Liodra

Liodra
Debaran 2



Genova mencoba menahan dirinya agar tak salah tingkah di depan Liodra.


"Nih..makan..." Liodra menyodorkan 1 buah es cream.


Genova menatap Liodra yang tengah sibuk menikmati es creamnya.


"Gue mau punya lo....kayaknya lebih enak..!!" Pinta Genova.


"Nggak....lo kan udah punya itu..." Liodra menjauhkan es creamnya dari Genova.


Dengan cepat Genova menukar es cream milik Liodra.Liodra hanya bisa pasrah menerima,berebut dengan Genova ia tak akan pernah bisa menang.


Liodra dan Genova duduk memandang air mancur mereka tak bersuara,Langit sore berwarna jingga yang mulai tampak.


"Gue mau jalan-jalan,temenin..." Genova memberi perintah.


"Haaahhhh...ok..tuan muda..." Liodra langsung bangkit.


Genova duduk di korsi roda yang telah ia siapkan sebelumnya.Liodra membawanya memutari taman hingga sampai di tepi danau kecil.


"Ge...lo tau gax...katanya kalo kita lempar koin terus bikin permohonan di sini bisa terkabul..." Kata Liodra berdiri di belakang Genova.


"Lo percaya sama yang begituan???" Genova heran.


"Di bilang percaya sih gax juga,cuma berharap bisa dong..." Kata Liodra.


Genova terdiam memandang jauh ke dalam danau di hadapannya.Liodra sibuk mencari koin di dalam tasnya.


"Nihhh...buat lo" Liodra menyodorkan sebuah koin kepada Genova.


"Iihh ..nggak ah...apaan sih.." Genova merasa malu melakukannya.


"Udah...ayokk...barengan ya sama gue ngelemparnya..." Ajak Liodra


Liodra memejamkan matanya ia mengucapkan permohonan dalam hatinya.Genova memandang Liodra dengan tersenyum dalam benaknya ia berkata*Apapun yang di inginkan gadis ini semoga terkabul*.


"Udah...ayo lempar sama-sama yahhh..." Ajak Liodra.


*Satu....dua...tiga..."Liodra melempar koin bersama Genova.


Liodra terlihat sangat senang,Genova terus mencuri-curi pandang darinya,Liodra tak menyadarinya.


"Yukk..pulang biar gue yang anter..." Ajak Genova.


"Mm..." Liodra mengangguk menatap Genova yang tersenyum padanya.Liodra merasa salah tingkah tetiba mengalihkan pandangannya.


Korsi roda perlahan di dorong Liodra tanpa terdengar sepatah katapun terucap dari mereka berdua,seolah tenggelam oleh lampu taman yang mulai gemerlap.


Genova di papah kedalam mobil oleh sopirnya,Liodra masuk kedalam mobil.Sepanjang perjalan mereka pun tak bersuara.Genova melirik ke arah Liodra kepalanya menyender ke arah jendela dengan mata tertutup.Tangan Genova meraih kepalanya lalu menyenderkan di bahunya,Genova tersenyum tipis,sang supir yang melihat dari kaca ikut tersenyum.


Liodra yang sebenarnya belum tertidur pulas hingga ia sadar Genova menyenderkan kepalanya di bahu Genova.Jantungnya mulai tak tenang berdebar dengan kencang hingga ia khawatir Genova mendengarnya dan ini sangat memalukan dirinya.Liodra terus menutup matanya hingga ia merasakan mobil telah berhenti,dan ia masih pura-pura tidur.


Beberapa saat Genova tak membangunkannya ia hanya memandang wajah imut yang tertidur pulas.


"Heiii...bangun....!!!" Genova sedikit berteriak


"haahh..udah smpe..." Liodra mengucek matanya.


"Menutut lo..." Genova ketus


"Mm...tanks ya..." Liodra langsung keluar dari mobil.


"mmmm..." Genova mengangguk.


Liodra melambaikan tangan begitu mobil melaju,Liodra menghela nafas panjang...


'Huuuffff....pyuuuhh'


"Aduuhhh....rasanya mau meledak..." Liodra memegang jantungnya.


"Nggak..nggaaakk...ini nggak beres...pasti cuma kebetulan aja..." Liodra terus menggelengkan kepalanya seolah tak terima dengan arti detak jantungnya.


Di dalam rumah yang tampak kosong,Liodra langsung masuk ke kamarnya,membersihkan diri,ia pergi ke balkon sambil memeluk Foto Lilian ibunya.Matanya mulai berkaca-kaca setiap ia mengenang sang ibu.