
Xena terdiam dan tidak bergerak. Ia takut dan tidak berani membalikkan badannya. Terdengar beberapa kuda mendekat. Xena menutup matanya dan menggigit bibirnya. Ia terlalu takut untuk bersuara. Jubahnya yang besar menutupi hampir seluruh tubuhnya dari belakang.
"Ada apa?"tanya Juan menghampiri prajurit itu.
"Ada seseorang, Yang Mulia. Hamba takutnya itu pemberontak" Jawab prajurit itu.
Xena semakin takut ketika mendengar nama Yang Mulia. Mungkinkah itu raja? Apa yang harus ia lakukan?
Juan mendekati orang yang ia sendiri tidak tahu apakah orang itu pria atau wanita. "Siapakah kau?"tanyanya bersiaga. Pedangnya yang tajam siap ia keluarkan dari sarungnya.
Xena membalikkan badannya tapi ia langsung bersujud tanpa menatap wajah Juan. "Hamba hanya pencari obat-obatan, Yang Mulia."
Juan sedikit terdiam ketika mendengar suara wanita didepannya. Suaranya mirip dengan ratunya.
Rambutnya yang hitam panjang terurai menutupi sebagian wajahnya. Juan mendekat dan melihat tas yang berisi dedaunan dan bunga-bunga. Ia percaya pada wanita didepannya. "Bangunlah. Aku percaya padamu."
Xenapun bangun tapi wajahnya tidak berani menatap Juan.
"Siapa namamu? Dan angkat wajahmu."tanya Juan.
"Xena, Yang Mulia." Xena mulai menengadahkan wajahnya.
"Yang Mulia Ratu!!!!"pekik para prajurit..
Juan menatap wanita didepannya tidak percaya. "Zest!!"
Xena bingung dan melihat para prajurit yang memberikan hormat padanya.
"Zest! Akhirnya kau kutemukan.." Juan langsung memeluk wanita didepannya.
"Maaf Yang Mulia, saya bukan Zest. Nama saya Xena."
Juan melepaskan pelukannya. "Ada apa denganmu?Kau tidak ingat aku? Aku suamimu. Aku Juan. Raja dari kerajaan Artaleta"
Zest menggelengkan kepalanya.
"Apa maksudmu, Zest?"tanya Juan sambil mengguncang-guncangkan bahu Zest. Ia menyentuh wajah Zest dengan perlahan. "Kau benar-benar Zest bukan?"
"Maafkan saya, Yang Mulia. Saya tidak pernah mengenal anda." Zest semakin bingung.
Juan menatap wajah Zest untuk memastikan jika ia tidak salah penglihatan. "Bawa aku kerumahmu. Kau memiliki tempat tinggal bukan?"
Alonso dan istrinya terkejut melihat beberapa kuda didepan rumahnya. Alonso keluar dan terkejut melihat Xena sedang berada dikuda miliknya.
"Ada apa Xena?"
"Yang Mulia Raja..." ucap Zest tertahan sambil menatap Juan.
Alonso langsung bersujud. "Maafkan hamba Yang Mulia, hamba tidak tahu.."
Juan menatap tempat yang ditinggali oleh Zest selama empat bulan ini. Ia melihat bangunan yang tidak layak untuk dihuni. Hatinya bergetar karena sedih. Satu pasangan tua yang terlihat masih segar menghampirinya. Mereka bersujud didepannya.
"Bangunlah. Aku ingin bertanya sesuatu padamu"
"Baik Yang Mulia."
"Siapakah wanita ini?"
Alonso menatap Zest dengan cemas. "Putri hamba Yang Mulia.."
"Bisa kau ceritakan yang sesungguhnya siapakah wanita ini?" Tatap Juan tajam.
"Xena.. tolong masuklah kedalam." Ucap Alonso. Zest mengangguk dan membawa tas berisi obat-obatan yang baru saja ia ambil.
"Namanya Zest. Dan dia adalah Ratu kerajaan Artaleta." Ucap Juan tegas.
Alonso terkejut dan cemas luar biasa. Ia langsung bersujud didepan Juan. Begitu pula dengan istrinya "Hamba benar-benar minta maaf Yang Mulia. Hamba tidak tahu kalau Xena adalah Ratu."
"Dimanakah kau temukan dia?"
"Hamba menemukan beliau dihutan hujan dibawah sana, Yang Mulia. Waktu itu keadaannya memprihatinkan. Hamba pikir sudah tidak bernyawa. Tapi setelah istri hamba mendengar detak jantungnya, kami tahu kalau ia masih hidup. Kemudian kami balut semua luka-lukanya. Setelah tersadar, kami terkejut karena ia tidak ingat siapa-siapa bahkan dirinya sendiri."
Juan menggelengkan kepalanya. Ia sedih mendengar Zest kehilangan ingatannya.
"Apakah kau pembuat obat?"tanya Juan kemudian.
"Benar Yang Mulia. Hamba meracik obat yang berasal dari tumbuhan disekitar hutan ini."
"Kemasi barangmu dan istrimu. Kau ikutlah denganku ke istana. Kebetulan di istana tidak ada pembuat ramuan obat tradisional. Setelah melihat kau dapat menyembuhkan istriku, aku tahu kau mampu menyembuhkan orang banyak.
Mimik bahagia tidak dapat dihilangkan dari wajah Alonso. Ia bahagia karena raja mengajaknya ke istana. Zest mendengarnya dengan bingung. Ia adalah seorang Ratu? Bagaimana bisa?