Liodra

Liodra
Menyadari



Satu jam telah berlalu akhirnya Genova membuka matanya,ia belum sadar bahwa ia sekarang berada di rumah sakit.


"Ini dimana???" Genova bertanya sembari menatap langit-langit yang putih.


"Di rumah sakit Ge..." Liodra dengan lembut menjawab.


Genova menoleh ke arah suara itu,iya tersenyum menatap Liodra,kini saat di rumah sakit ia tak sendiri lagi,ada orang yang menunggunya bangun hatinya tergetar matanya mulai berkaca-kaca.


"Lain kali lo jangan pernah pingsan kayak gitu lagi,lo tu anak sultan masak sakitnya magh?!,malu-maluni lah,masak anak sultan kelaperan..."Kata Liodra terlihat kesal,dalam hatinya ia sangat khawatir melihat Genova seperti itu.


"Alahhh....bilang aja lo khawatir sama gue kan???" Goda Genova.


Seketika wajah Liodra memerah,ia mengalihkan wajahnya.


"Apaan sih,lo siapa juga yang hawatir,nih lo minum teh anget dulu..." kata Liodra menyodorkan pipet ke mulut Genova.


Genova memandangnya jantung Genova berdebar dengan cepat,perlahan membuka mulutnya,Liodra tampak malu wajahnya merah seperti buah tomat,Genova tersenyum memandangnya.


*Gila dia imut banget kalo lagi malu gini...*Batin Genova.


Liodra berusaha keras mengontrol dirinya yang menjadi salah tingkah jantungnya serasa akan meledak melihat Genova menatapnya seperti itu.


"Mm...kamu sekarang makan bubur ya.." Kata Liodra.


"mmm..Kamu????wahh..wah...kayaknya bagus kalo panggil aku kamu..." Genova tersenyum.


"isshh...apaan sih biasa aja,..." Liodra salah tingkah.


Perlahan Liodra menyuapi Genova,mereka saling pandang mata mereka terpaut seolah ingin mengenal lebih dalam,senyum yang tersirat tampak jelas bahwa mereka memendam rasa.


"Hayoooo....ngapain kalian...!!!" Teriak Gilang dan Nova.


"Ciieee...kayaknya bakal ada pasangan nihh..." Ejek Ina.


Genova dan Liodra sontak kaget dengan kedatangan mereka bertiga yang bisa di bilang tidak tepat.


"Ngapain lo pada kesini..." Kata Genova yang merasa kesal menganggap mereka datang di waktu tak tepat.


"Ciahhh.....ada yang marah nih kita ganguin kencannya..." Goda Nova


"Iiss...apaan sih lo Va siapa juga yang kencan..." Kata Liodra dengan salah tingkah.


"Ciahhh...wajah mereka merah gitu kaya udang...ha...ha..." ejek Galang


"Udah...kalian kesini mau nengok Ge kan...gue mau ke toilet dulu...." Liodra tiba-tiba bangkit dan berlari kecil ke toilet.


Di dalam toilet Liodra menatap cermin di hadapannya,wajahnya benar-benar memerah ia tersenyum manis mengingat kejadian saat bersama Genova,jantungnya berdebar saat memikirkannya.


"Apa gue suka sama dia ya..??


"Aahh....masak gue suka sama dia..." Gumamnya.Liodra menepuk-nepuk pelan wajahnya.


.


.


.


Tiba-tiba dering handphone Liodra terdengar di atas meja sebelah Genova.Genova mengambil dan melihat nama yang ber tuliskan "Kak Alex",seketika raut wajahnya berubah.


" Halo....Li kenapa baru angkat telpon aku dari tadi nyariin kamu..."Kata Alex


"Dia lagi nemenin gue di rumah sakit...kenapa???" Kata Genova sedikit ketus.


"Ini siapa ya???" Tanya Alex


"Gue Genova....." Belum selesai Genova menjawab Liodra merebut handphone'nya.


"Apaan sih lo Ge main angkat telpon orang" Kata Liodra sedikit berbisik dengan wajah kesal.


"Halo...kak..sorry aku tadi nemenin temen aku yang tiba-tiba sakit.." Kata Liodra menjelaskan.


"Ohh..iya..Li gax apa...kamu udah makan???" Tanya Alex Lembut.


Genova memasang wajah tak senang melihat Alex dan Liodra begitu akrab.Ina,Gilang dan Nova saling pandang mereka saling memberi kode.


"Kayaknya nanti bakal ada perang besar,mending kita kabur duluan guys..." Gilang berbisik kepada Ina dan Nova,keduanya mengangguk.


"mmm...Ge kita pulang duluan yahh..ada urusan..." Kata Ina pelan.


Mereka bertiga bergegas keluar meninggalkan Liodra yang asyik menelpon dan Genova yang memandang Liodra dengan tatapan tajam.