
Dengan penuh semangat Liodra berangkat ke sekolah tak lupa ia mampir ke toko mainan membeli beberapa kecoa mainan.
Genova yang telah lebih dulu sampai duduk di atas meja mengobrol dengan beberapa temannya.Ia memandang Liodra yang telah masuk ke dalam kelas.
"Pagi semua...!!!" Sapa Liodra bersemangat sembari menepuk bahu Genova.
Genova kaget dengan perubahan sikap Liodra yang terlalu bersemangat.
"Kenapa ni anak..???" Tanya Genova ke teman di hadapannya.
Mereka menggelengkan kepala.Genova mulai curiga dengan Liodra.
*Hmmm...pasti tu singa punya rencana licik..."Batinnya.
Genova terus memperhatikan Liodra namun tetap tak ada hal yang dia lakukan,Genova mengikuti sampai kekantin dan Liodra masih terlihat tenang.
*Mmm...mungkin perasaan gue aja kali ya...*Batin Genova.
Liodra yang menyadari Genova mengawasinya terus,Liodra mencoba untuk tetap tenang.Saat Genova mulai lengah ia langsung pergi dari kantin,meninggalkan teman-temannya.
Sampai di dalam kelas yang kosong Liodra berjalan pelan menuju bangku Genova,ia mengambil tasnya.Pertama ia menaruh satu kecoa dalam tempat pensil Genova,lalu menaruh di dalam buku pelajaran selanjutnya.Dan tinggal lima kecoa untuk kejutan tambahan.
*wahhh..aku emang cerdas*Batin Liodra memuji dirinya dengan tersenyum.
Liodra keluar dari kelas agar Genova tak melihatnya,saat Genova telah duduk di dalam kelas Liodra,Ina,Nova dan Gilang baru masuk,Gilang dan Nova telah mengetahui rencana Liodra memberi tanda lalu di balas oleh Liodra.Ina tak tahu rencana apapun karena jika ia tahu maka semua rencana pasti gagal.
Saat bel masuk berbunyi Liodra menyiapkan bukunya,ia mengintip Genova dari sudut matanya,mulai menghitung mundur.
"3-2-1...." katanya pelan.
"Aaaakkkkhh.....m*nyet....A*j*ng...." Teriak Genova yang langsung meloncat ke atas meja.
Sontak seisi kelas kaget.Liodra tak bisa menahan tawanya,Liodra mengambil kecoa yang ia simpan.
"Ha..ha...ha....nih gue kasi lagi tambahan" kata Liodra langsung melemparkan.
Genova langsung meloncat ke bawah namun karena tak stabil saat meloncat hingga kakinya ke seleo.Tak satu pun menyadari karena beberapa anak juga panik.
Liodra menatap Genova yang wajahnya berubah pucat dan menahan sakit.Liodra mendekatinya.
Saat Genova bangkit ia meringis.
"Ssstt...aw..." Genova terpincang.
"Ge.......lo gax apa???" Liodra khawatir.
"Jangan pegang-pegang gue..." Cetus Genova menghalangi tangan Liodra yang hendak membantunya.
Liodra menatapnya berjalan terpincang,kini Liodra merasa bercandanya keterlaluan tak melihat keadaan.Liodra meminta bantuan Galang dan Nova untuk membantu Genova.Kedua sahabatnya berlari kecil menyusul Genova dan memapahnya ke UKS.
Ting'Pesan masuk berbunyi HP Liodra.
[Dia udah di UKS dan udah di tangani..]Galang
Liodra merasa lega menerima kabar dari Galang.
Jam istirahat berbunyi Liodra bergegas ke kantin membeli jus jeruk dan ingin ia berikan ke Genova sebagai permintaan maaf.
Dengan wajah yang terlihat ragu dan khawatir Liodra masuk ke UKS,melihat Genova yang tertidur dan kakinya yang di bungkus perban.Liodra sangat merasa bersalah perlahan mendekat.
"Ge...sorry....gue gax tau bakal jadi gini..." Sesal Liodra.
Genova yang masih pura-pura tidur mengintip Liodra yang kini menangis.
Genova tersenyum merasa lucu.
"mm....Lo ngapain disini!!!" Genova pura-pura marah.
"Gu..gu..gue mau minta maaf..." Liodra terbata-bata sembari memberikan minumannya.
"Enak ya...lo minta maaf...noh...lo liat kaki gue..." Genova ketus,sembari menunjuk kakinya yang di perban.
"Maafin gue Ge...gue janji bakal ngejaga lo dan nurutin kemauan lo,,,tapi please maafin ya..." Sesal Liodra menyakupkan kedua tangannya.
"Hmmm...ok kalo kaya gitu..." Genova tersenyum licik.
*Sekarang lo liat pembalasan dari gue....*Batin Genova.