
Sebuah cahaya datang mendekati mobil Ayah,satu detik pun tak dapat menghindar,Ibu yang langsung sigap memeluk Liodra dengan erat.
"Tiiii...daakkk....ma..ma...bangun....!!!" Liodra berteriak memegang kepala ibunya yang penuh darah.
Air mata membasahi pipi tak terbendung lalu tiba-tiba suara aneh terdengar dari kejauhan dan semakin keras.
Krrriiiiing...krrriiinngggg...!!!!!"alarm berbunyi.
Liodra terbangun dengan terengah-engah menyeka air mata yang membasahi pipinya.
"Aku mimpi itu lagi..." Gumamnya
Liodra bangkit berjalan perlahan mendekati jendela kamarnya.Perlahan menyibak tirai menghirup udara segar pagi hari dan menikmati pelukan sang mentari seolah memberinya semangat baru.Ia tersenyum dan bergumam dengan mata memandang jauh kelangit.
"Pagi ma...love you,miss you...maaf"
kata yang selalu ia ucapkan di pagi hari.
"Heeiiii....lion banguuuun.....!!!!!!teriak Davin di balik pintu sambil terus menggedor pintu.
" Iihhhh...apaan sih lo kak berisik banget pagi-pagi juga...dan satu lagi nama gue Liodra bukan Lion oke....!!!"Liodra kesal
"Papa yang nyuruh gue bangunin lo...kalo enggak ogah banget gue..." Kata Davin sambil mengunyah apel.
"Emang papa gax pulang lagi..???" Tanya Liodra.
"Enggak Pak kepala lembur katanyeee..." Jawab Davin
"Iisss...lo ya...gax pernah bener ngucapin nama orang,kasi nama seenak jidat lo aja..."Kata Liodra berlalu ke kamar mandi.
Davin menunggu Liodra sambil menonton tv.Tak lama berselang Liodra keluar dari kamar dengan seragam sekolah yang telah melekat di tubuhnya.Wajah yang manis dengan poni depan rambut di kuncir kuda membuatnya terlihat imut.
"kita sarapan dimana kak???" Tanya Liodra
"Dimana lagi coba...sarapan enak dan gratis...???" Sambung Davin
"Ha...ha...pastinya di rumahnya kak Gio...ha...ha..."Liodra merangkul kakaknya
Mereka naik motor ke tempat tinggal Gio.
"Yaaahhh...siapa suruh dia jadi kakak kita pinter masak lagi...ha..ha..."kata Davin tertawa dan di ikuti Liodra.
Hanya butuh 15 menit untuk mereka sampai di Cafe yang masih tutup itu.Mereka pergi kepintu belakang Cafe dan menggedor pintu dengan semangat.
Tokkk..tokkk..tookkkk....!!!suara pintu di ketuk terus menerus.
Gio yang masih di tempat tidur mencoba menutup telinga dan tak menghiraukan mereka.
" Kakk..ka....kakkkkk....buka pintu....!!!!"teriak Liodra penuh semangat.
"Kak...adik-adikmu...yang imut-imut ini sangat merindukanmu....!!!" Sambung Davin
Gio pun langsung bangun dengan kesal.
"Mereka..benar-benar tak bisa membuatku hidup dengan tenang...." Gio menggerutu sembari berjalan mendekati pintu.
"uuhhhh...kakak tayang...." Peluk Davin dan Liodra
"Udah..gax usah berlagak imut seperti anak kucing..." Gio melepas pelukan mereka.
"Langsung aja gue bikinin nasi goreng...abis itu kalian langsung berangkat sekolah..."Kata Gio yang langsung menuju ke dapur.
Davin dan Liodra duduk manis di meja makan,menunggu kakak mereka yang sibuk memasak.
"Yeeiii....udah jadi nasgornya...." kata Liodra penuh semangat
"Gila....wangi banget...heemmm" Sambung Davin.
"Udah...gax usah banyak ngomong kalian makan aja langsung...nanti telat.." Kata Gio dingin
Mereka makan dengan lahap Gio menyunggingkan senyum di ujung bibirnya.Memandang mereka penuh kasih.
"kak Gio...bay..bay..." Liodra melambaikan tangannya.
"Jangan rindu kita yahh...he..he.." Sambung Davin.
"Gax akan..." Kata Gio dingin namun ia tersenyum.