Liodra

Liodra
Terungkap



Liodra menatap Genova yang sedang berbaring menatap keluar jendela,bahkan Genova tak menyadari kedatangan Alex dan Liodra.


"Mmm...Ge...." sapa Liodra,


Mendengar suara itu sontak membuat Genova berbalik menatap Liodra,namun tatapan yang tadinya penuh semangat berubah muram ketika matanya tertuju pada laki-laki yang berdiri di samping Liodra.


"Ngapain kalian kesini?!!" Kata Genova ketus.


"Mau nengok lo lah..." jawab Liodra.


"Halo...Ge..." Sapa Alex.


Genova hanya meliriknya tanpa menjawab.Alex menjadi tak enak ia merasa kedatangannya tak di harapkan.


"Heyy...Devil ngapain lo ngambek kayak bocah sih,tadi pak Lukman bilang lo gak mau makan dan minum obat..." Kata Liodra


"Biarin apa urusan lo Lion..." sambung Genova.


"Wah..wah...sepertinya tenaga lo masih cukup gede yahh...gue gak mau tau pokoknya lo harus makan sekarang..." kata Liodra


"Apaan sih lo maksa-maksa gue,emang lo tu siapa..." kata Genova.


"Gue bos lo,Pak tolong bawa makanannya kesini dia pasti mau makan..." Kata Liodra


Pak Lukman memberi isyarat pada asisten yang berdiri di luar.


Beberapa menit kemudian seorang asisten membawa bubur dan obat.Liodra mengambil mangkuk bubur itu,ia duduk di kursi sebelah Genova.


"Bukak mulut lo..." Pinta Liodra,Genova menatap mata Liodra perlahan iya membuka mulutnya.


Alex benar-benar merasa tidak bisa melihat Liodra begitu perhatian pada Genova,hatinya merasa sangat sakit.


"hmm...Li aku balik duluan ya...ada urusan soalnya,kamu gak apa kan pulang sendiri..." kata Alex


"ohh..iya kak,nanti aku pulang naik bus aja..." sambung Liodra.


"Ehh..lo di tinggal pacar lo kek gitu...is..is..." ejek Genova.


"Pacar???siapa???maksud lo kak Alex???" kata Liodra heran.


"Iayalah siapa lagi,di sekolah semua udah tau kali..." kata Genova.


"haaa....siapa yang pacaran sama dia,gue cuma temenan kali..." kata Liodra yang langsung tertawa.


Wajah Genova yang tadi tampak kesal berubah jadi sumringah,dia begitu senang mendengar kebenaran dari Liodra.Matanya menatap Liodra penuh harap,Liodra yang menyadari Genova menatapnya menjadi salah tingkah.


"ekkheemm...Lo makan aja sendiri gue...gue...mau ke toilet...iya..ke toilet..." kata Liodra gugup sembari menunjuk arah toilet.Liodra berdiri dengan cepat berlalu meninggalkan Genova yang terus menatapnya.Jantung Liodra serasa meledak.


Genova tersenyum melihat tingkah Liodra.


Di dalam toilet Liodra menatap cermin memegang dadanya yang berdebar begitu cepat.


"Aduuhh kok jantung gue kenceng banget sihh???,si Devil gak denger kan...aahhh Liodra lo harus tenang..." gumam Liodra menepuk-nepuk pipinya dengan air dingin.Liodra mengatur nafasnya berulang-ulang.


"Lo..ngapain lama banget di kamar mandi,semedi???" cetus Genova.


"Apaan sih lo...ehh..kok lo gak makan buburnya??" Liodra berjalan mendekati Genova.


"Tangan gue gak kuat megang sendok..." kata Genova sembari menyerahkan mangkuk yang sedari tadi ia pegang.


"Alahh..dasar manja...luuu" kata Liodra menanggapi.


"Udah...buruan suapin gue..." pinta Genova.


Liodra menuruti,Pak Lukman merasa senang melihat Genova yang kembali bersemangat,Pak Lukman meninggalkan mereka berdua,terdengar tawa dan sesekali Liodra terdengar berteriak ke pada Genova.Para asisten itu merasa heran tuannya berubah sangat banyak setelah mengenal Liodra.


"Akhirnya ada yang bisa merubah tuan..." kata salah satu asisten.


"Iya...aku nggak nyangka lo ada yang berani memerintah tuan kita...hi..hi..." timpal yang lainnya.