dimana
"Ada apaan si Yan?"
"Gatau, kalo gapenting gw nyesel dah ninggalin kasur"
"Gw juga"
Lalu, setelah itu, ketua osis naik ke podium dan memberikan sambutan
"Pagi semua" ucap pria tinggi didepan sana
"Udah pada sarapan?"
Beberapa anak cewe nampak bersorak
"Ck, Rangga bilang padanya jangan menghabiskan waktuku" ucapnya di earphonenya
"Oke" jawab Kak Rangga mengangguk
"Oke, hahaha karena sepertinya ada yang gasuka gw basa basi, kita langsung ke intinya aja ya, kepada pak kepala sekolah dipersilahkan" dia lalu turun dari podium
"Pagi anak anakku sekalian, alasan berkumpulnya kita disini ada info yang akan disampaikan mengenai karya wisata" ucapnya dan semua orang disana nampak ceria
"Kemana pak?" Teriak seseorang dan membuat semua ruangan hening.
"Hmm, sebenernya kita punya 3 pilihan, ke Bandung, ke Yogyakarta, dan ke Pantai, tapi pilihan ke tiga yaitu di pantai dihilangkan karena orang yang mendanai karya wisata kali ini setiap hari melihat pantai. Makanya kami mempertimbangkan 2 pilihan yaitu ke Bandung dan ke Yogya, kalian mau kemana?"
Mereka lalu bersorak memberikan jawaban mereka tentang tempat yang ingin mereka kunjungi.
"Hmm, kayaknya dua duanya susah ya, kalau begitu, biar Rangga dan Queensha yang menentukan pilihan sebagai orang yang mendanai karya wisata kali ini, sekalian ngejelasin juga"
"Ahh si tua sialan itu" maki si Sasha
"Ayo, Rangga dan Sasha naik ke podium"
"Rangga, kau saja"
Kak Rangga lalu naik ke podium
"Sasha?" Tanya ketua osis
"Jangan ganggu dia" jawab Rangga saat naik
"Hai" ucap Kak Rangga
Mereka semua bersorak gembira terutama para cewe
"Dia emang sepopuler itu ya di anak cewe?" Tanya gw ke si Ian
"Jangan ditanya" jawabnya
"Gw juga bingung sebenernya mau karyawisata kemana, kemana ya enaknya?" Ucapnya
"Bandung" teriak salah satu siswa
"Yogya aja" sela yang lainnya.
Si Ian lalu berdiri
"Bali!" Teriaknya
Mendengar itu si Sasha tersenyum menyeringai
"Rangga, ayo kesana" ucapnya
"Oke, si Sasha juga setuju ke Bali" jawab Kak Rangga dan semuanya bersorak ceria
"Tapi gw pengen ke Bandung, Sha" sambung Kak Rangga diatas podium
"Yasudah ayo ke Bandung" jawab si Sasha
"Tapi ke Bali juga pengen"
"Ke Bali mau kemana?"
"Iya juga, Bali enaknya buat kita liburan ber-6 kan?"
"Iya"
"Yaudah jadinya ke Bandung" ucap Kak Rangga
"Ett yang konsisten dong" teriak si Zaki
"Hahaha, jadinya ke Bandung aja ya, kalian mau request tempat wisata yang ada di Bandung?"
"TSB?"
"Boleh" jawab Kak Rangga
"Petik Strawberry"
"Kayaknya seru" jawab Kak Rangga
"Kita nginep dimana?"
"Hmm, kalo itu si Sasha yang nentuin" jawab Kak Rangga
"Kapan kesananya?"
"3 hari lagi, jadi buat yang mau belanja apa apa dulu masih ada waktu"
"Kita berangkat 3 hari lagi, jam 7 harus udah kumpul disini semua ya, kalo ada yang ketinggalan ya gw ga tanggung jawab, siapa suruh ngaret, kita disana bakal kurang lebih 4 hari 5 malam" jelas Kak Rangga
Rangga lalu melihat kearah si Sasha.
Sasha hanya mengangguk
"Oke segini aja, kalo ada yang mau ditanyain, tanyain aja ke si Zaki ya" ucap Kak Rangga
"Heh kok gw" teriak si Zaki protes
"Gw gamau repot, hahaha" jawab Kak Rangga lalu turun dan duduk dikursinya
Gw lalu menoleh kearah si Zaki dan terlihat dia sedang dikerumuni banyak orang lalu dia kabur dan mereka mengejarnya.
Lalu, ditengah keributan itu, seorang pria tua dengan 2 pengawal dibelakangnya masuk ke auditorium.
"Ehh Pak Presdir?" Ucap Pak kepala sekolah
Saat mendengar itu, si Sasha langsung membeku ditempatnya duduk dan perlahan berjalan menuju pintu keluar lalu berlari.
"Hei kalian, tangkap anak sialan itu, jangan menyakitinya ya" ucap pria tua itu ke 2 orang pengawal dibelakangnya, lalu mereka mengejar si Sasha.
"Pak Presdir kenapa gabilang akan berkunjung?"
"Ayo bicara ditempat lain" jawabnya.
Lalu mereka pergi darisana.
"Ehmm, kayaknya acaranya udah selesai. Segini dulu untuk hari ini, kalian dipersilahkan pulang" ucap ketua osis di atas podium.
Gw lalu berdiri dan ikut mengejar si Sasha yang gw gatau dia lari kemana.
Saat gw melewati kantin dan menelusuri sekitar sana, gw mendengar suara barang jatuh dari dalam gudang yang lama gadipake. Gw lalu melihat dari jendela dan terlihat si Sasha ada didalamnya lalu gw masuk.
Begitu gw masuk, gw gangeliat si Sasha sama sekali, gw melangkah perlahan dan si Sasha tampak akan menyerang gw dengan suatu benda tajam di tangannya.
