Liodra

Liodra
Kesedihan Gio



Dalam lorong Rumah Sakit Gio berlari terengah-engah,raut wajah sedih dan khawatir nampak jelas terlihat,ia tak memperdulikan suara handphone'nya yang di dalam saku jaketnya.


"Dok...apa yang terjadi????!!!" Gio mencengkram lengan dokter itu yang keluar dari kamar pasien.


"Tenang Gio...Rose udah nggak kenapa-kenapa,dan sepertinya dia masih mau berjuang untuk hidup.." Dokter.


Gio mengangguk perlahan ia berjalan memasuki ruangan yang nampak sepi,nampak masih terbaring gadis berkulit putih cerah nampak kurus.Gio duduk di samping gadis itu.


"Rose...sampai kapan kamu akan terbaring disini,walaupun aku sempat sangat membencimu,karena kematian mama,tapi aku tau sebenarnya kamu gak tau apa-apa,polisi udah menceritakannya waktu itu.Jadi aku mohon maafkan aku dan bangunlah aku sangat merindukanmu." Air mata Gio mengalir ia mencium kening gadis yang terbaring.


Gio menatap wajah gadis itu air mata tiba-tiba keluar dari mata Rose yang tertutup.


"Rose...kamu denger aku??!!!!Ayoo...bangun sayang jangan siksa aku lagi...." Gio membelai lembut wajah gadis itu.


.


.


.


.


Di Cafe Liodra sangat khawatir dengan kakaknya hingga malam belum ada kabar,Genova mencoba menenangkannya.


"Li...udah...kamu tenang dulu jangan panik kak Gio pasti baik-baik aja percaya sama aku..." Genova menggenggam tangan Liodra.


"Gimana aku bisa tenang Ge....aku udah nelpon dia berkali-kali dan nggak di jawab..." Liodra


"Gimana Li udah ada kabar dari kak Gio...???" Davin datang dengan terangah-engah.


"Belum kak gimana dong???,aku takut kak Gio kenapa-napa...." Liodra


.


.


.


.


Gio berjalan perlahan kedalam Cafe tatapan kosong dan sedih hingga ia tak menyadari ada yang menunggunya di dalam.


"Kak...Gio kakak kemana aja...???kakak gak apa-apa kan.???...." Liodra memeriksa kondisi kakaknya ia kaget melihat mata sembap Gio.Liodra langsung memeluknya.


"Kak....minum dulu...kalo kakak belum mau cerita gak apa,habis ini istirahat ya...ingat kita akan slalu ada buat kakak,,," Davin mengusap punggung kakaknya.


.


.


.


"Li gue bakal nginep disini ya jagain kak Gio,lo pulang aja sama Genova..." Davin


"Mm...iya kak nanti kalo ada apa-apa telpon aku ya..." Liodra


"Oke...Oh..ya...Ge...nitip Liodra ya..." Davin


"iya ..kak aku balik dulu..." Genova


Mereka berlalu meninggalkan Davin.Genova berjalan di samping Liodra ia tak tahan melihat raut sedih wajah Liodra.


"Heiii...kamu duduk dulu disini...aku akan beli sesuatu dulu.." Genova mengusap rambut Liodra.


Liodra mengangguk pelan,pikirannya masih melayang,ia bingung dengan apa yang membuat kakaknya menjadi begitu sedih.


"Nihhh...." Genova menyodorkan minuman Green Tea kesukaan Liodra.


Liodra menatap wajah Genova yang duduk disampingnya.


"Makasi Ge..." Liodra tersenyum lembut.


Genova hanya mengangguk sambil tersenyum.


"Li...kalo kamu ada masalah atau apapun itu jangan cari orang lain ya...kamu harus panggil aku dulu,sejauh apapun aku pasti akan berlari mencarimu..." Genova.


"Bener????" Liodra


"Emang aku kayak bercanda apa...???!" Genova


"He...he...iya..ya...aku percaya sama kamu..." Liodra tersenyum menatap Genova.


Genova berdiri mengulurkan tangannya.


"Yukk...nanti kemaleman" Genova


Liodra berdiri meraih tangan Genova,mereka masuk kedalam mobil yg sedari tadi menunggu.


.


.


.


Sampai di depan rumah Liodra turun bersama Genova.Tiba-tiba Genova memeluknya dengan erat,Liodra diam mematung.


"Nanti jangan begadang ya...tidur lebih cepat..." Genova mengelus kepala Liodra.


Liodra mengangguk sembari melambaikan tangan.