Liodra

Liodra
Pembalasan 2



Liodra sekolah seperti biasa,namun ada yang berbeda terlihat di wajahnya mata yang penuh semangat seolah sangat menantikan sesuatu.


Semua murid pergi kekantin dan hanya Liodra berdiam diri di kelas sebuah rencana telah di susunnya.Ia membawa 1 kresek sampah pelastik dan satu buah batu bata.Perlahan berjalan mengendap-endap mendekati tempat duduk Genova.


*Sekarang rasakan pembalasanku...ha..ha...*Batin Liodra


Perlahan ia mengambil tas Genova yang ada di kolong meja,dengan cepat memasukkan sampah pelastik dan sebuah batu bata yang ia letakkan berdiri di kolong.


*Gax sabar banget pas dia narik tas jadi nyangkut dan...ha..ha...aku jadi begitu licik...ha...ha..*Batinnya dengan wajah penuh semangat ia tersenyum licik.


Liodra meninggalkan ruang kelas dengan santai dan bersenandung,merasa yakin dengan rencanannya.


Di arah lain Alex berjalan mundur sembari bercanda dengan teman-temannya.


Dan Liodra menabrak Alex hingga Liodra terjatuh.


"Sorry...sorry gax se......" Kata Alex terputus menatap gadis di depannya.


Liodra menengadah ia kaget kakak OSIS yang ia dulu idolakan waktu pertama masuk sekolah sekarang begitu dekat dengannya.


Dalam pikirannya Liodra kegirangan dan rasanya ingin meloncat-loncat.


Salah seorang menepuk bahu Alex hingga membuyarkan lamunannya


"Ahh...maaf aku gax hati-jalannya..." Alex membantu Liodra berdiri.


"Aahhh...iya gax apa kak...aku juga minta maaf.." Liodra tersipu malu.


Salah seorang teman Alex membisikkan sesuatu,mereka meninggalkan Alex bersama Liodra.


"Mmmm...km siapa namanya???" Tanya Alex


"Liodra kak,kakak Alex kan..??!" sahut Liodra dengan tersenyum


"Iya...kok km tau???" Alex penasaran,jantungnya berdegup begitu keras seolah ingin meloncat keluar.


"Kakak kan ketua OSIS pastinya semua murid tau kakak..." Liodra menahan tawanya.


"oohh..iya..ya...he...he...,km udah makan???"Tanya Alex penuh harap.


" mm..belum..ini baru mau makan..."Liodra merasa malu.


*Wahhh..kalo udah gini biasanya mau ngajakin makan bareng nih...hi..hi...*Batin Liodra.


*Tuhhh..kan bener....lo emang hebat Liodra*Batin Liodra dengan wajah berseri-seri.


"Ok..kak...tapi gax apa nih kalo aku makannya banyak???" Tanya Liodra mencoba akrab.


"Ha..ha...nggak lah...sante aja..." Jawab Alex,ia tak bisa menyembunyikan perasaan bahagianya.


*Yesss...akhirnya gue dapet kesempatan....tanks God..."Batin Alex.


Mata anak-anak tertuju pada Alex dan Liodra.


Alex dan Liodra duduk berhadapan mereka memesan makanan.Namun keadaan menjadi canggung.


*Aduuh..kok jadi canggung gini...*Batin Liodra sembari berpikir mencari bahan pembicaraan.Ia tak sadar Alex memperhatikannya.


Liodra berpikir keras sampai lupa menikmati makanannya.


"Nggak enak ya...??" Tanya Alex lembut.


"Aahh...enak kok...maaf jadi ngelamun depan kakak..." Jawab Liodra melemparkan senyum.


"Santai aja kali gax usah tegang..." Alex mencairkan suasana.


Mereka mengobrol dengan akrab.Dari sudut lain Genova yang duduk di atas meja memperhatikan dengan sorot mata yang seolah ingin menerkam.


Teett..teettt....teeett...'Bel masuk berbunyi.


Liodra berjalan dengan wajah memerah,Ina berlari kecil mendekatinya.


"Ehh..Li..lo kok tadi bisa sama kakak kelas itu...??" Ina sangat penasaran.


"Ada dehhh..." Jawab Liodra singkat dan mempercepat langkahnya.


"Ahhh...gax asik lo...." Ina merasa kesal.


Pelajaran tak berlangsung seperti biasa karena guru yang akan mengajar sedang sakit.Liodra sesekali menoleh kebelakang berharap Genova menarik tasnya.


Liodra melipat tangannya di atas meja lalu menyenderkan kepalanya,dalam hitungan detik ia tertidur.


Genova dengan sangat hati-hati mengikatkan tali di pangkal rambut Liodra dengan erat lalu mengikatkannya kembali pada kursi.