Karena reflex, gw menepisnya dan menahan tangannya.
"Lo mau bunuh gw ya?"
"Kukira bukan kau, tapi reflex mu bagus juga"
"Hmm, ternyata latihan kemaren kemaren sama Kak Rangga ada gunanya juga"
"Baguslah, kata Rangga kau sudah lebih dari 8 hari ga latihan? Kenapa?"
"Gw males hehe"
"Kau yakin melihatnya berlari kesini?" Ucap seorang laki laki pengawalnya pria tua tadi
"Yakin, coba cek aja" jawab yang lainnya
"Ahh sialan" dia nampak melihat sekitar dan menarik gw masuk ke dalam loker besar yang ada disana.
"Shht" dia menempelkan jari telunjuknya ke mulutnya
Gw hanya mengangguk.
Dia lalu mendekatkan telinganya ke pintu loker dan samar samar gw mendengar suara
"Gaada siapa siapa disini"
"Saya yakin ko ngeliat dia lari kesini"
"Ke bangunan belakang kali, jalannya kan sama"
"Oke ayo cek"
Lalu gw mendengar langkah kaki dan pintu tertutup.
Gw menepuk bahunya
"Shhtt"
"Mereka udah pergi?" Tanya gw berbisik
Dia hanya menggeleng
Karena didalam loker itu gelap dan sempit, gw jadi sesak nafas dan mulai lemes, lalu tanpa sadar kepala gw menunduk terjatuh diatas bahu si Sasha.
"Hei, kau kenapa?"
Gw mengangkat kepala gw perlahan dan melihat dia
"Kau kenapa? Panas ya? Dahimu penuh keringat" ucapnya pelan sambil memegang wajah gw
"Sha gw ka-" ucap gw terhenti karena pintu loker yang terbuka dan mereka membawa gw sama si Sasha ke ruangan kepala sekolah dan disana gw ngeliat Pria tua itu sama kepala sekolah dan juga Kak Rangga yang lagi ngopi santuy
"Ehh Sha udah ketangkep? Sini duduk cobain kuenya enak loh" ucap Kak Rangga lalu si Sasha duduk disampingnya diikuti gw.
"Ada apa?" Tanya si Sasha yang baru duduk ke pria tua itu
"Kebiasaan, baru duduk orang mah ngopi dulu ini malah langsung nge introgasi" jawab pria tua itu
"Kek, aku sibuk" ucap si Sasha
Kek? Dia Kakeknya si Sasha?
"Lebih sibuk Kakek daripada kamu" jawabnya
"Ahh baiklah, ada apa?"
"Kinsha cucuku, kudengar kau memukul guru beberapa hari lalu?"
"Tepatnya 3 minggu yang lalu" jawab Sasha
"Ehh benarkah? Tapi Kakek nerima laporan 3 hari yang lalu" ucapnya
"Aku ngirim email 3 minggu yang lalu, kenapa Kakek baru membukanya 3 hari lalu?"
"Kakek sudah tidak mengurus kerjaan sediri sekarang karena sudah ada manajer baru" jawabnya
"Mana manajer sialan itu? Biar kupecat dia" jawab si Sasha kesal
"Tak usah, akan Kakek pecat nanti setelah urusan disini selesai"
"Ck" si Sasha hanya mendecakkan lidah
"Tapi, kenapa kamu tiba tiba mukul guru yang lagi ngajar?"
"Aku tak suka caranya merendahkan kita" jawabnya
"Merendahkan kita?"
"Iya, dia ngatain cucumu yang kurang ajar itu"
"Cucuku yang kurang ajar siapa ya? Perasaan semua sama kurang ajarnya deh"
"Zaki dan Daniel" jawab si Sasha
"Ohh, Zaki cucuku yang pintar dan Kakaknya Daniel si kurang ajar 3 kan?" Ucapnya
"Betul" jawab si Sasha sambil mengambil kue kering diatas meja
"Hmm, tapi seharusnya kamu jangan gitu"
"Kenapa memang?"
"Kerumah sakitmah udah biasa, harusnya kirim langsung ke neraka" jawab Kakeknya
"Terlalu cepat"
"Emang harus ada waktunya?"
"Iya"
"Kenapa?"
"Rangga yang pertama tahu" ucap si Sasha
"Coba jelasin anak Edgar"
"Ehmm, jadi gini" ucap Kak Rangga
"Alasan si Sasha cuma ngirim dia ke rumah sakit karena gurunya lagi hamil" sambungnya
"Hamil? Berarti anaknya gaselamat dong" ucap Kakeknya
"Ya nggalah, mana ada janin yang baru 1 bulan kuat nahan pukulan Sasha" jawab Kak Rangga
"Terus?"
"Sasha mau dia menderita karena dia kehilangan anak pertamanya karena berurusan dengan orang yang salah" jelas Kak Rangga
"Ohh oke, dan kau" ucapnya sambil menoleh dan menunjuk gw
"I-iya Kek" jawab gw terbata
"Aku bukan Kakekmu" jawabnya
"Ehh? Iya juga, panggil apa ya?" Ucap gw pelan
"Lagi ngapain tadi berduaan didalam loker sama Kinsha?" Jawabnya dengan tatapan mengintimidasi
"Sa-saya sedang mencarinya terus kita ngumpet disana" jawab gw
"Kenapa ngumpet?"
"Saya cuma ngikutin Sasha doang"
"Jangan bohong, Kinsha gaakan ngelakuin hal itu, apalagi sama laki laki macam kau" ucapnya menusuk dada gw kaya pedang :(
"Jangan begitu sama pacarku" ucap si Sasha dan membuat gw, Kak Rangga dan Kakeknya diam membeku.