Liodra

Liodra
Kecewa



"Hhhhaaaaaaa....." Liodra menghela napas.


"Apaan siihh...lo...pagi-pagi udah gak bersemangat gitu???" Ina duduk di sebelah Liodra.


Liodra tak menjawab,ia menyandarkan kepalanya di atas meja seolah melamunkan sesuatu,matanya menatap jauh ke pintu kelas yang nampak kosong.


"Liiii...lo,kemarin pulangnya sama Ge kan??" tanya Ina.


"Mmm...iya..." jawab Liodra,tetiba pikirannya melayang ke kejadian malam itu,wajah Liodra mulai memerah,Liodra sontak berdiri menggeleng-gelengkan kepala sembari menepuk pipinya.Ina yang memperhatikan sahabatnya itu merasa aneh.


"Lo kenapa sih...Li kek orang linglung dari tadi???" Ina bingung.


Liodra yang masih berdiri sontak langsung jongkok dan seoalah bersembunyi di bawah meja.


"Hheeeee....Li...lo bikin gue bingung deh pagi-pagi kenapeee siihh???" tanya Ina yang semakin kebingungan.


"Ssstttt....diem lu...ada dia disitu...." kata Liodra pelan.


"Dia...siape....???" Ina sembari menoleh ke arah pintu kelas.


"Aaahhh...timbang Genova aja,ngapain li ngumpet...??" Ina masih tak mengerti.


Genova melihat Liodra bersembunyi,ia pun seolah turut menghindar.


*Aaduuuhh...matii..gue kenapa gue malah kiss dia kemarin..*kata Genova dalam hati.


.


.


.


.


'Teettttttt...tettt....(jam istirahat berbunyi).


Suara hiruk pikuk mulai terdengar semua siswa siswi berhamburan keluar kelas ada beberapa hanya duduk diam di dalam kelas sembari melihat ponsel.


"Li...lo gak kekantin??" tanya Ina


"Nggak..gue masih kenyang..." jawab Liodra sembari mengawasi sekitar.


"Lo...kenapa siiihhh...hari ini aneh banget sumpahh..." Ina penasaran


Galang dan Nova mendekati Liodra dan Ina yg sedang mengobrol.


"Eehhh guys tau gak kok Genova aneh banget hari ini...???" Celetuk Nova.


"Lahhh...kok sama...ni...bocah juga aneh dari tadi pagi...???" Ina menunjuk Liodra sontak membuat Nova dan Galang memperhatikannya.


.


.


.


"Nahhh...disini kan enak gue gax ada yg ganggu..." Liodra menghempaskan tubuhnya di atas rerumputan dan memejamkan matanya.


Namun bayangan datang menghalangi matahari,perlahan Liodra membuka matanya.


"Ge......." Liodra kaget sontak langsung bangkit.


"Mmm..boleh gue ngomong bentar...??" kata Genova ragu.


Liodra menganggukkan kepalanya tanda setuju,perlahan ia mengikuti langkah Genova dari belakang.


"Anuuu...Li...soal...eeee...kemarin...ee" Genova terbata-bata.


Liodra menatap seolah menanti kepastian.


"Maaf..." satu kata Genova yang mampu menusuk hati Liodra hingga membuatnya marah.


"Maaf...wahhh...gampang ya...lo..ngomong itu..." Liodra menatapnya penuh kekecewaan.


"Kemarin gue terbawa suasana..." Genova tak tau apa yang dia telah katakan.


"Terbawa suasana...hebat banget...lo,lo kemarin kiss gue seolah lo suka sama gue,tapi ternyata gue salah..." Liodra merasa ia telah di permainkan.


Liodra berbalik membelakangi Genova air matanya,hatinya penuh kekecewaan,ia melangkah perlahan lalu berlari meninggalkan Genova yang masih mematung tak tau harus berbuat apa.


"Gobl*k...kenapa gue malah minta maaf,beg*....aahhhh......" Genova memukul-mukul kepalanya sendiri.


.


.


.


Liodra menangis di dalam toilet,ia merasa bodoh karena mengira hubungannya dan Genova akan berhasil.Hatinya seolah tersayat hanya dengan satu kata 'Maaf' dari Genova telah membuatnya begitu terluka.


(Terkadang kita yang gegabah tanpa di sadari akan menyakiti hati orang yang kita sayang)


🎀Dukung Author ya...masih tahap belajar😊😊


🎀Selamat membaca guys...tunggu next episodenya yaaa😘