
Liodra mencari Genova ke dalam kelas namun ia tak menemukannya,ia berlari ke kantin dia tak ada juga di sana.
Liodra menyesal dengan apa yang ia katakan tadi,karena sekarang Genova benar-benar marah,Liodra tak pernah menyangka jika ia begitu memperhatikan Genova selama ini.Hatinya terlanjur memilih Genova,meski dari sisi lain Alex jauh lebih baik terlihat namun jantung Liodra berdegup kencang jika dekat dengan Genova.
Bisa di bilang ini cinta pertama Liodra,dan berharap akan bersemi indah.
"Na...lo liat Ge gax???" tanya Liodra
"Tadi dia ngambil tas trus buru-buru pergi..." jawab Ina
Liodra tampak murung,ia menyenderkan kepalanya di tembok.
"Lo..berantem lagi sama dia Li???" tanya Ina
"iya...ini kayaknya salah gue Na.." Liodra
"Emang dia tanya apa tadi???" Ina
"Dia tadi nanya hubungan gue sama kak Alex,pake marah dia,trus gue jawab...emang kenapa kalo gue jadian sama Alex...gitu..." Liodra.
"Lahh..pantes dia marah itu sama artinya lo membenarkan gosip itu...." Ina
"Aauukkk..ahh...pusing gue ..." Liodra
.
.
.
.
Dari jam pertama pelajaran di mulai hingga pulang sekolah,Genova tak tampak.Liodra baru merasa ternyata kurang lengkap rasanya jika tak ada Genova yang selalu mengganggunya.Liodra pergi ke cafe kakaknya namun ia tak menemukan Genova juga disana.
Di pinggir pantai terlihat laki-laki berseragam sekolah duduk sendiri menatap lautan di hadapannya.Dia adalah Genova,dia merasa sangat terluka mengetahui gadis yang ia sukai telah pacaran dengan laki-laki lain.
"Kenapa sihhh...lo milih dia di banding gue???!!!!" kata Genova penuh kekecewaan.
Genova merasa tak sanggup jika ia melihat Liodra dan Alex bersama tiap hari.Hatinya terasa berkeping-keping dan terasa kosong.
.
.
.
.
Alex melambaikan tangan di depan kelas Liodra.Liodra bangkit dan menghampirinya.
"Li..kamu gax lupa kan??" Tanya Alex
"mmm..enggak kak,aku juga tadi mau menghubungi kakak,eh .kakak duluan nyamperin aku..." Liodra.
"Kita bicara di taman belakang sekolah ya...biar enak..." Alex
Liodra hanya menggangguk ia berjalan mengikuti Alex dari belakang.Liodra tak tau jika Alex memperhatikan Liodra yang seolah tak punya semangat.
"Kamu tertekan gara-gara aku ya Li???" tanya Alex
"Eehh...enggak kak hanya mikirin hal lain aja..." Jawab Liodra.
Sampai di taman yang tampak masih kosong mereka duduk di kursi berhadapan.
"Mm..kak...aku mau minta maaf banget sama kakak...sebenarnya aku udah nganggap kakak udah kaya sahabat aku..." Liodra
"Jadi maksud kamu...." Alex
"Maaf aku gax bisa nerima kaka,sekali lagi maaf..." Liodra tertunduk merasa menyakiti kak Alex.
Alex berusaha terlihat kuat dan menyembunyikan kekecewaannya,harapannya sekarang sirnah sudah karena ia sangat sangat menyukai Liodra.
"mm..iya gax apa Li...aku juga gax bisa maksain perasaan kamu..." Alex
"maaf...." Liodra
"Udah gax usah sungkan kamu,anggap aja aku cuma becanda kemaren.." Alex
"Jadi kita masih bisa temenan kan.???Liodra
" Iya..iyalah...Li..."Alex menjabat tangan Liodra.
Liodra merasa sedikit berkurang beban hatinya,namun di sisi lain Alex tampak murung tak kuas menerima kenyataan bahwa Liodra tak menyukainya juga.