
Dengan cepat Genova melaju,tanpa menghiraukan Liodra yang bingung dengan apa yang terjadi.Tiba-tiba Genova berhenti di sebuah Rumah Sakit.
"Ge...kenapa berhenti disini...???" tanya Liodra yang masih kebingungan.
"Maaf Li...aku tadi tak menghiraukanmu,mama pingsan jadi tanpa menjawab aku langsung melaju kesini..." Genova menggenggam tangan Liodra,ia mengajak Liodra berlari ke sebuah ruangan VIP.
"Pa...mama kenapa...???" tanya Genova melihat papanya sedang duduk di sofa di ruangan itu.
"Asam lambungnya kumat lagi,trus dia pingsan jadi harus di rawat inap.." kata Hardian papa Genova.
"Fyyyuuhhh...syukurlah..." Genova merasa lega
Pak Hardian menatap Liodra penasaran,Genova baru sadar ia lupa mengenalkan Liodra.
"Mmm...pa kenalin Liodra temen Geno.." Genova mengenalkan Liodra.
"Halo...om..." Liodra mendekat dan salim ke Pak Hardian.
Pak Hardian tersenyum ramah,Genova mengajak Liodra keluar untuk membeli beberapa makanan.Setelah berjalan beberapa langkah di sebuah ruangan dengan pintu sedikit terbuka,ia melihat seseorang yang ia kenal sedang mengelap keringat seorang pasien wanita,sontak membuatnya mematung.
"kak Gio..." Gumam Liodra.
"Kamu kenapa...???" Tanya Genova kebingungan.
"Mmm...nggak..." Elak Liodra.
*Mungkin belum saatnya aku tau dia,sebaiknya tunggu kesiapan kak Gio aja...*Pikir Liodra.
.
.
.
Sedari tadi Genova memperhatikan Liodra yang seolah sedang berpikir sepanjang jalan,Genova menghentikan langkahnya.
"Sini duduk dulu..." Kata Genova menuntun Liodra duduk di bangku taman rumah sakit.
Tanpa kata Liodra mengikuti saja,Liodra menunduk tak mau menatap Genova.
Genova memandang lembut gadis yang ada di hadapannya.
"Heeeyyy...kamu kenapa Li..."Tangan Genova mengangkat wajah Liodra.Genova kaget melihat wajah itu penuh air mata.
" Aku..pikir aku bisa memaafkan,tapi kenyataannya nggak bisa..."Isak Liodra dalam pelukan Genova.
Genova sedikit bingung dengan apa yang di katakan Liodra,dia tak tau siapa yang dimaksud Liodra,tangannya mengelus lembut kepala Liodra,yang dia lakukan saat ini hanya membuat Liodra nyaman.
"Mmm...maaf Ge..." Liodra mengusap air matanya.
"Yeee...itumah mau kamu..." Liodra tersenyum.
"Iya....walaupun bajuku penuh dengan ingus kamu,gax apa-apa..." Canda Genova.
Genova tak bertanya apapun kepada Liodra,ia tak mau membuatnya sedih lagi.
.
.
.
Hari telah sore Genova mengantar Liodra pulang.
"Maaf ya Li..kencan pertama kita batal hari ini..." Celetuk Genova.
"Iya...gax apa-apa...kan kita bisa kencan tiap hari mulai sekarang..." Liodra sedikit malu wajahnya memerah.
"Jadi...aku pacar siapa...???" Goda Genova.
"Pacar aku...." Kata Liodra mengayunkan tangan Genova.
Genova tersenyum puas,ia mengusap kepala Liodra.
"Ya..udahhh...pacarku...bay..bay...sayang..." Kata Genova.
"Ciiyaahhh...sayang..." Goda Liodra.
"Laahh..kan emang sayang kamu..." Genova memberi tanda hati.
"Ya...udahh..sana...pulang..." Liodra membalikkan badan Genova.
"Aahhh...tapi masih kangen..." Genova berbalik memeluk Liodra.
Tak sadar mereka tengah di perhatikan oleh Davin.
"Heeyyy...mau sampe kapan drama menjijikan ini....ya...tuhan..." Cetus Davin sontak mengagetkan Liodra dan Genova yang langsung melepas pelukan.
"Apaan sihh kak,iri ya...jomblo..." Celetuk Genova.
"Lo...berani sama gue...itu yang lo pacarin adek gue,mau gue gax restuin..." Kata Davin menggoda.
"He...he...jangan kak masa baru jadian gue harus putus..." Rengek Genova.
"Udah..pulang sana,gax bakal habis kamu ngadepin dia..." Kata Liodra tersenyum.