
Pagi ini di sekolah Liodra terlihat masih kesal dengan kejadian kemarin.Tanpa ia sadari Ina memperhatikan dari samping merasa bingung.
"Heyyy...Li...kenapa sih??dari tadi gue perhatiin keliatan bete banget..." Ina kini telah duduk di depan Liodra.
"Sumpah gue pengen banget bejek tu si wajah songong belagu itu...!!!!" Liodra begitu kesal.
"Maksud lo Genova???" tebak Ina
"Iyalah siapa lagi manusia yang bikin gue naik darah selain dia..." Liodra mengerutkan keningnya.
"Emang kenapa lagi sih lo sama dia???" Ina merasa penasaran.
Liodra mulai menceritakan kejadian kemarin,Ina pun mulai ikut kesal mendengar cerita sahabatnya itu.
"Adehhhh...sumpah ya...tu orang gue jadi ikutan kesel..!!,mulai sekarang gue gax bakal suka sama tu cowo lagi...!!!" Hardik Ina sontak berdiri.
Di pintu belakang laki-laki yang mereka bicarakan datang dengan wajah dingin,namun semua mata gadis di kelas itu terpesona dengan Genova termasuk Ina yang kini hanya terpaku,bola matanya mengikuti pergerakan Genova.Liodra memperhatikan sahabatnya dengan tatapan tajam.
"Hhaaaaahhhh...tadi aja bilang lo gax akan suka sama dia...eehhhh...sekarang malah bengong sambil nyengir..." Liodra menarik tangan Ina hingga ia duduk kembali.
Ina tak menjawab hanya terpaku menatap Genova.Genova menoleh ke arah Liodra dengan menyunggingkan senyum mengejek.Wajah Liodra terlihat semakin kesal dan langsung membalikkan tubuhnya.
*Teeettt...teeettt....*Bel istirahat berbunyi.
Liodra berjalan keluar dan melewati tempat duduk Genova,saat Liodra mulai mendekat ia tak sadar Genova menselonjorkan kaki ke arah Liodra,hingga Liodra tersandung dan jatuh.
"Awww....sakitt..." Rintih Liodra mengusap-ngusap telapak tangannya.
"Ha..ha...ha...makanya jalan hati-hati..." Genova tertawa puas.
Liodra perlahan bangkin dan mendekati Genova yang masih duduk.Liodra langsung menginjak kaki Genova dengan keras.
"Aaaahhhh.....sakit...." Genova mengangkat kakinya yang terasa berdenyut.
"Ooppsss...sorry gax liat ada kaki lo disana..." Liodra merasa puas beranjak meninggalkan Genova yang masih merintih.
"Ayo...dong bro lo maju sana..." pinta seorang yang duduk di samping Alex
"Addduuuhhh...nggak ahh..." Tolak Alex
"iiihhh...apaan sih lo gax seru banget,bentar lagi lo tamat...emang nanti gax nyesel...??" katanya lagi.
"Gimana dong...masak gue tiba-tiba kesana terus ngajakin dia kenalan,nggak ahh..." Alex benar-benar dilema,karena dia sedikit pemalu.
Teman Alex menggelengkan kepala menyerah mendukung Alex.Pandangan Alex tak bisa lepas dari Liodra,sosok gadis manis dan akrab dengan siapa saja,Alex benar-benar ingin mendekatinya namun dia cukup pengecut untuk itu.
Liodra berdiri membalikkan badan tatapan mata Alex dan Liodra bertemu namun Alex langsung menunduk malu.Liodra tersenyum dan langsung berjalan melewatinya.
.
.
.
.
Liodra sampai di kelas,anak-anak memandangnya takut.
*Kenapa mereka tatapannya begitu..??*batin Liodra.
Saat mata Liodra tertuju ke atas jendela betapa terkejutnya dia melihat tasnya di ikatkan ke pentilasi yang letaknya lumayan tinggi.Wajah Liodra langsung berubah marah.
"Siapa....yang ngelakuin ini...?Jawab...!!!!" Hardik Liodra sembari memukul meja.
Seketika semua terdiam dan merunduk tak satupun berani menjawabnya.Saat pulang sekolah salah seorang teman di kelasnya berlari mendekati Liodra dan membisikkan sesuatu.Air muka Liodra berupah penuh amarah.
"Ohh...liat aja besok gue bales...!!" Kata Liodra.