Liodra

Liodra
Kesal atau Cemburu???



Di ruang Perpustakaan.


.


.


.


"Aaaahhhhh....kenapa kita jadi terjebak disini...." Keluh Ina


"Ini benar - benar sebuah kesialan..hhiiiikksss" sambung Galang


Nova mengangguk - nganggukkan kepala tanda setuju.


"Eehhh....cepetan kerja gak usah banyak ngeluh klean kek bayi aja..." kata Liodra sambil membawa setumpuk buku di tangannya.


"Aaahhhh...untung lu temen gue Liiii..." keluh Nova.


.


.


.


.


Guuuubraaakkk....!!!!!


Seketika tumpukan buku yang di bawa Liodra berhamburan ke lantai.


Seseorang berlari mendekat ke arah Liodra,


"Km gak apa-apa Li...???" Tanya nya lembut.


Liodra menengadah menatap orang di hadapannya lalu menyunggingkan senyum manis.


"Mmm...gak apa -apa kak..." sembari mengumpulkan buku.


"Aaahhh...sini biar aku aja..." kata Alex merogoh buku dari tangan Liodra.


Liodra terdiam menatap laki-laki di hadapannya.


"Mau taruh dimana???" Tanya Alex,mengejutkan Liodra.


"OOOO..ooohhh...di sana kak.." Liodra gelagapan sembari menunjuk salah satu rak.


.


.


.


Tanpa mereka sadari di ujung ruangan perpustakaan itu Genova yang sedari tadi memperhatikan kebersamaan Liodra dan Alex dengan tatapan seolah singa akan menerkam mangsanya.


"Kenapa tiba-tiba ruangan ini berubah jadi dingin yaaa....??" cetus Ina


"Sepertinya genderang perang sudah berkumandang...hmmmm" sambung Nova.


Tatapan tajam Genova beralih ke mereka ,Ina dan Nova buru-buru meninggalkan Genova.


.


.


.


.


Sementara itu satu jam telah berlalu akhirnya Liodra,Genova,Ina,Gilang,Nova dan Alex selesai menata perpustakaan.


"Eeehh...kalian semua makan yukk aku yg teraktir..." Ajak Alex


"Waaahhh....kakak memang the best lahhh..." Puji Ina


"Km mau makan apa Li..??" Tanya Alex


"Mmmm...apa ya...,aaahh....gimana kalo nasgor kak..." jawab Liodra.


"Mmm....oke....."sambung Alex sembari memberi tanda berangkat.


.


.


" Iiihhh...apaan sihh..lo narik-narik gue..."hardik Liodra


"Waahh..wahh...bahkan rasanya mata lo itu mau loncat keluar...tatappp ajaaaa....terooosss...." Genova kesal.


"Diiihhh...apaan sihh...lo...aaaaaa...gue tau lo cemburu kaaann???" goda Liodra


"iiihhhh siape yang cemburu....diihh...GR banget lo..." elak Genova


"Ciiiyeee...kiirrrr..kir..." ejek Liodra


"Apaan sihh gak jelas lo...udah gue laper ..." ketus Genova.


Liodra terus tersenyum menggodanya,Genova seolah tertangkap basah dan menjadi salah tingkah.


.


.


.


Sampai Restorant.


"Aahhh...aku sangat lapar..." Liodra mengelus perutnya.


"Km nasgor sama telurnya tengah mateng kan...??" Kata Alex.


"Waahh..kak Alex sepertinya sangat perhatian sama Lili ku ini..." goda Ina.


Alex tak menjawab hanya melemparkan senyum malu.Genova merasa ia kalah,caranya menatap Alex jelas menyiratkan kecemburuan.


.


.


.


.


"Aahhhhkkkk...nyawaku terasa penuh sekarang" Ina mengelus-elus perutnya yang kekenyangan.


"Makasi kak traktirannya.." kata Liodra


.


.


.


Setelah makan mereka memutuskan pulang jalan kaki.


"Sepertinya kita harus berpisah di sini..." Kata Alex berpamitan terlebih dulu.


"Mmm...iya...bayyy..kak" kata Liodra,disusul Ina,Nova dan Galang melambaikan tangan.


"Mmmm..keknya kita cabut duluan ya..Li...Ge..yukk...temen-temen.." cetus Ina sembari menarik tangan ke dua sahabatnya Gilang dan Nova.Mereka berlalu meninggalkan Liodra dan Genova sendiri.


.


.


"Ekkhemm...Yuk jalan..." kata Liodra


"Sepertinya lo...bakal nangis di tinggal duluan sama Alex.." kata Genova ketus.


"Apaan siihh...lo...kak Alex itu baik banget tau...kalaupun gue mo nangis wajar lahh..." kata Liodra sontak membuat Genova semakin kesal.


"Ikut gue....." Genova menarik tangan Liodra dari keramaian membawanya ke gang sepi


"Apaan sih loo...Ge sakit tau tangan gue..." Liodra kesal.


Genova mendorong tubuh Liodra hingga menempel di tembok.


"Loo...denger..ya...mulai sekarang gue gax mau denger lo muji-muji si Alex lagi." kata Genova menatap Liodra tajam.


"Emang kenapa...dia baik...dan jug...." Liodra belum selesai berkata-kata Genova membungkamnya dengan bibir.Sontak Liodra merasa kaget dan mematung namun ia memejamkan matanya seolah menerima ciuman dari Genova.Jantung mereka seolah saling bertaut detaknya semakin terasa.