
Sudah empat bulan berlalu. Kepergian Ratu Zest membuat semua orang bersedih. Tidak ada yang mengetahui keberadaan Zest termasuk Juan. Istana menjadi sepi karena tidak ada seseorang yang sedikit cerewet pada pelayan. Tidak ada orang yang begitu perhatian. Dan mereka merindukan itu. Tidak ada yang dapat menggantikan Zest bagi Artaleta.
"Kuda sudah siap, Yang Mulia.." ucap prajurit. Sejak kepergian Zest, Juan lebih banyak meluangkan waktunya dengan berburu kemanapun. Ia berkeyakinan dengan begitu akan lebih mudah menemukan Zest. Namun setelah empat bulan berlalu hasilnya tetap nihil. Ia tidak pernah menemukannya. Zest seperti hilang ditelan bumi. Tapi Juan yakin jika Zest masih hidup disuatu tempat.
"Aku dengar perjalanan kesana memerlukan waktu setengah hari penuh?"tanya Juan pada salah satu prajurit.
"Betul, Yang Mulia."
"Apakah tenda sudah disiapkan? Kita harus menginap semalam disana."
"Sudah siap, Yang Mulia"
"Baiklah.. ayo kita pergi. Vale, aku titipkan kerajaanku padamu beberapa hari."
Juan mengangguk. "Baik Yang Mulia."
Mereka mulai pergi kedaerah Vinales sejak pagi hari. Juan ingin sesampainya disana, ia langsung berburu.
"Xena..apa yang akan kau lakukan sekarang?" tanya Alonso ketika ia baru saja memberikan daun-daun kering pada istrinya.
"Aku tidak bisa, Xena. Aku harus membantu istriku."
"Baiklah. Aku akan pergi sendiri." Xenapun mengeluarkan kuda milik alonso yang sering ia gunakan untuk mencari obat-obatan. Dengan menggunakan gaun, ia mencoba bertahan menggunakan kudanya.
Alonso menatap kepergian Xena. Hampir 4 bulan Xena banyak membantunya. Pertama kali ia menemukan Xena dihutan hujan yang tak jauh dari tempatnya berada. Awalnya keadaan lembab dan begitu dingin membuat Xena yang waktu itu ditemukannya terlihat tidak sadarkan diri. Namun ia salah, Ia melihat kepala gadis itu terluka. Kemungkinan ia terjatuh dengan kepala menghantam batu.
Ketika ia sadarkan diri seminggu kemudian, sayangnya ia tidak mengenal dirinya sendiri. Ia kehilangan ingatannya. Alonso memberikan nama Xena karena nama itu memiliki arti wanita pemberani. Dan kali ini, ia tidak salah memberikan nama. Xena adalah wanita pemberani. Alonso menatap istrinya yang sudah tua sedang meracik obat. Jika tidak ada Xena, entah siapa yang akan membantunya.
"Bagaimana jika suatu saat ada keluarga yang menemukannya?" tanya Istri Alonso.
Alonso terdiam. Ia menatap istrinya sambil mengangkat kedua bahunya.
Xena sedang melihat sekeliling dimana tersedia bunga-bunga dan daun untuk obat. Ia tersenyum ketika melihat bunga yang dicarinya berada menempel didahan pohon. Iapun turun dari kuda dan mulai mengikat kuda itu kebatang pohon.Tatapannya terus tertuju pada dahan pohon itu. Kemudian ia mengeluarkan pisau dan alat lainnya untuk mengambil bunga itu. Karena keadaan bunga itu tinggi, terpaksa Xena harus menaiki dahan yang tidak terlalu tinggi itu.
Perlahan ia menginjak dahan untuk mengambil beberapa bunga. Ketika pijakannya menginjak dahan yang kecil, terdengar bunyi dahan patah. Pegangannya terlepas kemudian Xena berteriak ketika ia merasa tubuhnya melayang. Ia terjatuh diatas daun-daun kering dibawahnya.
"Siapa itu?"tanya seseorang dengan kencang dan keras.